alexa-tracking
Kategori
Kategori
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5ca36ba0facb956b9e6d94df/gadis-bercadar-itu

Gadis Bercadar Itu


SEKUAT mana kita setia...
SEHEBAT mana kita merancang...
SELAMA mana kita menunggu...
SEKERAS mana kita bersabar...
SEJUJUR mana kita menerima kekasih kita...
SELAMA mana kita bertahan bersamanya...


Jika ALLAH SUBHANAHU WA TA'ALA tidak menulis jodoh kita bersama orang yang kita sukai, Kita tetap tidak akan Bersama dengannya walau engkau bersusah payah mendapatkannya. Maka cintailah orang sewajarnya .... kerana orang yang kita cintai belum pasti jodoh kita nanti, kadang yang engkau nilai baik untuk mu belum tentu baik untuk ALLAH.

Saat hati berkata "INGIN", namun ALLAH berkata "TUNGGU".
Saat AIR MATA harus menitis, namun ALLAH berkata "TERSENYUMLAH"
Saat segalanya terasa "MEMBOSANKAN", namun ALLAH berkata "TERUSLAH MELANGKAH".
~Kita merancang Allah juga merancang tetapi perancangan Allah lebih baik.~


Jodoh itu kan Rahasia Allah. Sweet kan? Allah itu maha LUAR BIASA. Dia mau memberi kejutan untuk kita. Dan kita pula akan senantiasa menanti, siapakah jodoh kita. Tapi, sebelum tiba masanya, selagi itulah Dia akan rahasiakan daripada kita. Allah buat seperti itu bukan sia-sia, tidak ada sia-sia dalam perancanganNya. Dia ingin kita persiapkan diri secukupnya sebelum jodoh itu sampai. Selagi ada masa yang disediakan Allah untuk kita ini, mari kita tambahkan ilmu di dada secukupnya untuk menjadi hambaNya yang bertaqwa. 

Ketika kau mendambakan sebuah cinta sejati yang tak kunjung datang, Allah SWT mempunyai Cinta dan Kasih yang lebih besar dari segalanya & Dia telah menciptakan seorang yang akan menjadi pasangan hidupmu kelak. Ketika kau merasa bahawa kau mencintai seseorang, namun kau tahu cintamu tak terbalas Allah SWT tahu apa yang ada di depanmu & Dia sedang mempersiapkan segala yang terbaik untukmu




I N D E X

Spoiler for EPISODE 1:
profile-picture
profile-picture
profile-picture
situmeang96 dan 14 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh cwhiskeytango
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!

Part 2 - Teman

Aku melanjutkan perjalananku ke rumah sakit. Setibanya dirumah sakit, aku lihat ibu sedang makan disuapi oleh suster cantik.
"Assalamualaikum" ucapku
"Waalaikumussalam" jawab ibu
"Gimana bu? Udah enakan?" tanyaku
"Alhamdulillah. Tapi kamu dapat uang darimana untuk biaya rumah sakit" tanya ibu
"Aku kan punya tabungan bu"
"Tapi kan itu buat keperluan kuliah kamu"
"Udah ibu ga perlu mikirin. Aku masih bisa kerja bu. Yang penting ibu sehat" ucapku
"Yasudah kalau gitu"
"Sini sus, biar saya aja yang suapin ibu"

Akupun menyuapi ibuku makan. Dan aku juga menceritakan bagaimana dikampus, bagaimana dagangan kue hari ini bisa cepat habis.
"Kamu jual habis kuenya?" tanya ibu
"Iya bu, tadi ada orang yang beli kue semuanya. Mahasiswa bu"
"Oh ya? Siapa?"
"Namanya Permata bu"
"Namanya cantik yah, pasti orangnya juga" kata ibu menggoda
"Iya bu, sangat cantik"
"Ibu mau pulang nak"
"Iya bu, nanti kalau kata dokter udah boleh pulang, kita pulang"
"Ibu mau jualan lagi" ucap ibuku
"Ibu istirahat aja, biar Danar yang jualan"

Beberapa hari kemudian, ibu sudah diperbolehkan untuk pulang kerumah. Kali ini, aku menyuruh ibu untuk beristirahat saja dirumah. Diusia ibu sekarang memang sudah seharusnya menikmati masa tua. Aku kembali berangkat ke kampusku. Kali ini aku mengenakan sepeda peninggalan almarhum ayah.
"Bu Danar berangkat dulu"
"Iya nak, yang rajin belajarnya ya" ucap ibuku
"InsyaAllah. Ibu istirahat ya" ucapku
"Iya nak"

Akupun berangkat kekampusku dengan keresek kue yang aku ikat di belakang sepedaku. Cukup waktu lama untuk mencapai kampus namun aku bisa menghemat ongkos. Setibanya dikampus, aku menyimpan sepedaku didekat fotocopy fakultasku. Suasana kampusku masih belum terlalu ramai. Aku menggelar daganganku didekat tangga fakultas.

Sambil menunggu pembeli, aku mengisi waktuku dengan membaca buku. Saat aku sedang berkutat dengan buku yang aku baca, ada seseorang menghampiriku. Dia adalah seseorang yang selalu peduli terhadapku. Sahabatku dari kecil. Perkenalkan, namanya adalah Liana Asyfa. Ia biasa aku panggil dengan sebutan Lia. Lia adalah sahabat kecilku. Ia juga kuliah di universitas yang sama denganku, namun berbeda fakultas. Jadi kami jarang bertemu juga. Terkadang Lia main kerumah untuk bertemu dengan ibuku. Tetapi karena kami memiliki kesibukan masing-masing, kami mulai jarang bertemu lagi. Kecuali jjika ada acara tertentu dirumah.
"Hey, lagi sibuk yah" ucap Lia
"Engga kok. Kenapa? Tumben kesini"
"Engga, aku beli kue nya yah" katanya
"Kue coklat kan? Kesukaanmu?" ucapku
"Iyah, tau aja hehe"
"Makasih yah" ucapku sambil menerima uang darinya

Meski kami dekat, tapi dalam berbisnis tak mengenal teman. Bisa saja aku memberikan kueku secara Cuma-Cuma, tetapi Lia selalu menolak dengan alasan aku takut rugi.
"Gimana kabar ibu kamu?" tanyanya
"Alhamdulillah udah baikan kok. Gimana kabar orang tua kamu? Kabar cowokmu?" tanyaku
"Baik kok, emm Dion? Iishh bukan cowok aku ituuu. Dia baik kok, yaa meski sekarang dia sibuk juga" katanya
"Ooh iya iya deh"

Lia pernah mengabariku bahwa ia menyukai seseorang. Dan Dion itu adalah orangnya. Ku akui Lia memang cantik.
"Aku bantuin jual yah" katanya
"Bantuin gimana?"
"Ya, sebagian aku bawa ke kelas, nanti aku tawarin ke temen-temenku" katanya
"Boleh, kalau ga ngerepotin" ucapku
"Engga kok. Yaudah sini, aku bawa" ucapnya sambil mengambil satu tempat kue
"Nanti kita ketemu disini lagi?" tanyaku
"Emm, kamu SMS aja kelasnya nanti aku samper" katanya
"Yaudah, kalau gitu aku ke kelas dulu ya" ucapku
"Iya, kamu semangat ya" katanya
"Kamu juga"

Hari ini langit tampak berawan. Udara cukup dingin. Sepertinya hujan akan turun. Waktu menunjukkan jam 7 pagi. Dosenpun memulai perkuliahan. Pada umumnya, perkuliahan dengan skolah tidak jauh berbeda. Hanya tingkat stresnya saja yang berbeda. Setelah mata kuliah pertama selesai, jam kosong sampai jam 10 pagi. Ini berarti ada waktu sekitar satu jam. Aku memutuskan untuk menggelar daganganku di depan kelas.
"Gue mau coba kuenya dong" ucap Andin teman sekelasku
"Boleh, mau yang mana?" tanyaku sambil memberikan plastik padanya
"Emm, yang ini aja"
"Semua jadi lima ribu Din" ucapku
"Gue coba yah" katanya

Andinpun mencoba kue yang dibelinya dariku.
"Ini enak loh, ini lo yang bikin?" tanyanya
"Gue cuma bantu dikit, ibu yang bikin. Gue yang jual"
"Tapi serius ini kuenya enak" katanya
"Makasih Din"
"Besok gue pesen lagi yah, tapi buat dirumah, lo bisa anter?" tanyanya
"Bisa Din. Lo SMS aja alamatnya ke gue nanti gue kirim ke rumah lo" ucapku antusias
"Oke, mau pake DP?" tanyanya
"Ga usah Din, biar gue modalin aja" ucapku

Mengapa aku tidak menggunakan uang muka? Karena aku pernah mendengar sebuah hadits dimana jual beli tidak sah dengan menggunakan uang muka.

Hadits Amru bin Syuaib, dari ayahnya, dari kakeknya bahwa ia berkata,

Rasulullah shollallohu 'alaihi wa sallam melarang jual beli dengan sistem uang muka. Imam Malik menyatakan, "Dan menurut yang kita lihat –wallahu A'lam- (jual beli) ini adalah seorang membeli budak atau menyewa hewan kendaraan kemudian menyatakan, 'Saya berikan kepadamu satu dinar dengan ketentuan apabila saya gagal beli atau gagal menyewanya maka uang yang telah saya berikan itu menjadi milikmu.'"

Ini berarti, jika Andin membayar uang DP padaku, dan jika pesanan tidak jadi, atau Andin membatalkan pesanan, maka DP itu akan hangus, padahal uang itu belum menjadi hakku karena barang yang ia pesan belum ada pada Andin. Mungkin diantara kalian ada yang menafsirkannya dengan pandangan yang berbeda.

profile-picture
profile-picture
profile-picture
situmeang96 dan 4 lainnya memberi reputasi
GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di