CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Story / ... / Stories from the Heart /
Post-mortem Love (21++)
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5c04e136d9d7706e168b4567/post-mortem-love-21

Post-mortem Love (21++)



π•»π–”π–˜π–™-π•Έπ–”π–—π–™π–Šπ–’ π•·π–”π–›π–Š

𝘸𝘩𝘒𝘡 𝘸𝘦𝘯𝘡 𝘸𝘳𝘰𝘯𝘨 𝘒𝘯π˜₯ 𝘸𝘩𝘒𝘡 𝘀𝘰𝘢𝘭π˜₯ 𝘣𝘦 π˜₯𝘰𝘯𝘦 𝘣𝘦𝘡𝘡𝘦𝘳

Spoiler for Sinopsis:


π‚π‘πšπ©π­πžπ«









profile-picture
profile-picture
profile-picture
nomorelies dan 12 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh themagikarpi
6


PORSENI hari kedua, dan gue menemukan Leila sendirian di ruang berdoa yang paling ujung, tempat misa tiap pagi untuk Rokris. Dia menaruh dagunya diatas meja sementara mendengarkan lagu lewat earphone dan sama sekali nggak sadar ketika gue berdiri di bawah kusen pintu, mengamati dia dengan perasaan aneh saling mencampur.

Situasi yang tepat untuk mesum! Dalam hati gue bercanda, tapi sebenar-benarnya gue berpikir bahwa gue bisa mengambil satu atau dua kecupan dari anak ini. Atau setidaknya, berharap demikian. Leila mendongakan kepala dan menatap ke arah gue. Dia lalu tersipu dan memperbaiki postur tubuhnya. Kini dia duduk tegak sementara kepalanya menunduk menatap roknya.

Gue berjalan mengarah ke Leila, tidak kalah merahnya dengan bando yang sekarang dipakai Leila. Gue menarik bangku dan lalu mengangkatnya untuk bisa duduk berseberangan dengan Leila. Bunyi kaki bangku menyentuh lantai keramik, dan suara dari luar tidak melenyapkan β€˜kesunyian’ diantara kita dan gue membenci kecanggungan ini setiap milidetik-nya.

Leila menghela napas yang panjang dan lalu mendongakan dagu untuk menatap gue. Dia membuka mulut, tapi memutuskan untuk merapatkan bibirnya rapat-rapat. Gue juga nggak tahu harus berbuat apa, selain ngomong. β€œ Kok lo sembunyi disini? Kenapa? β€œ

β€œ Nggak sembunyi kok. β€œ katanya singkat sementara tangannya menyelipkan sejumput rambut yang jatuh ke bibir ke balik telinga kiri. β€œ Tapi kok lo disini? Mau ngapain? Nyari Gian?β€œ

β€œ Eh, enggak lah. β€œ Gue tersenyum. β€œ Gue emang nyariin elo. β€œ

β€œ Oh, β€œ Leila saking gugupnya mukanya jadi sekeras batu. Matanya menatap gue β€˜dingin’ sementara jari-jemarinya saling bertaut. β€œ Lo penasaran sama jawabannya? β€œ

β€œ Iya, kalau bisa dijawab sekarang aja. β€œ

Leila menatap gue seakan kepala gue ada tiga dan tatapan gue membekukan dia menjadi batu, sehingga matanya turun menatap jari-jemarinya lagi dan lalu menghela napas yang pendek.

β€œ Oke. β€œ katanya cepat. β€œ Ayo, jadian. β€œ

Kalau gue seorang Anjing sekarang, ekor gue mengibas-kibas ke kanan dan kiri dengan cepat. Jantung gue berdetak keras, kencang, dan meletup-letup. Dan entah kenapa, situasi ini membuat gue justru merasa sedikit sedih. Sehingga gue menjulurkan tangan di atas meja sementara jari-jari gue bergerak, meminta tangannya.

Leila melihat tangan gue dan detik berikutnya dia menaruh telapak tangannya diatas telapak tangan gue yang terbuka. β€œ Makasih. β€œ kata gue, merasakan tiap huruf di lidah gue berdansa. β€œ Makasih udah mau jadi pacar gue lagi. β€œ

Gue melihat ke dalam memori Leila yang melumuri tiap sudut tulang gue tanpa menyisakan satu area kosong sekalipun. Leila yang selalu mengamati gue dari jauh, dan dalam hati berpikir untuk nggak berurusan dengan gue, karena dia juga sedang pacaran sama orang lain. Tapi nggak membuat dia berhenti untuk menatap gue dari jauh. Gue menyicipi rasa kesepian yang pekat di lidah ketika memori itu mengerumuni kepala gue. Sehingga gue menarik tangan gue dan mengeluarkan segenggam permen cokelat dari saku celana.

β€œ Kata Gian, lo suka cokelat. β€œ

Leila ganti menatap gue dan cokelat itu dengan tatapan mata yang berbinar-binar. " Makasih! "

Dan diluar mulai gerimis. Gue suka bau air yang menyentuh tanah dan mencintai situasi yang terjadi sekarang. Semuanya memiliki kombinasi yang tepat untuk menciptakan momen sekali untuk selamanya. Mungkin dulu, gue sedikit berpikir bahwa jatuh cinta terlalu dalam ketika masih SMP sesuatu yang terlalu cepat dan nggak seharusnya terjadi. Karena setelah cinta kekanak-kanakan ini, akan disusul dengan cinta yang lebih serius, lebih dewasa, lebih mendalam. Tapi ketika gue dewasa, gue sadar akan satu hal. Bahwa cinta yang terlalu dalam, meskipun terjadi ketika gue masih pubertas, tetap merupakan cinta yang terlalu dalam. Dan perasaan yang ditimbulkan, nggak akan muncul lagi dan cinta yang lebih dewasa tidak bisa mereplika setiap perasaan yang muncul pada saat itu.

Sekarang, merasakan setiap perasaan itu seakan-akan semuanya masih β€˜baru’.

Perasaan yang persis selalu gue cari-cari ke dalam orang lain setelah Leila. Muncul untuk yang kedua kalinya.

Dan Gue tadi menggenggam erat tangan Leila. Membuat kepala gue mengingat terakhir kali Leila berusaha menyentuh tangan gue tapi nggak bisa. Dan gue nggak bisa menghiraukan perasaan sedih yang kini bergumul ke dalam hati.

Leila membuka kemasan plastik permen, dan aroma cokelat menguar samar-samar dari sana.

72 Jam.

Pada kenyataannya gue sudah 72 jam berada didalam tanah, dikuburkan. Apakah gue tahu satu hal pun tentang kematian? Nggak juga. Dan gue masih nggak tahu tujuannya apa si laki-laki tersebut, yang beraroma kayu oak, mengirim gue kembali ke sini.

Mungkin kematian adalah proses untuk menyesali setiap keputusan yang diambil di kehidupan yang sebelumnya.

Mungkin.

Tapi, yang jelas. Selain aroma tanah yang basah dan cokelat samar-samar. Gue sadar kenapa Leila adalah jodoh yang terlewatkan.

*

profile-picture
pulaukapok memberi reputasi
GDP Network
Bolalob β€’ Garasi β€’ Historia β€’ IESPL β€’ Kincir β€’ Kurio β€’ Lokadata β€’ Opini β€’ Womantalk
Β© 2021 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di