KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Story / ... / Stories from the Heart /
GERBANG IBLIS : PEMUJAAN SETAN (HOROR STORY)
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5c78a4c165b24d63fc211bb4/gerbang-iblis--pemujaan-setan-horor-story

[TAMAT] GERBANG IBLIS : PEMUJAAN SETAN (HOROR STORY)

Quote:




Spoiler for DESKRIPSI:

JANGAN LUPA RATE DAN KOMENNYA YA AGAN-AGAN SEKALIAN. emoticon-Keep Posting Gan PLEASE YOU SHARE AND ENJOY FOR MY HORROR STORY

Untuk Reader yang budiman dimohon pengertiannya untuk tidak menyalin/mengcopy cerita ini tanpa ijin dari author karena menulis itu butuh perjuangan maka hargailah setiap karya orang dengan menjadi reader yang baik dan benar xDemoticon-Cendol Ganemoticon-Keep Posting Gan emoticon-Cendol Gan

Quote:


Klik here!
Spoiler for SETIAP EPISODE:


Quote:


THANKS FOR READING!




Quote:

THANK YOUemoticon-I Love Kaskus

emoticon-Rate 5 Star Klik subscribe juga untuk mengikuti perkembangan setiap episode oke!
profile-picture
profile-picture
profile-picture
mincli69 dan 20 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh robbyrhy

EPISODE 6

Hola agan-sista sekalian. Kali ini mimin sempetin update lagi nih. Kali ini episodenya cukup mengasah otak loh xD coba tebak-tebak aja di komen gimna akhir dari cerita ini nantinya. emoticon-Big Kiss

JANGAN LUPA emoticon-Hansipemoticon-Cendol Gan

Keep share, rate dan komen for my story okey!.

HAPPY READING!




“Karena kau memaksa…”


“Baiklah”


Itulah percakapan terakhir Zaki dengan malik sebelum ia menutup handponenya. Zaki terus berfikir, Ia harus mencari cara agar dapat menghilangkan rasa trauma pada dirinya.


“Aaaaaa” Teriak Zaki.

Ia sepertinya masih terbayang-bayang dengan jasad Maya dan ibunya yang mati secara tidak wajar akibat Jin tersebut.


Setelah berteriak histeris zaki kemudian beristigfar, aku tahu apa yang ia rasakan. Tidak mudah baginya untuk cepat melupakan rasa trauma tersebut dalam sekejap. Dari pada ia terus memikirkan hal yang hanya membuatnya stres, ia pun kemudian berwuduh dan melaksanakan sholat sunnah dhuha.



***


“Dimana adikmu malik?” Tanya zaki


“Dia di kamar itu” Tunjuknya.


Zaki berjalan menuju kamar tersebut. Ia sangat keheranan karena pintu dan tulisan-tulisan arab tersebut sama percis saat ia hendak me ruqyah sisil.


“Ada apa?”


“Apa kau yang menempel ini malik?”


“Iya aku yang menempelnya”


“Kenapa kau lakukan ini?”


“Hufff” Terbangun zaki dari tidurnya dengan wajah yang terlihat pucat di sertai dengan nafas yang begitu berat.


“Mimpi apa ini” Tanyanya dalam hati. ia teringat ia ketiduran usai mengerjakan sembahyang dhuha tadi. Kemudian zaki terus beristigfar mengaggungkan nama Allah setelahnya ia berdiri dan mencari hanphonenya. Ia menelpon malik.


“Hallo, assalamualaikum malik?”


“iya, walaikumsallam zak. Ada apa telpon lagi?”


“Sepertinya aku tidak bisa malik… Aku tidak bisa”


“Tidak bisa kenapa? Ayolah bantu sahabat mu ini. Pikiran ku sedang kacau melihat adik ku seperti ini zaki. Hanya kamu yang bisa melakukannya.” Ujar Malik memohon.


“Baiklah, izinkan aku untuk menemui Adam, ustad pendamping yang akan membantu ku untuk menyelesaikan kasus ini. Aku butuh waktu 3 hari sebelum aku mengobati adik mu, malik”


Mendengar perkataan Zaki malik mengiyakannya. Setelah itu malik bergegas membenahi semua barang-barangnya. Ia akan menemui Adam, sahabat lamanya yang sama bertugas sebagai peruqyah. Untuk sampai ke kediaman Adam ia harus menempuh jarak yang lumayan jauh. Karena Rumah adam berada di Desa Bedjo. Sekitar 5 Jam untuk sampai ke sana jika ia menggunakan motor. Zaki pun memutar pedal gasnya dan segera pergi meninggalkan rumah ibunya yang sudah sepi dan tak ada penghuninya.


Jam menunjukan pukul 15:00. ia pastikan akan sampai di desa bedjo sekitar 3 jam lagi. kemudian zaki berhenti sejenak di salah satu musolah untuk menunggu sholat ashar. Sambil menunggu ia kemudian membeli roti dan juga air minum di sebuah warung yang tak jauh dari musolah tempat ia beristirahat. Ia duduk sejenak sambil memakan sebungkus roti gandum. Pikirannya sedikit tenang tatkalah ia mengganjel makanan ke dalam perutnya. Mungkin ini yang menyebabkan aku kurang fokus kali. Pikirnya. Setelah menyantap roti dan meneguk air kemudian ia kembali ke musolah dan mengambil wudhu untuk melaksanakan shalat sunnah sebelum ashar. Sambil menunggu sholat ashar ia pun sedikit menyenderkan tubuhnya dan berdzikir kepada allah.


“Kamu Ustad Zaki?” Tanya seorang lelaki yang ternyata adalah pengurus musolah tersebut.


Zaki pun mengangguk keheranan. Kenapa dia bisa tahu namaku? Pikirnya.


“Pergi dari musolah ini pembunuh!” Teriaknya keras.


Pengurus musolah tersebut kemudian melemparkan sebuah koran berisi berita tentang dirinya.

“Seorang ustad telah membunuh seorang Wanita yang di sinyalir terkena gangguan sihir”


setelah membaca koran tersebut ia terkaget. Jantungnya berdegub kencang di tambah sedikit keringat keluar dari keningnya.


“berita ini salah pak, saya tidak membunuh dia. Dia memang telah meninggal setelah saya mengeluarkan jin yang bersarang pada tubuhnya. Itu artinya dia meninggal karna sihir bukan karena saya.” Jawab zaki membela.


“Hala sihir apa sihir yang penting kamu bukan seorang doker yang dapat mengobati orang sembarangan kamu ini hanyalah seorang pembunuh berkedok ustad”


“Dia patut di bunuh, lempari dia dengan batu. Jadikan musolah ini saksi bahwa kita telah membunuh musuh allah”


“Bunuh dia!” Teriaknya.


“Mas bangun mas , sudah ashar”


“Ahh, Allahhuakbar” Terkagetnya zaki saat pundaknya di tepuk oleh seorang jamaah yang hendak sholat ashar.

“Aku ketiduran lagi dan kali ini aku mimpi buruk lagi? Ya allah pertanda apa ini” Ucapnya dalam hati.


Setelah itu zaki kembali mengambil wudhu untuk melaksanakan sholat ashar. Usai sholat ia duduk di luar musolah sembari memakai sepatunya.


“Kamu orang baru disini?” Tanya seseorang dari arah belakang zaki.


zaki pun menoleh kearahnya. “oh bukan kek, saya hanya istirahat sejenak disini kebetulan perjalanan masih cukup jauh jadi saya sempatkan sholat ashar dulu takut gak sempat.” Jawabnya.


“Oh, memangnya kamu mau kemana” tanya lagi lelaki tua tersebut. rambutnya yang sudah agak memutih di tambah sorban yang meliliti lehernya dan sajjadah yang di urai di pundaknya membuat terlihat seperti seorang ustad juga.


“Saya mau ke desa bedjo kek, ada urusan yang harus saya selesaikan di sana.”


“Desa bedjo? Kamu jangan ke sana.”


“Ha? Memangnya kenapa kek?”


“Kamu belum tahu cerita terbaru dari desa itu?”


“Belum?” Jawab zaki penasaran.


“Desa itu sekarang menjadi desa penyembah setan. Akibat perbuatan seorang ulama besar yang dulunya sangatlah agamis namun setelah ia berkuasa ia mengubah segalanya.”


“ulama yang kamu maksud itu apakah Adam?”


“Aku tidak tahu namanya, tapi dia masih terlihat muda”


“Aku sarankan agar kamu mengurungkan niatmu untuk pergi kesana.” Tambahnya.


Mendengar perkataan tersebut membuat zaki semakin penasaran namun tekadnya untuk pergi ke sana harus ia selesaikan.


“Aku akan tetap kesana.” Jawab zaki.


Kakek-kakek tersebut kemudian berjalan dan pergi meninggalakan zaki. Sebelum ia pergi ia berpesan. “Aku sudah peringatkan kamu”


Zaki pun menengok jam di tangannya pukul 16:00 “aku harus segera berangkat agar tidak kemalaman.” ucapnya dalam hati.


Ia mengendarai motornya lagi dan melewati perjalanan yang cukup terjal. Namanya juga desa jalanannya tidak terlihat bagus apalagi di sekelilingnya masih di batasi dengan semak belukar. Jam pun telah menunjukan pukul 18:05. 15 menit lagi ia akan sampai di desa bedjo. Sebelum sampai di desa bedjo tiba-tiba zaki bertemu dengan adi. ia pun memberhentikan motornya.


“Astagfirullah”

“Adi, sedang apa kamu?” Tanyanya


Tubuh adi berlinangan darah terlihat bekas cambukan di sekujur tubuhnya. betisnya bolong seperti di sundut oleh besi panas. Ia merangkak dan tak berbicara. bibirnya pucat, wajahnya babak belur seperti habis di pukuli oleh puluhan orang. Ia hanya mengerang kesakitan.


“biar ku bantu” ucap zaki.


Iangsung membopong tubuh adi dan menaikannya ke motor.

“Zak, aku mohon kamu jangan ke desa bedjo. Disana banyak orang dzolim. Ini yang mereka perbuat kepadaku.” Ujar adi sambil terbata-bata dalam berbicara.


zaki pun berpikir sejenak ia bingung ingin memilih lanjut atau langsung pergi ke rumah malik membawa Kakanya ini.

“Aku sepertinya sekarat” teriak adi


Kepanikan semakin dirasakan olehnya. Ia pun memutuskan untuk pergi ke rumah malik menghantarkan adiknya ini. Ia berfikir lebih baik ingan segera membawa adi ke rumah sakit di sana dari pada dia harus mementingkan egonya.


“Aku akan ke rumah malik? Itu tandanya aku akan langsung meruqyah Adiknya. apakah aku bisa melakukannya sendiri?.” Itulah yang zaki rasakan saat ini. Bimbang , takut dan rasa trauma itu menjadi satu dalam tubuhnya.


“Pegangan yang keras ya aku akan membawa mu pulang” ujar zaki sambil memutar arah motornya dan kembali untuk mendatangi rumah malik.


Kala itu hari semakin malam dan gelap zaki terus melaju dengan kecepatan yang sangat tinggi. Ia merasa bahwa adi harus segera mendapatkan pengobatan. 21:00 (Dusun Pamanah) zaki telah melewati plang bertuliskan dusun pamanah yang artinya sebentar lagi ia akan sampai ke rumah malik. Namun saat Zaki sedang melihat kaca spion motornya ia tiba-tiba melihat mulut adi menganga mengeluarkan darah dari mulutnya di sertai lidahnya yang menjulur panjang seperti ular yang akan memangsa korbannya. Lidahnya tersebut menjulur sampai melilit leher zaki.


“Astagfirullahaladzim” ucap zaki yang dengan cepet menekan pedal rem motornya dan berusaha melepaskan lilitan lidahnya yang semakin mencengkram leher zaki.


“Adii,, apa yang kau lakukan!” Teriak zaki dengan suara yang serak karena lilitan tersebut semakin bertambah kencang tatkla dia berusaha melepaskannya.


Mata adi malah semakin melotot dan tiba-tiba ia memuntahkan lintah dan juga kelabang dari dalam mulutnya dan semua itu mengenai badan zaki.

Wajah zaki semakin panik, matanya melotot tak kala binatang-binatang tersebut merayap. Darah yang kental di sertai bau busuk keluar terus menerus dari mulutnya.


Zaki terus memegang lidah adi dan berusaha sekuat tenaga untuk melepasnya.

“Ya allah yang maha mendengar doa-doa hambanya aku memohon dengan pertolonganmu, aku memohon dengan kekuatanmu. Bantulah aku. jauhkanlah sihir yang sedang berusaha melukaiku aku meminta kepadamu ya allah… tiada daya dan upaya melainkan pertolonganmu. Allahuakbar” Ucap zaki sambil menarik lidah adi dan semua atas izin allah lidah adi pun putus dan dengan cepat zaki berlari menjauhi adi.


“Astagfirullah” Jaki terus berdzikir.nafasnya terdengar berat. Ia sangat kelelahan akibat kejadian tersebut. Entah zaki berlari sudah sampai sejauh mana sampai akhirnya ia melihat Rumah. Ia mengahampiri rumah tersebut.


“ini kan rumah milik kakeknya malik. Iya aku tahu persis. Aku dulu pernah kesini untuk menemuinya. ini dusun pamanah iyah.”

Zaki pun langsung bergegas menelpon malik. Agar ia dapat membantunya. Namun tidak ada jawaban darinya. Ia terus melihat ke arah semak belukar di depannya. Walupun ia sudah berada di teras rumah rasa kekawatiran tersebut terus menghantuinya. Apakah adi mengikuti ku? saat zaki terus menerus melihat ke arah depan sana tiba-tiba….



“Prakkkk!!!” seseorang memukulknya dari arah belakang dan zaki pun pingsan tak sadarkan diri.



BERSAMBUNG...
ADA YANG BISA MENEBAK? UPS JANGAN DI BOCORIN YA 😋😋
profile-picture
profile-picture
profile-picture
mincli69 dan 5 lainnya memberi reputasi
GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di