KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Story / ... / Stories from the Heart /
GERBANG IBLIS : PEMUJAAN SETAN (HOROR STORY)
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5c78a4c165b24d63fc211bb4/gerbang-iblis--pemujaan-setan-horor-story

[TAMAT] GERBANG IBLIS : PEMUJAAN SETAN (HOROR STORY)

Quote:




Spoiler for DESKRIPSI:

JANGAN LUPA RATE DAN KOMENNYA YA AGAN-AGAN SEKALIAN. emoticon-Keep Posting Gan PLEASE YOU SHARE AND ENJOY FOR MY HORROR STORY

Untuk Reader yang budiman dimohon pengertiannya untuk tidak menyalin/mengcopy cerita ini tanpa ijin dari author karena menulis itu butuh perjuangan maka hargailah setiap karya orang dengan menjadi reader yang baik dan benar xDemoticon-Cendol Ganemoticon-Keep Posting Gan emoticon-Cendol Gan

Quote:


Klik here!
Spoiler for SETIAP EPISODE:


Quote:


THANKS FOR READING!




Quote:

THANK YOUemoticon-I Love Kaskus

emoticon-Rate 5 Star Klik subscribe juga untuk mengikuti perkembangan setiap episode oke!
profile-picture
profile-picture
profile-picture
mincli69 dan 20 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh robbyrhy

EPISODE 4

Quote:



TANPA BASA BASI LANGSUNG AJA DEH DI BACA 😎😎


HAPPY READING!emoticon-Sundul


Quote:



Gambar by Dannur 2 : Maddah

12:00

“Tring!!” suara telepon zaki berbunyi.


Panggilan suara tersebut berasal dari ibunya.

“ibu?” tanyanya dalam hati.

Ia segera mengangkat telepon tersebut.


“Hallo? assalamualaikum ibu, ada apa bu?” ucap zaki lewat telepon sambil menanyakan apa yang terjadi sampai ibunya menelpon dirinya tengah malam.


“Ma-ma-maya nak, maya hilang!” Jawab Zainab, ibu zaki dengan nafas yang berat dan perkataan yang terdengar bergemetar.


“Maksud ibu? bagaimana maya bisa hilang?” Tanya zaki semakin keheranan.


“Pokoknya kamu harus pulang sekarang juga. sekarang ini darurat nak, kamu harus melihat semua ini nanti ibu akan ceritakan semuanya di rumah.” Jelasnya.


Saat mendengar penjelasan ibunya Zaki segera membenahi tasnya dan segera pergi ke rumah ibunya. namun saat ia ingin pamit dengan malik, ia tidak melihat malik ada di dalam rumah.


“Malik? Malik?” Teriak Zaki sambil mencari ke berbagai ruangan yang ada di dalam rumah tersebut.


“kemana malik? ah sudahlah”


Tanpa pikir panjang ia segera keluar dari rumah tersebut dan bergegas menaiki motornya. ia berpikir mungkin malik pergi ke rumah saudara-saudaranya untuk menjengungk dadang adik rahmat (suami sisil) yang baru saja pulang dari rumah sakit.


Karena perjalanan yang cukup jauh, mengharuskan zaki melewati jalan pintas agar bisa cepat sampai ke rumah ibunya. ia memilih melewati dusun agon dimana jalanan di sana cukup terjal dan juga licin. belum lagi jalanan yang sepi dan di kelilingi oleh semak belukar.


Plang bertuliskan Dusun Agon telah di lihatnya kini zaki memasuki kawasan tersebut. Jam menunjukan pukul 00:45 waktu yang sangat sepi di temani oleh angin yang dingin dan berhembus sangat kencang. walaupun sudah menggunakan jaket yang cukup tebal namun Zakin masih dapat merasakan aura-aura negatif di sekelilingnya. kala itu gerimis sudah mulai turun, yang semakin membuat suasana perjalanan zaki menjadi lebih mengerikan.


“Apakah aku sebaiknya berteduh dulu? hujan semakin lebat” Zaki bertanya-tanya dalam hatinya.


Petir dan gemuruh terus mengagetkan zaki. bajunya yang hampir lepek karena air hujan mengharuskannya berhenti di tengah perjalanan. kemudian ia melihat sebuah rumah tua dari kejauhan dan menghampiri rumah tersebut.


Zaki hanya sekedar meneduh, ia tidak ingin mengganggu pemilik rumah apalagi harus membangunkannya. Zaki berdiri di luar rumah tersebut kemudian duduk di sebuah bangku kayu yang sudah cukup reot.


“Berapa lama lagi hujan ini akan berhenti” Ucap zaki dalam hati.


                 
***




Gambar by : Danur 2 Maddah
Sementara itu Zainab ibu zaki masih menunggu kehadirannya. kini ia hanya mengurung diri di kamarnya. zainab seperti mengalami shock yang begitu hebat. mulutnya tak berhenti untuk melafadzkan doa-doa dan meminta perlindungan kepada Allah.


   tiba-tiba pintu kamar zainab ada yang menggedor-gedor.


“BRAKK, BRAKK, BRAKK”

Suaranya cukup keras sampai membuat zainab semakin ketakutan.


“Zaki, apa itu kau nak/?” tanya zainab sambil membangunkan tubuhnya dari tempat tidur.


Pertanyaan-pertanyaan itu terus di ucapkan oleh zainab namun tidak ada yang menjawab, sementara pukulan dari balik pintu kamarnya semakin keras. jantung zainab kembali berdegup dengan kencang.


“Zaki? apa kau sudah sampai?” teriak zainab sambil menuju ke arah pintu kamarnya.


saat zainab mendekat ke arah pintu  suara gedoran pintu tersebut semakin keras membuat nyali zainab turun dan rasa ketakutannya semakin besar. ia berusaha melawan semua itu dengan memberanikan diri untuk membuka pintu kamarnya. dan….


“Ngikkk” Zainab membuka sedikit pintu kamarnya. suara tersebut tiba-tiba menghilang.

dia perlahan membuka lebar pintunya, tangannya yang bergemetar dengan ekspresi wajah yang masih terlihat panik atas kejadian yang baru saja ia alami semakin membuat keringat pada tubuhnya keluar begitu deras.


“Zaki?” Ucap zainab pelan sambil melebarkan pintu kamarnya.


namun, saat pintu tersebut telah terbuka lebar tidak ada seorang yang terliha di luar apalagi untuk menggedornya.


Angin tiba-tiba menghebus dengan kencangnya. suara desisan ular tiba-tiba terdengar lagi.


“Astagfirullahaladzim” ucap zainab sambil terus berdzikir dengan tasbih yang ia bawa.


Gambar source google

karena hawanya semakin membuat buluk kuduknya merinding zainab segera menutup kembali pintu kamarnya namun, belum sampai ia menutupnya Maya tiba-tiba mengagetkan zainab. Muka maya yang masih penuh darah bajunya yg sudah robek tak karuan serta hijab yang ia kenakan sudah lepas sehingga rambutnya terurai acak-acakan dengan mendadak muncul di depan wajah zainab. maya bergelantungan di depan pintu layaknya seekor kelelawar. sontok saja wajah maya yang sangat dekat dengan zainab membuat zainab berteriak histeris dan segera lari menjauhi maya.


Gambar source google

 Maya-pun tidak diam begitu saja ia merayap bagaikan cicak mengelilingi kamar zainab. wajah zainab sangat tegang, kepalanya semakin pusing ketika melihat maya terus berputar mengelilingi tembok kamar tidurnya.


“Maya, kenapa dengan kamu nak?” Ucap zainab tiba-tiba tersungkur kaku.


“Ehahahaha” tiba-tiba jin yang merasuki maya tertawa melihat zainab yang begitu ketakutan.


“Kamu takut ibu? hahaha” Tambahnya lagi. suara maya begitu menyeramkan suara lelaki serak di tambah seperti ada sesuatu yang mengganjal di tenggorokannya sehingga di saat ia berbicara terkesan besar dan juga tidak begitu jelas.


“Bagaimana kalau aku membunuhmu?”


Ucapan maya kali ini semakin membuat zainab ketakutan iapun merangkak mundur menjauhi maya. Maya-pun tiba tiba mengambil tongkat yang biasa di gunakan ibunya untuk berjalan ketika kakinya sakit.


“Ehmmm, kematianmu sudah dekat” Ucapnya lagi.


Sambil memegang tongkat tersebut maya mulai mendekati zainab dan mengarahkan tongkat kayu tersebut ke arah tubuhnya.


“Maya, istigfar may ingat allah”


“hahahahhah”

Jin yang merasuki maya malah tertawa dengan keras, ia sangat suka jika melihat manusia sangat ketakutan saat berhadapan dengannya.


Kini bu zainab tersender di lemari baju dirinya tidak dapat mundur kembali. sementara itu maya semakin dekat dengannya. suara desisan ular dan erangan yang keras keluar dari mulut maya memuntahkan sesuatu ke arah zainab yang tak lain adalah darah berisikan cacing dan nanah.


“Buahhhhh” (suara muntahan)

muntahan tersebut tepat mengenai wajah zainab.


“Ya allah” ucap zainab sangat ketakutan. bau dari muntahan tersebut sangatlah busuk wajah zainab semakin pucat.


“inilah akhir dari kematianmu” ucap maya sambil memukul kepala zainab dengan kayu yang ia bawa tadi.


“Prakkkk!” (suara pukulan.)

Zainab pun terpental ke arah arah pintu di kamarnya. pukulan itu sangatlah kencang sehingga menyebabkan kuping zainab berdengung dan kepalanya mengeluarkan darah segar dan kental.


Nafas zainab terdengar sesak. dirinya tak mampu lagi berdiri.


“Ya allah bantulah aku lindungilah aku” Ujar zainab dalam hati meminta perlindungan kepada allah.


sementara itu maya kembali mendekati zainab kali ini dirinya tiba-tiba memecahkan kaca lemari baju dan mengambil salah satu puing kaca tersebut untuk melukai zainab.

    saat melihat itu mata zainab kembali melotot dirinya belum bisa berdiri dan hanya bisa melihat maya dengan posisi tubuh tengkurep. darah dari kepala zainab terus menyucur deras kuping sebelah kanannya sudah tidak bisa mendengar lagi akibat pukulan keras tersebut.


“ahahahah,, apa kau ingin tahu siapa aku?” tanya jin yang berada di dalam tubuh maya tersebut.


“Aku adalah IBLIS yang telah di lukai oleh anakmu!” ucapnya keras.


BERSAMBUNG


GIMANA GUYS EPISODE KALI INI? MAKIN SERU KAN?

JANGAN LUPA SHARE DAN KOMENNYA YA GUYS BIAR MAKIN SEMANGAT NULISNYA NIHHH 😉emoticon-Cendol Ganemoticon-Cendol Ganemoticon-Keep Posting Gan
profile-picture
profile-picture
profile-picture
mincli69 dan 5 lainnya memberi reputasi
GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di