alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / Story / ... / Stories from the Heart /
GERBANG IBLIS : PEMUJAAN SETAN (HOROR STORY)
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5c78a4c165b24d63fc211bb4/gerbang-iblis--pemujaan-setan-horor-story

[TAMAT] GERBANG IBLIS : PEMUJAAN SETAN (HOROR STORY)

Quote:




Spoiler for DESKRIPSI:

JANGAN LUPA RATE DAN KOMENNYA YA AGAN-AGAN SEKALIAN. emoticon-Keep Posting Gan PLEASE YOU SHARE AND ENJOY FOR MY HORROR STORY

Untuk Reader yang budiman dimohon pengertiannya untuk tidak menyalin/mengcopy cerita ini tanpa ijin dari author karena menulis itu butuh perjuangan maka hargailah setiap karya orang dengan menjadi reader yang baik dan benar xDemoticon-Cendol Ganemoticon-Keep Posting Gan emoticon-Cendol Gan

Quote:


Klik here!
Spoiler for SETIAP EPISODE:


Quote:


THANKS FOR READING!




Quote:

THANK YOUemoticon-I Love Kaskus

emoticon-Rate 5 Star Klik subscribe juga untuk mengikuti perkembangan setiap episode oke!
Diubah oleh robbyrhy

EPISODE 2

WAKTUNYA UPDATE LAGII!!!

OH, IYA YANG KEMAREN ITU GERBANG IBLIS EPISODE 1 YA UNTUK UPDATE KALI INI AUTHOR MAU LANJUT KE EPISODE KE 2-NYA. STAY TUNE AND HAPPY READING! emoticon-Cendol Gan


***



Setelah Proses Ruqyah selesai keluarga malik pun melihat kondisi jenazahnya sisil, sementara itu pria gemuk yang bersama Zaki tadi masih belum sadarkan diri. karena, takut terjadi sesuatu yang tidak di inginkan padanya akhirnya Adi dan Dafid membawa Pria gemuk tersebut yang tak lain adalah, Dadang adik dari suaminya sisil ke Rumah sakit. Cuaca di luar rumah masih tak bersahabat, kali ini hujan turun dengan begitu derasnya. suara gemuruh petir dan derasnya air semakin membuat setiap bulu kudu semua orang yang ada di dalam rumah tersebut merinding. apalagi saat mereka melihat jenazah sisil yang begitu menyeramkan. bercakan darah, goresan pisau, rambut yang terurus di tambah lagi wajahnya yang sudah tidak bisa di kenali lagi sebagai sisil.


Quote:


taklama kemudian malikpun terbangun.


Quote:

Malik hanya mengangguk dengan mata yang terlihat lesuh dan badannya yang masih lemas.


Setelah Malik sadarkan diri, mereka semua pun langsung membereskan Jenazah Sisil dan akan menguburkannya besok pagi.


***



Malam Harinya.


“Zaki, ini upah yang telah aku janjikan kepadamu. karena kamu telah menolong adikku.” Ujar Malik sambil memberikan amplop berupa uang.


Zaki memang seorang peruqyah bayaran, namun dirinya terkadang malu jika harus meminta bayaran setelah mengobatin seseorang yang terkena sihir. namun apadaya, perekonomian keluarganya belum setabil jika dia tidak mendapatkan uang dari hasil pekerjaannya tersebut, apalagi Zaki tidak memiliki pekerjaan lain selain menjadi peruqyah.


“Terima kasih malik (sambil tersenyum) jika kau masih membutuhkan bantuanku hubungi aku saja ya.” Jawabnya


“Oh iya, aku pulang sekarang ya karena aku sudah janji sama istriku agar pulang cepat” tambah Zaki.


“hmm,, baiklah ki, sekali lagi aku berterima kasih sama kamu. kamu memang sahabat terbaikku.” Balas malik sambil memeluk zaki.


Zaki hanya tersenyum haru, goresan bekas cakaran tersebut masih terlihat jelas di wajahnya.


“Baiklah jaga dirimu baik-baik ya malik”


“Assalamualaikum”


Setelah itu Zaki-pun pulang dengan mengendarai motornya. kala itu jam menunjukan pukul 08:00, Zaki salah mengira, ia kira dirinya akan bertahan di sana sampai berhari-hari karena kasus kali ini cukup berat. namun, semua itu salah. semua bisa di kerjaannya hanya dalam waktu setengah hari saja.


Saat Zaki mengendarai motornya ia melihat sesosok pria tua sedang berjalan di depannya.


“Ngikkk”


Zaki-pun langsung menekan pedal rem pada motornya itu.


“Astagfirullah” Ucap Zaki.


Pria tua tersebut menatap ke arah zaki. pria itu juga membawa seekor ayam kampung yang sudah mati dengan darah yang masih menetes. setelah itu mereka hanya saling menatap, keringat dingin menghampiri zaki wajahnya tegang, jantungnya berdetak kencang, tubuhnya seakan kaku dan tidak dapat bergerak.


saat Zaki ingin bertanya, kakek-kakek itu langsung melanjutkan perjalanannya tanpa menghiraukannya. wajahnya yang sinis dan matanya yang melotot semakin menghantui pikiran Zaki.


“Lahaulawalakuata ilabilahilalihiladzim” ucapnya dalam hati.


Setelah itu zaki kembali melanjutkan perjalannanya. pikirannya terus di hantui oleh bayang-bayang dari sosok pria tersebut. namun, perjalannya masih cukup jauh dan dirinya harus bisa menenangkan pikirannya. mulutnya tidak berhenti untuk selalu berdzikir kepada Allah.


22:00


Zaki-pun sampai dirumahnya.


“Assalamualikum, May-maya?” Ucap zaki sambil menggedor pintu rumahnya.


terdengar suara maya dari dalam rumahnya “iya sebentar mas” jawabnya.


Maya-pun membukakan pintu untuk zaki.


“Abang udah pulang? kok cepet banget bang? katanya bisa sampe berhari-hari? wajah abang kenapa itu? Ya allah maya khawatir banget sama abang.”

Maya terus-menerus bertanya kepada suaminya itu. namun, pikiran zaki yang masih runyam membuatnya hanya terdiam dan langsung buru-buru masuk ke dalam kamarnya.


“bang” teriak maya sambil mengejar zaki yang berjalan begitu cepat.


Zaki langsung berbaring di kasur. dirinya terlihat begitu shock, maya tidak bisa berbuat apa-apa dirinya kini hanya bisa merawat zaki.

“mungkin karena capek kali ya dia jadi seperti ini.” pikirnya dalam hati.


Keesokan harinya.



Terlihat Zaki yang sedang duduk di sebuah sofa kayu yang berada di teras rumahnya.


“Bang, sebenarnya apa yang terjadi kemarin? kenapa abang bersikap aneh seperti itu” Tanya Maya sambil menyuguhkan kopi dan duduk di samping suaminya.


“Banyak kejadian aneh yang membuat abang shock maya.” Jawabnya.


Kemudian maya menyuruh bang zaki agar meminum kopinya.

“Minum dulu bang biar pikiran agak tenang”


“oh iya, abang udah sholat dhuha?” tambah maya


“Belum may, yasudah abang sholat dhuha dulu ya.” Jawabnya sambil meninggalkan istrinya dengan tepukan kecil di pundaknya


Setelah itu maya hanya terdiam kemudian ia memberaskan cangkir gelas kopi dan pergi ke arah dapur.


Saat di dapur wajah maya terlihat datar tanpa ekspresi. ia melamun sampai menjatuhkan gelas yang sedang ia cuci.


“Astagfirullah” Ucapnya


“Tenang maya- tenang” Ujarnya dalam hati.



***.


“Gimana bang? keadaan Dadang sekarang?” tanya dafid kepada malik.


“Dia sudah sembuhan nanti juga akan pulang. oh iya, bang adi kemana?” tanya Malik mereka adalah 4Bersaudara Adi , Malik , Dafid dan sisil. Adi telah memiliki istri namun istrinya meninggal dengan hal yang sama seperti sisil.


“Tadi sama bang Rahmat gak tau pergi kemana.” Jawab Dafid.


tanpa basa-basi Malik-pun langsung kembali pergi dari rumahnya tersebut.


“Abang mau kemana lagi?” tanya dafid penasaran.


namun Malik tidak menggubris pertanyaan adiknya itu ia-pun langsung mengendarai motornya dan menitipkan oesan kepada dafid agar menjaga rumahnya.


***


15:00

Zaki mendapatkan Pesan singkat dari malik.

“Zaki aku butuh bantuan mu sekarang. temui aku di dusun pamanah” (isi pesan Malik)


Setelah membaca pesan tersebut Zaki kembali membenahi barang-barangnya.


Maya yang baru saja selesai memasak kembali menawarkan Zaki untuk makan.

“Bang Zaki mau kemana lagi? Bang Zaki tidak ingin makan dulu maya sudah masakan untuk abang” Tanya Maya dari balik pintu kamarnya.


“Maaf maya bang zaki ada urusan mendadak ini teman abang baru saja sms tadi, aku mohon kamu pengertian sama abang ya.” Jawab Zaki sambil menenteng tas besarnya.


“Apa kali ini akan lama?” tanya Maya kembali.


“Abang usahakan akan balik ke rumah secepat mungkin ya.” Ujarnya sambil tersenyum.


Setelah itu Zaki menanyakan ibunya.

“Oh iya may kemarin ibu tidak datang ke rumah ya?”


“Enggak bang”


“padahal abang udah telepon ibu apakah dia lupa?”


“mungkin saja bang namanya sudah tua” Ujar maya menenangkan Zaki.


“Oh iya nanti biar maya saja yang kerumah ibu sambil membawakan makanan, kasihan ibu sendirian di rumah” tambahnya.


Zaki hanya terdiam dan dia memberikan oesan kepada maya untuk pergi ke rumah ibu sebelum maghrib.


“kenapa abang selalu memberikan pesan seperti itu bang?” tanya maya.

namun Zaki hanya memberikan jawaban yang biasa-biasa saja.


“Gak bagus seorang perempuan keluar apalagi di mana hari sudah gelap”


Maya hanya tertunduk dirinya menyadari dan mengerti maksud dari suaminya itu.



Setelah itu Zaki-pun pamit kepada maya dan segera pergi dengan motornya itu.



18:30


“Assalamualaikum warahmatulaiwabaraqatu”

Maya menyelesaikan sholat maghribnya.


“Bang Zaki bilang maya gak boleh keluar setelah maghrib? tapi maya harus menemui ibu.” pikir maya.


Dengan berdoa meminta perlindungan kepada Allah maya memberanikan diri untuk pergi ke rumah ibunya zaki di desa Duku. walaupun suaminya telah melarang maya pergi jika sudah melewati waktu maghrib.


Maya segera bergegas membawa barang2 yang di butuhkan untuk menginap karena maya akan tinggal bersama ibunya zaki yang bernama zainab sampai zaki mengubunginya lagi kalau ia telah kembali untuk pulang.



Saat di perjalanan Maya merasakan seperti ada yang mengikutinya, mangawasinya , bahkan persaaan itu tetap terus ada padahal ia telah sampai di rumah ibunya zaki.


“Assalamualaikum” Ucap Maya sambil mengetuk pintu rumahnya.


“Waalaukum salam” balasaan salam yang begitu lirih terdengar dari dalam rumah.


“Ngikk” (Suara pintu dibuka)


“Maya?” ucap zainab

“Mari masuk” tambahnya.


Sementara itu Zaki telah sampai di Dusun Pamanah dan segera menemui Malik. saat itu zaki menuju alamat yang di berikan oleh malik sesampainya di alamat rumah tersebut. ia melihat rumah tua yang hanya di pasang lampu berwarna kuning dan redup.


“Ini benar alamatnya?” Zaki bertanya-tanya dalam hati.


“Tapi dimana malik?”


Zaki kembali berjalan menuju pintu rumah tersebut. dirinya mengintip isi rumah tersebut dari sisi jendela. namun tidak ada seorang pun di dalam sana.


“Heii” Ucap Malik nengagetkan Zaki sambil menepuk pundaknya.


Wajah zaki pucat dan jantungnya berdebar kencang.

“Takut banget pak ustad” Ujarnya bercanda.


“hufft (mengelaha nafasnya) kau mengagetkanku malik” Jawab zaki

“Sebenarnya ada perlu apa kau memanggilku?” taambah zaki

“Apa ada yang mau kuruqyah lagi?”


“Ini bukan soal ruqyah lagi zaki, ini soal sisil.”


“kenapa dengan dia?” tanya zaki penasaran.


“tadi sore aku ke pemakamannnya dan aku melihat ada seseorang yang membongkar makan adikku zaki” jawab malik sambil memalingkan badannya dari arah zaki.


“Maksudmu? makan sisil di bongkar? tapi bagaimana dengan mayatnya?”


“aku belum mengeceknya lagi aku langsung kabur saat sesorang yang membongkar makam adikku itu mengetahui keberadaan ku.”


Setelah pembicaraan itu Zaki dan Malik segera bergegas pergi ke pemakamaan sisil untuk melihat kuburannya.


Sesampainya di pemakaman.


Kuburan sisil terlihat tergali. timbunan tanah yang seharusnya menutupi liang kuburan kini telah tiada. mayat sisil pun lenyap dan tak berbekas.


“Ya allah” ucap zaki


“Sepertinya ini masih ada hubungannya dengan orang yang menyantet sisil” tambahnya.


Malik pun kemudian memberitahu Zaki bahwa dirinya pernah melihat sosok pria tua bersama sisil sebelum sisil sakit parah akibat gangguan jin.


Zaki langsung teringat dengan sesosok pria yang dia temui di pinggiran jalan waktu itu.


“Apakah itu sesosok pria yang sama?” zaki bertanya-tanya.



BERSAMBUNG JANGAN LUPA TINGGALIN JEJAK YA BIAR AKU MAKIN SEMANGKUY!!
Diubah oleh robbyrhy
×
GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di