KATEGORI
KATEGORI
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b9bbca2ddd77096058b456c/riding-to-jannah

Riding to Jannah



Profil Penulis :
  • Callsign: Neopo
  • Sosial Media: Instagram, Whatsapp, Kaskus (by request)
  • Software: Microsoft Word 2013
  • Pembuatan: September 2018
  • Menulis karena mencintainya


Don't choose the one who is beautiful to the world. But rather, choose the one who makes your world beautiful. Keep her close to Allah. Keep him close to Allah. Together for Jannah. I want love that will say: "Not even death will do us part, because we'll be reunited in jannah, insyaallah”

Welcome to my thread. Dimana disini kalian diperbolehkan untuk mengkritik, memberi saran, share, dan memposting komentar yang sekiranya bermanfaat baik bagi penulis ataupun pembaca. Fiksi atau non fiksi, semoga bukan menjadi masalah bagi pembaca. Karena penulis harap bisa memberikan banyak manfaat kepada orang-orang melalui tulisan yang tidak seberapa ini. Terima kasih.


Tokoh :
  • Ardian - Aku, pria dengan tinggi 176cm yang hobinya main motor
  • Azril Riswan - Sahabat sejak kuliah, beda jurusan tapi masih satu fakultas
  • Elriko - Kenalan saat pertama kali touring, so cool but nice guy
  • Dina Resti - Bagiku dia perfect, tetapi sedikit cerewet
  • Alyssa Erica - Gadis cerdas dan sangat mempedulikan lingkungannya
  • Rofila Afifah - Kakakku yang cantik, cerewet tapi selalu bisa jaga adik-adiknya
  • Nuri Freska - Adikku yang sangat manja, segalanya harus dituruti, tapi ia juga penurut
  • Raden Dimas - Sometime good guy, sometimes bad guy (dalam arti sifat, bukan tindakan menyimpang)
  • Lutvia Anissa - Mantan Dimas, pendiam, baik hati
  • Linda Aurelia - Agak pendiam, hobinya nyanyi dan yang penting, seksi hahaha



profile-picture
profile-picture
profile-picture
cos44rm dan 5 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh neopo

Part 13 - First

Baru ku ingat, sebelum berangkat, aku shalat subuh dulu di kamar. Selepas shalat, Alyssa dengan semangatnya langsung menarik tanganku menuju pantai. Langit sudah mulati bercahaya. Kami duduk ditepi jalan yang menyatu dengan pasit pantai. Momen ini aku nikmati tiap detiknya. Alyssa nampak memperhatikan langit yang sudah mulai terang itu. Perlahan matahari menunjukkan dirinya. Ia mengambil gambar dengan kamera yang ia bawa. Udara tak terlalu dingin. Tidak seperti di gunung. Jaket yang aku bawapun tak aku pakai.
Alyssa: Ardi
Aku: Iya?
Alyssa: Gue boleh tanya sesuatu?
Aku: Tanyalah
Alyssa: Lo pernah suka sama cewek?
Aku: Pernah, kenapa?
Alyssa: Gue kira lo ga tertarik sama cewek hahaha
Aku: Homo dong kalau itu
Alyssa: Gue ga bilang lhoo . . . hahaha
Aku: Sebenernya gue lagi suka sih sama seseorang,
Alyssa: Oh ya? Siapa?
Aku: Ada deh, dia perfect menurut gue
Alyssa: Emm gitu yah
Aku: Kenapa?
Alyssa: Engga kok
Aku: Lo cemburu?
Alyssa: Engga, kata siapa yey
Aku: Keliatan kok hahaha
Alyssa: Ish, apaan siih
Aku: Gimana hubungan lo sama Dimas?
Alyssa: Kok jadi bahas Dimas lagi sih
Aku: Ya gapapa Lis, pengen tau aja
Alyssa: Gue ga pernah kontekan lagi
Aku: Kenapa?
Alyssa: Jangan bahas itu yah
Aku: Iya deh, maaf

Detik-detik matahari mulai terbit, kami berdua terdiam menatap keindahan yang Tuhan ciptakan. Keindahan yang tak hanya satu, namun keindahan ketika aku duduk disamping seseorang yang sangat aku sukai. Bodoh jika aku tak menyadari bahwa Alyssa menyukaiku. Persis seperti apa kata kak Afifah, bagaimana jika perempuan menyukai seorang lelaki. Tetapi entah, pandangan tiap orang berbeda-beda. Aku hanya perlu mencari waktu yang tepat untuk mengutarakan perasaanku. Dan aku harus siap apapun jawaban dan respon dari Alyssa.
Alyssa: Ardi
Aku: Ya?
Alyssa: Cari sarapan yuk
Aku: Ayok, eh ga dipenginapan aja?
Alyssa: Engga, kita makan diluar aja. Tuh ada tukang bubur, yuk.
Aku: Yuk

Kami berdua menghampiri tukang bubur tersebut dan langsung memesan. Tak lama kemudian, Riko datang bersama Dina. Mereka juga ikut memesan bubur dan sarapan bersama.
Dina: Lis, lo masih kontek sama Dimas?
Alyssa: Engga
Riko: Di, jangan biarin si Lisa nunggu kelamaan, entar keburu CLBK hahaha
Aku: Paan Ko, ah elah
Alyssa: Azril mana?
Dina: Ada dia, lagi bersihin motornya. Kalian keluar jam berapa tadi?
Alyssa: Abis shalat subuh lah, gue pengen liat sunrise hehe
Aku: Tau nih anak ganggu orang tidur
Alyssa: Gitu banget sih sama gue *sambil mencubit lenganku
Aku: Sakit iih...
Alyssa: Lo sih, gitu banget sama gue, cuma minta temenin juga
Aku: Iye iyeee bercanda kali Lis ah

Siang hari, kami semua menghabiskan waktu bersama di pantai. Aku, Azril dengan Riko mengenakan pakaian pendek karena rencananya kami akan berenang disana. Mulanya kami banyak berfoto sambil bermain air di tepi pantai layaknya anak kecil. Kami saling melempari satu sama lain dengan pasir pantai yang menyatu dengan air, seperti perang bola salju. Kami berenang, dan menikmati waktu yang seharusnya dinikmati. Hingga pada akhirnya kami beristirahat di tepi pantai dibawah sebuah pohon besar.
Riko: Kapan lagi bisa seru-seruan kaya gini, ya gak?
Dina: Iya, refreshing boleh lah dikit-dikit hehe
Azril: Yaa sering-sering lah ngumpul kaya gini
Alyssa: Meski ga touring, seskali di Bandung aja gitu ngumpul bareng terus.
Aku: Gue ngikut aja
Riko: Eh nanti malem bakar ikan gimana?
Azril: Ayo dah, seru kayanya
Dina: Gimana, Di?
Aku: Ayo aja gue mah.

Sore hari setelah bermain seharian di pantai, aku sendiri memutuskan untuk kembali ke penginapan untuk membersihkan diri. Sementara anak-anak yang lain lagi jalan-jalan sambil berfoto. Aku membersihkan diri terlebih dahulu. Setelah mandi, aku lihat ada seseorang sedang duduk di atas kasur sambil memainkan handphone. Dan ia adalah Alyssa.
Aku: Astagfirullah Lis ! ! !
Alyssa: Iiih ga pake baju *sambil menoleh
Aku: Biarin ah. Lo ngapain disini?
Alyssa: Gue bosen aja
Aku: Kenapa ga ikut mereka biar ga bosen? Temenin si Azril
Alyssa: Tadi sama Azril, tapi gue kesini duluan.
Aku: Bilang aja lo mau berduaan sama gue hahaha
Alyssa: Geer amat lo

Setelah aku mengenakan baju, dan wewangian, dan tubuhkupun terasa segar, aku mengajak Alyssa keluar sekitara penginapan. Cuaca hari ini cukup panas. Kami ke minimarket membeli dua eskrim untukku dan Alyssa. Kami langsung kembali ke penginapan.
Alyssa: Di
Aku: Ya?
Alyssa: Besok pulang jam berapa?
Aku: Sore Lis, kenapa emang?
Alyssa: Gapapa kok. Lo kalau makan pelan-pelan, tu blepotan kaya anak kecil aja
Aku: Hah?

Alyssa mengambil tissue dan membersihkan sisa-sisa eskrim yang menempel di mulut dan bibirku.
Alyssa: Dasar jorok *sambil mendorong wajahku
Aku: Eeh buset, udah udah romantis, malah gitu
Alyssa: Hahaha, cemong kaya anak kecil
Aku: Lo tuh *sambil menyenggolnya dan eskrimnya pun kena hidungnya
Alyssa: Ardiii iiiih . . . kan jadi kotooor
Aku: Hahaha cemong kaya anak kecil
Alyssa: Iissh kamu maaah lengket tauuuu....!!!
Aku: Hehe biarin lucu . . . *sambil menyembunyikan tissuenya
Alyssa: Ardi siniin ih tissue nya *sambil mencubit perutku
Aku: Eh eh, iya iya ah

Aku mengambil tissue itu dan aku melakukan hal yang sama seperti Alyssa tadi. Selesai kami menikmati es krim, aku mendapat telefon dari Azril bahwa mereka akan pergi ke sebuah restoran dan mengajakku, namun aku berkata untuk bungkus saja. Alyssa malah ikut-ikutan tidak ikut, namun rencana mereka tetap mereka laksanakan, dan Azril berkata sesuatu di akhir pembicaraan “Selamat indehoy”
Sore menjelang malam, aku dan Alyssa tetap berada di penginapan sambil mendengarkan lagu. Tidak ada sunset di spot kami. Aku an Alyssa tak banyak bicara setelah makan es krim tadi. Alyssa sibuk bermain handphonenya sambil mendengarkan sesuatu dari headsetnya, begitupun denganku. Aku yang sedang duduk di sofa tiba-tiba dihampiri oleh Alyssa yang langsung ikut duduk disampingku.
Alyssa: Ardi
Aku: Iya kenapa sayang?
Alyssa: Iissh kok sayang sih? *cengengesan sambil menepuk pundakku
Aku: Haha bercanda
Alyssa: Coba deh lo denger lagu ini *sambil mencabut sebelah headsetnya
Aku: Oh lagunya Merpati yah
Alyssa: Iya, tau?
Aku: Tau, yang judulnya ‘Tak Rela’
Alyssa: Iya hehe
Aku: Lo ga rela gue sama siapa ini? Hahaha
Alyssa: Yeeeeh, enak aja lagunya.
Aku: Lo nyanyi dong
Alyssa: Gue ga bisa hehe

Tiba-tiba Alyssa menyandarkan kepalanya ke pundakku. Iya bergumam mengikuti nada lagu yang sedang diputarnya itu. Aku dapat melihat ia sedang melihat foto-foto yang diambil menggunakan handphonenya. Lalu ia memperlihatkan foto dimana foto tersebut adalah foto kami berdua
Alyssa: Lo kenapa kalau difoto selalu lempeng mukanya haha
Aku: Biarin ah, gitu juga udah ganteng
Alyssa: Pede amat hehe
Aku: Biarin lah, gue mah mensyukuri hehe
Alyssa: Iya deh serah lo aja
Aku: Lo cantik Lis
Alyssa: Baru nyadar lo? Hehe *sambil menatapku

Wajah kami begitu dekat. Alyssa benar-benar terlihat cantik. Aku tak pernah menatapnya sedekat ini. Alyssa tersenyum padaku.
Alyssa: Kenapa lo degdegan Di? *sambil tangannya diletakkan di dadaku
Aku: Engg emm gue gatau Lis

Alyssa terus saja menatapku, ia memegang pipiku, kemudian hal yang tak pernah aku bayangkan sama sekali. Alyssa mencium bibirku. Aku tak tahu harus apa, entah karena nafsuku juga yang membawaku, aku membalas ciumannya. Lepas itu, aku kembali menatap Alyssa. Matanya begitu sayu, ia tersenyum.
Aku: Maaf Lis
Alyssa: Ardi
Aku: Iya?
Alyssa: Maaf ya, gue terbawa suasana
Aku: Maaf juga Lis
Alyssa: Gue mau ke luar sebentar
Aku: Iya

Astaga, kenapa aku lakukan itu. Aku benar-benar ga tau harus apa dan berkata apa. Jantungku masih berdegup kencang. Aku dibuat kaku olehnya. Tak lama Alyssa kembali dan duduk di sampingku.
Aku: Lis
Alyssa: Ardi
Aku: iya Lis?
Alyssa: Emm tadi itu
Aku: . . .
Alyssa: Yang pertama
Aku: Aku pun
Alyssa: Gue . . .
Aku: Gue suka sama lo Lis
Alyssa: Lo serius?
Aku: Gue .. gue suka sama lo Alyssa

Alyssa nampak tertunduk. Apa dia menolakku?
GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di