alexa-tracking
Kategori
Kategori
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b9bbca2ddd77096058b456c/riding-to-jannah

Riding to Jannah



Profil Penulis :
  • Callsign: Neopo
  • Sosial Media: Instagram, Whatsapp, Kaskus (by request)
  • Software: Microsoft Word 2013
  • Pembuatan: September 2018
  • Menulis karena mencintainya


Don't choose the one who is beautiful to the world. But rather, choose the one who makes your world beautiful. Keep her close to Allah. Keep him close to Allah. Together for Jannah. I want love that will say: "Not even death will do us part, because we'll be reunited in jannah, insyaallah”

Welcome to my thread. Dimana disini kalian diperbolehkan untuk mengkritik, memberi saran, share, dan memposting komentar yang sekiranya bermanfaat baik bagi penulis ataupun pembaca. Fiksi atau non fiksi, semoga bukan menjadi masalah bagi pembaca. Karena penulis harap bisa memberikan banyak manfaat kepada orang-orang melalui tulisan yang tidak seberapa ini. Terima kasih.


Tokoh :
  • Ardian - Aku, pria dengan tinggi 176cm yang hobinya main motor
  • Azril Riswan - Sahabat sejak kuliah, beda jurusan tapi masih satu fakultas
  • Elriko - Kenalan saat pertama kali touring, so cool but nice guy
  • Dina Resti - Bagiku dia perfect, tetapi sedikit cerewet
  • Alyssa Erica - Gadis cerdas dan sangat mempedulikan lingkungannya
  • Rofila Afifah - Kakakku yang cantik, cerewet tapi selalu bisa jaga adik-adiknya
  • Nuri Freska - Adikku yang sangat manja, segalanya harus dituruti, tapi ia juga penurut
  • Raden Dimas - Sometime good guy, sometimes bad guy (dalam arti sifat, bukan tindakan menyimpang)
  • Lutvia Anissa - Mantan Dimas, pendiam, baik hati
  • Linda Aurelia - Agak pendiam, hobinya nyanyi dan yang penting, seksi hahaha



profile-picture
profile-picture
telahmemblok dan memberi reputasi
Diubah oleh neopo

Part 10 - Rencana

Akupun memperkenalkan diriku. Aku ikut masuk kedalam bersama Nuri, tetapi aku hanya menunggu di terasnya saja. Seketika itu Linda membawakanku minum, dan ia tak berkata apa-apa lagi padaku. Tak lama setelah itu, ada seseorang menepuk pundakku.
Dia: Oy
Aku: Ya? Eh, Riko?
Dia: Iya, ngapain lo disini?
Aku: Gue nganter adek gue. Lah, ini rumah lo?
Riko: Iya . . Linda sama Kinanti itu adek gue
Aku: Dunia sempit banget ya, lagi-lagi ketemu lo hahaha
Riko: Oh, jadi lo ga suka ketemu gue
Aku: Bercanda
Riko: Ada kabar touring lagi?
Aku: Belum Rik, mungkin nanti pas liburan aja
Riko: Oke oke, eh gue minta nomer lo, biar kalau ada touring lagi, gue bisa kabarin lo
Aku: Oh, oke . .
Riko: Nanti lo jangan sendiri kalau touring
Aku: Lah kenapa?
Riko: Tar Alyssa lo embat hahaha
Aku: Gila . . dia itu kan ceweknya Dimas. Ga mungkin lah
Riko: Ya baru cewek Di hahaha . . atau lo sama adek lo aja
Aku: Ah, Nuri kan masih sekolah, dia lagi seneng-senengnya belajar
Riko: Yaudah, si Linda aja lo bawa. Siapa tau cinlok
Aku: Oh, aci di colok itu ya
Riko: Itu gayung
Aku: Serah lo . . . haha

Sekitar 20 menit aku mengobrol dengan Riko soal motor, Nuri keluar bersama seseorang. Mungkin ini yang namanya Kinanti. Riko satusetengah tahun lebih tua dariku. Dan jarak perbedaan umur antara Riko, Linda dan Kinanti semuanya berbeda dua tahun. Jadi bisa dibilang usia Linda sama dengan Alyssa. Dan Kinanti sama dengan Nuri.
Nuri: Yu kak
Aku: Udah?
Nuri: Udah, maaf ya lama
Aku: Oh iya dek, kenalin ini Riko, dia temen kakak waktu touring kemarin
Nuri: Halo kak, aku Nuri
Riko: Oh Nuri, Nuri udah punya pacar belum
Aku: Apaan Rik? Belum pernah kelilipan oli motor ya?
Riko: Bercanda kali, gue cuma nanya doang. Kan ada Dina gue mah hahaha
Aku: Haha inget kan, yaudah gue pamit ya

Akupun pulang kembali kerumah bersama Nuri. Setibanya dirumah, bersamaan dengan hujan yang mulai turun. Ah untung saja pulang lebih cepat. Aku disambut oleh kak Afifah. Kemana orangtuaku? Ada, tetapi mereka takkan terlalu sering muncul. Selama hujan, aku mengelap si Sapi agar tetap kinclong. Motor ini aku pakai kalau ada mood dan saat touring saja. Aku mendengarkan lagu dari headsetku sambil membersihkan si Sapi ini. Namun lagu terpotong ketika ada SMS masuk ke handphoneku. Tapi saat kulihat tak terlalu penting, aku abaikan SMS itu

Satu jam berlalu, dan diluar masih hujan tetapi sudah tak terlalu deras seperti tadi. Aku sedang menikmati teh hangat yang dibuatkan oleh ibuku. Ketika aku sedang menonton TV bersama Nuri, ibu datang menghampiriku
Ibu: Nak, ada temenmu tuh diluar
Aku: Hah? Siapa bu? *aku sedikit terperanjak

Siapa yang datang saat hujan begini? Akupun bangkit dari sofa dan menuju pintu depan. Ada seseorang membelakangi pintu dengan jaket berwarna putih dan payung yang sedang ia pegang. Jaketnya terdapat hoodie yang sedang ia kenakan juga sehingga sulit kutebak.
Aku: Siapa ya?

Ia berbalik, dan ASTAGA ! ! ! kulihat bajunya sedikit basah, seperti kena cipratan air.
Aku: Alyssa?
Alyssa: Iya
Aku: Lo ngapain hujan-hujan kesini
Alyssa: Gue punya salah apa sih sama lo? *nadanya sedikit meninggi
Aku: Maksud lo?
Alyssa: Kenapa sekarang lo kaya hindarin gue gitu
Aku: Kita duduk dulu, baju lo juga basah, nanti ngobrolnya didalem
Alyssa: Engga, lo jelasin dulu, kenapa lo ngehindar
Aku: Gue ga ngehindar
Alyssa: Terus kenapa tiap gue SMS lo ga pernah bales?
Aku: Gue . . cuma . . jaga jarak
Alyssa: Kenapa? Lo ga suka temenan sama gue?
Aku: Ga gitu . .
Alyssa: Terus kenapa? Dimas?
Aku: Iya . . .
Alyssa: Gue kan ga ada apa-apa sama Dimas.
Nuri: Kakak, bukannya diajak masuk. Hayu kak, masuk, basah gitu, keringin dulu *ajak Nuri sambil mengajaknya masuk.

Aku duduk di teras sambil menarik nafas dalam-dalam. Aku bingung apa yang harus aku lakukan sekarang. Aku tidak tahu apakah aku harus benar-benar menjauhi Alyssa. Sekitar 10 menit kemudian, kak Afifah datang dan duduk disampingku
Afifah: Kenapa dek?
Aku: Gapapa kak
Afifah: Soal Alyssa yah dek?
Aku: Emm iya kak
Afifah: Ada apa sih dek, cerita dong sama kakak

Aku menceritakan apa yang terjadi antara aku, Dimas dan Alyssa. Aku meminta pendapat pada kak Afifah.
Afifah: Kamu bisa tetep jalanin pertemanan kamu sama Alyssa juga sama Dimas. Selama kamu sama Alyssa ga pake perasaan. Sekedar teman lah perhatiannya, jangan berlebihan
Aku: Iya kak, tapi kan Dimas liatnya lain kak
Afifah: Kalau cewek suka sama cowok gitu sih dek
Aku: Maksudnya?
Afifah: Ya Alyssa itu suka sama kamu
Aku: Jangan aneh deh kak.
Afifah: Aneh gimana? Dia itu perempuan, sama seperti kakak. Jadi kakak ngerti apa yang dia lakuin ke kamu itu. Sekarang coba kamu pikir, cewek mana yang ngebela-belain hujan-hujanan cuma buat nanya kenapa ga ada kabar
Aku: . . .
Afifah: Coba peka deh, kakak juga tau kalau kamu suka sama dia. Keliatan ko waktu kamu kenalin ke kakak, kamu liat dia kayanya seneng banget bisa ngenalin dia ke keluarga.
Afifah: Jujur aja dek *lanjutnya sambil tersenyum
Aku: Iya kak, aku suka dia
Afifah: Kamu bilang lah dek. Jangan sampai menyesal dibelakang *katanya sambil tersenyum dan berjalan masuk kedalam.

Tak lama aku mengikutinya masuk kedalam. Aku lihat Alyssa sedang mengobrol dengan Nuri. Aku ikur bergabung dengan mereka namun agak sedikit canggung ketika aku harus duduk disamping Alyssa.
Nuri: Darimana kak?
Aku: Daritadi juga ada ko
Alyssa: Bohong dia mah. Ada tapi ga pernah bales SMS
Aku: Ya maaf Lisa . . .
Alyssa: Jangan gitu lagi . . Kalau gitu lagi, awas aja
Aku: Aduh, diancem nih . . .
Nuri: Nurut aja kak hehehe
Ibu: Diminum teh nya nak Lisa *sambil menyimpan cangkir teh di meja
Alyssa: Terima kasih banyak tante, maaf merepotkan
Aku: Emang suka ngerepotin kan
Ibu: Husss . . . kamu ini . . . ga boleh gitu
Nuri: Iya ih kakak mah capernya jelek
Afifah: Dia kaya gitu kalau udah tertarik sama orang
Aku: Pojokin teroooosss . . . .
Afifah: Nah kan dia sewot hahaha

Aku tak tahu kenapa, mungkin kini aku memang benar-benar menyukainya. Aku tak menyangka bahwa Alyssa akan menjadi seseorang yang pertama kali mengisi pikiranku. Semua berlalu begitu saja. Mungkin ini penyeebab kenapa aku merasa tak sanggup untuk menghindari Alyssa lagi.

Keesokan harinya, aku bermaksud untuk memberi kejutan pada Alyssa. Kejutan kecil sebagai permintaan maafku. Mendengar nasihat kecil kakakku, mungkin ia benar. Jika memang Alyssa dan Dimas sudah tak memiliki hubungan apapun lagi, kenapa aku harus menjaga jarak? Dan jika memang aku dan Alyssa hanya sanggup berteman, bukankah salah juga jika menghindar begitu saja. Padahal bertemanpun akan menyenangkan meskipun tanpa harus disertai dengan perasaan yang lebih dari sekedar teman.

Pada jam istirahat kuliah, aku datang berkunjung ke kelasnya. Namun saat kukiah ternyata masih ada dosen dikelasnya. Saat itu aku sedang berdiri didepan pintu kelasnya, dan sepertinya Alyssa menyadari kehadiranku. Ia melambaikan tanganku, dan aku membalasnya. Tiba-tiba . .
Dosen: Ngapain kamu?
Aku: Engga pa, saya . . . cuma . . . Saya permisi pa
Dosen: Et et et et . . . Kalau ada urusan itu diselesaikan, ini ko malah pergi. Masuk *sambil menarik tasku

Akupun ditarik kedalam kelasnya Alyssa dan berdiri didepan para mahasiswa itu.
Dosen: Ngapain kamu kesini? Pake berdiri depan pintu segala
Aku: Ga ada pak, saya . . . .
Dosen: Mau ketemu siapa? *sambil sedikit melotot
Aku: Anu pak . . Emm . . Maaf pak jadi pak *ucapku sambil ngebrit ke pintu dan lari.

Aku bisa mendengar mahasiswa mentertawakanku. Sekitar 15 menit kemudian, aku yang sedang duduk di kantin dihampiri oleh seseorang.
Alyssa: Hey *sambil menepuk pundakku
Aku: Apa?
Alyssa: Kenapa tadi dikelas hehehe . . Lucu banget liat ekspresi lo hahaha
Aku: Au ah, dosennya galak gitu ya
Alyssa: Ish beliau itu dosen paling asik tauu . . .
Aku: Ah masa
Alyssa: Ada apa lo ke kelas gue?
Aku: Gue cuma mau ngasih ini *sambil memberikan sebuah kado kecil
Alyssa: Ini apa?
Aku: Selamat ulang tahun ya

Ya aku tahu bahwa hari ini Alyssa ulang tahun. Aku mengetahui ulang tahun Alyssa karena aku ingat, tahun lalu Dimas meminta saran memberikan kado untuk ceweknya yang tak lain adalah Alyssa.
Alyssa: Lo tau darimana gue ulang tahun?
Aku: Ada deeh . . Hahaha . . .
Alyssa: Ih gitu rahasiaan, tapi makasih banyak ya
Aku: Maafin gue ya atas kejadian hari-haru yang lalu.
Alyssa: Dimaafin ga yaah
Aku: Yaudah ga jadi deh hadiahnya *sambil merebut hadiahnya lagi
Alyssa: Iihh bercanda. Gue udah maafin lo ko . . .
Aku: Makan yu . . Gue ditraktir deh
Alyssa: Apaan sih, harusnya 'gue traktir' *maksudnya harusnya aku yang traktir
Aku: Ah jadi ga enak gue haha
Alyssa: Ish nyebelin.

Akupun menuju parkiran untuk pergi dari kampus karena setelah ini kami memang tak ada kuliah lagi. Setelah makan siang, aku dan Alyssa pergi ke sebuah taman didekat balai kota, karena lokasinya dekat dengan tempat makan kami tadi.
Alyssa: Ardi
Aku: Iya?
Alyssa: Lo kapan touring lagi? Ternyata asik juga ya hehe
Aku: Gatau nih, tapi Riko ngajakin sih. Tapi belum ada tujuan dan waktu
Alyssa: Ajak gue yah
Aku: Iya, nanti gue ajak Azril sama Dimas juga
Alyasa: Jangan sama Dimas . . . ! ! !
Aku: Lah kenapa? Namanya touring kan ga seru kalau ga banyakan
Alyssa: Pokonya jangan ada Dimas. Kalaupun ada, gue ikut lo aja
Aku: Yaudah liat nanti aja, lagian kan belum pasti juga
Alyssa: Kalau kita touring berdua gimana?
Aku: Jangan berdua banget ah . . Emang kalau nginep lo mau tidur sama gue?
Alyssa: Yaudah ajak siapa gitu. Asal jangan Dimas dan harus ada ceweknya juga.
Aku: Emang lo mau touring kemana?
Alyssa: Ke pantai, tapi jangan yang kemarin
Aku: Yaudah nanti kita atur jadwal. Gue coba ajakin Riko sama ceweknya. Biar lo ada temen
Alyssa: Yeaaay . . . *kegirangan

profile-picture
telahmemblok memberi reputasi
Diubah oleh neopo
×
GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di