CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Story / ... / Stories from the Heart /
Your Tea (Love Story 17++)
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b993958c1d770757e8b4567/your-tea-love-story-17

Your Tea




Thanks buat agan claymite, yang udah bikinin cover keren ini. Thanks yah gan.




Quote:



Spoiler for Mulustrasi Pemeran Utama:



Quote:


Apakah pertemuan gw waktu itu hanya kebetulan semata?
atau...
Memang sudah takdir gw untuk bisa kenal sama lo?



Quote:




Jika nanti ku sanding dirimu...
Miliki aku dengan segala kelemahanku...
Dan bila nanti engkau di sampingku...
Jangan pernah letih tuk mencintaiku...



Quote:

~BALI~


~New Chapter~



~Chapter II~



~Flashback~

Episode 20 (coming soon)



profile-picture
profile-picture
profile-picture
dbase51 dan 59 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh panjul1993
Episode 12
(Would You Be My Girl)




21 September 2013, hari di mana gw akhirnya akan memutuskan untuk 'nembak' Vanny. Setelah sebelumnya gw sempat bimbang sama perasaan gw, gw akhirnya tidak bisa membohongi perasaan gw sendiri kalau gw sekarang benar-benar makin nyaman, dan makin cinta sama Vanny.

Benar kata Kevin, gw sebaiknya lebih fokus dalam mengejar apa yang ada di depan mata gw daripada gw nunggu hal yang tidak pasti. Gw harus nunggu sampai kapan? Kenapa juga gw harus merelakan cewek yang selalu ada buat gw demi seorang cewek bernama Nadia a.k.a Melisa yang ingin membuktikan apakah takdir itu nyata atau tidak.

Gw rasa sudah cukup lama gw sama Vanny jalan bareng tanpa adanya status. Tiga bulan! Yah, 3 bulan lebih gw dekat sama Vanny. Kita cuman tahu kalau kita saling sayang satu sama lainnya saja tanpa ada status. Dan hari ini gw akan buat Vanny jadi pacar gw seutuhnya.

emoticon-mail: Van, nanti malem nggak ada acara kan?

emoticon-mail: Nggak ada tom. Kenapa?

emoticon-mail: Oke. Nanti aku jemput ke rumah kamu jam 7 malem yah. Aku mau ajak kamu dinner, hehe.

emoticon-mail: Haha. Mau dinner di mana memangnya tom?

emoticon-mail: Nanti juga kamu bakalan tahu kok. Pokoknya suprise deh, hehe.

emoticon-mail : Dasar.


Semua udah gw siapin buat momen penembakan gw nanti malem. Pokoknya gw harus buat Vanny bahagia! Gw harus buat nanti malem sebagai malem yang nggak akan bisa dilupain oleh Vanny. Gw sebelumnya udah booking tempat buat hari spesial nanti malem. Gw akan mengajak Vanny dinner di rooftop lounge yang berada di lantai 49 daerah Thamrin, Jakarta Pusat.

Meskipun gw nantinya bakalan jadi gembel selama sebulan lebih karena booking tuh tempat, tapi nggak apa-apa deh demi Vanny. Toh ini juga buat momen spesial, dan jarang-jarang gw bakalan ke sana lagi. Gw pilih tuh tempat karena tempat itu memang tempat yang romantis dengan pemandangan kota Jakarta di malem hari.

Jam 5 sore, Kevin dateng ke kosan gw buat kasih pinjem mobilnya ke gw, terus dia cabut lagi karena mau malem mingguan juga sama Cindy. Lo memang terbaik deh vin, haha. Demi gw, lo jadi malem mingguan sama Cindy pake motor gw emoticon-Ngakak (S). Gw bukannya gengsi, tapi gw memang butuh mobilnya Kevin buat jemput Vanny hari ini. Kalau gw pake motor kan nggak lucu. Masa Vanny udah dandan bagus-bagus harus naik motor. Ribet aja gitu emoticon-Hammer (S).

Gw udah rapih sekarang. Gw pake kemeja warna biru muda, celana skinny, dan sepatu kebanggaan gw, yaitu convers abu-abu. Setelah gw rasa tampilan udah oke, gw pun siap meluncur ke rumah Vanny buat menjemputnya.

emoticon-mail: Van, aku otw ke rumah kamu yah. Siap-siap.

emoticon-mail: Oke tom.


Seperti biasanya, jalanan Jakarta ini selalu macet dan bikin gw kesel. Akhirnya gw sampai juga di rumahnya Vanny, lalu gw WA Vanny buat kasih tahu kalau gw udah di depan rumahnya. Tidak lama kemudian, Vanny pun keluar buat nyamperin gw. Shit! Baik banget sih Tuhan kasih gw wanita yang sangat sempurna seperti Vanny. Gw sebelumnya nggak pernah bisa membayangkan malaikat itu seperti apa, dan sekarang gw bisa melihatnya secara langsung! Sesosok malaikat itu sedang tersenyum manis ke gw, dan...

"Hei. Yuk masuk ke rumah ijin sama mamah dulu," ajak malaikat tersebut ke gw.

"Eh, iyah van," bales gw yang masih terpesona dengan kecantikan Vanny malem ini.

Vanny malem ini terlihat sangat cantik sekali. Memang dia selalu cantik sih, tapi kali ini gw benar-benar takjub sama kecantikan Vanny. Vanny malem ini terlihat sangat cantik dengan balutan dress warna putihnya dan make up sederhananya. Gw masuk ke rumahnya Vanny buat minta ijin ke mamahnya.

"Malem tante," sapa gw sopan.

"Malam," bales nyokapnya Vanny ke gw.

"Mah, kenalin ini Tommy," kata Vanny ke nyokapnya.

"Oh, jadi ini yang namanya Tommy." Nyokapnya Vanny tersenyum ke gw. "Vanny sering ceritain kamu ke tante loh, haha," lanjut nyokapnya.

"Mamah! Jangan mulai deh," teriak Vanny tiba-tiba dan membuat gw kaget karenanya.

"Haha, dasar anak muda. Mau ke mana ini kalian sudah pada ganteng sama cantik?" tanya nyokapnya Vanny.

"Tan, Tommy minta ijin buat ajak Vanny makan malem di daerah Thamrin yah. Boleh?" tanya gw meminta ijin dengan sopan.

"Boleh, tapi jangan terlalu malam yah nak pulangnya," jawab nyokapnya Vanny.

"Janji tante."

"Tuh udah diijinin sama mamah. Yuk tom pergi sekarang aja biar nggak kemalaman pulangnya nanti," ajak Vanny ke gw.

"Iyah van," bales gw. "Tan, Tommy pamit pergi dulu yah sama Vanny," ijin gw kemudian ke nyokapnya Vanny.

"Iyah. Hati-hati yah kalian," bales nyokapnya Vanny.

Gw sama Vanny pun langsung berangkat menuju ke Thamrin. Di sepanjang perjalanan, gw dan Vanny tidak banyak berbicara, hanya menikmati playlist lagu yang gw puter di mobil aja. Kurang lebih 45 menit kemudian, gw dan Vanny pun sampai di parkiran.

"Jadi ini suprisenya, hehe. Tumben ih ngajak aku ke sini. Ada acara apa sih tom?" tanya Vanny penasaran.

"Hehe, yuk ke atas." Gw gandeng tangannya Vanny menuju ke arah lift, dan gw pencet lantai 49.

Sesampainya di restaurant...

"Atas nama Tommy," kata gw ke si resepsionis.

"Mari pak," bales si resepsionis sambil membimbing gw dan Vanny ke meja yang sebelumnya sudah gw booking.

Sesampainya di meja...

"Gimana van? Suka nggak sama tempatnya?" tanya gw.

"Suka tom, hehe. Tumben ih ngajak aku dinner di tempat romantis lagi," bales Vanny.

"Haha. Kamu pesen apa van?" tanya gw lagi.

"Hmm... Apa yah tom. Bingung aku, hehe," jawab Vanny sambil lihat-lihat menu.

"Dasar."

Setelah sekian lama melihat-lihat menunya, akhirnya gw sama Vanny pun asal milih makanan karena bingung, haha.

"Mas, grilled chicken burger with chipsnya satu. Chicken fettucine carbonara satu sama red winenya satu. Thanks yah," kata gw ke si pelayan.

"Baik pak, ditunggu," bales si pelayan sopan.

"Aku baru tahu tom kalau ternyata Jakarta indah juga yah kalo dilihat dari sini," kata Vanny tiba-tiba. Gw hanya tersenyum mendengarnya.

"Ih, Tommy. Kenapa sih dari tadi ngelihatin aku terus," kata Vanny malu. Lagi-lagi gw hanya tersenyum karenanya.

"Aneh deh kamu."

"Kamu cantik banget deh van malem ini," kata gw terpesona.

"Gombal."

"Nggak van. Aku baru tahu ternyata bidadari bisa turun juga yah dari langit," kata gw masih terpesona.

"Baru tahu tom, haha," bales Vanny.

"Iyah van. Baru tahu aku."

"Udah ah, jangan ngegombal mulu ih. Percuma tom, udah kebal aku sama gombalan kamu."

Pesanan kita pun akhirnya datang. Gw sama Vanny selama makan tidak banyak berbicara. Hanya saling pandang dan senyum-senyum aja. Gw sangat menikmati banget momen dinner ini. Betapa beruntungnya gw bisa kenal dan dekat sama wanita cantik dan dewasa seperti Vanny.

"Tom, thanks banget yah udah ajak aku ke sini. Jujur loh, ini pengalaman pertama aku dinner bareng cowok di tempat romantis kayak gini," kata Vanny dengan polosnya.

"Jadi aku yang pertama nih?" tanya gw.

"Iyah, hehe," jawab Vanny malu-malu.

"Masa bidadari nggak laku sih? Haha," ledek gw.

"Ih, malah ngejek. Banyak tahu yang ngajak, akunya aja yang nggak pernah mau," bales Vanny nggak mau kalah.

"Kok sama aku mau?" tanya gw sambil tersenyum manis.

"Pikir aja sendiri!" jawab Vanny emosi sambil nyubit tangan gw dengan ganasnya.

"Aw! Ampun van. Sakit ah," kata gw kesakitan.

"Jangan nyebelin mangkanya!" bales Vanny masih emosi.

"Hehe. Peace yah van, hehe."

Cukup lama gw sama Vanny terdiam. Gw juga bingung kenapa Vanny tiba-tiba diam, kayaknya lagi mikirin sesuatu deh pikir gw dalam hati..

"Tom," panggil Vanny kemudian dengan lembut.

"Iyah?" bales gw.

"Kamu pernah mikir nggak kalau nanti nikah mau dirayain kayak gimana?" tanya Vanny tiba-tiba serius. WTF! Pertanyaan apa ini tiba-tiba. Kenapa gw sering banget sih dikasih pertanyaan serius sama cewek-cewek? Sial emoticon-Nohope!

"Hah? Lulus aja belum van, mana kepikiran aku nikah mau kayak gimana," jawab gw.

"Kalau aku yah tom, impian aku tuh pengen banget ngerayain pernikahan di pinggir pantai tom. Cukup yang datang hanya dari pihak keluarga aku dan dari pihak keluarga si cowok," kata Vanny. Gw pun jadinya tersenyum mendengar impian pernikahan si Vanny.

"Van," panggil gw lembut ke si Vanny.

"Hmm?"

"Semoga aku yah van yang jadi cowok beruntung tersebut," kata gw sambil gw pegang kedua tangannya. "Cowok yang ada di samping kamu nanti saat kamu dan cowok tersebut saling mengucap janji sehidup semati," lanjut gw kemudian dan membuat Vanny mulai meneteskan air matanya.

"Janji tom?" tanya Vanny.

"Janji!" jawab gw. "Karena cuman aku yang berhak buat jadi cowok beruntung itu," lanjut gw kemudian dengan mantap.

Sekarang gw sedang berada di depan rumahnya Vanny. Sehabis pembicaraan yang tiba-tiba menjadi serius itu, gw memang memutuskan untuk cabut dari sana dan mengantar Vanny pulang ke rumahnya. Masih di dalam mobil...

"Van," panggil gw.

"Hmm?"

"Kamu tahu nggak, aku beruntung banget bisa kenal sama Kevin. Kalau dia waktu itu nggak maksa aku buat ke Kemang, mungkin aku nggak akan bisa kenal dan dekat sama kamu van. Aku juga nggak akan pernah bisa bilang kalau aku sayang banget sama kamu. Van..."

"Hmm?"

"I love you. Would you be my girl?"

Tanpa tahu siapa yang memulai duluan, bibir gw dan Vanny pun sudah saling bersentuhan. Bagi gw, tanpa Vanny menjawab pertanyaan tersebut pun gw sudah tahu jawabannya kalau Vanny sekarang sudah menjadi milik gw seutuhnya.





Your Tea
by: @panjul1993
profile-picture
profile-picture
profile-picture
daniadi123 dan 6 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh panjul1993
×
GDP Network
© 2021 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di