CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Story / ... / Stories from the Heart /
Your Tea (Love Story 17++)
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b993958c1d770757e8b4567/your-tea-love-story-17

Your Tea




Thanks buat agan claymite, yang udah bikinin cover keren ini. Thanks yah gan.




Quote:



Spoiler for Mulustrasi Pemeran Utama:



Quote:


Apakah pertemuan gw waktu itu hanya kebetulan semata?
atau...
Memang sudah takdir gw untuk bisa kenal sama lo?



Quote:




Jika nanti ku sanding dirimu...
Miliki aku dengan segala kelemahanku...
Dan bila nanti engkau di sampingku...
Jangan pernah letih tuk mencintaiku...



Quote:

~BALI~


~New Chapter~



~Chapter II~



~Flashback~

Episode 20 (coming soon)



profile-picture
profile-picture
profile-picture
dbase51 dan 59 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh panjul1993
Episode 11
(Pepatah Kevin)


Waktu itu gw punya pemikiran seperti ini... "Kalau gw sayang sama seseorang, yah tinggal gw ungkapin aja tanpa harus ada acara tembak menembak." Kita kan sudah sama-sama dewasa yah, masa kita masih butuh hal-hal seperti itu sih. "Aku sayang sama kamu, kamu mau nggak jadi pacar aku?" Gw rasa hal seperti ini sudah tidak perlu dilakukan lagi bagi orang dewasa.

Tapi ternyata pemikiran gw salah. Kalau hanya sekedar bilang sayang tanpa adanya status, gw bisa apa nantinya. Ibarat gw nyicil mobil tapi nggak pernah bisa gw lunasin, dan akhirnya diambil oleh orang lain. Gw memang harus nembak Vanny buat jadi milik gw seutuhnya.

Gw dan Vanny memang sudah saling mengungkapkan kalau kita sama-sama saling sayang. Tapi gw masih bimbang sama perasaan gw sendiri. Di satu sisi gw jadi kepikiran lagi sama Nadia a.k.a Melisa, soalnya kemarin gw nggak sengaja nemu dan baca surat darinya lagi di kamar kosan gw. Gw memang kecewa sama dia, tapi gw juga nggak bisa bohongin diri gw sendiri kalau gw juga kangen sama dia dan pengen ketemu lagi.

Di satu sisi yang lainnya, gw mulai ngerasa nyaman dan mulai jatuh cinta sama Vanny. Kalau gw nembak Vanny dan nantinya gw bakalan ketemu lagi sama Nadia a.k.a Melisa, gw harus gimana coba?

"Tom. Tom. TOMMY!" teriak Kevin ke gw.

"Hah?"

"Lo kenapa sih? Dari tadi gw panggil kaga nyaut-nyaut," tanya Kevin.

"Nggak apa-apa vin," bales gw datar.

"Yakin lo? Kepikiran Canya lagi atau kepikiran cewek yang di Bali itu?" tanya Kevin lagi dan gw hiraukan.

Semenjak kejadian di Kuta itu, gw sama Nadia a.k.a Melisa tidak pernah bertemu lagi. Sudah dua bulan lebih gw nggak ketemu lagi sama dia. Sekarang gw lagi ngopi bareng Kevin di kosan gw sambil nunggu kelas berikutnya.

"Vin..."

"Akhirnya lo kembali sadar tom. Gw kira kesambet lo. Dari tadi gw dicuekin mulu, kampret!"

"Vin..." Gw ambil nafas panjang lalu gw hembuskan. "Lo percaya nggak sih sama yang namanya takdir?"

"Hah?" Kaget si Kevin nerima pertanyaan tiba-tiba dari gw.

"Lupain vin, yuk cabut. Udah mau mulai nih kelasnya." Sengaja nggak gw lanjutin, mungkin belum saatnya gw cerita ke si Kevin.

"Kampret! Nanya nggak jelas lo!" Gw dan Kevin pun berangkat ke kampus.

Di kelas gw jadinya nggak fokus. Sepanjang pelajaran yang ada dipikiran gw cuman Vanny sama Nadia a.k.a Melisa. Alhasil, gw dikeluarin dari kelas karena gw kedapatan lagi tiduran sama dosen gw. Sial banget gw hari ini. Gw langsung pulang ke kosan gw. Sesampainya di kosan, gw langsung mandi dan ganti pakaian santai. Ah, daripada gw pusing sendiri karena kebanyakan mikir, mending gw main FM aja deh. Tidak lama kemudian, ada telepon masuk ke handphone gw yang ternyata dari Kevin.

emoticon-phone "Tom, lo di mana sekarang?"

"Di kosan vin, kenapa?"

"Tungguin. Gw otw ke kosan lo."

"Oke." emoticon-phone


Tiga puluh menit kemudian, Kevin pun datang ke kosan gw sambil bawa cemilan dan minuman. Tumben banget nih anak bawa cemilan kemari.

"Tom, lo nggak ada kelas lagi?" tanya Kevin.

"Nggak ada," jawab gw. "Kenapa emangnya?" tanya gw balik.

"Bagus deh. Kebetulan gw mau ngomong sama lo," jawab Kevin. "Lo lagi ada masalah yah tom?" tanyanya kemudian.

"Hah? Nggak ada vin," jawab gw bohong.

"Nggak usah bohong deh tom sama gw. Kalau lo lagi nggak ada masalah, lo nggak mungkin tiba-tiba nanya serius ke gw tadi pagi," kata Kevin serius.

"Ah elah vin, itu mah gw cuman nanya doang," elak gw.

"Oke kalau lo nggak mau cerita ke gw. Gw cuman mau bilang kalau lo lagi ada masalah cerita aja ke gw, siapa tahu gw bisa bantu."

Gw terdiam cukup lama. Gw ambil rokok favorit gw di meja, lalu gw bakar. Masih terdiam karena galau, 'cerita jangan yah ke si Kevin?', akhirnya gw memutuskan untuk ceritain aja semuanya.

"Vin..."

"Hmm?"

"Kalo gw salah pilih jalan gimana vin?" tanya gw, lalu gw kasih suratnya Nadia a.k.a Melisa ke si Kevin, dan gw ceritain juga tentang kedekatan gw sama Vanny yang ngebuat gw jadi jatuh cinta kepadanya.

"Sialan lo! Diem-diem udah saling sayang aja yah lo sama si Vanny," maki si Kevin.

"Jadi gimana?" tanya gw lagi, soalnya belum dijawab pertanyaan gw sama si Kevin.

"Yah... Gw juga bingung tom mau bilang apa ke lo. Kan lo sendiri yang ngalamin semua ini. Gw cuman bisa bilang lo itu udah dewasa tom. Lo udah bisa milih jalan hidup lo sendiri. Mana yang terbaik menurut lo, yah itu lo sendiri yang tentuin. Gw sebagai sahabat lo cuman bisa dukung apa pun yang bakal lo jalanin," jawab Kevin bijak.

Plak! Gw geplak palanya si Kevin.

"Sok bijak lo setan!" kata gw sambil ketawa.

"Setan!" maki si Kevin.

"Sejak kapan lo jadi bijak begitu vin?" kata gw masih sambil ketawa.

"Nggak tau gw juga. Salah minum obat kayaknya gw tadi," bales si Kevin sambil ketawa juga. "Btw yah tom, lo lebih baik kejar yang ada di depan mata lo daripada nungguin hal yang belum pasti," saran Kevin ke gw.

Gw pun hanya tersenyum. "Thanks yah vin."

"Sip tom. Sama satu lagi tom. Lo janji sama gw yah, lo jangan pernah kecewain si Vanny. Dia itu sahabat gw dari SMP, dan Vanny itu masih polos tom. Dia belum pernah pacaran sampe sekarang walaupun sebenarnya banyak yang suka sama dia. Sampe lo kecewain dia tom, lo bakal berurusan sama gw. Gw nggak peduli lo sahabat gw. Kalau sampe Vanny kenapa-kenapa, gw hajar lo!" ancam si Kevin.

"Sebisa mungkin gw bakal tepatin vin. Gw pasti bakalan bahagiain Vanny. Lo pegang kata-kata gw vin!" janji gw ke si Kevin.

"Sip. Ya udah, yuk cabut. Laper nih gw habis ceramahin lo, haha."

"Sialan! Haha. Ayo dah, gw juga laper."





Your Tea
by: @panjul1993
profile-picture
profile-picture
daniadi123 dan g.azar memberi reputasi
Diubah oleh panjul1993
profile picture
gerr8
kaskus addict

kalo ente gabisa bahagiain vanny kenalin ke ane aja gan
biar ente nungguin melissa aja wkwkwk
emoticon-Ngakak
profile picture
mastericko
kaskus addict
"bahagiain" itu ambigu anying tom wkwkwk
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 2 dari 2 balasan
×
GDP Network
© 2021 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di