CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Story / ... / Stories from the Heart /
Your Tea (Love Story 17++)
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b993958c1d770757e8b4567/your-tea-love-story-17

Your Tea




Thanks buat agan claymite, yang udah bikinin cover keren ini. Thanks yah gan.




Quote:



Spoiler for Mulustrasi Pemeran Utama:



Quote:


Apakah pertemuan gw waktu itu hanya kebetulan semata?
atau...
Memang sudah takdir gw untuk bisa kenal sama lo?



Quote:




Jika nanti ku sanding dirimu...
Miliki aku dengan segala kelemahanku...
Dan bila nanti engkau di sampingku...
Jangan pernah letih tuk mencintaiku...



Quote:

~BALI~


~New Chapter~



~Chapter II~



~Flashback~

Episode 20 (coming soon)



profile-picture
profile-picture
profile-picture
dbase51 dan 59 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh panjul1993
Episode 10
(Teh Manis)


Semenjak kejadian di depan gerbang kosan, gw sama Vanny pun jadi semakin dekat. Tingkat pertemuan gw sama Vanny pun jadi cukup sering. Hampir sebulan ini gw selalu ketemu sama Vanny. Entah itu sekedar nongkrong di cafe atau di kampus dia. Setiap malam minggu juga gw selalu bareng Vanny.

Kenapa Vanny nggak pernah main ke kampus gw? Sebenarnya Vanny pengen banget ke kampus gw atau ke kosan gw, cuman gw aja yang nggak mau. Gw masih belum mau kalau kedekatan gw sama Vanny sampai ketahuan si Kevin. Gw cuman takut kalau Vanny nanti kelepasan cerita tentang kenapa gw bisa putus dari Canya, dan juga isi surat dari Nadia a.k.a Melisa, karena sampai sekarang gw belum ceritain itu semua ke si Kevin.

Memang udah dasarnya yah kalau dekat sama cewek cantik pasti banyak aja yang nggak suka. Seperti yang gw alamin setiap ketemu Vanny di kampusnya. Banyak banget cowok-cowok kampret yang ngelihatin gw dengan tatapan sinisnya. Gw jadi agak risih selalu dilihatin, sama kayaknya gw diomongin deh sama mereka tiap kali gw nongkrong bareng sama Vanny di kantin kampusnya.

Gw sempat nanya sih sama si Vanny kenapa gw selalu dilihatin sinis sama temen-temen cowoknya. Si Vanny malah bilang... "Ah, itu mah perasaan kamu aja kali tom. Eh tapi memang banyak yang suka sih sama aku, hehe. Tapi aku nggak pernah nanggepin mereka tom." Syukur deh kalau beneran, berarti gw nggak banyak saingan emoticon-Ngakak (S).

Hari ini gw sedang nongkrong bareng Vanny di kantin kampusnya. Lagi-lagi gw dilihatin sinis sama tuh cowok kampret. Gw salah apa sih tong sama lo emoticon-Hammer.

"Van, ini mah bukan akunya yang baper, tapi memang tuh cowok selalu ngelihatin aku sinis terus. Siapanya kamu sih? Mantan kamu yah?" tanya gw heran.

"Hah? Yang mana sih tom orangnya?" tanya balik Vanny ke gw.

"Tuh van," jawab gw sambil gw tunjuk orangnya.

"Oh. Itu Aldo namanya tom. Dia pernah nembak aku, tapi aku tolak."

"Pantes."

Mungkin dia sadar gw tunjuk, eh dia tiba-tiba bangkit berdiri dan menuju ke arah gw sama Vanny.

"Ngapain lo ngelihatin gw pake tunjuk-tunjuk segala?!" kata si kampret.

"Hah?" Jujur, agak kaget gw.

"Mau nyari ribut lo?!" kata si kampret lagi.

"Haha, santai bro. Harusnya gw yang nanya itu, orang lo terus yang ngelihatin gw setiap gw lagi bareng Vanny di sini," bales gw santai ke si kampret.

"Nih orang siapanya kamu sih van?" tanya si kampret ke Vanny. Sialan, gw dicuekin bro!

"Cowok aku do. Kenapa? Udah deh do, kamu jangan nyari-nyari masalah!" jawab Vanny. Mampus lo kampret. Haha!

"Kok kamu mau sih van sama cowok nggak jelas kayak begini?" bales si kampret. "Cih!" lanjutnya sambil ngeludah. Sialan! Bisa-bisanya dia ngeludah depan gw terus mau ninggalin gw gitu aja. Enak aja! Nggak terima gw diludahin! Gw pun menjadi emosi lalu gw tarik kerah bajunya.

"Anjing lo! Maksud lo ngomong gitu apa?! Gw dari tadi santai yah, tapi kalau lo mau ribut ayo gw ladenin!" sembur gw dengan penuh emosi.

"Berisik lo anjing!" bales si kampret sambil ngelepasin cengkraman tangan gw di kerah bajunya, dan...

BUGH! BUGH!

Sebuah pukulan tiba-tiba dari si kampret tepat mengenai pipi kiri gw dan ngebuat gw langsung terjatuh. Duh, sialan! Nggak sempat menghindar gw!

"TOMMYY!" teriak Vanny yang panik karena gw terjatuh. Gw bangkit berdiri lagi buat ngebales si kampret, tapi badan gw keburu dihalangin sama si Vanny.

"Minggir van. Aku mau kasih pelajaran ke dia!" kata gw emosi.

"Nggak mau! Cukup tom! Nggak usah dibales. Aku nggak mau kamu kenapa-kenapa!" bales Vanny sambil meluk gw.

"Minggir van!" sembur gw masih emosi sambil berusaha ngelepasin pelukannya Vanny.

"Nggak!" Hiks. Hiks. Hiks. "Please tom..." Vanny pun menangis jadinya.

Seketika emosi gw hilang setelah melihat Vanny yang masih memeluk gw sambil menangis. Gw jadi nggak tega ngelihat Vanny sampe menangis seperti ini, dan gw juga malu karena jadi tontonan banyak orang di kantin. Gw lepasin pelukannya Vanny, dan gw tarik tangannya buat gw bawa pergi ke parkiran mobil. Sesampainya di parkiran mobil...

"Maaf yah van. Aku tadi kebawa emosi. Nggak terima habisnya digituin sama dia," kata gw memberi penjelasan ke Vanny.

"Aku ngerti kok," bales Vanny. "Kamu gimana sekarang? Sakit nggak tom?" tanya Vanny kemudian sambil pegang pipi gw yang kena pukul tadi.

"Cuman memar ringan aja kok," jawab gw santai.

"Beneran?" tanya Vanny lagi.

"Iyah van, hehe."

"Ya udah, sekarang kamu ikut ke rumah aku yah," ajak Vanny. "Biar aku obatin di sana."

"Aku pulang aja yah," tolak gw.

"Ih!"

"Haha. Ya udah, ayo ke rumah kamu sekarang," kata gw.

"Aku ikut kamu yah tom. Mobil aku tetap di sini aja dulu, biar nggak bolak-balik nantinya," bales Vanny.

"Oke van."

Rumah Vanny ini berada di daerah Kelapa Gading. Lumayan dekat jarak yang gw tempuh dari kampusnya Vanny ke rumahnya. Gw parkir motor gw di halaman depan rumahnya, dan gw pun ikut Vanny masuk ke rumahnya. Sepi banget nih rumah. Pada ke mana yah orang-orangnya?

"Duduk tom. Aku ganti pakaian dulu yah," kata Vanny.

"Oke," bales gw.

Tidak lama kemudian, Vanny pun kembali dari kamarnya, dan setelan santainya itu loh... Tanktop plus celana gemes pendek, bikin gw berhayal macem-macem aja, haha. Mana sekarang gw cuman berduaan doang lagi di rumahnya. Bahaya!

"Pada ke mana nih orang rumah van?" tanya gw.

"Orang tua lagi pergi ke Manado tom. Ada saudara nikahan di sana," jawab Vanny.

"Kok kamu nggak ikut?" tanya gw lagi.

"Aku kan kuliah tom," jawab Vanny. "Eh, sampai lupa kasih minum kamu. Tunggu yah tom, aku bikinin minum dulu," kata Vanny kemudian. Vanny pun lalu bangkit berdiri menuju ke dapur rumahnya. Tidak lama kemudian, Vanny pun balik lagi sambil bawa minumannya.

"Nih tom," kata Vanny sambil kasih minumnya ke gw. "Diminum dulu es teh manisnya biar nggak emosian lagi kamu."

"Haha. Apa hubungannya minum es teh manis sama emosi?" tanya gw bingung.

"Ada. Es teh manis kan manis. Manis itu kan kebalikannya dari pahit. Nah, kalau kamu minum yang manis pasti rasa pahit di hati kamu hilang tom," jawab Vanny.

"Bisa aja kamu, haha." Gw pun jadi tersenyum gara-gara penjelasannya si Vanny.

Cukup lama gw terdiam karena nggak tahu mau ngomong apa lagi, dan Vanny juga sama cuman diam aja dari tadi.

"Tom," kata Vanny tiba-tiba sambil tersenyum manis ke arah gw.

"Iyah?" bales gw sambil tersenyum juga.

"Mulai dari sekarang janji sama aku yah tom, kamu jangan gampang emosian lagi. Aku nggak mau lagi lihat kamu berantem," kata Vanny ke gw.

"Janji van," bales gw.

"Janji yah, jangan bohong kamu! Karena aku nggak mau lagi lihat orang yang aku sayang sampai kenapa-kenapa karena emosinya."





Your Tea
by: @panjul1993
profile-picture
profile-picture
profile-picture
daniadi123 dan 5 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh panjul1993
×
GDP Network
© 2021 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di