CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Story / ... / Stories from the Heart /
Your Tea (Love Story 17++)
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b993958c1d770757e8b4567/your-tea-love-story-17

Your Tea




Thanks buat agan claymite, yang udah bikinin cover keren ini. Thanks yah gan.




Quote:



Spoiler for Mulustrasi Pemeran Utama:



Quote:


Apakah pertemuan gw waktu itu hanya kebetulan semata?
atau...
Memang sudah takdir gw untuk bisa kenal sama lo?



Quote:




Jika nanti ku sanding dirimu...
Miliki aku dengan segala kelemahanku...
Dan bila nanti engkau di sampingku...
Jangan pernah letih tuk mencintaiku...



Quote:

~BALI~


~New Chapter~



~Chapter II~



~Flashback~

Episode 20 (coming soon)



profile-picture
profile-picture
profile-picture
dbase51 dan 59 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh panjul1993
Episode 9
(Vanny)


Gw sama Vanny sekarang sedang berada di dalam cafe. Walaupun sudah cukup malam, tapi cafe ini masih lumayan ramai pengunjung.

"Masih inget nggak tom sama cafe ini?" tanya Vanny.

"Hmm," jawab gw singkat. Masih bete gw gara-gara diejek penakut mulu.

"Masih bete yah?" tanya Vanny lagi.

"Hmm," jawab gw masih singkat.

"Ih, nyebelin!" Tiba-tiba tangan gw dicubit. Sakit banget sial!

"Aw, aw. Sakit Vanny!"

"BODO! Tau ah," kata Vanny bete. Malah ikutan bete juga si Vanny emoticon-Nohope.

"Hehe, ampun. Udah ah, pesen makan aja yuk. Udah laper nih," kata gw mencoba mengalihkan pembicaraan.

"Tuh kan, sampai lupa aku. Hehe."

Pas gw lihat menunya, semuanya menu western gitu, mana mahal-mahal pula lagi harganya. Bisa-bisa gw nggak makan nih sampe akhir bulan emoticon-Nohope. Lagian perut gw bisa cerna nggak yah sama makanan mahal beginian? Biasanya kan cuman makan pecel doang, kalau nggak yah indomie, haha. Nanti kalau selesai makan langsung sakit perut kan nggak lucu emoticon-Ngakak (S).

Waktu gw pertama kali ke cafe ini sama si Kevin buat ketemuan sama Vanny, gw nggak lihat tuh menu. Gw cuman langsung pesen minum cappucino doang pas ditanya Kevin mau pesen apaan. Yang bayarin gw juga si Kevin waktu itu. Jadi sekarang gw kaget pas lihat harga makanan dan minuman di cafe ini yang ternyata mahal-mahal.

"Kamu mau pesan apa tom?" tanya Vanny.

"Apa yah... Samain aja deh kayak kamu," jawab gw bingung.

"Oke tom."

Vanny pun memanggil pelayan cafe...

"Mas, pesan spaghetti carbonara dua yah. Minumnya lemon tea satu sama ice cappuccino satu. Makasih yah," kata Vanny ke si pelayan tersebut.

"Baik mbak. Ditunggu yah," bales si pelayan ramah.

Setelah pelayan cafe tersebut pergi...

"Kok minum aku dipeseninnya ice cappuccino van?" tanya gw kebingungan.

"Eh? Kamu nggak suka tom? Aku kira kamu bakalan pesan itu. Ya udah aku panggil lagi pelayannya yah biar diganti minumannya," jawab Vanny serba salah.

"Hehe, nggak usah van. Aku bingung aja, kok kamu tahu aku bakalan pesen minum itu?" tanya gw.

"Aku tahu dari Kevin. Aku juga tahu karena waktu pertama ketemu kan kamu pesannya cappucino juga," jawab Vanny jujur apa adanya.

"Haha. Perhatiinnya detail banget yah kamu van."

"Biarin. Memangnya nggak boleh?" tanya Vanny.

"Haha."

Kurang lebih 20 menit menunggu, pesenan gw sama Vanny pun dateng juga. Gw lihat spaghettinya kok gitu amat yah. Banyak banget mayonaisenya dan bikin gw enek jadinya. Gw paling nggak suka sebenarnya sama mayonaise, apalagi keju. Enek kalau kebanyakan dimakan soalnya. Udik banget yah gw, haha.

"Kok nggak habis tom?" tanya Vanny. "Sayang ih."

"Ih, Vanny udah manggil-manggil sayang aja deh," bales gw gombal.

"Malah bercanda. Ih!" Vanny nyubit mesra tangan gw. "Kenapa nggak dihabisin Tommy? Kan sayang kalau dibuang."

"Kebanyakan porsinya van. Enek jadinya," jawab gw jujur.

"Habisin ah tom! Makan tuh harus habis, ih. Masih banyak loh orang-orang di luar sana yang kelaparan karena nggak ada uang buat makan. Kamu malah buang-buang makanan!" kata Vanny berapi-api. Sial, jadi kena ceramah gw.

"Oke, aku habisin deh. Bawel kayak mamah aku aja kamu van. Dasar."

"Dibilangin yang bener malah ngeyel, ih!" Lagi dan lagi, tangan gw jadi korban keganasan cubitannya Vanny.

"Aw! Sakit ah. Ampun van. Ampun emoticon-Frown."

"Habisin yah!" kata Vanny tegas. Masih maksa aja nih si Vanny, hadeuh.

"Iyah van," bales gw pasrah. Akhirnya habis juga tuh spaghettinya dengan susah payah. Hampir mau muntah gw sangking eneknya emoticon-Busa.

"Gitu dong habis, hehe," kata Vanny. Ini juga terpaksa van. Kalau bukan kamu yang suruh mah nggak bakalan aku habisin.

"Demi kamu apa sih yang nggak," bales gw gombal.

"Gombal!"

"Hehe."

"Btw, gimana liburan di Bali kemarin sama Kevin?" tanya Vanny tiba-tiba ke gw.

"Biasa aja van," jawab gw singkat.

"Kata Kevin kamu selama di Bali kayak yang bete gitu tom. Memang ada kejadian apa tom di sana?" tanya Vanny lagi.

"Kamu mau tahu van?" tanya gw balik. "Panjang ceritanya loh."

"Kalau kamu mau cerita pasti aku dengerin kok. Tapi kalau kamu nggak mau cerita, yah nggak apa-apa," bales Vanny sambil tersenyum ramah ke gw.

"Haha. Oke, oke. Jadi gini van..."

Gw ceritain semuanya ke Vanny. Mulai dari gw diputusin sama Canya, kemudian gw refreshing ke Bali sama Kevin dan Cindy buat move on, lalu di sana gw ketemu sama Nadia a.k.a Melisa, dan tentang suratnya juga gw ceritain ke si Vanny. Semua gw ceritain tanpa ada yang gw tutup-tutupin. Vanny pun tersenyum saat gw selesai bercerita.

"Sabar yah tom. Terkadang jalan hidup kita tuh memang nggak sesuai dengan apa yang kita mau. Tapi kamu harus percaya tom, kalau dibalik itu semua pasti ada hikmahnya," kata Vanny bijak sambil tersenyum ramah.

Gw pun bales tersenyum. "Aku percaya itu kok van. Buktinya aku udah dapet hikmahnya sekarang," kata gw ke Vanny.

"Apa itu tom?" tanya Vanny kemudian.

"Kamu," jawab gw.

Sepanjang perjalanan pulang dari cafe, gw sama Vanny tidak banyak berbicara. Kurang lebih 45 menit kemudian, gw dan Vanny pun sampai di Indomaret dekat kosan gw.

"Makasih yah van buat hari ini. Aku duluan yah. Kamu hati-hati di jalan," pamit gw. Vanny pun hanya tersenyum ke gw. Gw pun keluar dari mobilnya.

"Tom," panggil Vanny. "Tunggu." Vanny pun ikut keluar mobil. Gw berhenti berjalan. "Aku ikut sampai depan kosan kamu yah," kata Vanny kemudian.

"Oke."

Gw dan Vanny jalan tanpa berbicara sepatah kata pun. Akhirnya kita berdua sampai di depan gerbang kosan gw.

"Hehe, sampe juga nih," kata gw sambil tersenyum. "Aku masuk dulu yah. Hati-hati kamu di jalan. Kalau udah sampe rumah langsung kabarin aku."

emoticon-kiss. Sebuah kecupan manis dari Vanny tepat mengenai pipi kanan gw.

"Makasih yah tom buat hari ini. Aku pulang dulu, dadah." Vanny pun berjalan pergi meninggalkan gw yang masih terdiam membisu di depan gerbang kosan gw.



***




Makasih yah Van, lo udah buat hidup gw kembali berwarna.




Your Tea
by: @panjul1993
profile-picture
g.azar memberi reputasi
Diubah oleh panjul1993
profile picture
Cerita nya bagus.
Ijin gelar tikar gan.
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 1 dari 1 balasan
×
GDP Network
© 2021 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di