neopoAvatar border
TS
neopo
Riding to Jannah


Don't choose the one who is beautiful to the world. But rather, choose the one who makes your world beautiful. Keep her close to Allah. Keep him close to Allah. Together for Jannah. I want love that will say: "Not even death will do us part, because we'll be reunited in jannah, insyaallah”

Welcome to my thread. Dimana disini kalian diperbolehkan untuk mengkritik, memberi saran, share, dan memposting komentar yang sekiranya bermanfaat baik bagi penulis ataupun pembaca. Fiksi atau non fiksi, semoga bukan menjadi masalah bagi pembaca. Karena penulis harap bisa memberikan banyak manfaat kepada orang-orang melalui tulisan yang tidak seberapa ini. Terima kasih.


Tokoh :
  • Ardian - Aku, pria dengan tinggi 176cm yang hobinya main motor
  • Azril Riswan - Sahabat sejak kuliah, beda jurusan tapi masih satu fakultas
  • Elriko - Kenalan saat pertama kali touring, so cool but nice guy
  • Dina Resti - Bagiku dia perfect, tetapi sedikit cerewet
  • Alyssa Erica - Gadis cerdas dan sangat mempedulikan lingkungannya
  • Rofila Afifah - Kakakku yang cantik, cerewet tapi selalu bisa jaga adik-adiknya
  • Nuri Freska - Adikku yang sangat manja, segalanya harus dituruti, tapi ia juga penurut
  • Raden Dimas - Sometime good guy, sometimes bad guy (dalam arti sifat, bukan tindakan menyimpang)



Diubah oleh neopo 16-09-2022 05:17
junti27
sukhhoi
JabLai cOY
JabLai cOY dan 27 lainnya memberi reputasi
28
42.3K
308
GuestAvatar border
Guest
Tulis komentar menarik atau mention replykgpt untuk ngobrol seru
Tampilkan semua post
neopoAvatar border
TS
neopo
#3
Part 6 - Antara Aku dengan Dia
Aku: Kayanya lebih baik lo jangan hubungi gue lagi

Alyssa: Kenapa? Gue ngelakuin kesalahan?

Aku: Lo ga salah. Lo udah punya cowo, gue gamau dianggap perebut cewek orang

Alyssa: Siapa yang bilang gitu?

Aku: Ga ada, gue ngehargain perasaan Dimas

Alyssa: Tapi kan kita cuma temenan

Aku: Maaf Sa, gue ga bisa

Aku berjalan melewatinya, namun Alyssa menahan tanganku. Aku menatapnya sambil tersenyum sedikit

Aku: Ada lagi yang bisa aku bantu?

Alyssa: Jangan hindari gue

Aku: Gue ga ngehindar, gue hanya membatasi. Gue masuk dulu ya

Aku melihat Alyssa jalan tertunduk menjauhi kelasku. Aku merasa tak enak, tetapi mungkin lebih baik seperti ini, sebelum semua terlalu jauh. Jam pertama selesai pada pukul 9. Aku ada kelas lagi nanti jam satu siang. Setelah pertemuan tadi pagi, Alyssa tak lagi menemuiku. Aku pergi ke kantin bersama salah satu temanku untuk sekedar ngopi. Tiba-tiba ada seseorang menepuk pundakku dari belakang

Dia: Hey

Aku: Ya? *sambil berbnalik ternyata adalah kak Afifah

Afifah: Ngopi terus

Aku: Hehe biarin, tumben kesini.

Aku dengan kak Afifah satu kampus, hanya saja kak Afifah saat ini sedang mempersiapkan untuk ujian sidang.

Rudi: Siapa tyuh Di? Kenalin dong

Aku: Oh, ini cewek gua . . . Hahaha

Afifah: Yeeh . . *sambil menyenggolku

Rudi: Kok mau sama dia?

Aku: Mau gue gibeng?

Afifah: Udah ah, malah pada berantem. Temenin aku yu

Aku: Kemana?

Afifah: Ambil foto buat persyaratan

Aku dan kak Afifah berangkat bersama tadi pagi, hanya saja ia selalu turun di gang yang langsung menuju ke fakultasnya.

Aku: Yaudah, abis ngopi yah

Afifah: Jangan lama-lama, aku mau ke kamar mandi dulu

Aku: Iya iya . . .

Kak Afifahpun pergi meninggalkanku dengan temanku. Oh ya, aku belum cerita tentang kak Afifah. Seperti yang sudah aku katakan tadi bahwa kak Afifah sedang mempersiapkan untuk ujian sidang. Dan aku duduk di semester 4, jadi hitung saja kami berbeda berapa tahun. Kak Afifah kesehariannya mengenakan jilbab syar'i. Namun Nuri masih belum mengenakan hijab. Kak Afifah sangat peduli terhadap adik-adiknya. Bahkan pernah ia datang ke sekolahku saat aku masih SMA, hanya untuk membawakan aku makan, katanya ga ada kerjaan, kuliahnya libur. Sampai aku dikatain anak mami. Tetapi aku suka perhatian kak Afifah. Saat ini, kak Afifah masih sendiri. Sama sepertiku, tak ada pikiran untuk memiliki pasangan saat ini.

Afifah: Udah?

Aku: Ayo . .

Aku berjalan ke parkiran untuk mengambil motor. Kak Afifah menggandeng tanganku. Saat aku berjalan, aku lihat Alyssa yang hendak menghampiriku, namun ia terhenti, dan ia menunduk sambil berjalan melewatiku begitu saja. Aku tak terlalu memikirkannya.

Sore di hari yang sama, aku tengah bersiap untuk pulang. Kak Afifah sudah pulang lebih dulu setelah mengambil foto. Kondisi kelas sudah setengah kosong. Tiba-tiba ada seseorang masuk dan menghampiriku.

Alyssa: Lo kenapa???

Aku: Kenapa apa Sa? Gue ga kenapa-kenapa ko

Alyssa: Lo di apain sama Dimas?

DEGG . . . tau darimana dia soal aku dengan Dimas? Apa mungkin Dimas yang ngomong langsung?

Aku: Ga di apa-apain ko

Alyssa: Jangan bohong . . . *nadanya meninggi

Aku: Bener Sa

Alyssa: Di, gue putus sama dia

Aku: Lah, ko putus? Gara-gara gue ya

Alyssa: Bukan, tapi karena dia yang udah khianatin gue

Aku: Sa, intinya gue ga mau ya jadi penyebab lo sama dia putus

Alyssa: Engga, semua bukan karena lo

Aku: Oke

Alyssa: Gue minta maaf

Aku: Maaf untuk apa?

Alyssa: Gue minta maaf karena udah bikin lo jadi ngerasa kaya gini

Aku: Gini gimana maksud lo?

Alyssa: Intinya gue minta maaf

Aku: Yaudah lupain aja. Lo ga salah apa-apa. Gue balik duluan ya

Alysas: Ardi

Aku: Apa lagi?

Alyssa: Gue ikut yah

Aku: Kemana?

Alyssa: Kemana aja . . yah yah yah . .

Ekspresinya berubah menjadi sedikit lebih ceria.

Aku: Ah engga engga . . gue mau pulang Sa

Alyssa: Pokonya gue ikut. Gue bosen dirumah terus. Atau jangan-jangan lo takut cewek lo marah ya?

Aku: Hah? Cewek?

Alyssa: Iya, yang tadi pagi

Aku: Oh, Afifah

Alyssa: Oh jadi namanya Afifah. Cantik ya

Aku: Tentu, dia cantik banget. Gue sayang sama dia

Alyssa: Hmm . . . *ia sedikit tertunduk

Aku: Kenapa?

Alyssa: Gapapa ko. Lo masih mau kan temenan sama gue?

Aku: Jelas mau lah Sa . . . tapi gue ga mau sampai dibilang perusak hubungan orang ya, ya lo sama Dimas

Alyssa: Engga, tenang aja. Eh cewek lo ga akan marah kan gue ikut sama lo?

Aku: Cewek yang mana sih?

Alyssa: Ih, au ah . .

Aku: Jadi ikut?

Alyssa: Iya jadi . .
nasihiber
nasihiber memberi reputasi
1