neopoAvatar border
TS
neopo
Riding to Jannah


Don't choose the one who is beautiful to the world. But rather, choose the one who makes your world beautiful. Keep her close to Allah. Keep him close to Allah. Together for Jannah. I want love that will say: "Not even death will do us part, because we'll be reunited in jannah, insyaallah”

Welcome to my thread. Dimana disini kalian diperbolehkan untuk mengkritik, memberi saran, share, dan memposting komentar yang sekiranya bermanfaat baik bagi penulis ataupun pembaca. Fiksi atau non fiksi, semoga bukan menjadi masalah bagi pembaca. Karena penulis harap bisa memberikan banyak manfaat kepada orang-orang melalui tulisan yang tidak seberapa ini. Terima kasih.


Tokoh :
  • Ardian - Aku, pria dengan tinggi 176cm yang hobinya main motor
  • Azril Riswan - Sahabat sejak kuliah, beda jurusan tapi masih satu fakultas
  • Elriko - Kenalan saat pertama kali touring, so cool but nice guy
  • Dina Resti - Bagiku dia perfect, tetapi sedikit cerewet
  • Alyssa Erica - Gadis cerdas dan sangat mempedulikan lingkungannya
  • Rofila Afifah - Kakakku yang cantik, cerewet tapi selalu bisa jaga adik-adiknya
  • Nuri Freska - Adikku yang sangat manja, segalanya harus dituruti, tapi ia juga penurut
  • Raden Dimas - Sometime good guy, sometimes bad guy (dalam arti sifat, bukan tindakan menyimpang)



Diubah oleh neopo 16-09-2022 05:17
junti27
sukhhoi
JabLai cOY
JabLai cOY dan 27 lainnya memberi reputasi
28
42.3K
308
GuestAvatar border
Guest
Tulis komentar menarik atau mention replykgpt untuk ngobrol seru
Tampilkan semua post
neopoAvatar border
TS
neopo
#5
Part 4 - Friendly
Aku menancapkan motorku menuju rumah. Setibanya aku dirumah, aku memarkirkan motorku di garasi. Aku berdiri didepan pintu dan Nuri membukakkan pintu.

Aku: Assalamualaikum dek

Nuri: Waalaikumussalam kak. Mana oleh-olehnya?

Aku: Oleh-oleh apa dek . . nih baju basah kakak mau?

Nuri: Iish jahat dikasih baju bekas

Aku: Pada kemana de?

Nuri: Lagi pada keluar kak

Aku: Yaudah, kakak mau mandi dulu, abis itu istirahat

Nuri: Iya kak

Setelah mandi, aku langsung ke kamar untuk tidur. Sekitar jam 5 aku terbangun. Aku berjalan menuju ruang tengah sudah ada kak Afifah dan ibu terlihat sedang memasak di dapur.

Ibu: Eh anak ibu udah pulang

Aku: Iya bu

Aku ke ruang tengah dan bergabung bersama adik dan kakakku. Adikku memulai bertanya-tanya tentang liburan akhir pekanku disana. Aku menceritakan saja apa-apa saja yang aku lakukan disana. Mulailah para gadis kepo ketika aku menyebutkan nama Alyssa dan keponya makin menjadi ketika aku menceritakan tentang kejadian Dimas dengan Alyssa.

Nuri: Kasian ya kak

Afifah: Cie, kamu caper ya dek hahaha

Aku: Apaan sih kak, biasa aja ah

Afifah: Itu, dia bisa sampai cerita gitu, ngajak makan lagi, pelan-pelan ada rasa nantinya haha

Aku: Terserah kakak aja deh

Afifah: Yeeh ngambek . . . cowo ko ngambekan haha

Nuri: Tau nih, sensi banget kalau ngomongin cewek. Pantes ga laku-laku

Aku: Adeee . . . *ucapku sambil mencubit pipinya

Dirumah, aku sangat dekat dengan Nuri. Kak Afifahpun dekat denganku, namun karena ia kini banyak kesibukan, waktunya bersama kami sedikit berkurang. Keesokan paginya, aku bersiap untuk berangkat ke kampus. Aku berangkat menggunakan motor matic milik kak Afifah. Kuliah hari ini hanya satu mata kuliah, namun aku harus tetap ada di kampus untuk mengerjakan tugas kelompok.

Gina: Ardi

Aku: Ya Gin?

Gina: Gue minta file tugas kelompok dong. Kan kemarin ibunya ngasih ke elu

Aku: Oh ada Gin, nanti aja sekalian kerjain di perpus

Gina: Oke deh.

Kuliahku selesai jam 10 pagi. Aku langsung mengajak kelompokku untuk ke perpus mengerjakan tugas kelompok itu. Saat itu juga, aku mendapat SMS dari Dimas. Ia menanyakan kabar tentang Alyssa. Tetapi aku tak membalas SMS itu. aku malas berurusan soal begituan. Biar dia menyelesaikan masalahnya sendiri. Setelah itu, aku mendapat satu SMS masuk dari nomer yang tak dikenal

Dia: Dasar sapiiii . . . .

Sepertinya aku tau ini siapa. Tidak pernah ada yang memanggilku seperti itu kecuali Alyssa, karena nomor itu.

Aku: Tau juga nomer gue

Alyssa: Tau lah, yang cerita tentang sapi lo doang, sapi

Aku: Haha . .

Alyssa: Gue tunggu di kantin jam 12 ya

Aku: Lah ngapain? Gue ada tugas

Alyssa: Gue traktir lo makan

Aku: Jangan telat loh

Alyssa: Huuu . . . giliran makan aja langsung

Setelah kerja kelompok, sesuai janjiku, aku akan menemui Alyssa di kantin. Ia memberitahu bahwa kantin yang dimaksud adalah kantin di fakultasnya. Akupun langsung datang kesana. Aku sampai di fakultasnya, tepatnya sudah di kantin. Mungkin terlalu mudah aku menceritakan tentang Alyssa. Kalian juga pasti dengan mudahnya berfikir bahwa aku akan dekat dengan Alyssa. Tapi bukan itu poinnya. Poinnya adalah bagaimana kehidupanku setelah mengenal dia.Lupakan saja, sebelum semakin rumit.

Alyssa: Sapi . . . *ucapnya dari belakang

Aku: Apa sih, sapi sapi . . . gue punya nama

Alyssa: Hehe, abis aneh-aneh aja, motor lu dikasih nama sapi, erus nama lo di HP gue dikasih nama sapi juga. Jangan-jangan lo manusia setengah sapi

Aku: Terus kenapa?

Alyssa: Gapapa sih, yaudah ayuk makan . .

Alyssa: Gue boleh tanya sesuatu?

Aku: Silahkan

Alyssa: Apa cita-cita lo?

Aku: Well, waktu lulus SMA, sebenernya gue pengen masuk akmil. Tapi ibu ga ngizinin

Alyssa: Kenapa?

Aku: Simpel sih. Ibu gamau jauh dari gue haha

Alyssa: Elu kali yangga bisa jauh dari ibu lo haha

Aku: Serius hehe . . Ayah juga udah keburu daftarin gue disini. Lo sendiri cita-citanya apa?

Alyssa: Gue pengen jadi dokter, tapi gue ga lolos masuk ke kedokteran

Aku: Kenapa mau jadi dokter?

Alyssa: Aku berfikir, aku akan merasa sangat berguna, jika aku bisa menyelamatkan banyak nyawa.*ia tersenyum sambil menghayal

Aku hanya tersenyum mendengar ucapannya. Ia punya impian yang begitu besar. Dan aku bisa lihat potensi yang ada dalam dirinya.

Alyssa: Lo sendiri kenapa mau masuk tentara?

Aku: Gue rasa, mengabdi pada negara adalah sesuatu yang saat ini sulit untuk dilakukan orang kita

Alyssa: Sulit?

Aku: Mungkin sekarang belum terlalu terlihat, tapi nanti, lo akan tahu beberapa tahun kedepan

Alyssa: So bijak lo haha

Aku: Yeeey . . .

Satu minggu setelah makan bersama Alyssa, aku menyadari bahwa statusnya masih pacar Dimas. Dan aku hanya menganggap dia sebatas teman saja, tak lebih dari itu. Hari itu, aku tengah menjemput Nuri di sekolah. Aku tak memakai si Sapi, karena ia hanya diperuntukkan untuk jarak jauh, dan jika moodku ingin memakainya saja. Saat itu Nuri baru saja bubar, dan ia langsung datang menemuiku dengan sedikit berlari.

Nuri: Kakaaak . . .

Aku: Udah pulang dek?

Nuri: Udah, yuk pulang

Aku: Manjanya mulai deh *ketika ia menggandengku

Nuri: Kak, nanti antar aku ke toko buku ya. Aku mau cari buku sama mau cari alat tulis.

Aku: Oke dek

30 menit perjalanan kami tiba dirumah. Saat dirumah, aku tak banyak merubah penampilanku, namun aku harus menunggu Nuri selesai berdandan. Sekitar 1 jam berlalu, Nuri sudah siap. Ia mengenakan jaket levis dan celana berwarna hitam sambil membawa tas gendong kecil. Oh cantiknya adikku.

Nuri: Ayo kak

Aku: Ayo . . .

Nuri: Pake si sapi aja kak hehe

Aku: Kenapa? Sayang ah

Nuri: Udah lama aku ga dibonceng pake si sapi hehe

Aku: Ah kamu ribet dek

Nuri: Hehehe

Akupun terpaksa mengeluarkan si Sapi. Setelah sebentar memanaskan motor, aku dan Nuri berangkat ke kota. Posisiku sedikit membungkuk karena jarak stang dengan jok agak berjauhan. Sekitar 30 menit perjalanan, kami tiba di toko yang dimaksud. Beruntungnya Nuri tak seperti cewek pada umumnya jika sudah bertemu dengan yang namanya mall. Nuri benar-benar mencari apa yang dibutuhkan.

Nuri: Udah kak, udah semua nih

Aku: Yaudah, langsung pulang?

Nuri: Pengen makan dulu kak

Aku: Hemm . . oke deh, mau makan dimana?

Nuri: Di resto kakek nyengir

Aku: Hehe, yaudah yuk.

Kamipun pergi ke resto terdekat. Aku mendapat SMS masuk dari Alyssa. Ia bertanya tentang keberadaanku. Aku menjawab dengan apa adanya saja. Mungkin karena hari ini ia ada kuliah, sementara aku libur karena dosen tidak masuk. Sebenarnya aku tak enak jika kontekan dengan Alyssa. Cepat atau lambat Dimas akan curiga, meskipun aku memang tak ada hubungan apa-apa dengan Alyssa.

Seseorang: Ardi . . .

Aku: Eh lo?

Dimas: Lo disini juga?

Aku: Iya, nemenin adek gue

Dimas: Oh gitu. Ada yang mau gue omongin, lo bisa ikut?

Aku: Ngomong apa, disini aja

Dimas: Ga, lo ikut gue sekarang *dengan nada sedikit tinggi

nasihiber
nasihiber memberi reputasi
0