CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Story / ... / Stories from the Heart /
Tell Me Why I Cant Stop Thinking of Ya
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b68acdd60e24b3f628b4567/tell-me-why-i-cant-stop-thinking-of-ya

Tell Me Why I Cant Stop Thinking of Ya



Pikiranku tidak bisa fokus melelapkan mata yang sebenarnya sudah lelah. Paras wajahnya selalu muncul di depan wajahku persis, seperti saat itu. Dia terbaring ke samping tepat di depan wajahku. Jantungku berdegug tak menentu, penasaran dengan apa yang di depanku. Hembusan napasnya yang hangat begitu terasa dan masuk ke aliran darahku yang mulai memanas. Begitu menyiksa menahan semuanya.


Badanku agak kunaikan pelan-pelan agar tidak terlalu sejajar wajah kami. Aku bisa gila malam ini. Sekarang keningnya simetris dengan bibirku. Sulit menahan semua gejolak hati, akhirnya ku kecup keningnya. Tanpa melepas kecupanku, mataku mulai terlelap. Rasanya nyaman, dan lumayan untuk mengobati rasa yang tidak karuan sejak awal mulai tidur.



--------------------------------------------*-----------------------------






Untuk di kenang

Jalan ini, setapak berbatu
Kenang aku, bila kau dengarkan
Lagu ini, terlantun perlahan

Reff:
Barisan puisi ini
Adalah yang aku punya
Mungkin akan kau lupakan
Atau untuk dikenang

Ingat aku bila kau terasing
Dalam gelap keramaian kota

Reff:
Tulisan dariku ini
Mencoba mengabadikan
Mungkin akan kau lupakan
Atau untuk dikenang



Lirik-lirik lagu jikustik yang diarasemen oleh endah dan resha cukup menyejukkan pagiku. Meskipun familiar namun terdengar baru dan fresh.

Mata mulai terbuka akibat cahaya pagi yang sudah menyusup lewat celah-celah jendela

Bayangan wanita dengan cepolan rambut sedang duduk menunduk membelakangi wajahku. Selanjutnya terdengar pemotong kuku yang telah berhasil mengerjakan tugasnya dengan suara khasnya, ceklik... ceklik.

Selagi belum ketahuan olehnya, aku kembali menutup kedua mataku dan mempererat pelukanku pada sebilah guling.

"Bangun", ucapnya tanpa bergeser ataupun menoleh.

Sangat kurang beruntung. Bukan pekara mudah menyembunyikan sesuatu dengan dia.

Mencoba keberuntungan, aku tidak menjawab dan mencoba pura-pura mau tidur.

"Mau dibangunin pake cara lembut apa cara kasar?! ".

Dengan sigap mataku langsung terbelalak. Ku lihat tangannya sudah mengangkat bantal di kedua tangannya, mata yang menakutkan dan siap menerkamku habis-habisan.


" STOP IT! Gw dah bangun".
profile-picture
profile-picture
profile-picture
bonekdroid dan 12 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh bonesky

Part 10

Entah sejak kapan rasa cemburu dan curiga muncul. Beberapa omongan teman-temanku mengatakan bahwa Bima ada sesuatu dengan adek kelas yang namanya Bona. Entah Bona itu siapa, Bima tidak pernah cerita apapun tentangnya. Mereka bilang jika Bima dan Bona sering keluar berdua, entah sekedar jalan atau makan.

Awalnya aku cuma diam saja nunggu cerita dari Bima, tapi ia tak kunjung cerita. Aku mulai kepo dengannya. Bima hampir semuanya cerita apapun ke aku. Dia juga terbuka tentang komunikasinya dengan orang-orang. Semua sosmednya aku tau email dan paswordnya.


Aku cari di facebooknya. Dari daftar temannya dulu. Karena terlalu banyak awalnya aku tidak menemukan, setelah disaring ternyata muncul namanya. Dia lumayan aktif di sosmednya. Temannya juga banyak, kalo diliat anaknya periang dan easy going. Pandanganku mulai ke arah pesan masuknya. Harusnya pesan adalah hal yang privasi. Walaupun Bima ngasih kebebasan buat buka apapun sosmednya, seharusnya q tau privasi dia. Semakin dilihat semakin kuat dorongan untuk mengklik menu pesan. Saking gemasnya akhirnya...

Klik!

Mataku langsung melotot melihat kata2 yang ada pada percakapan di sana. Menurut cewek, bahasa seperti itu tergolong kasar dan tidak sopan sekali. Setelah scroll ke bawah ternyata hampir semua pesan dari cowo kata-katanya seperti itu semua. Ada lumayan banyak pesan dari cewek2, ia balas pendek banget dan ada yang didiamkan saja. Aku sedikit memicingkan mataku ketika melihat nama Bona di sana. Ku lihat semua percakapan.

Ada sedikit sesak pas baca percakapan mereka. Dari situ aku mulai mempertimbangkan kata-kata temanku. Dan rasa curiga dan cemburu mulai muncul.

Tidak ingin menyimpan terlalu lama, aku pun bertanya langsung dengan Bima. Jawaban yang diberikan standar. Cowok pasti jawab dengan jawaban aman seperti itu ketika mereka ke Gap atau cowok memang seperti itu? Perhaps.

Aku mulai ragu dengan Bima. Sesungguhnya di cowok yang asik, seru, baik, kocak dan paling teruji adalah sabarnya. Sebelum atau pun setelah kami jadian. Cewe yg deket ma dia pasti nyaman, karna dia tipe yang care juga ma cewe.

Semenjak itu, hubunganku dan Bima kurang baik. Kami sering berdebat masalah sepele dan beberapa masalah yang lalu kadang masih disangkutpautkan. Aku tau bahwa aku cemburu dan curiga dengan yang namanya Bona.

Kata temenku lebih baik kami break saja dulu daripada ribut mulu. Sebenarnya aku sedikit kuatir juga jika kami break, tapi mungkin itu yg terbaik agar kami bisa balik kaya dulu ato mungkin palah pisah selamanya.


###


Siang itu aku semakin yakin untuk merealisasikan break hubungan kami. Betapa tidak, ada cewek di kamar kos cowok. Dia sedang tidak ada disitu lagi. Itu artinya cewek itu sudah biasa disana. Sesak banget dadaku.

Bima meminta agar tidak ada kata break tapi kutegaskan lagi, dia pilih break ato putus. Disana dia langsung diam dan menyetujui break hubungan kami.

Paginya saat aku akan berangkat ke kos baru aku, Bima bersikeras buat nganterin. Apapun alasannya dia tidak terima. Kami memang sama-sama keras kepala, walaupun dominan aku tapi ketika Bima sudah bersikap tegas tidak ada seorang pun yang bisa membuatnya goyah.

Pas mau balik, aku dan Bima tidak bisa terlalu banyak bicara. Alasannya tidak lain karena ada ayah di samping kami.

Temen-temen kos baik n friendly. Di sana aku cepet gabungnya. Saat masuk kantor pertama, awalnya aku deg2an tapi orang2 disana juga baik. Nggak ada yang semacam penindasan terhadap anak magang.
Seminggu aku balik ke rumah. Selain kangen rumah dan dinda yg biasanya tiap hari berantem, aku juga ada reuni SMP.

Sampai rumah banyak makanan kesukaanku menanti. Kami melepas kangen, aslinya padahal deket dan baru seminggu juga. Habis makan aku ke kamar dinda. Dianya lagi belajar.

Quote:


Riana bingung akan ke reuni bareng siapa. Jika dengan teman SMPnya pasti nanti pulangnya lama, kalo ma Bima sepertinya dia nanti di sana bosen.

Ku telfon untuk memastikan apakah dia mau nemenin ato nggak.

Quote:


----------------------*-----------------------


Bima menutup telfonnya. Dia masih berkelut dengan skripsinya. Kamarnya sudah seperti kapal pecah. Tidak ada seorang pun yang boleh memindahkan satu lembar kertas atau apapun dari tempatnya. Dia mengetik beberapa kata dan membacanya ulang berkali-kali.

"Bimmmm!!!! ". Bona teriak saat akan masuk ke kamar. Dia melihat pemandangan yang sungguh menggagetkan.

" STOP! Lu jangan nggeser se inci pun apa yang ada di sini', ucap Bima serius.

"Astaga, ni kamar orang apa kamar tikus sih??? ".

" Ini namanya orang skripsi".

Bona mencari tempat duduk yang kosong di tempat tidur Bima. Dia masih terpana melihat kondisi kamar Bima sekarang.
Quote:


Bona ingin tahu apa yang sedang Bima ketik. Dia berdiri dan mendekat ke Bima. Tepat di samping wajahnya, dia melihat dan ngangguk-nganguk apa saat membaca apa yang Bima tulis.



Quote:


Bima tersenyum lebar mendengar ada yg mau pijitin bahunya. Setelahnya, Bona balik dan Bima mulai siap2 nganterin Riana.

Bima sampai di rumah mau sekitar pukul 19.00. Bukan riana yang menyambutnya datang melainkan dinda.
Mereka duduk berdua sambil nonton tv.

Quote:


Riana muncul dan menanyakan apa yang sedang mereka bicarakan. Dinda meminta Bima buat diem. Sebenarnya riana ingin sekali mengorek apa yang sedang mereka bicarakan tapi karna waktunya sudah mepet dari acara akhirnya dia berangkat.

Bima awalnya di samping riana terus buat dikenalin sama temen2nya. Dia cuma say hello ma senyum2 doang. Bosen, akhirnya dia jalan2 sendiri sekitar sana. Muter2 sendiri lama-lama bosan juga. Dia balik lagi dan ga liat dimana riana. Ditelfon juga ngga diangkat, setelah tanya2 dia nemu riana tapi lagi ngga ssndiri. Tangannya menyilang sambil mendengarkan apa yang dikatakan lawan bicaranya.

Quote:

Aldi pamit dan pergi. Sepertinya Aldi itu bukan teman biasanya riana. Ada sesuatu yang beda dari tmen2nya yang dikenalkan dari tadi.
Bima menaruh tangannya diatas rambutnya riana dan mencium pangkal kepalanya. Selanjutnya mereka masuk kembali ke acara.

Di acara ada games besar. Daripada bosan, Bima milih buat ikut seru2an juga. Lama-lama keliatan kaya Riana yang nemenin Bima. Tidak sampai selesai, mereka balik.

Perjalanan pulang riana banyak bertanya apa yg dikerjakan Bima ketika tidak ada dia.

Quote:


Riana kembali mengeratkan pegangannya pada Bima. Dia menyandarkan kepadanya pada bahu Bima.

Nyaman.
profile-picture
profile-picture
pulaukapok dan yusufchauza memberi reputasi
Diubah oleh bonesky
GDP Network
© 2021 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di