CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Story / ... / Stories from the Heart /
Jaran Sungsang by: gatiandoko
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b5d106c32e2e6d7388b4574/jaran-sungsang-by-gatiandoko

Jaran Sungsang by: gatiandoko

Jaran Sungsang merupakan karya dari Gati Andokoyang juga telah dibagikan di Kerabat Keliling Jogja.






Sebenarnya kisah atau cerita ini sangat sensitif. Karena di dalam cerita terdapat kisah kekejaman dari kelompok komunis yang pernah ada di negara kita. Selain itu di dalam cerita ini terdapat beberapa misteri yang ada di Jogja.

Tentu sudah mendapatkan izin dari Gati Andoko untuk membagikan kembali ceritanya disini.


tokoh "Aku" disini merupakan seorang penulisnya, Gati Andoko



JARAN SUNGSANG

Spoiler for Daftar Isi::





Berhubungan untuk seri Jaran Sungsangsudah tamat, maka saya akan memberikan bonus. Bonus cerita lain tentang Gati Andoko yang tidak kalah menarik dengan Jaran Sungsang.

Spoiler for Bonus Gan:
profile-picture
profile-picture
profile-picture
eja2112 dan 11 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh ffernando69
KARTO BAN SANG KURIR


Kurir, adalah sebutan untuk orang yang bekerja sebagai pengantar barang dan surat. Kemudian disebut "tukang pos". Tak sedikit tokoh-tokoh terkenal di jaman perang kemerdekaan bertindak sebagai kurir al; Stefanus Moenadjat, kurir Romo Soegija tahun 1940an hingga berakhirnya Clash II, Soepardjo Roestam; sang Kurir bawahan Soeharto di Serangan Umum 1 Maret.

Karto Ban, sebenarnya bukan seorang "kurir". "Ban", sebagai nama tambahan sesuai dengab keahliannya sebagai tukang "ban/ tambal ban" yang mangkal di sekitar "Ngejaman" Malioboro thn 1936. Kelahiran Muntilan tahun 1916 dari keluarga petani. Rela neninggalkan rumah dan keluarganya menuju Kota Praja Kasultanan Ngajogjakarta demi mengejar cinta seorang gadis yang masih berdarah biru. Perawakan yang tinggi, gagah dan tampan membuat gadis yg dikejarnyapun terpikat pada Karto. Meski awalnya tak disetujui, namun akhirnya Karto berhasil menikahi gadis yang sangat dicintainya dengan syarat mereka keluar dari trah darah biru.

Tahun 1935 dari pernikahannya lahir seorang anak laki-laki yang sangat tampan. Disinilah awal mula kehidupan rumah tangga Karto terusik. Mertua Karto ( orang tua istrinya ) merasa malu karena anaknya hidup dengan "tukang ban/ tambal ban" sebagai mata pencahariaannya. Hingga suatu ketika ditawarilah Karto dengan pilihan yg sangat memberatkan dirinya. Memilh istri atau anak atau pisah dengan anak dan istrinya dengan pesangon harta benda yang sangat besar. Karto-pun memilih anak dan menceraikan istrinya. Jadilah Karto seorang duda dengan satu anak dan tetap menjalankan profesinya sebagai "tukang ban/tambal ban" hingga panggilan Karto Ban melekat pada dirinya. Sengaja tetap memilih tempat kerjanya tetap disekitar "Ngejaman", disamping konsumen yang banyak juga itikad untuk mendekatkan anak dengan ibunya (mantan istri) yang sering datang menengoknya.

***

Th 1942
Kedatangan Jepang dari arah timur memasuki wilayah Kasultanan. Berbeda dengan daerah lain dimana kedatang Jepang disambut sebagai "saudara tua" dan "cahaya Asia", Sri Sultan Hamengkubuwono dengan tegas bahwasanya Kasultanan Ngajogjakarta berdaulat penuh, segala apapun keinginan Jepang harus atas ijin persetujuan Njeng Sultan. Memang secara pribadi pihak Njeng Sultan sejak awal tidak begitu percaya dengan keberadaan Jepang meski mereka berhasil mengalahkan Belanda. Segera Njeng Sultan mewartakan agar jangan semerta merta percaya dengan pihak Jepang kepada semua punggawa baik yang di wilayah "bumi gadhing", "bumijo" juga relasi-relasi yang ada diluar wilayah Kasultanan (manca).

Dikerahkankannya semua "kurir Kasultanan" untuk segera menyebar keberbagai daerah secepat cepatnya. Jumlah "kurir" sangat terbatas justru jauh dari cukup. Nama Karto Ban yang sudah lama dikenal oleh para "kurir", direkrut untuk menyebar warta sepanjang bukit Menoreh. Bangga dapat amanah dan bisa mengabdi.


Diajaknyalah Poerwanto (anaknya yang masih berusia 8 tahun yang rencana mau ditipkan dulu di rumah orang tua Karto Ban di Muntilan. Berangkatlah Karto Ban, anaknya dan satu kurir dengan mengendarai "bendi/ kereta kurir". Berhenti di Muntilan dan pisah dengan kurir satunya yang melanjutkan perjalanannya ke sekitar Nggedangan Magelang. Karto Ban menuju rumah orang tuanya dan menitipkan Poerwanto untuk sementara waktu. Hanya bisa ditempuh dengan jalan kaki.

Karto Ban menelusuri bukit Nenoreh dengan tujuan akhir daerah Salaman Magelang. Tak terduga, Jepang sudah sampai di Magelang lebih dulu daripada Jogya, menangkapi orang-orang Belanda dan pribumi yang ditengarai sebagai anggota KNIL, dipenjarakan sebagian di Interniran Ambarawa.

Pertempuran kecil-kecil secara sporadis terjadi. Semangat Karto Ban yang tak kenal lelah meski jalan kaki berhari hari menelusuri bukit Menoreh dengan medan yang naik turun dan berkelok kelok tak mengurungkan niatnya untuk bisa mengadi pada Sultan. Sampai di Salaman Karto Ban dengan surat terakhir di tangannya berhasil menyerahkan surat pada orang yang dituju.

Belum juga pulang dan masih beramah tamah dengan para pejuang Salaman, datang serbuan pasukan Jepang yang tak diketahui dari arah mana datangnya. Porak poranda rumah tempat para pejuang; beberapa selamat dan melarikan diri, beberapa meninggal sementara Karo Ban selamat namun putus kaki kanan dan matanya kena pecahan mortir dalam keadaan tak sadarkan diri. Setelah sadar mengerang kesakitan dengan ditandu oleh para pejuang Karto Ban dibawa ke rumah orang tuanya di Muntilan dan dirawat oleh seorang mantri bernama Wagiman.

Meski hilang kaki sebelah dan mata buta sebelah, nyawa Karto Ban selamat. Hampir dua bulan tak beranjak dari ranjang, Karto Ban tak pernah melihat Poerwanto anak yang sangat dicintainya, bertanya tanya ia dan kangen tentu saja.

"Leeeee....(panggilan ibu untuk anak laki-laki) telung dina sak lungamu, bojo lan maratuwamu mrene, meksa njaluk anakmu (tiga hari kepergianmu, istri dan mertuamu kesini, memaksa mengambil anak kamu)", kata ibu Karto Ban.

"Aku ora kuwangang menggak lee...", lanjut ibunya

Karto Ban cuma memandang kaki yang tinggal sebelah dengan mata yang tinggal sebelah pula.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
eja2112 dan 5 lainnya memberi reputasi
GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di