CARI
KATEGORI
KATEGORI
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b12bf4d9478681b6c8b4569/sulaksmi

SULAKSMI




PROLOG




“ semoga ini awal yang baik untuk karir gw dalam berwiraswasta...”
yaa...itulah sepenggal kalimat kebahagian yang terucap dari mulut bagus disaat sebuah berita baik terucap dari mulut bapak dan mamah, keinginan bagus untuk mempunyai sebuah usaha sendiri selepas masa perkuliahannya, kini mulai terwujud seiring dengan keinginan mamah yang menginginkan bagus untuk mengelola sebuah rumah yang merupakan rumah peninggalan dari orang tua mamah dan telah lama terbengkalai
kini bersama ketiga sahabat baiknya, bagus berusaha mewujudkan mimpinya itu menjadi sebuah kenyataan, seiring dengan berjalannnya waktu, akan kah semua usaha bagus itu akan membuahkan hasil yang memuaskan, atau kah ada sisi lain dari rumah tersebut yang bagus tidak ketahui dan akan menjadi penghambat usaha bagus untuk mewujudkan mimpinya tersebut....

Note :

* dilarang copy paste tanpa seizin penulis
* apa yang ane tuliskan hanyalah sebuah bentuk karya seni tanpa memperdebatkan nyata/fiksi
* update disesuaikan dengan RL penulis


terima kasih & selamat membaca emoticon-coffee
@meta.morfosis

Chapter demi chapter :
Chapter 1
Chapter 2
Chapter 3
Chapter 4
Chapter 5
Chapter 6
Chapter 7
Chapter 8
Chapter 9
Chapter 10
Chapter 11
Chapter 12
Chapter 13
Chapter 14
Chapter 15
Chapter 16
Chapter 17
Chapter 18
EPILOG


profile-picture
profile-picture
profile-picture
bukhorigan dan 34 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh meta.morfosis
Chapter 15






“ boleh saya berkata jujur kang.....?”
“ memangnya mang edo mau ngomong apa...?” tanya gw karena merasa heran dengan nada bicara mang edo yang terkesan serius
“ saya koq merasa, apa yang telah dikatakan oleh pak toha tadi tentang kecelakaan yang menimpa mamah kang bagus sepertinya ada hubungannya dengan kematian sulaksmi...”
“ hahhh...serius mang edo berpikiran seperti itu...?” tanya gw yang merasa terkejut dengan apa yang baru saja dikatakan oleh mang edo
“ serius kang, coba aja kang bagus pikir, disaat mamah kang bagus kembali lagi dalam keadaan hidup, disaat itu pula sulaksmi menghilang....”
lama gw terdiam memikirkan apa yang baru saja diucapkan oleh mang edo, memang sekilas gw menangkap adanya keanehan dari sebuah contoh kejadian yang baru saja mang edo katakan, tapi rasanya hal itu belum cukup bagi gw untuk menjadikannya sebuah dasar dalam mengambil sebuah kesimpulan bahwa keluarga mamah telah membunuh sulaksmi dengan tujuan untuk kembali menghidupkan mamah yang telah meninggal
“ sepertinya kita terlalu jauh mang kalau berpikir ke arah itu, tapi andai saja memang benar keluarga mamah telah membunuh sulaksmi, lantas motifnya apa dan dengan cara apa, karena buat saya pribadi kalau hanya dengan mengatakan keluarga mamah membunuh sulaksmi lantas setelah itu mamah hidup kembali, itu terasa sangat enggak masuk akal bahkan terkesan mengada ada...” ujar gw berusaha meluruskan arah pikiran mang edo agar bisa mengambil kesimpulan setelah mendapatkan bukti yang nyata
“ ehh jangan salah kang bagus...yang namanya ilmu ilmu ghaib, ya memang seperti itu....terkadang terasa enggak masuk akal untuk yang enggak mempercayainya....”
“ ya termasuk saya ini mang, yang enggak mempercayainya, udahlah mang, sebaiknya mulai sekarang kita fokus untuk mencari tahu apa yang telah terjadi pada sulaksmi, walaupun saya bingung harus memulai dari mana....” ujar gw beriringan dengan pandangan mata gw yang menangkap keberadaan jalan berbatu untuk menuju ke penginapan
“ apa enggak sebaiknya kita meminta bantuan dari....”
“ orang pintar...dukun.. enggak deh mang, kemarin aja buktinya, bukannya kita mendapatkan jawaban, tapi justru apa yang mang edo lakukan itu nyaris mencelakakan sella...” ujar gw dengan nada bergurau, kini setelah beberapa saat mang edo kembali terdiam, gw melihat mang edo telah mengarahkan laju sepeda motor memasuki jalan berbatu, dan tidak lama kemudian, motor pun mulai memasuki halaman penginapan, tampak terlihat iyan tengah duduk di kursi yang berada di teras depan, dari ekspresi wajahnya yang memperlihatkan kegembiraannya begitu melihat kehadiran gw dan mang edo, sepertinya iyan memang sengaja duduk di teras depan dengan maksud untuk menunggu kedatangan kami
“ huhhh....lama banget sih kalian.....” ujar iyan begitu gw dan mang edo tiba menghampirinya di teras depan, kerasnya bunyi suara speaker yang dipergunakan oleh iyan untuk memutarkan sebuah lagu yang dimainkan dari komputer, kini telah memaksa gw untuk meminta mang edo agar segera mengecilkan volume speaker
“ gila lu yan...nyetel lagu enggak kira kira suaranya...” gerutu gw seraya mengambil posisi duduk disamping iyan, melihat hal tersebut kini nampak iyan mengarahkan tangannya untuk mengambil bungkusan rokok yang tersembul dari saku celana gw
“ gw iseng sendirian di rumah ini gus, entah mengapa gw merasa seperti ada yang mengawasi aja...”
“ ahhh...itu sih hanya perasaan lu aja yan, sebenarnya apa yang lu rasakan itu adalah efek dari rasa takut lu karena udah mengetahui beberapa kejadian aneh di rumah ini...” ujar gw sambil menyerahkan bungkusan korek api kepada iyan, kini seiring dengan batangan rokok yang telah tersulutkan, tampak iyan memainkan gumpalan asap rokok yang keluar dari mulutnya
“ terserah lu deh gus mau ngomong apa, intinya sekarang gw mau tahu hasil dari kunjungan lu itu....bagaimana gus, apakah ada informasi yang mengarah pada kejadian aneh yang kita alami di rumah ini...?”
mendengar pertanyaan iyan tersebut, entah mengapa kini sedikit muncul keraguan di hati gw untuk menjelaskan secara rinci tentang apa yang gw ketahui dari pak toha, karena gw merasa informasi yang gw dapatkan itu sangat erat sekali hubungannya dengan masa lalu mamah, hingga akhirnya setelah gw lama terdiam dan berpikir, gw memutuskan untuk menceritakan semuanya kepada iyan, karena biar bagaimanapun, iyan kini menjadi salah satu orang, yang menjadi harapan gw untuk menyingkpa tabir misteri yang menyelimuti rumah ini
“ astaga gus, apa mungkin penyebab hilangnya sulaksmi itu karena perbuatan keluarga mamah tiri lu itu ya....” ujar iyan sesaat setelah gw mengakhiri penjelasan gw tentang informasi yang gw dapatkan dari pak toha, dan sepertinya kini iyan mengambil kesimpulan yang sama dengan apa yang telah mang edo katakan tadi
gw belum tahu yan, mungkin saja iya...tapi kita enggak bisa berkesimpulan seperti itu sebelum kita mendapatkan bukti yang nyata...” ucap gw seraya menyulutkan sebatang rokok, kini terlihat putaran waktu di jam tangan yang gw kenakan telah menunjukan pukul dua siang
“ gus, boleh gw bertanya sesuatu...?”
“ apaan yan...?
“ anggap saja sekarang ini kita tidak mempunyai bukti tentang keterlibatan keluarga mamah tiri lu itu atas peristiwa hilangnya sulaksmi, tapi apakah ada indikasi mencurigakan yang lu temui dari nyokap tiri lu itu....?”
“ indikasi mencurigakan...?” tanya gw kepada iyan seraya berusaha membuktikan kesimpulan gw bahwa iyan berusaha menghubungkan informasi yang diberikan pak toha dengan hal janggal yang mungkin gw temui pada diri mamah tiri gw
“ iya indikasi mencurigakan, contohnya seperti ini, gw mencurigai kenapa nyokap lu itu terlihat awet muda, padahal kalau dari segi umur, mungkin usia nyokap lu itu hanya berbeda sedikit dengan usia bokap lu....” jawab iyan dengan menunjukan eskpresi wajah serius
“ hahhh...yang seperti itu yang lu sebut indikasi mencurigakan yan....?”
“ ya seperti itulah gus...pokoknya sekarang ini, lu harus mulai curiga dengan hal sekecil apa pun, siapa tahu dengan kecurigaan kita itu, kita akan mendapatkan sebuah petunjuk...” jawab iyan yang berbuah keterdiaman gw untuk beberapa saat, entah mengapa gw merasa apa yang telah dikatakan oleh iyan ini memang ada benarnya, walaupun hal itu tidak dengan serta merta membuktikan kalau mamah tiri gw itu terlibat dengan peristiwa hilangnya sulaksmi
“ sebenarnya, ada beberapa hal yang gw curigai yan....?” ujar gw seraya menghisap asap rokok dalam dalam lalu menghembuskannya ke udara, tampak iyan kini menanti lanjutan dari perkataan gw itu dengan ekspresi ketidaksabarannya
“ hal pertama yang gw curigai adalah mamah tiri gw itu sangat suka sekali memakan sesuatu yang buat sebagian besar orang mungkin sangat terasa aneh....”
“ memakan apa gus....?” tanya iyan memotong perkataan gw yang belum selesai
“ entahlah gw harus menyebut makanan itu dengan nama apa yan, yang gw tau makanan itu terbuat dari darah hewan, dan biasanya mamah memakan makanan tersebut setelah mengukusnya setengah matang lalu menyajikannya bersama dengan bunga kenanga...”
“ hahh....” ujar iyan seraya menunjukan rasa terkejutnya
“ sedangkan hal yang kedua, gw juga menemui keanehan pada diri vina, hal itu gw rasakan semenjak gw memutuskan untuk tinggal dengan keluarga baru gw itu, semenjak itu gw mengetahui kalau vina bisa merasakan bahkan terkadang berinteraksi dengan mahluk mahluk yang enggak bisa gw lihat keberadaannya, dan menurut informasi yang gw dapatkan, hal tersebut telah vina alami sejak usia vina masih kecil....”
“ loh koq jadi vina ikut terbawa bawa gus...?” tanya iyan yang merasa heran atas perkataan gw yang mengikutsertakan nama vina dalam daftar kecurigaan gw
“ lu dengar penjelasan gw dulu yan, kecurigaan gw itu didasari atas penilaian gw bahwa vina itu adalah anak kandung dari mamah tiri gw...” jawab gw yang berbalas anggukan kepala iyan, kini untuk beberapa saat gw dan iyan kembali terdiam
“ selain itu gw masih mempunyai satu kecurigaan yang lain yan....” ucap gw memecah keheningan, tampak iyan mengarahkan pandangannya ke wajah gw
“ gw merasa ada sesuatu yang aneh dengan perceraian yang terjadi antara bapak dan ibu gw, mungkin apa yang gw katakan ini terlepas dari semua kejadian itu memanglah atas kehendak tuhan, tapi gw merasa memang seperti ada sebuah kekuatan lain yang membuat bapak gw itu dengan mudahnya melupakan masa masa indah kebersamaannya dengan ibu selama lima tahun...” ujar gw pelan seraya kembali merasakan rasa pedih di hati ini , hingga akhirnya kini seiring dengan berakhirnya perkataan gw, tampak terlihat kehadiran mang edo dengan membawa dua buah gelas kopi di tangannya
“ loh koq cuma buat dua gelas mang....?” tanya gw begitu melihat mang edo meletakan gelas kopi diatas meja, mendengar pertanyaan gw tersebut tampak mang edo terlihat bingung untuk menjawabnya
“ kenapa mang....?”tanya gw kembali dan berbalas jawaban keinginan mang edo untuk berpamitan pulang dikarenakan istrinya yang sedang sakit
“ ohh ya udah kalau begitu mang, sebaiknya mang edo pulang aja dulu...”
“ iya kang bagus, mungkin nanti sehabis magrib saya akan kembali lagi, sekalian membawakan makan malam....” kini seiring dengan berakhirnya perkataan dari mang edo, terlihat mang edo berjalan menuju motornya yang terparkir di halaman, dan tidak lama kemudian mang edo pun mulai meninggalkan penginapan
“ jadi apa rencana kita malam ini gus...?” tanya iyan seraya membuang puntung rokoknya ke halaman
“ belum ada rencana apa apa yan, sebaiknya kita tunggu doni pulang dulu, baru kita merencanakan tentang langkah kita kedepannya untuk mengatasi masalah ini.....” jawab gw yang berbalas persetujuan iyan, hingga akhirnya kini setelah gw dan iyan kembali berbicara cukup lama, hembusan angin sore yang terasa membelai belai kelopak mata ini, kini telah memaksa gw untuk beranjak terlebih dahulu memasuki rumah
“ sepinya...” gumam gw pelan begitu memasuki rumah, sepertinya ketiadaan doni, sella, mang edo serta istrinya mang edo telah membuat suasana di rumah ini terasa begitu sepi
“ kenapa gus....” suara iyan yang terdengar begitu tiba tiba kini membuyarkan keterpakuan gw dalam memandang sutuasi di dalam rumah, tampak iyan berjalan menuju kursi penerimaan tamu lalu mendudukinya
“ sebaiknya lu kalau ngantuk, tidur aja dulu gus...biar gw yang menunggu disini, ya siapa tahu kita akan mendapatkan tamu....” ujar iyan seraya menjentikan jarinya pada keyboard komputer, tatapan matanya kini tampak terpaku pada layar komputer
“ hahh tamu...mimpi aja lu yan...” gumam gw pelan seraya melangkahkan kaki memasuki kamar
entah telah berapa lama gw terlelap dalam tidur nyenyak ini, kini hembusan angin dingin yang masuk melalui celah jendela kamar yang terbuka, telah membuat gw beberapa kali menggeliatkan tubuh ini, hingga akhirnya gw pun mulai terbangun,dan mendapati diri gw tengah berada di dalam ruangan kamar yang gelap, sepertinya gw telah tertidur cukup lama hingga tidak menyadari kalau hari telah beranjak malam
“ sialan iyan...tega banget dia ngebiarin gw tidur gelap gelapan seperti ini...” gerutu gw sambil mengarahkan pandangan ke arah jendela kamar, kini nampak pencahayaan dari sinar bulan yang tidak terlalu terang terlihat sedikit menyingkap kegelapan kamar. setelah kembali terdiam beberapa saat diatas tempat tidur, akhirnya gw pun memutuskan untuk beranajk turun dari atas tempat tidur
“ gila...sepertinya tidur gw lelap banget hari ini...” gumam gw begitu telah berhasil menyalakan lampu kamar dan melihat ke arah jam dinding yang telah menunjukan pukul sebelas malam, kini dengan pandangan yang masih terasa nanar, gw pun segera berjalan keluar dari dalam kamar
sunyi dan sepi....itulah gambaran yang bisa gw berikan ketika langkah kaki gw ini terhenti di luar kamar, keberadaan iyan yang kini tidak terlihat lagi di meja penerimaan tamu, serta posisi pintu rumah yang tertutup rapat, seperti memberikan gw sebuah isyarat bahwa mungkin gw sedang berada di rumah ini seorang diri
“ dimana iyan....?” tanya gw dalam hati, seraya memandang ke arah seluruh sudut ruangan di lantai bawah yang terlihat sepi
“ yan....!” panggil gw kepada iyan yang berbalas dengan kesunyian, hingga akhirnya setelah beberapa saat kembali terdiam dan melayangkan pandangan ke arah meja penerimaan tamu, gw pun memutuskan untuk beranjak ke kamar mandi di karenakan keinginan gw untuk memenuhi panggilan alam, tapi kini baru saja gw melangkahkan kaki beberapa langkah, langkah gw ini kembali terhenti seiring dengan terdengarnya sebuah suara di lantai atas, dan hal ini jelas dengan serta merta menarik perhatian gw untuk melayangkan pandangan ke lantai atas
“ yan...!” panggil gw kembali kepada iyan dan berbalas dengan suara langkah kaki yang berjalan secara perlahan di lantai atas, hingga akhirnya disaat gw masih menduga duga siapa yang telah melangkahkan kakinya di lantai atas, sebuah suara kini kembali terdengar, dan untuk kali ini gw mendengar bukan lagi sebuah suara langkah kaki melainkan sebuah suara yang cukup keras dari daun pintu yang tertutup dengan cara dihempaskan
“ brengsek.....” umpat gw diantara keterkejutan yang gw rasakan, kini seiring pandangan mata gw yang menatap ke lantai atas, dugaan gw atas seseorang yang mungkin ingin memberikan guyonan lucunya malam ini seperti bermain main di pikiran gw ini, hingga akhirnya tanpa terbersit sedikit pun di pikiran gw bahwa apa yang telah gw dengar ini adalah bagian dari gangguan ghaib yang terjadi di penginapan ini, gw pun segera berjalan menaiki anak tangga untuk menuju ke lantai atas
“ kampret....gw yakin ini pasti kerjaan iyan, doni dan mang edo....” gerutu gw diantara langkah kaki yang dalam beberapa hitungan langkah lagi akan mencapai lantai atas, hingga akhirnya setibanya di lantai atas, gw sama sekali tidak menemui keberadaan iyan, doni atau pun mang edo, kini yang gw dapatkan hanyalah sebuah ruangan rumah yang sepi, sunyi dan dingin
“ yan...don...mang edo...!” panggil gw kembali dan berbalas dengan keheningan, mendapati hal tersebut, kini pikiran gw seperti menerawang jauh pada keberadaan seseorang yang berada di dalam rumah ini dengan segala niat buruknya, kini setelah beberapa saat gw terdiam dalam pertimbangan baik dan buruknya jika gw harus melangkahkan kaki untuk memeriksa beberapa kamar yang ada di lantai atas, akhirnya gw pun memutuskan untuk memeriksanya walaupun dengan sebuah resiko yang tidak bisa gw prediksi
“ yan...don...mang edo...!” sebuah suara panggilan yang terlontar dari mulut gw kini mengiringi genggaman erat gw pada gagang pintu kamar, keinginan gw untuk segera memutar gagang pintu tersebut kini seperti tertunda begitu gw melihat sebuah anak kunci yang tergantung pada rumah kuncinya, dan entah mengapa begitu melihat anak kunci tersebut, tiba tiba terlintas di pikiran gw untuk memutar anak kunci tersebut, hingga akhirnya gw mendapati kenyataan bahwa pintu yang kini ada di hadapan gw memang sedari tadi telah dalam keadaan terkunci
“ ya tuhan...aman...” gumam gw sambil memutar gagang pintu kamar dan mendapati bahwa memang pintu kamar tersebut dalam keadaan terkunci, kini setelah mendapati hal tersebut, gw pun segera memeriksa kondisi tiga kamar yang lain, dan kembali lagi gw mendapati bahwa semua pintu kamar tersebut dalam keadaan terkunci rapat
“ lantas yang tadi gw dengar itu suara apa....?” tanya gw dalam hati seraya melangkahkan kaki menuju pintu yang akan mengantarkan gw pada sebuah teras di lantai atas, dan setibanya di pintu tersebut, kembali lagi gw mendapati kenyataan bahwa pintu tersebut juga dalam keadaan terkunci
ini aneh...sangat aneh...mendapati kenyataan yang gw dapatkan di lantai atas ini seperti membelah pikiran gw dalam dua buah sisi yang berbeda, di satu sisi gw merasakan gembira karena telah mendapati kenyataan bahwa praduga gw akan adanya keberadaan seseorang yang berniat jahat di rumah ini terbukti tidaklah benar, sedangkan di sisi yang lain gw merasa takut dengan kenyataan ini, dengan kata lain apa yang gw dapatkan di lantai atas ini telah memberikan gw sebuah praduga bahwa apa yang telah gw dengar malam ini adalah sebuah bagian dari bentuk gangguan ghaib yang kembali gw alami di rumah ini
“ sebaiknya gw turun...perasaan gw jadi enggak enak...” ucap gw sambil melepaskan genggaman pada gagang pintu teras lantai atas, kini seiring dengan langkah kaki gw yang menuruni anak tangga, sebuah suara dari putaran gagang pintu kembali terdengar jelas di telinga ini, dan untuk kali ini gw menduga bahwa sumber suara tersebut berasal dari lantai bawah, dan sepertinya seiring dengan langkah kaki gw yang telah berpijak di lantai bawah, praduga gw yang semula hanyalah sebuah dugaan semata kini telah menjadi sebuah kenyataan, tampak kini dihadapan gw sebuah kamar, dengan posisi pintu kamar yang memperlihatkan celah kecil keterbukaannya
profile-picture
profile-picture
profile-picture
arip1992 dan 10 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh meta.morfosis
×
GDP Network
© 2021 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di