CARI
KATEGORI
KATEGORI
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b12bf4d9478681b6c8b4569/sulaksmi

SULAKSMI




PROLOG




“ semoga ini awal yang baik untuk karir gw dalam berwiraswasta...”
yaa...itulah sepenggal kalimat kebahagian yang terucap dari mulut bagus disaat sebuah berita baik terucap dari mulut bapak dan mamah, keinginan bagus untuk mempunyai sebuah usaha sendiri selepas masa perkuliahannya, kini mulai terwujud seiring dengan keinginan mamah yang menginginkan bagus untuk mengelola sebuah rumah yang merupakan rumah peninggalan dari orang tua mamah dan telah lama terbengkalai
kini bersama ketiga sahabat baiknya, bagus berusaha mewujudkan mimpinya itu menjadi sebuah kenyataan, seiring dengan berjalannnya waktu, akan kah semua usaha bagus itu akan membuahkan hasil yang memuaskan, atau kah ada sisi lain dari rumah tersebut yang bagus tidak ketahui dan akan menjadi penghambat usaha bagus untuk mewujudkan mimpinya tersebut....

Note :

* dilarang copy paste tanpa seizin penulis
* apa yang ane tuliskan hanyalah sebuah bentuk karya seni tanpa memperdebatkan nyata/fiksi
* update disesuaikan dengan RL penulis


terima kasih & selamat membaca emoticon-coffee
@meta.morfosis

Chapter demi chapter :
Chapter 1
Chapter 2
Chapter 3
Chapter 4
Chapter 5
Chapter 6
Chapter 7
Chapter 8
Chapter 9
Chapter 10
Chapter 11
Chapter 12
Chapter 13
Chapter 14
Chapter 15
Chapter 16
Chapter 17
Chapter 18
EPILOG


profile-picture
profile-picture
profile-picture
bukhorigan dan 34 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh meta.morfosis
Chapter 14






“ iya pak, sejarah masa lalu, saya ingin mengetahui tentang apa saja yang pernah terjadi di rumah itu...” mendengar perkataan gw ini, untuk sesaat pak toha kembali terdiam, ekspresi wajahnya yang terlihat menegang seperti memperlihatkan keengganannya untuk menceritakan apa yang mungkin telah diketahuinya, hingga akhirnya pak toha mulai menceritakan tentang masa lalunya yang bekerja lepas di beberapa perkebunan milik orang tua mamah tiri gw, dan gw rasa semua cerita yang terucap dari mulut pak toha itu adalah sebuah cerita biasa yang terkesan tidak menunjukan adanya sebuah kejadian luar biasa, yang mungkin saja terhubung dengan kejadian kejadian aneh yang terjadi selama gw mendiami rumah itu
“ hanya itu pak.....?” tanya gw begitu pak toha mengakhiri ceritanya, tampak kini mang edo mengarahkan pandangannya ke wajah pak toha
“ memangnya nak bagus ingin saya menceritakan apa...ya hanya itu yang saya alami di rumah itu...” jawab pak toha tanpa bisa menyembunyikan ekspresi wajahnya yang menggambarkan bahwa pak toha memang belum menceritakan semua cerita itu secara tuntas, ada sesuatu yang pak toha coba sembunyikan dari gw dan mang edo
“ tolong kami pak toha, jika memang pak toha mengetahui tentang sesuatu yang buruk, yang mungkin pernah terjadi di rumah itu...tolong beritahu kami....”
“ apa maksud perkataan kamu itu do....?” tanya pak toha begitu mendengar perkataan yang baru saja terucap dari mulut mang edo
“ jujur saja pak toha...selama saya membantu kang bagus dalam mengelola penginapan itu, sudah banyak sekali kejadian kejadian aneh yang terjadi di penginapan itu, walaupun memang buka saya yang mengalaminya secara langsung...” jawab mang edo seraya mengambil gelas kopinya, kini terlihat mang edo meminum kopi tersebut
“ kejadian aneh...?”
“ iya pak kejadian aneh, selama kami mendiami penginapan itu, sudah beberapa kali kami mengalami gangguan aneh dari sesosok wanita yang bernama sulaksmi, karena itu saya mengambil kesimpulan kalau sosok wanita ini pernah terhubung dengan masa lalu dari rumah milik mamah tiri saya itu...”
terkejut, takut dan bingung, mungkin itulah perpaduan kata yang bisa gw tuliskan untuk menggambarkan ekspresi wajah pak toha begitu mendengar jawaban gw tadi, dan entah mengapa begitu gw melihat ekspresi wajah yang di perlihatkan oleh pak toha sekarang ini, firasat gw langsung mengatakan bahwa pak toha memang mengetahui sesuatu yang mungkin telah terjadi di rumah peninggalan orang tua mamah tiri gw itu
“ pak...” tegur gw mencoba menyadarkan pak toha dari keterpakuannya, sebuah hisapan panjang pak toha pada batangan rokok yang berada di jari tangannya seperti menggambarkan kegelisahan yang kini pak toha rasakan
“ apakah pak toha mengenal sosok sulaksmi itu.....?” untuk pertanyaan gw kali ini, terlihat pak toha mengarahkan pandangannya ke wajah gw
“ justru saya yang mau bertanya, bagaimana nak bagus bisa sampai mengetahui nama itu...?”
sebuah pertanyaan yang berbuah pertanyaan, itulah satu kenyataan yang harus gw terima sekarang ini, kini secara perlahan, gw mulai menceritakan urutan kejadian yang pernah terjadi di penginapan, seiring dengan cerita mengalir dari mulut ini, tampak sesekali pak toha menganggukan kepalanya
“ ohh jadi begitu....” ucap pak toha seraya mematikan batangan rokoknya di asbak
“ sebenarnya memang ada satu cerita yang belum saya sampaikan kepada kalian, karena saya ragu untuk menceritakan itu...”
ragu....?, ragu kenapa pak...?” tanya mang edo dengan penuh keingintahuan
“ saya ragu karena saya takut apabila cerita yang saya sampaikan ini tidak betul dan akan menjadi fitnah bagi keluarga nak bagus...” jawab pak toha seraya menghela nafasnya
“ tolonglah pak....apapun yang bapak ketahui, tolong bapak ceritakan, siapa tahu apa yang bapak ceritakan itu akan membantu kami untuk mengatasi permasalah yang ada di penginapan saya ini, karena biar bagaimanapun, penginapan itu adalah harapan saya sekarang ini untuk merintis sebuah usaha...” ucap gw dengan keputusasaan, bayangan gw akan kehancuran usaha yang kini sedang gw jalani seperti berjalan seiring dengan tidak adanya solusi yang gw dapatkan untuk mengatasi permasalahan ini
“ kalau memang itu yang nak bagus inginkan, maafkan saya jika harus menceritakan semua ini....” ucap pak toha begitu merasakan adanya aura keputusasaan dari nada suara gw yang terdengar, setelah beberapa saat kembali terdiam, kini pak toha mulai mengalirkan sebuah cerita dari mulutnya, yaa...sebuah cerita yang akan menjadi titik awal gw untuk mencari solusi dalam menghadapi gangguan gangguan yang terjadi di penginapan
“ hahh...berarti wanita yang bernama sulaksmi ini memang ada pak, dan dia memang pernah bekerja di perkebunan...” ucap gw begitu pak toha mengakhiri ceritanya
“ memang seperti itulah yang saya ketahui nak bagus, bahkan memang saya pernah akrab dengan sulaksmi sebelum akhirnya saya tidak mengetahu keberadaan sulaksmi lagi....” seiring dengan berakhirnya perkataan pak toha, kini terlihat pak toha bangkit dari duduknya lalu berjalan memasuki kamar, dan tidak lama berselang kemudian, tampak pak toha keluar dari dalam kamar dengam membawa selembar photo usang di tangannya
“ siapa ini pak....?” tanya gw begitu pak toha menyerahkan photo usang itu ke tangan gw, tampak terlihat didalam photo tersebut, seorang wanita muda dengan tampilan layaknya seorang wanita pedesaan yang tengah bekerja di perkebunan tengah memasukan beberapa buah strawbery ke dalam sebuah keranjang bambu besar yang diletakan di atas tanah
“ itu photo wanita yang mungkin kamu maksud tadi...sulaksmi....” jawab pak toha seraya memperhatikan gw yang tengah menyulutkan sebatang rokok
“ cantik....” gumam gw yang memancing keingintahuan mang edo, kini nampak mang edo beringsut dari duduknya ke sisi gw, kedua bola matanya tampak mengamati photo yang tengah menjadi obyek pengelihatan gw
“ dia memang wanita muda yang cantik, seorang wanita muda yang ulet dan mempunyai keinginan untuk meringankan kehidupan keluarganya yang berada di kampung dari himpitan ekonomi....”
“ keluarganya di kampung....?, apakah dia warga kampung sini juga pak....?” dua buah pertanyaan yang meluncur secara serentak dari mulut mang edo, kini seperti mengantarkan kembali pak toha untuk kembali memasuki masa lalunya
“ bukan do, sulaksmi itu bukanlah warga kampung ini, dia adalah seorang warga pendatang yang berasal dari sebuah desa yang berada di jawa tengah, seingat saya....sulaksmi itu bergabung bertepatan dengan masa bekerja saya yang sudah memasuki kurang lebih lima tahun, dan sulaksmi itupun bekerja atas ajakan dari teman sekampungnya yang telah terlebih dahulu bekerja di perkebunan milik orang tua ibu diah itu..” jawab pak toha diantara ingatannya yang telah berhasil mengingat perjalan hidup masa lalunya
“ perantau...berarti selama sulaksmi merantau itu bisa dikatakan sulaksmi telah menetap di kampung ini bersama kawannya itu...” tampak pak toha menganggukan kepalanya begitu mendengar perkataan gw
“ betul kang bagus, lebih tepatnya sulaksmi tinggal di rumah milik mamah tiri kamu itu, kebetulan di rumah milik mamah tiri kamu itu memang dulunya terdapat banyak kamar kosong yang memang diperuntukan bagi para pegawainya yang tidak mempunyai tempat tinggal, ada beberapa pegawai perkebunan yang tinggal di rumah itu, dan dua diantaranya adalah sulaksmi dan kawannya itu...” ucapan yang baru saja terlontar dari mulut pak toha ini, kini telah mengantarkan rasa penasaran gw atas sosok dari kawan sulaksmi ini, biar bagaimanapun mungkin kawan sulaksmi ini tahu lebih banyak tentang sosok sulaksmi dibandingkan apa yang diketahui oleh pak toha
“ kalau saya boleh tahu pak, dimanakah sekarang keberadaan dari teman sulaksmi itu....?” mendengar pertanyaan gw itu, kini gw dapat melihat perubahan ekspresi wajah pak toha, dari yang semula menunjukan ekspresi keseriusan kini berubah menjadi ekspresi kesedihan, untuk beberapa saat lamanya tampak pak toha hanya bisa terdiam seraya memainkan jari jari tangannya
“ pak....” tegur gw diantara keterdiaman pak toha, mendapati teguran gw tersebut, terlihat pak toha menghela nafasnya
“ nak bagus benar benar ingin mengetahui jawabannya...?”
“ iya pak, tolong jangan ada satu cerita pun yang pak toha coba tutupi dari saya....saya benar benar ingin masalah yang tengah saya hadapi ini segera selesai...” jawab gw yang kembali berbalas dengan keterdiaman pak toha untuk sesaat
“ nak bagus...., kawan dari sulaksmi itu adalah pegawai perkebunan yang merangkap menjadi supir perkebunan di perkebunan milik orang tua mamah tiri kamu itu, dan dia adalah orang yang menjadi korban dari sebuah tragedi kecelakaan parah yang menimpa mamah tiri kamu itu....”
“ hahhh...berarti apa yang telah dikatakan oleh bapak itu benar....” ucap gw memotong perkataan pak toha, tampak kini pak toha dan mang edo mengarahkan pandangannya ke wajah gw
“ maaf pak toha, pada waktu itu, bapak saya pernah bercerita kalau mamah tiri saya itu pernah mengalami kecelakaan parah, bahkan bisa dikatakan telah merenggut nyawanya, tapi entah keajaiban dari mana, pada suatu waktu bapak bertemu kembali dengan mamah tiri saya itu dalam keadaan hidup, dan disitulah akhirnya bapak memutuskan untuk bercerai dengan ibu saya, lalu menikahi mamah tiri saya itu...” mendengar keterangan yang meluncur dari mulut gw ini, nampak kini di wajah mang edo dan pak toha ekspresi rasa bersedihnya atas apa yang telah dialami oleh keluarga gw
“ duh nak bagus, saya benar benar enggak bermaksud....”
“ enggak kenapa napa pak toha, semua itu sudah lama berlalu....dan saya juga sudah memaafkan dengan apa yang telah bapak saya perbuat itu...” ucap gw memotong perkataan pak toha, dan apa yang gw lakukan ini kini telah berbuah ekspresi kelegaan di wajah pak toha dan mang edo
“ nak bagus, sebenarnya memang benar dengan apa yang telah dikatakan oleh bapak kamu itu, pada saat itu saya berpikir, sungguh sangat tragis sekali nasib dari keluarga mamah tiri kamu itu, setelah beberapa hal buruk yang dialami keluarga itu, kini bertambah lagi sebuah kejadian buruk yang menimpa anak perempuan semata wayangnya....”
“ beberapa hal buruk....?” tanya gw memotong perkataan pak toha, sungguh apa yang telah pak toha katakan kali ini telah merubah kesimpulan gw saat ini yang meyakini bahwa hanya ada satu kejadian buruk yang telah dialami oleh keluarga mamah tiri gw itu, yaitu tragedi kecelakaan maut yang dialami oleh mamah
“ iya...beberapa hal buruk, sebenarnya sebelum kejadian kecelakaan maut yang menimpa mamah tiri kamu itu, sudah ada beberapa kejadian buruk yang telah terlebih dahulu menimpa keluarga itu, dan menurut selintingan yang pernah saya dengar, kejadian kejadian buruk yang telah dialami oleh keluarga mamah tiri kamu itu terkait dengan persaingan usaha perkebunan yang mereka jalani, hingga akhirnya disaat kejadian kecelakaan maut itu terjadi, keluarga mamah tiri kamu itu hanya memiliki dua buah perkebunan dari sebelumnya ada lima buah perkebunan...” jawaban yang terlontar dari mulut pak toha justru kini semakin menambah rasa penasaran gw akan arti dari kata persaingan usaha, hingga akhirnya pak toha menjelaskan bahwa persaingan usaha yang terjadi itu lebih cenderung mengarah kepada hal yang berbau negatif dan tidak masuk akal
“ jadi maksud pak toha, orang tua dari mamah tiri saya itu mengalami teror dalam bentuk kiriman ilmu hitam....?”
“ menurut yang saya dengar sih seperti itu, kebetulan saya memang pada saat itu mengetahui kalau orang tua dari mamah tiri kamu itu, lebih tepatnya bapak dari mamah tiri kamu itu, mengalami sakit aneh yang berkepanjangan, dan hal itulah yang menyebabkan orang tua dari mamah tiri kamu itu menjual beberapa perkebunannya untuk proses pengobatan, selain itu saya juga merasakan adanya keanehan pada hasil perkebunan yang dimiliki oleh orang tua mamah tiri kamu itu, setelah bapak dari mamah tiri kamu itu sakit, hasil panen dari perkebunan terasa sangat merosot sekali, hal ini ditandai dengan banyaknya tanaman tanaman yang mati karena serangan hama, buat saya pribadi...hal yang terjadi itu sangatlah enggak wajar....” seiring dengan berakhirnya penjelasan dari pak toha, terlihat pak toha kembali menyulutkan sebatang rokok, lalu dengan hisapan yang dalam, pak toha tampak menghembuskan asap rokok tersebut ke udara
lantas hubungan dari semua yang terjadi ini dengan sosok wanita bernama sulaksmi itu apa pak...?” lama pak toha terdiam begitu mendengar pertanyaan gw itu, ekspresi wajahnya kembali terlihat menegang seiring dengan jawaban yang ingin di ucapkannya
“ inilah yang aneh nak bagus....pada saat terjadinya kecelakaan itu, sepengetahuan saya, memang pada saat itu neng diah dinyatakan telah meninggal, bahkan saya melihat sendiri koq, saat mayat neng diah dibawa ke rumah, tapi pada saat itu, orang tua neng diah, terutama bapak dari neng diah, sama sekali enggak mengizinkan mayat neng diah itu ditutup dengan kain putih, dengan alasan bapaknya itu merasa yakin kalau neng diah itu sebenarnya telah meninggal....”
koq bisa seperti itu pak, bukankah seharusnya pernyataan dari rumah sakit itu sudah bisa menjadi bukti atas kematian mamah tiri saya itu...”
“ entahlah nak bagus....saat itu bapaknya neng diah bersikeras untuk membawa mayat neng diah ke suatu tempat untuk menjalani pengobatan, dan saya juga enggak tahu hendak dibawa kemana neng diah itu, yang pasti pada saat itu, bapaknya neng diah memutuskan untuk memberhentikan pegawainya untuk sementara waktu, termasuk saya ini....kalau tidak salah pada saat itu, hanya sulaksmi yang menawarkan diri untuk tetap bekerja pada keluarga mamah tiri kamu itu, dengan alasan sulaksmi memang sangat membutuhkan pekerjaan, dan dengan berdasarkan alasan itu jugalah maka orang tua dari mamah tiri kamu itu menyetujuinya....”
“ berarti selama orang tua dari mamah tiri saya pergi dari rumah untuk mengobati mamah tiri saya itu, sulaksmi tinggal di rumah itu sendirian....?” mendengar pertanyaan gw itu, tampak pak toha menganggukan kepalanya
“ ya...sulaksmi bertugas mengurus rumah itu selama proses kepergian dari keluarga mamah tiri kamu itu, dan setelah itu saya sama sekali enggak mengetahui apa yang telah terjadi dengan keluarga itu, hingga akhirnya setelah empat bulan berlalu dari kepergian itu, saya mendapat kabar kalau keluarga dari mamah tiri kamu itu telah kembali, dan disitulah saya baru mengetahu kalau neng diah yang selama ini saya sangka telah meninggal, ternyata belum meninggal....”
“ lalu sulaksmi....?”
“ saya bingung harus menjawab apa untuk menjawab pertanyaan nak bagus, saat itu saya hanya mengetahui kalau sulaksmi sudah tidak ada lagi di rumah itu, dan saya juga enggak berani lancang untuk menanyakan keberadaan sulaksmi kepada orang tua neng diah, hingga saya berkesimpulan bahwa sulaksmi telah pulang ke kampung halamannya....tapi sepertinya sekarang saya harus berpikir ulang lagi untuk membenarkan kesimpulan saya itu, setelah saya mendengar cerita nak bagus yang menerangkan telah mengalami kejadian kejadian aneh dan itu terhubung dengan sulaksmi....” jawaban yang terlontar dari mulut pak toha kini mengiringi regukan terakhir pada gelas kopinya
“ ini aneh...sangat aneh, apakah dengan keterangan yang telah gw ketahui ini, gw bisa menyimpulkan bahwa sosok wanita bernama sulaksmi ini telah meninggal, tapi apa sebabnya, dan kenapa juga menghantui rumah peninggalan orang tua mamah itu...?” tanya gw dalam hati yang berbalas pertanyaan mang edo yang menanyakan apakah gw telah merasa puas dengan informasi yang telah pak toha berikan, hingga akhirnya gw memutuskan telah merasa puas dengan informasi yang telah pak toha berikan
“ mudah mudaha informasi yang saya berikan ini dapat membantu nak bagus untuk mengetahui keberadaan sulaksmi...” ucap pak toha sebelum akhirnya motor yang mang edo kendarai meninggalkan halaman rumah pak toha
“bagaimana kang, apakah udah mendapat percerahan dari informasi pak toha tadi...” tanya mang edo diantara laju sepeda motor yang menapaki rodanya di jalan yang beraspal
“ entahlah mang....ini sulit, tapi firasat saya mengatakan bahwa sesuatu yang buruk telah terjadi pada sulaksmi...” jawab gw yang berbalas keterdiaman mang edo
“ maksud kang bagus teh, sulaksmi itu sudah meninggal....?” tanya mang edo kembali setelah keterdiamannya tadi
“ bisa jadi jadi seperti itu mang, tapi saya bingung, sulaksmi itu meninggal karena apa dan dimana, lantas mengapa juga sosok sulaksmi ini memberikan gangguannya di rumah milik mamah saya itu...” jawab gw yang kembali berbalas keterdiaman mang edo untuk beberapa saat

profile-picture
profile-picture
profile-picture
tet762 dan 10 lainnya memberi reputasi
×
GDP Network
© 2021 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di