KATEGORI
KATEGORI
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5af3358b96bde6a91b8b456e/cinta-agama-ampmama
Thread sudah digembok

70

Aku sudah beli hp baru, cyber shot nya so-ner. Karena aku berfikir, mungkin aku butuh hp berkamera bagus saat mengintai dan memata-matai Novi nanti. Aku coba buat foto-foto dulu, dan hasilnya sangat memuaskan. Di zoom maksimal pun masih jernih. Mantab..... So*y memang gak ada lawan.......ngomongin hp waktu itu, kata orang ada hp yang lebih bagus, namanya Nok*a N70.... ternyata katanya orang yang lagi mimpi....wkwkwkkk bagus dari mana? Ngakak sebentaremoticon-Ngakak (S)....... dasar korban tabloid p*lsa........

Sabtu pagi jam 5 aku sudah di depan stasiun tugu. Dengan menyewa becak aku minta di antar ke daerah kosannya Novi. Sampai sekitar kosannya Novi ada warung burjo dan untungnya sudah buka. Bisa ngeteh dulu sambil ngemil gorengan. Dari sini kosannya Novi bisa terlihat walaupun agak jauh, bagus malah gak terlalu mencolok.

Aku gak tahu jadwal kuliahnya, jadi aku gak tahu Sabtu gini dia kuliah apa nggak. Sudah habis 2 gelas teh anget , rokok sudah gak keitung berapa batang saat matahari mulai tinggi, saat ku lihat hp ternyata sudah jam 7 dan kondisi kosan belum ada tanda-tanda aktivitas para penghuninya. Tak lama Novi keluar menggunakan si Oren, bawa tas. Apa dia ada kuliah? Mungkin saja. Ok ,masih belum ada tanda-tanda yang serius. Aku lebih baik menghubungi seseorang yang sudah memesankan hotel untukku.....aku bayar semua yang aku makan dan minum lalu ku keluarkan hp ku dan melakukan panggilan....

Quote:


Sambil menunggu, aku terus mengamati suasana kosan novi. Setengah jam berlalu saat ada jazz putih merapat, mobilnya mbak Silvi sepertinya. Kenapa malah mbak Silvi yg kesini. Ternyata bukan, mbak Dita yang keluar dari balik kemudi.

Quote:


Benar saja , hotelnya memang gak terlalu jauh. Jalan kaki juga cukup 10 menit paling. Aku mengajak mbak Dita sarapan dulu di resto hotel itu. Setelah itu mbak Dita balik ke kosannya lagi dan aku langsung masuk kamar, tidur sejenak melepas lelah.

Di dalam kamar sebelum tidur aku mencoba sms Novi......

emoticon-mail"Pagi dek, ada kuliah gak nih?"

Lama gak ada balasan, ya udah aku tinggal mandi dulu. Selesai mandi ternyata sudah ada balasan...

emoticon-mail"Maaf mas, ada kelas tadi ini baru keluar, mas libur?"

emoticon-mail"Iya ,ini lagi males2an di kamar"

emoticon-mail"Jalan2 lah mas, biar gak bosen"

emoticon-mail"Gampang lah dek, ya udah mas mandi dulu ya"

emoticon-mail" Iya mas, adek juga mau ke kantin dulu ,belum sarapan nih"

Sms terakhir gak aku balas, aku lebih memilih tidur. Aku setel alarm jam 11 siang. Ya aku mau mengintai lagi siang ini. Aku berusaha agar mendapat bukti sebanyak mungkin, waktuku di Jogja juga gak banyak. Gak berapa lama aku sudah tertidur.

Alarm berbunyi, aku lalu bangun dan cuci muka. Hoodie kembali aku pake, aku meninggalkan hotel dan berjalan menuju kosan Novi. Aku coba lewat depan kosannya, si Oren ada berarti udah pulang dia. Aku berjalan terus sampai warung burjo. Aku pesen esteh dan rokok, karena rokokku kebetulan habis dan cuaca juga lumayan panas. Sambil mengamati aku ngobrol-ngobrol sama yang punya warung. Biar gak bosan saja.

Kenapa gak sekalian di kampus nya juga? Terlalu luas bro, dan aku juga belum tau keadaannya seperti apa, jadi lebih baik di kosannya dulu saja. Bisa saja aku minta bantuan temen-temen ku yang kuliah di sana tapi sepertinya belum perlu.

Hampir 2 jam di warung burjo aku gak melihat sesuatu yang mencurigakan. Aku keluar dari warung burjo karena gak enak juga sama yang punya warung. Aku cari tempat lain, tapi gak ada tempat yang senyaman di warung. Aku memilih jongkok di bawah pohon. Aku kembali menyalakan rokok sambil mengamati. Entah sudah berapa lama sampai aku bosen sendiri.

Jam 3 sore aku lihat mobil itu masuk halaman kosan, mobil yang pernah ke rumah Ika dulu. Saat seseorang keluar dari mobil, iya orang itu akhirnya datang. 4 jam menunggu dan ternyata tidak sia-sia. Orang itu lalu masuk ke kosan. Aku masih terus mengamati dari bawah pohon. Setengah jam kemudian orang itu keluar bareng Novi. Novi terlihat memakai setelan yang biasa dia gunakan buat ke gereja. Aku keluarkan hp ku, mengambil foto mereka. Mereka masuk mobil lalu meninggalkan kosan. Apa mereka mau ke gereja? Aduh gak ada kendaraan buat mengikuti mereka, ah sialllllll.

Ok gak papa , setidaknya aku dapat foto mereka siang ini, lalu aku kembali ke hotel. Makan siang dulu di hotel, makan siang yang terlambat sih, karena sudah soreemoticon-Nohope. Setelah makan aku ke kamar,mandi dulu.  Setelah mandi aku rebahan sebentar. Aku ngecek hp, dari tadi pagi Novi gak sms lagi, dan aku juga gak mau sms duluan.

Quote:


Habis magrib, aku kembali ke kosan Novi. Sampai sana ,kosan terlihat ramai. Penghuni kosan pada ngobrol santai di depan kosan yang memang enak buat nongkrong. Aku masih ingat beberapa penghuninya, cewe yang dulu bilang seksi juga ada. Cowo-cowo juga ada, wajar sih malem Minggu, mungkin pada ngapelin pacarnya. Gak seperti jomblo yang kalo malem Minggu kerjaannya.....apa ya? Maaf aku bukan jomblo jadi gak tau, maaf maaf. Tapi mobil itu gak ada , mungkin mereka belum pulang. Eh ini kan malam minggu, apa Novi pulang ke rumah Ika? Menanyakan ke Ika? Opsi yang buruk, lebih aku tunggu disini dulu.

Aku menghubungi mbak Dita buat jaga-jaga....

Quote:


Jam 7 mobil itu kembali, mereka keluar dari mobil. Novi masih pake baju yang tadi, tapi orang itu sudah ganti baju. Sepertinya mereka mampir dulu ke rumah orang itu. Novi langsung masuk ke kosan, dan orang itu tetap di depan ngobrol sama yang lain. Kalo dari cara ngobrol dan keakraban dengan penghuni kos yang lainnya, terlihat orang itu sudah biasa ke sini.

Tak lama mobil jazz putih merapat, Aku langsung masuk ke mobil. Saat aku lihat mbak Dita penampilannya juga berbeda, pake kaca mata, rambut di gulung, pokoknya beda bangetemoticon-Genit, cakepppp....... sepintas gak bakal ngeh kalo itu mbak Dita, gut job mbak...

Quote:


Terlihat Novi keluar,dan sudah ganti baju , jeans ketat panjang ,kaos dibalut cardigan. Mereka masuk mobil setelah dada-dada sama penghuni kosan lain. Mobil mulai meninggalkan kosan, mbak Dita me-start mobil lalu mengikuti mobil itu. Untuk hal membuntuti mobil aku kagum sama skill mbak Dita, udah kayak film-film aja.

Mobil mereka masuk ke sebuah cafe. Kami juga ikut masuk. Mbak Dita memarkirkan mobil sedikit jauh dari mobil itu. Kita ikut masuk ke dalam cafe setelah beberapa menit mereka masuk, setidaknya mereka sudah dapat meja lalu kita masuk. Mereka duduk di pojok belakang, dan kita juga duduk tapi agak jauh. Lampu agak temaram jadi agak romantis suasananya,tapi ini juga bagus buat penyamaran ku. Mereka terlihat bercanda, dan orang itu berhasil membuat Novi tertawa. Aku mencoba mengambil foto mereka dari posisiku duduk, walau agak gelap tapi hasil foto lumayan jelas...manteb bener nih hp ...... Gak kecewa aku jadi fans boy so-ner......

Quote:


Malam makin larut, mereka masih betah di cafe. Aku saja sudah bosen. Aku coba sms Novi......

emoticon-mail"Dek,pulang gak?" maksudnya ke rumah Ika

emoticon-mail"Pulang mas, ini lagi ngobrol sama Ika"

emoticon-mail"Ya udah mas telfon ya, sekalian aku mau ngomong penting sama Ika"

Dari sudut pandang ku Novi terlihat resah, dan orang itu sepertinya menanyakan sesuatu ke Novi karena dari mejaku suara mereka tak terdengar...lalu terlihat Novi mengetik lagi.....

emoticon-mail"Nanti aja mas, lagi ada om dan Tante, agak malam aja nanti adek yang nelpon"

emoticon-mail"Oh ok deh,maaf deh kalo ganggu"

emoticon-mail"Gak kok mas,cuma gak enak aja"

Sms gak aku bales lagi. Sudah pandai berbohong ternyata. Aku memperlihatkan sms barusan ke mbak Dita, dan mbak Dita cuma geleng-geleng kepala. Aku dan mbak Dita keluar duluan, mau nunggu di mobil saja.

Setelah jam berlalu, jam di dashboard menunjukkan jam 10 malam. Dan akhirnya mereka keluar juga. Asuuuuuuu , mereka keluar cafe gandengan tangan, Novi seperti agak risih tapi Novi gak menolak di gandeng, sama aja, ok aku ambil foto mereka lagi. Berani gandeng tangan Novi berarti sudah siap buat menerima pukulan ku lagi. Mereka masuk mobil lalu mulai meninggalkan cafe begitu juga dengan mobil kami.

Mereka kembali ke kosan Novi. Kosan Novi masih rame anak-anak kos yang nongkrong di luar. Novi dan orang itu gabung dengan mereka. Makin malam satu persatu mulai masuk ke kamar dan ada juga yang keluar atau mungkin pulang setelah ngapelin pacarnya. Novi dan orang itu juga masuk. Aku masih sabar menunggu. Mbak Dita kelihatan cape , aku suruh tidur aja dulu.

Setengah jam orang itu belum keluar juga. Ok aku masih sabar. Satu jam berlalu dan ini sudah hampir jam 12 malam, apa dia mau nginep di kosan Novi?.

Aku sudah gak tahan, aku memutuskan untuk masuk ke kosan. Mbak Dita terlihat sudah tidur, ok biarkan saja. Aku keluar dari mobil lalu masuk ke kosan. Aku langsung menuju ke kamar nya Novi. Aku sudah gak tau apa yang kurasakan saat lihat pintunya tertutup.

Aku ketok pelan pintu kamarnya Novi.....

Quote:


Novi sudah gak bisa berkata-kata lagi. Aku membangunkannya, setelah Novi berdiri aku lalu menuju cowo itu.....

Quote:


Emosi ku udah gak bisa aku tahan lagi..... Pukulan dan tendangan melayang ke tubuhnya. Orang itu mencoba membalas, tapi percuma, posturnya gak sebanding denganku dan sepertinya dia anak rumahan, pukulannya sama sekali gak bertenaga.....saat orang itu sudah gak bisa apa-apa ,Novi memelukku.....

Quote:


Denger suara Novi emosi ku sedikit turun. Mungkin karena berisik, penghuni kosan berdatangan ke depan kamar Novi, mbak Dita juga tiba-tiba datang...... orang itu sudah gak bisa bangun, kondisinya sangat mengenaskan, darah dimana mana. Dan sepertinya juga terluka dalam ,padahal aku belum puas ngehajarnya tadi....

Quote:


Mbak Dita hanya nurut. Aku dan mbak Dita langsung keluar dari kosan itu. Aku melihat Novi menangis terduduk saat aku meninggalkannya. Aku dan mbak Dita langsung menuju hotel. Sampai di hotel aku langsung ke kamar mandi, membersihkan tanganku yang kecipratan darah. Kaos dan celana ku juga ada noda darahnya. Lebih baik kalo aku mandi sekalian saja walau sudah tengah malam, sekalian mendinginkan otak. Aku set ke air dingin lalu menyalakan shower......bahkan kulitku sudah tak mampu merasakan dingin lagi.....

Selesai mandi aku ikut duduk samping mbak Dita di bed yang cukup untuk dua orang itu.......

Quote:


Tiba-tiba pipi ku sudah basah.... sekuat apapun aku menahan air mata , ternyata aku gak sanggup.......aku masih seorang laki-laki yang lemah di hadapan seorang wanita.......... Lalu mbak Dita memelukku, aku menangis di pelukan mbak Dita. Sakit yang belum pernah kurasakan, ini lebih sakit dari saat break dulu.

Quote:


Aku lalu tiduran di pangkuannya, mbak Dita mengusap rambutku dengan lembut..... Mungkin karena merasa nyaman,akupun tertidur..... atau mungkin juga aku sudah terlalu lelah.....lelah untuk semuanya, lelah fisik dan lelah psikis......
profile-picture
dany.agus memberi reputasi
GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di