CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Story / ... / Stories from the Heart /
Jaran Sungsang by: gatiandoko
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b5d106c32e2e6d7388b4574/jaran-sungsang-by-gatiandoko

Jaran Sungsang by: gatiandoko

Jaran Sungsang merupakan karya dari Gati Andokoyang juga telah dibagikan di Kerabat Keliling Jogja.






Sebenarnya kisah atau cerita ini sangat sensitif. Karena di dalam cerita terdapat kisah kekejaman dari kelompok komunis yang pernah ada di negara kita. Selain itu di dalam cerita ini terdapat beberapa misteri yang ada di Jogja.

Tentu sudah mendapatkan izin dari Gati Andoko untuk membagikan kembali ceritanya disini.


tokoh "Aku" disini merupakan seorang penulisnya, Gati Andoko



JARAN SUNGSANG

Spoiler for Daftar Isi::





Berhubungan untuk seri Jaran Sungsangsudah tamat, maka saya akan memberikan bonus. Bonus cerita lain tentang Gati Andoko yang tidak kalah menarik dengan Jaran Sungsang.

Spoiler for Bonus Gan:
profile-picture
profile-picture
profile-picture
graybpn dan 11 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh ffernando69


Catatan Seorang Pembunuh Bayaran

Kalau saja tidak sedang terlibat dalam salah satu program TV Swasta yg concern dengan cerita-cerita berlatar belakang sejarah tentu Jaran Sungsang terhenti di jilid 3. Meski tidak jadi tayang karena aspek hukum yang belum kadaluarsa, namun benang merah bersimbah darah niscaya terkuak.

***

Dua tahun setelah terbunuhnya Sugeng yang masih menyisakan rasa miris terhadap peristiwa itu, datang seorang pemuda yg menurut pengakuannya dari Cilacap asalnya khas dengan dialek ngapaknya, namun fasih juga dialek Magelang dengan tingkatan kramanya.

Perawakan gagah, postur militer, tak banyak omong meski murah senyum dan sehari hari bekerja di sebuah bengkel sepeda motor yg ia dirikan dengan temannya yg tinggal di Jogya.

Karena potongan rambutnya sering gundhul/ botak plonthos ia diparabi dan dipanggil dengan nama Kojak. Dia sangat menikmati panggilan itu. Denganku sangat akrab sampai dianggapnya aku adalah adiknya. Lain halnya dengan teman-teman sebayaku yang justru menjauh atas kehendak orang tuanya yg rada curiga dengan keberadaan mas Kojak ini.

Sedikit misterius memang. Jadi rumor yang tak habis jadi bahan pembicaraan. Siapa sebenarnya Kojak ini. Kecurigaan semakin menjadi semenjak kedatangan Kojak ini pak Djalil yang biasa datang ngomyang kesana kemari menjadi jarang datang ke kampung. Sesekali datang langsung berbalik arah nampak ketakutan setiap berjumpa dengan Kojak. Apa yg tjd dg kedua orang itu?

Sungguh, cerita perihal Kojak semakin liar. Akupun menyembunyikan kecurigaan itu. Yang jelas aku berteman dengannya yaah sekedar berteman, tidak berpretensi apapun.

Suatu hari, diajarinya aku naik motor jalan-jalan kearah Gunung Pring, berhenti seketika saat sekelebat pak Djalil; "...wis kono ajar dewe muter-muter lapangan, aku ono perlu (sudah sana latihan sendiri muter-muter lapangan, aku ada perlu)", suruhnya.

Ternyata dia mengampiri pak Djalil, cukup lama entah apa yg diperbincangkan. Sementara aku asyik muter-muter dengan motor miliknya. Kojak dan pak Djalil berjalan menghampiriku dengan wajah berbinar hingga pak Djalil sendiri tidak nampak kegilaannya.

Waras! " Pun pak Dhe...mboten sah neka-neka malih, ampun ajrih malih, pamrih kula pak Dhe Djalil saged nglampahi gesang ingkang wajar (sudah pak dhe.. Tidak usah aneh-aneh lagi, jangan takut lagi, lihatkah saya pak dhe djalil bisa menghabiskan hidup dengan wajar)", kata Kojak kepada pak Djalil.

"Nuwun ya leee aku ora wedi maneh karo suara-suara tabuhan Jathilane bapakmu (terimakasih ya le, aku tidak takut lagi sama suara musik jathilannya bapakmu) haha..." jawab pak Djalil.

Kojakpun membalas cepat," whaaalĺaah pak Dhe niku (itu)...!" tak melanjutkan cuma senyum keduanya. Aku dan mas Kojak pulang meninggalkan pak Djalil.

Diperjalanan mas Kojak bercerita kalau pak Djalil ketakutan dengannya dikira ingin balas dendam dengan membunuhnya. Lanjutnya, mas Kojak tau siapa yang membunuh kedua orang tuannya juga Sugeng Adiknya.

Pak Djalil dengan bersikap orang gila karena semata mata menutupi kekecewaannya tidak bisa menolong kedua orang tuannya dan terutama tak bisa menyelamatkan Sugeng dari kekejaman orang yg ingin menguasai harta warisan. Kojak adalah Suprih, kakak Sugeng yg berhasil diselamatkan pak Lik-nya (om). (Jaran Sungsang 1)

Detik detik sebelum kedatangan bala tentara, pak Karto meminta adiknya membawa lari kedua anaknya, namun Sugeng tak diketemukan dan hanya Suprih yg dekat rumah. Diajaknya Suprih pergi dari Muntilaan naik "sepur Kluthuk" menuju Jogya dan berpindah kereta api menuju Cilacap.

Sampai di stasiun Kroya ada razia besar-besaran dilakukan oleh Tentara. Hiruk pikuk orang-orang berlarian, ketakutan hingga suara jeritan dan disertai tembakan segala penjuru. Kojak dan pak Lik-nya ikut lari tak tau arah. Naas, pak Lik yg berusaha menjaga amanah terkapar dengan kepala tertembus peluru. Suprihpun pasrah menghentikan larinya dan ditangkap. Entah rasa iba atau ketertarikan pada Suprih, salah satu tentara berpangkat Sersan mencegah penembakan pada diri Suprih utk dirawatnya dan diajak pulang di Cilacap.

Akhirnya Suprih tinggal dan dianggap anaknya sendiri. Tentu saja kasih sayang tertumpah kepanya karena orang tua angkatnya tidak punya anak kandung. Melanjutkan sekolah dan jadi tentara setelah pendidikan di Gombong. Sejahtera!

Akhir 70an mulai awan jingga menyelimuti kehidupan Suprih. Ibu angkatnya meninggal karena saki desentri akut dan disusul ayah angkatnya meningga karens sakit TBC. Suprih yg sendiri akhirnya memutuskan menikah dengan gadis dari Gandrungmangu dan mempunyai satu anak laki-laki. Profesi sebagai tentara berpangkat Kopral I cukuplah untuk menghidupi keluarga kecilnya. Belum lg sawah tinggalan orang tua angkatnya sangat cukup untuk kehidupan sehari harinya.

Dekade awal 80an, rasionalisasi ABRI juga PNS benar-benar bersih dari segala macam unsur PKI dan underbow-nya. Entah data dapat dari mana dan bagamana bisa diketahui data tentang Suprih. Suprih-pun dipecat dari kedinasan anggaota ABRI.

Bersambung....
profile-picture
profile-picture
profile-picture
graybpn dan 3 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh ffernando69
GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di