KATEGORI
KATEGORI
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5af3358b96bde6a91b8b456e/cinta-agama-ampmama
Thread sudah digembok

60

Kembali ke Jakarta kehidupan ku mulai berjalan seperti biasa. Mbak Eli sekarang berangkatnya lebih santai karena sudah ada motor, helm yang dulu aku beliin sekarang di anggurin, dia beli helm full face baru. Dia juga beli jaket kulit, glove dan boot, jadi cewe sangar dia sekarang hehe ,dan aku suka. Jangan tanya cara dia bawa motor, sruntulan khas ceweemoticon-Nohope. Yang pasti aku gak mau kalo di bonceng dia,ngeri. Dengan Frans, Mbak Eli sepertinya makin dekat, baguslah. Tapi aku belum sepenuhnya bisa percaya sama Frans (emang siapa lo? ,Aku adiknya,aku gak akan diam ketika ada berani nyakitin kakak ku), aku gak begitu akrab karena memang jarang ngobrol sih.

Riri pulang pergi kuliah selalu bareng aku, kecuali kalo salah satu dari kami ada tugas atau ada urusan sama teman. Walaupun kami hanya menggunakan angkot,tapi seru juga. Jadwal kami memang gak selalu bareng, jadi yang belum ada kelas biasanya nongkrong dulu di kantin atau di halte depan kampus, begitu juga saat pulang. Riri tergolong cewe cantik di angkatannya, banyak yang berusaha mendekatinya. Aku sih gak masalah selama Riri juga suka dan gak merasa terganggu. Di bilang pacar,bukan. Tapi saat orang lain melihat kami pasti di kira kami pacaran. Toni pun begitu, mengira kami ini ada hubungan spesial, tapi kami tetap berteman baik dan Toni sudah tidak memperpanjang masalah yang dulu, bahkan kami sudah akrab dengan pacarnya Toni.

Sejak pindah ke apart, aku jarang bertemu dengan Tante Siska. Aku memang gak boleh kesana tanpa konfirmasi lebih dulu. Aku harus menunggu 'kode' darinya baru aku bisa ke apart nya. Sepertinya hubungan dengan bos-nya makin serius. Tiap kali ketemu memang gak selalu berakhir 'nikmat'. Lebih sering menangis di pelukan ku, menceritakan semua masalah nya. Dia hanya ingin hubungan profesional dengan bos-nya, tapi Tante Siska tidak punya kemampuan buat menolak. Keinginan terbesarnya hanya satu, punya keluarga yang sempurna. Bukan cuma Tante Siska sebenarnya, tapi semua wanita pasti menginginkan seperti itu. Soal susu dan lari pagi , Tante Siska pasti selalu mengingatkan, yah buat jaga stamina. Kebiasaan itu aku lakukan sampai sekarang. Gak gampang sih cari susu, alternatifnya aku nyetok susu beruang.

Kerjaan ku di 'cafe' juga makin lancar, stok minuman dari harga sedang sampai paling mahal dan kebutuhan lain semuanya aman. Oh iya itu semua legal ya. Minuman yang jarang peminatnya dan tertumpuk di gudang kadang aku bawa pulang, sayang aja minuman mahal kok di anggurin. Tetep ijin dulu sama mbak Nova, dan mbak Nova biasanya hanya menjawab dengan senyuman, senyuman penuh makna dan mungkin hanya aku yang tau arti senyuman itu. Sejak dari Anyer, hubungan ku dengan mbak Nova bukan hanya sekedar atasan dan bawahan, di luar kantor kita sudah tidak ada batas. Apapun yang kita mau lakukan, kita bisa lakukan. Dulu memang aku menolaknya, tapi sekarang malah aku yang gak bisa lepas darinya. Untuk urusan 'itu',dia sudah level 'master', dibanding Tante Siska yang masih level 'pro'. Round pertama aku pasti kalah dalam hitungan menit,eh.......gak usah dilanjutin......emoticon-Shutup

Beberapa hari setelah pulang dari jogja, aku sudah dapat nomer rekening barunya Novi. Semua saldo dari rekening khusus ku ,aku pindahkan ke rekeningnya Novi. Jumlah yang cukup besar saat itu, buat beli C*R150 CBU bisa dapat dua. Saat itu aku lagi ngidam kawasexi ijo dan C*R dan pengen beli salah satunya, tapi terpaksa aku tunda dulu demi Novi yang lagi punya kebutuhan banyak, dan entah sampai kapan kebeli motor idaman sendiri. Nolong orang itu lebih penting. Dan sekarang aku malah punya yang lebih bagus dari itu,dan gak cuma satu karena ny Abenk juga suka motor, kalo udah diatas motor dia bisa lebih gila dari mbak Eli atau Novi, atau malah sama gilanya dengan elena myers atau ana carrasco.emoticon-Big Grin

Quote:


Novi, cewe yang selalu terlihat ceria di depan orang lain meski dalam hatinya dia sedang menangis. Tapi ketika sudah di depanku dia tak lagi sanggup menahan tangisnya. Aku rela menjadi tongkat yang membantumu berdiri lebih kuat. Tapi terkadang orang akan melupakan tongkatnya ketika dia merasa sudah kuat dan bisa berdiri sendiri. Mas harap adek bukan orang seperti itu.

Suatu sore saat aku menunggu Riri keluar kampus sambil ngopi sama teman-temanku di halte depan kampus, aku lihat Riri dari jauh sedang ribut dengan seorang cowo.

Quote:


Lalu Riri narik tangan ku meninggalkan cowo tadi. Aku bisa lihat wajah marah dan kecewanya, dan aku hanya tersenyum. Kita lalu berjalan meninggalkan area kampus...

Quote:


Kita belum jauh dari kampus, saat aku tiba-tiba merasakan dorongan keras dari belakang. Aku langsung terjatuh ke depan. Saat aku berbalik sudah ada 3 orang cowo termasuk John yang ganggu Riri tadi. Aku gak memperhatikan Riri , fokus ku sudah sama John yang layak di sebut banci...

"Heh bangun Lo" kata John

"Maksudnya apa bro?" Jawabku setelah berdiri, tanganku udah mengepal, aku gak terima di serang tiba-tiba dari belakang,laki macam apa itu.

"Banyak bacotemoticon-Mad (S)....."


Dia langsung maju mengarahkan tinjunya ke wajahku ,tapi aku berhasil menghindar. Saat menghindar tangan ku juga melayangkan tinju ke arah punggungnya, gantian dia yg yang jatuh tersungkur. Aku tendang dadanya saat John berusaha bangun.... "Banci, bangun Lo..."

Tiba-tiba kepalaku sisi kanan terhantam sebatang balok kayu, bangs*tt aku lupa kalo dia bawa teman. Seketika keseimbangan ku hilang, tapi aku masih sadar. Aku terjatuh dan jadi bulan-bulanan kedua temannya John, kedua tanganku  berusaha melindungi kepala. Aku dengar suara Riri minta tolong, dan mereka kabur saat temen-temenku yang masih di halte mendekat. Mereka membantuku berdiri. Semua tubuhku terasa sakit,sial. Mereka menawarkan mengantarkanku pulang, tapi aku menolak halus,aku masih bisa pulang sendiri.

Di kontrakan Riri, luka-luka lebam di tubuhku di kompres sama Riri. Kepalaku ada luka gores kecil, mungkin kena bagian sisi kayu yang tajam. Riri dengan telaten membersihkan luka ku dengan cairan antiseptik.

Quote:


Lalu Riri pergi meninggalkan ku di kontrakannya. Tunggu pembalasan ku Jhon, aku terima kalo aku kalah satu lawan satu, tapi tadi kelakuan lo pantas disebut banci.

Selang 30 menit, Riri kembali tapi gak sendiri. Ada Toni dan Dyah yang ikut.

Quote:


Kita makan nasi goreng rame-rame, hmmm nikmat. Kebersamaan membuat ku lupa kalo aku sedang sakit. Thanks bro. Jam 10 malam,Toni dan Dyah pamit pulang, tak lupa aku ucapkan terimakasih.

Jhon, cara lo salah untuk mendapatkan hati Riri. Sekarang Riri makin gak respect sama lo,dan yang ada Riri makin dekat sama gw.

Kondisi badan ku lumayan parah, nyeri dimana-mana,tapi aku tetep berangkat kerja. Walaupun kerjaan ku lancar, tapi aku gak enak sama mbak Nova, aku sudah terlalu sering ijin. Mbak Nova tanya kenapa aku sampai babak belur begini, aku cuma jawab jatuh dari motor dan sudah gak papa. Mungkin terlalu kawatir sampai 'adik'ku di lihat masih bisa 'berdiri' apa nggak, ngawur kau mbak.

Dua hari setelah aku di keroyok aku kembali masuk kuliah, aku kemarin libur kuliah,bukan takut tapi nyerinya masih kerasa. Di kampus aku dapat kabar kalo Jhon abis di pukulin orang dan keadaannya jauh lebih parah dari aku, sempat di bawa ke klinik katanya,dan pelakunya belum jelas. Hehe aku tahu pasti kerjaan si Toni. Gak cuma aku alasannya, tapi juga Riri. Toni dan John itu teman sekelas, dan dari dulu juga sudah suka sama Riri, dan udah sering ganggu Riri tapi mungkin masih dalam tahap wajar. Padahal aku pengen hajar pake tanganku sendiri,tapi ya sudahlah dia sudah dapat balasan,gak usah di perpanjang lagi.

Riri tau kalo aku gak bisa membalas perasaannya, tapi perhatian Riri terhadapku tak pernah berhenti. Soal minuman di kulkas,Riri gak mempermasalahkannya. Riri gak berani melarang aku minum, sudah tau dia kebiasaan ku di kontrakan. Sekarang Riri tiap hari masak , memanfaatkan peralatan peninggalan Tante Siska.  Yang paling senang tentu mbak Eli,ada yang masakin lagi. Riri ternyata jago masak, gak nyangka.

Quote:


Dan paginya, sepiring nasi hangat dan oseng tahu sawi lengkap dengan tempe goreng garit yang di goreng garing sudah tersedia di meja makan. Sungguh beruntungnya laki-laki yang menjadi suamimu nanti ri, batinku. Baju ku yang biasanya mampir di laundry, sekarang sudah gak pernah. Aku menolak sebenernya,tapi tumpukan baju kotor di keranjang selalu hilang, ya kemana lagi kalo gak di ambil Riri. Dan herannya cuma bajuku,baju mbak Eli nggak hahaha.

Malam itu di ruang depan kontrakan Riri, kami sedang nonton TV, maklum TV nya lebih gede jadi puas nontonnya..... karena yang di tonton acara AFI, aku lebih milih main hp,sms an sama pacar ku.......

Quote:


Aku udah denger lagi obrolan mereka,pintu kamar aku tutup dan lanjut sms-an sama pacar tercintaemoticon-Genit.

Beberapa hari setelah itu, aku lagi di rumahnya mbak Nova. Malam itu mbak Nova menunggu ku sampai kerjaan ku beres, lalu mbak Nova mengajak ku rumahnya. Lagi, aku terlalu berani bermain api dengan datang ke rumahnya. Kalo suaminya tiba-tiba pulang kan bisa pecah perang dunia, tapi mbak Nova menyakinkan ku kalo suaminya sedang ke LN. Aku suka suasana rumahnya, nyaman dan desainnya bagus.

Semua berawal dari gazebo kecil lantai dua yang terkesan romantis. Ngobrol santai dengan sedikit rabaan dan alkohol, lalu di tuntaskan di kamar yang tepat berada di belakang gazebo. Aku gak munafik,aku sangat menikmatinya. Permainan pelan tapi bisa dengan mudah mencapai puncak tertinggi. Entah sampai jam berapa kita sudah hilang di telan selimut.

Paginya aku di kagetkan dengan suara keras mbak Nova.....

Quote:
Diubah oleh montormebur
GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di