KATEGORI
KATEGORI
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5af3358b96bde6a91b8b456e/cinta-agama-ampmama
Thread sudah digembok

SEKET 7

Aku berjalan mencari alamat di perumahan di daerah tambun Utara. Setelah bertanya sana sini akhirnya ketemu juga alamat Tantenya Dewi. Dewi dan mamanya sedang berkunjung ke rumah adik mamanya Dewi. Ada urusan apa mereka ke tambun aku gak begitu peduli. Yang penting aku bisa ketemu Dewi, walaupun hanya bisa ngobrol di ruang tamu, itu udah cukup. Pulang dari tambun aku di bawain bakpia sama mamanya Dewi.

Quote:


Siang itu Jakarta terasa sejuk, dari pagi langit Jakarta sudah tertutup mendung. Saat mobil box merapat ke kontrakan, lalu salah satu orang yang di mobil itu menanyakan atau memastikan alamat......

"Pak ,mau tanya benar ini rumahnya ibu Eli?"
tanya orang itu sambil memperlihatkan tulisan alamat di dokumen.

"Oh bener pak, tapi ibu Eli nya masih kerja, dan saya adiknya ibu Eli, ada perlu apa ya?"

"Kami mengantarkan kiriman dari jogja, sebentar.."
Lalu mereka menurunkan sebuah motor baru ber plat AB dan memarkirkan di depan kontrakan.

"Tolong tulis nama lengkap dan tanda tangan disini pak, sebagai bukti penerimaan barang"
Kata orang itu sambil menyodorkan dokumen dan aku menulis nama dan tanda tangan di lembar dokumen itu.

"Terimakasih bapak,dan ini surat kendaraannya. Permisi"

"Iya pak, sama-sama. Oh iya,ini pak buat beli rokok"

"Oh ,Terimakasih banyak pakemoticon-Big Grin" dan senyum mereka pun tambah lebar.

Motor yang di beli mbak Eli di Jogja akhirnya sampai sini juga. Saatnya test motor baru. Lihat kilometernya sudah lumayan banyak angkanya,berarti di Jogja udah di bawa muter-muter nih. Aku bawa motor itu keliling komplek, lalu keluar ke jalan raya. Setahuku,ada toko aksesoris motor di jalan ini dan toko itu juga jual helm. Aku beli 2 helm, buatku dan mbak Eli. Dari toko aku langsung mampir pom dan isi full pertamaxemoticon-Cool sebelum akhirnya balik ke kontrakan. Di kontrakan aku langsung mandi dan siap-siap berangkat kuliah. Aku lalu melakukan panggilan ke seseorang....

"Udah berangkat?"

"Belum Benk"

"Tunggu, aku jemput"

Terkesan kurang sopan sih, yang punya motor aja belum lihat malah sudah aku pake buat jemput orang lain,piker keri lah. Ketika sampai di kosannya, Riri sudah nunggu di depan.

"Wihhhemoticon-Big Grin motor baru nih"

"Punya mbak Eli ini emoticon-Smiliehehe, yuk" jawabku sambil ngasih helm

"Berangkat mang" katanya setelah duduk di jok boncenger

"Kemana non"

"Kampus tercinta mang"

"Siap non, pegangan"

Di luar dugaan, Riri bener-bener meluk , sayang aku lagi gendong tas jadi gak kerasa deh empuk-empuknya. Gak butuh waktu lama kita sudah sampai parkiran kampus dan kita langsung pisah.

Quote:


Lanjut sore hari setelah kuliah, aku mampir ke kosannya Riri sambil nunggu waktu jam pulang kantor, karena aku mau sekalian jemput mbak Eli dengan motor barunya. Oh iya, setelah kejadian aku pingsan, Toni memutuskan pindah kos-kosan. Ya baguslah, kasihan Riri juga kalo harus lihat kemesraan Toni dan Dyah di kosan , dan gak ada yang ganggu juga kalo aku maen ke kosan Riri,eh.

Di depan gerbang PT BANYU MILI NGIDUL, mbak Eli sedang menunggu angkot. Ku nyalakan motor dan berniat mau mendekat, tapi aku kalah cepat, udah ada cowo yang mendekat. Dari gerak geriknya cowo itu berusaha menawarkan boncengan, tapi mbak Eli menolak. Tapi cowo itu berusaha memaksa, mbak Eli terlihat risih, ok saatnya mendekat....... berhenti tepat di belakang motor cowo itu......

"Sori mbak telat macet tadi, nih" ngasih helm. Mbak Eli sempat terkejut melihat aku naik satria ber plat AB, sebelum akhirnya mbak Eli bisa menguasai keadaan

"Lama ih, yuk pulang" ..." Mas , duluan ya, jemputan ku udah datang,makasih udah nawarin boncengan tadi"

"Iya" jawab cowo itu sambil tersenyum yang dipaksakan

"Mari mas"

Di atas motor yang sedang melaju....

"Siapa itu tadi mbak?"

"Anak produksi"

"Wihhh baru lagi, cowo yang pernah main ke kontrakan di kemanain?"

"Dia mah pulangnya sore terus. Eh si ganteng kapan datangnya benk?"

"Tadi siang mbak, untung aku masih di rumah"

Dan tak terasa kita sudah sampai kontrakan. Kuserahkan kunci dan STNK, dan aku langsung berangkat kerja.

"Bawa aja benk motornya"

"Gak ah, mbak kan udah pengen naikin si ganteng hehe"

"Aku anterin aja sekalian aku jalan-jalan"

"Gak gak mbak ,aku berangkat sendiri aja, dadaaaa"
Dan akupun langsung kabur, karena sudah ada jemputan pribadi yang menunggu di ujung jalan.

Lanjut ke akhir pekan beberapa hari setelah itu, aku dan Mbak Eli jalan-jalan ke Cipanas. Jalan raya Jakarta Bogor terlihat ramai, butuh 2 jam untuk sampai ke puncak. Aku memang sengaja gak ngebut, jalan santai aja sambil menikmati perjalanan.

Begitu sampai di puncak,mbak Eli mengeluarkan camdig nya. Mengambil foto pemandangan dari puncak bukit, hamparan kebun teh, apa saja yang menurut mbak Eli bagus tak lepas dari jepretan kameranya. Tak lupa dan yang paling penting,selfie. Gak tau deh dulu namanya apa. Ada juga saat kita foto berdua. Menjelang sore kita pun turun. Jam 10 malam akhirnya sampai kontrakan, tadi di jalan sempat mampir warung pecel buat sekedar isi perut dan istirahat.

Sebelum tidur,mbak Eli duduk di atas kasur melihat-lihat hasil fotonya di laptop "bagus ya benk" katanya sambil terus menggeser tampilan foto di layar laptopnya. Mbak Eli berhenti menggeser tampilan foto saat di layar menunjukkan foto kita , ya kita ,foto aku sedang memeluk mbak Eli dari belakang, aku menempelkan dagu ku di pundaknya.

"Kok berhenti mbak?, Ada yang aneh?"

"Nggak, seneng aja liatnya"

Aku langsung memeluknya seperti foto yang aku lihat di layar laptop.

"Jadi mbak seneng kalo seperti ini?"

Mbak Eli kemudian memegang erat tanganku yang melingkar di perutnya.

"He em"

"Kalau begitu aku akan terus seperti ini biar mbak selalu seneng"

Cuppp, tiba- tiba mbak Eli mencium pipiku

"Makasih benk"

Cuuppp ,aku membalas ciuman di pipinya

"Sama-sama mbak"

"Benk.....?"

"Ehm...."

Lalu mbak Eli sedikit memutar tubuhnya sehingga kita saling berhadapan, pandangan kita bertemu.....

"Benk.....aku......!!!"

Cuppp, aku kaget karena mbak Eli mencium bibirku. Untuk sesaat aku hanya diam, karena belum bisa menerima apa yang baru saja terjadi. Mbak Eli masih terus menciumku hingga aku juga larut dalam suasana,aku membalas ciuman mbak Eli. Untuk sesaat nafsu menguasai kami, tangan kami sudah bergerak bebas mencari pegangan. Satu persatu pakaian mulai terlepas, hingga di satu titik aku sadar, ini harusnya gak boleh terjadi.......aku melepas pelukan nya,lalu menutupi tubuh mbak Eli dengan selimut

"Maaf mbak....... aku.......aku gak bisa" tanpa kusadari air mata ku bisa mengalir.

"Iya benk, aku yang salah. Maafin aku ya...." Kata mbak Eli sambil mengusap air mataku, padahal dia sendiri juga nangis. Momen yang nggak banget...

Kemudian mbak Eli memakai pakaiannya lagi,aku juga.

"Ya udah mbak ,ayo tidur...." Kataku sambil membereskan laptopnya. Lalu kami masuk ke dalam selimut.

"Tapi kalo tidur sambil memelukmu masih boleh kan benkemoticon-Big Grin"

"Lah biasanya juga pelukan mbak kalo tidur emoticon-Smiliehehe"

"Hi hi hiemoticon-Embarrassment"

Lalu kami tidur berpelukan sampai pagi..........

***

Quote:


Tinggal beberapa hari lagi Novi dan angkatannya termasuk Dewi akan menjalani uan. Aku hanya berharap mereka lulus dengan nilai baik.

Aku lupa malam itu malam apa, saat aku pulang kerja motor nya belum di masukin, ah mbak Eli paling ketiduran nyampe lupa masukin motor, batinku. Dan ada motor satu lagi,aku gak tau punya siapa. Tanpa ketok pintu,aku langsung masuk ke kontrakan. Saat membuka pintu aku terkejut dengan apa yang aku lihat, mereka juga sama terkejutnya. Mbak Eli dan Frans sedang ciuman bibir , aku merasa ada yang sakit di dadaku. Apa aku cemburu? Ah..........

"Eh , maaf..."  Aku kembali menutup pintu dan duduk di teras. Menyalakan rokok dan fyuhhhh. Semoga ini bukan cemburu, dia kakakku. Dia berhak punya kekasih, dan wajar sepasang kekasih saling berciuman. Sekitar 15 menit mereka keluar, Frans langsung pamit. Setelah Frans pulang, mbak Eli ikut duduk di teras....

Quote:


Ada rasa kecewa saat tau mbak Eli jadian sama Frans, tapi aku berusaha mengacuhkannya. Biarkan mbak Eli bahagia dengan pilihannya. Tapi jangan salahkan aku ya mbak jika aku menghajarnya bila suatu saat nanti Frans membuatmu menangis.

Besok lusa Novi akan ujian, dan untuk pertama kalinya Novi mencoba menahan ku agar aku gak pulang. Padahal biasanya kalo aku mau pulang Novi pasti seneng banget. Ya aku maklum, mungkin saja Novi gak mau terganggu konsentrasinya saat ujian. Karena aku gak jadi pulang,aku bisa menyanggupi permintaan Tante Siska yang mengajak ku ke Anyer.

Tante Siska disampingku saat aku nyetir sedan keluaran hon*a miliknya, di atas mulusnya jalan tol Jakarta-Merak mobil berjalan santai hanya 120km/jam di jalur kanan.....

"Besok siang Nova nyusul sama anaknya,gak papa kan?"

"Aku sih gak masalah mbak, kenapa emang nya?" Jawabku yang masih tetap fokus ke jalan.

"Takutnya kamu trauma main bertiga emoticon-Big Grinhahaha"

"Gak ada trauma mbakemoticon-Nohope, cuma aku gak mau sama wanita bersuami"

"Punya suami tapi gak pernah dapat dari suaminya ya sama saja, cuma status doang"

"Itu sih bukan urusanku. Apa mbak rela aku di bagi-bagi?"

"Kalo di bagi sama Nova ,aku rela kokemoticon-Smilie"

"Terserah mbak lah, tapi awas gak boleh nyesel kalo mbak cuma kebagian sisanya"

"Aku tetap prioritas dong" jawabnya sedikit kesal

"Hahaaa tadi mbak sendiri yang bilang katanya rela dibagi-bagi"

"Tapi yang adil dong..."

"Tenang mbak, aku mau ke Anyer itu karena kamu mbak. Mbak Nova cuma selingan"

"Aku sayang kamu" Tante Siska mulai mendekat

"Ah.... Jangan mbak,aku lagi nyetir nih"

"Gak peduli........." Adegan Han dan Gisele pun terjadi di tol Jakarta-Merak.

Malam minggu menikmati ikan bakar di pantai depan hotel kami menginap. Rasanya sih biasa saja, tapi karena suasana dan di depanku ada Tante Siska rasanya jadi luar biasaemoticon-Genit.

Dek, kamu lagi apa disana?

Aku merangkul pinggangnya saat kami berjalan di tepi pantai, hembusan angin malam yang dingin menusuk kulit. Di bawah pohon kelapa Tante Siska menggelar sarung pantai nya, duduk berdua menikmati gemerlapnya sinar bulan yang terpantul riak gelombang air laut.

Coba sama kamu dek,pasti akan jauh lebih indah.

Lewat tengah malam,kita sudah kembali ke kamar hotel. Kamar yang langsung menghadap ke laut. Laut terlihat jelas dari jendela kamar karena tirai sengaja di biarkan terbuka. Diantara temaramnya lampu kamar, sesuatu yang tertahan meminta untuk di bebaskan.......lagi......dan.......lagi.... hingga tak ada lagi tenaga tersisa... keringat mulai mengering......dan dua orang itu hilang dalam pelukan mimpi.......... Anyer, April 200X
GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di