CARI
KATEGORI
KATEGORI
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5af3358b96bde6a91b8b456e/cinta-agama-ampmama
Thread sudah digembok

PATANG PULUH WOLU

Diruang tengah aku memainkan remote tv, seolah-olah sedang mencari saluran yang bagus. Mbah Pawiro sedang makan di dapur, untungnya tadi Mbah Pawiro masuk lewat pintu belakang dan langsung makan di dapur sehingga aku masih sempat pake baju dan pura-pura lagi nonton tv. Huhhhh selamat......

Quote:


Tak lama Novi pun keluar dengan setelan sederhana, jeans pendek tanktop dan sweater. Memang dasarnya udah cantik mau pake apapun juga cantik, apalagi gak pake apa-apaemoticon-Genit, eh .....

Hari udah mulai sore, dan kami hanya main yang dekat saja, Parangtritis. Duduk berdua di atas pasir menanti matahari terbenam, seperti dejavu saja rasanya. Kami bercanda dan ngobrol ringan melepas kangen setelah sebulan gak ketemu. Tapi sepertinya ketenangan kami sedikit terganggu, ada 4 pemuda datang mendekat ke arah kami, mungkin mau malak. Novi udah risih pengen ngajak pindah, tapi ntar dulu aku udah ngerasa nyaman disini, kalo emang mau malak ya udah kasih aja. Kasih tinju maksudnya, walaupun aku pasti kalah,1vs4 jeemoticon-Big Grin. Begitu udah dekat aku kenal salah satu dari mereka, sebut saja Wiji temen main voli dulu,tapi aku masih pura2 gak lihat......

Quote:


Mereka pun pergi setelah minta maaf, mungkin mau cari mangsa lain. Novi yang tadinya takut , sudah bisa ketawa lagi. Matahari mulai terbenam, sinar jingga terpantul di air dan pasir yang basah, Novi mengeratkan pelukannya di pinggangku, dan bahagia ku hari ini terasa sempurna......

Setelah matahari benar-benar terbenam, kami memutuskan untuk pulang, tak lupa aku mampir ke mushola. Saat menuju parkiran aku melihat Wiji dan teman2nya lagi udud di warung...

Quote:


Saat mobil kami akan keluar parkiran ,Wiji seperti memberi kode ke tukang parkir sehingga aku tak perlu membayar parkir. Dari Parangtritis kami mampir di tukang bakso langganan di deket gereja. Murah dan kata Novi ini bakso terenak di bant*l,tapi menurutku semua bakso sih rasanya sama aja .

Jam 8 malam kami sudah di rumahnya Novi,dan mbok Ponco sudah siap-siap mau pulang. Dan kata mbok Ponco, Mbah Pawiro ada acara di Wonosari dan gak pulang. Dan itu artinya? Malam ini bebas mau ngapain aja... emoticon-Genit

Quote:


Kali ini cium bibirnya lagi,kali ini lebih lama. Pakaian yang menempel di tubuh kami satu persatu mulai terlepas, posisi kami masih di ruang tengah. Dan adegan nikmat pun tersaji di atas sofa.

"Mas nginep sini ya" rengeknya manja setelah kami sama-sama lelah, aku bersandar di sofa dan Novi duduk di atasku.

Hp Novi yang ada di atas meja bergetar dan terdengar nada dering dari Tito.

"Ika nelfon mas" kata Novi setelah mengambil hpnya,dan Novi masih telanjangemoticon-Genit
"Ya udah angkat aja dek"

emoticon-phone"Iya dek apa?"

emoticon-phone"............."

emoticon-phone"Kayaknya mbak masih ada dek"

emoticon-phone"............"

emoticon-phone"Kesini aja"

emoticon-phone"........."

emoticon-phone"Ok"

Quote:


Setelah 10 menit, Ika nyampe ke sini. Aku sempat bersih-bersih dan cuci muka. Dan Novi masih di kamarnya mencari buku yang akan di pinjam Ika.

Quote:


Cuuppppppp. Novi mencium ku kemudian melepaskan ciumannya dan berbisik pelan di telinga ku .....

"Adek juga gak tau waktu saat bersama mas"

Dan malam itu entah berapa kali adik ku muntah di dalam goa. Kami benar-benar menikmati momen bersama, karena memang waktuku tidak banyak.

Keesokan harinya aku di ajak bapak ke tempat pak Warto. Sempat nganter Novi sekolah dulu,dan nanti sore juga mau jemput.
Rumahnya masuk kampung, dan sedikit menanjak, lumayan jauh dari jalan utama . Kalo mau ke pantai goa C**ara lewat sapu***in, kan di timur jalan ada perbukitan tuh,nah daerah situ rumahnya. Saat sampai sana,pak Warto lagi gak di rumah,lagi bantu2 di tetangganya. Di rumah cuma ada Indri, adiknya dan istri pak Warto. Istri pak Warto menyuruh adik Indri menyusul suaminya. Setelah pak Warto pulang, bapak dan pak Warto tenggelam dalam obrolan mereka, kadang serius kadang tertawa,yah seperti sahabat yang lama tak berjumpa,aku di cuekin. Tapi kemudian pak Warto memanggil Indri, dan singkatnya aku dan Indri duduk berdua di teras, sedang mereka ada di ruang tamu, entah apa yang mereka omongin.

Suasana terlihat kaku dan awkward banget lah, karena dulu walaupun sekelas aku gak pernah ngobrol sama Indri. Sekilas tentang Indri, tubuhnya makin jadi ada daripada terakhir aku lihat pas SMP, dadanya makin gede, dan belakang nya makin nungging, deskripsi macam apa ini . Yang jelas, dengan fisik Indri sekarang , cowo pasti akan ngiler melihatnyaemoticon-Genit.

Quote:


Obrolan terus berlanjut tapi banyak diemnya, bosen sebenarnya pengen lepas dari situasi ini. Setelah beberapa akhirnya bapak ngajak pulang, akhirnya. Masih ada 1 jam sebelum Novi minta jemput.

Spoiler for :


Aku dapat cuti cuma 2 hari, jadi Selasa aku sudah harus balik ke Jakarta. Selama libur,aku sama Novi lebih banyak menghabiskan waktu di dalam kamar. Tiap ku ajak jalan sedikit jauh gak pernah mau, paling jauh cuma lesehan di alun-alun. Sempet juga ketemu Dewi,tapi gak banyak yang kita bicarakan.

Waktu terus berjalan,dan aku juga harus kembali ke Jakarta. Novi mengantarkanku nyampe terminal Jombor. Di dalam mobil setelah sampai di terminal Jombor.

Quote:

Aku mencium keningnya lalu keluar dari mobil, Novi tersenyum manis dari dalam mobil dan perlahan mobil mulai berjalan menjauh.

Aku sudah duduk di dalam bis,deretan kursi tengah. Jakarta tunggu aku,.........
Diubah oleh montormebur
GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di