CARI
KATEGORI
KATEGORI
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5af3358b96bde6a91b8b456e/cinta-agama-ampmama
Thread sudah digembok

PATANG PULUH LIMO

Di ruang tamu yg di gelari kasur busa yang mulai menipis itu aku tiduran sambil memikirkan tawaran Tante Siska. Kalo inget bodynya yang kayak sandal swalow itu sebenarnya gak ada alasan buat menolakemoticon-Genit. Tapi....... Cintaku cuma Novi(aseeekkkkkk),dan aku gak mau melakukan itu sama orang lain. Sama Dewi anggap aja gak sengajaemoticon-Big Grin. Ah lupakan Tante Siskaemoticon-Mad, tujuan utama ke Jakarta kan cari duit, fokus benk fokus......

Paginya selesai sholat subuh aku sudah siap mau lari pagi keliling komplek sambil menikmati udara pagi Jakarta yang masih bersih. Mbak Eli yang tumben-tumbenan udah bangun katanya pengen ikut lari, sekalian mampir tukang sayur katanya. Aku sih ok aja, lumayan kan jadi gak sendiri. Sambil lari aku coba membicarakan tawaran pekerjaan dari Tante Siska semalam....

Quote:

Obrolan terhenti saat bertemu tukang sayur keliling. Mbak Eli membeli beberapa macam sayuran. Setelah membayar semua yang di beli kita lanjut perjalanan pulang tapi jalan kaki dan aku yang membawa semua belanjaan. Sampai rumah kita masak bareng, dan mbak Eli pengen sayur asem. Jujur aja aku makan aja belum pernah lha ini kok malah suruh masak sayur asem. Berbekal nekat dan arahan dari mbak Eli akhirnya di eksekusi juga bahan-bahan sayur asem, tau deh jadinya gimana.

Selagi aku melanjutkan memasak,mbak Eli pergi mandi. Ku cicipi tuh sayur asem, rasanya kok aneh hehe. Selesai mandi mbak Eli bantuin nyiapin makan. Setelah semua beres kita pun sarapan bareng.

Quote:


Nikmati gimana orang rasanya aneh begitu, nyampe sekarang pun aku gak suka sayur asem. Selesai sarapan gantian aku yang mandi. Selesai mandi aku lihat mbak Eli lagi bermain dengan alat kosmetik nya di depan tv. Tumben biasanya kan selalu di kamar.

Kunikmati kopi dan rokok di teras depan setelah mbak Eli berangkat kerja. Ku sapa ibu-ibu tetangga yang lagi jemur pakaian. Tetangga mbak Eli bisa dibilang ibu muda semua, baru brojol anak 1, jadi bodynya tambah berisiemoticon-Genit. Termasuk ibu yg lagi jemur itu.

Quote:


Ibu itu pamit masuk karena jemurnya selesai. Kembali ku hisap rokok ku sambil membayangkan ibu tadiemoticon-Genit. Sayang banget body montok gitu di tinggal kerja malem. Kalo malem-malem butuh pelukan kehangatan gimana tuh heheemoticon-Big Grin.

" heh nglamun aja,kesambet nanti"

Tiba-tiba Tante Siska udah ada di belakangku, lalu ikut duduk. Masih pake baju tidur tapi sepertinya habis mandi karena rambutnya masih basah dan tercium aroma sabun yang wangi.

Quote:

Obrolan terus berlanjut dari yang hanya bercanda nyampe sedikit serius. Dan baru aku tahu ternyata juga udah punya anak,tapi anaknya sudah meninggal karena sakit bawaan lahir Mereka cerai karena suaminya Tante Siska lebih memilih menikah lagi dengan selingkuhannya. Sebenarnya dari pihak Tante Siska juga salah, karena Tante Siska juga ada main dengan bos-nya. Ketika teh dan kopi kami sudah habis, Tante Siska pamit. Tapi sebelum pamit Tante Siska minta berkas lamaran kalo ada, untuk formalitas aja katanya.

Di depan tv aku nyiapin berkas lamaran yang di minta Tante Siska. Sebenarnya sih Tante Siska minta berkasnya nanti sore sekalian berangkat ke cafe. Tapi aku ingin langsung kasih sekarang biar gak perlu bolak-balik kalo misal ada yang kurang. Setelah semua berkas sudah beres aku langsung ke tempat Tante Siska.

Saat di depan pintu aku lihat pintunya gak tertutup rapat. Aku ketok pintunya pelan...

Quote:


Aku langsung masuk dan pintunya aku posisikan seperti semula. Bentuk ruangan di dalam rumah Tante Siska sama dengan rumah mbak Eli. Di ruang tamu ada sofa setengah lingkaran yang langsung berhadapan dengan tv layar lebar. Kamar Tante Siska terbuka setengah, dan aku lihat Tante Siska cuma pake handuk dan sedang sibuk di depan meja riasnya.

Quote:


Settt

  Tiba-tiba handuk itu terjatuh, jatuh yang di sengaja oleh Tante Siska. Kulihat tubuh sempurna Tante Siska yang sekarang hanya tertutup segitiga. Gila,ini gilaa. Tangan Tante Siska meraih tanganku dan mengarahkannya ke gunung miliknya.

" mbak......."

Kata-kataku terputus ketika tangan tangan Tante Siska memegang 'milikku' yang masih tertutup celana. Aku sudah gak bisa apa-apa, aku hanya bisa mengikuti alur yang dimainkan Tante Siska. Aku tak kuasa menolak pesonanya. Tante Siska seperti seorang guru dan aku hanya murid yang patuh terhadap gurunya. Sesuatu yang sebelumnya cuma imajinasi liar seorang anak muda,tapi sekarang aku sudah tak perlu berimajinasi lagi karena aku sudah melakukannya. Ada rasa sesal dan marah, tapi aku juga gak bisa bohong kalo aku juga sangat menikmatinya. Ada rasa aneh yang belum pernah kurasakan saat aku melakukannya sama Novi atau sama Dewi, aku sendiri bingung kenapa bisa seperti itu, 'milik' Tante Siska seperti bisa menarik dan menyempit sendiri.

Aku jadi berpikir, selingkuhan suami Tante Siska seperti apa ya , Tante Siska yang menurutku sudah sempurna luar 'dalam' aja bisa di tinggal.

Tante Siska memelukku dari samping di atas kasur king size miliknya ketika kita sudah sampai di puncak surga. Nafasnya masih belum teratur, rambutnya yang tadinya sudah tersisir rapi sekarang jadi sedikit berantakan.

Quote:

Belum sempat aku jawab Tante Siska sudah memulai aksinya. Kembali aku cuma bisa pasrah dengan apa di lakukan Tante Siska.

Ronde kedua berakhir ketika jam sudah menunjukkan jam 10 lewat, jadi Tante Siska sudah terlambat kalo masuk kerja. Tante Siska kemudian mengambil hp nya lalu menelpon seseorang. Dari percakapan Tante Siska dengan seseorang di ujung telepon,aku tau kalo Tante Siska ijin gak masuk karena gak enak badan. Tante Siska melirik ku penuh arti saat menutup panggilan nya. Aku tersenyum,gak enak badan apa keenakan.

Karena hari ini Tante Siska libur otomatis hari ini kebersamaan ku dengan Tante Siska masih panjang. Dan kayaknya aku akan bekerja keras hari ini.  emoticon-Genit
profile-picture
dany.agus memberi reputasi
GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di