CARI
KATEGORI
KATEGORI
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5af3358b96bde6a91b8b456e/cinta-agama-ampmama
Thread sudah digembok

PATANG PULUH

Quote:


Kita berdiri dari kursi masing-masing, lalu kurangkul Novi ke kamarnya. Aku sedikit bercanda menawarinya tidur di kamar ku, dan sialnya Novi mau. Kukira dia akan menolak karena ada Dewi.

Setelah pintu kamarku tertutup,aku menyenderkan tubuhnya ke pintu. Ku cium mulutnya lama,lalu turun ke leher, dan Novi juga membalasnya. Kita terus beradu mulut di balik pintu kamarku tapi sekarang kita udah gak ada penutup apapun. Sesuatu yang bisa di bilang baru bagi kita, kita melakukannya sambil berdiri. Walaupun akhirnya kita tuntaskan di atas kasur. Gilaaaaa , aku juga sedikit nyobain ilmu yang aku dapat dari VCD sewaan yang biasa ku tonton di kamarnya Sendi.

Aku sudah menebak, pasti kami akan melakukannya di villa nanti. Dan bener kan kejadian, aku bener- bener kalah sama nafsu. Dalam setiap doaku ,aku selalu minta perlindungan agar tidak melakukan hal nikmat itu lagi sebelum kami menikah. Kadang aku berpikir, sholat ku  itu sebenernya cuma pembatal kewajiban saja. Katanya sholat kan menjauhkan perbuatan keji dan munkar, tapi faktanya alkohol kalo ada yang ngajak ya ayo aja hehe, kelakuanku sama Novi sudah seperti suami istri. 

Seperti kebiasaan Novi, dia suka banget tidur di dadaku dan aku juga suka wangi rambutnya, Mutualisme lah. Pernah aku tanya alasannya suka banget tidur di dadaku, dan jawabannya "pengen liatin 'ini' aja mas, lucu tapi bikin nagih" alasan macam apa itu.

Tengah malam aku kebelet mau ke kamar mandi, kugeser kepala Novi pelan-pelan agar tidak menggangu tidurnya. Aku pakai kembali sempak ku lalu keluar kamar menuju kamar mandi. Setelah selesai aku balik ke kamar, di belokan antara kamar mandi dan kamar ku,aku menabrak seseorang. Eh bukan, mungkin tepat nya kita serempetan.

Quote:


Aku melihat sesuatu yang membuat laki macam aku langsung ON. Dewi masih pake celana super mininya tapi tenktopnya udah gak ada. Indah banget ciptaan-Mu ya Tuhan.

Quote:


Lalu aku mengantarkan Dewi ke dapur, letak dapur agak sedikit ke belakang dari kamar mandi. Dengan kondisi pakaian Dewi yg seperti itu, jujur aja mataku gak mampu menahan pandangannya.

Quote:

Dewi sedikit kaget dengar jawabanku, entah setan dari mana perlahan kepalaku mendekat kearah Dewi

Cuuuuppppp

Dewi kaget dan sedikit ada penolakan , tapi kemudian aku tau Dewi juga menikmatinya, karena tangannya memegang kepala ku untuk mendekat. Otakku yang selama ini cuma memvisualkan bemper belakang dewi di dalam angan seolah meminta tangaku untuk menerjemahkannya. "Lanjut di kamarku aja masemoticon-Malu" Dewi berbicara dengan nafas tersengal. Aku menggendongnya sambil terus menghajar bibirnya.

Selesai,ya aku dan Dewi sudah 'selesai'. Di kamar itu aku merasa paling hina, menghianti pacar ku dengan bermain api dengan sahabatnya.

Quote:


Di kamar ku kulihat Novi masih tertidur. Aku berdiri termenung beberapa saat,aku menghianatinya dengan sahabatnya sendiri, aku merasa jadi orang paling jahat. Aku lalu menyusul di sampingnya. Ku peluk tubuh polos Novi dari belakang berharap kejadian barusan cuma mimpi "maafin mas" batinku sebelum aku juga ikut terlelap.

Paginya hampir semua bangun kesiangan, angka menunjukkan jam 9 kurang saat aku menunggu mereka berdua mandi. Cewe kalo mandi ya gak ada yg cepet, dua batang rokok udah habis tapi belum ada tanda-tanda mau ada yang keluar. Ya udah lanjut sebatang lagi.

Di teras depan kami sarapan mie telor,kali ini aku yang bikin. Ketika mereka lagi asik dandan, dengan seenaknya mereka menyuruhku bikin mie telor.  Ok,semalam mereka udah ku buat lemes(aku lebih lemes tho) maka gak ada salahnya sekarang aku buatkan mereka mie telor.

Ku akui Dewi pinter mengatasi suasana, yang tadinya aku berpikir pasti ada rasa canggung di atas meja makan nanti ternyata tidak. Dewi bercanda santai seolah tidak pernah terjadi apa-apa sehingga Novi tidak curiga sama sekali. Justru sekarang aku yang takut sama diriku sendiri, apa aku bisa bersikap biasa seperti Dewi.

Quote:


Rencananya memang siang ini kami akan langsung pulang. Selesai makan kami semua membereskan barang bawaan kami. Lebih tepatnya mereka. Setelah dianggap semua beres kami kembali duduk santai di teras ditemani teh dingin dan suara burung.

Tepat setelah matahari mulai condong ke barat, kami turun meninggalkan villa itu. villa bersejarah buat aku dan Dewi hehe. Kami terus menyusuri jalan sungaiudang. Novi minta berhenti di sebuah rumah makan Padang. Kami memang belum menyentuh nasi dari tadi pagi,dan nasi Padang kayaknya cocok.

Sejak kejadian di villa itu hubungan ku sama Dewi gak berubah,masih sama. Baguslah karena aku gak ingin ada yang bawa perasaan. Anggap saja sebuah kecelakaan yang di sengaja.

Hari-hari berikutnya aku antar jemput Novi yang lagi ujian semesteran,tiap malam aku menemaninya belajar.  Kadang belajarnya di rumahku sekalian makan malam bareng keluarga ku. Kalo belajar di rumah Novi udah  pasti akan berakhir nikmat, karena Novi selalu memancing nafsuku untuk melakukannya lagi dan lagi. Gak bisa kupungkiri kadang aku juga memulai duluan.

Di hari terakhir ulangan semester nya,Novi kembali mengajak ku ke gereja. Masih ditempat yang sama, kursi no 3 sebelah kanan tepat di depan bunda Maria. Novi melakukan hal  yang sama seperti saat kami datang ke gereja dulu, cuma sekarang doanya di lakukan dalam hati. Aku gak tau apa doanya yang jelas Novi tersenyum di tengah doanya. Aku juga berdoa dalam hati,aku berharap selalu ada di sampingnya sampai tua nanti. Benar aku berdoa di dalam gereja,tapi doaku tertuju untuk Tuhan ku, doa kan bisa di lakukan di mana saja,cuma kebetulan saat ini aku sedang di gereja.

Sepulang dari gereja Novi juga mampir ke rumah ku.  Ibuku dan Novi juga makin akrab, aku bersyukur dan bahagia banget. Aku nyampe heran, perubahan ibu bisa sedrastis ini.

Quote:


Lalu kuajak Novi ke dapur. Seperti biasa,Novi tak membolehkan ku ambil makan sendiri, selalu di ambilin. Hmmm bener-bener calon istri yang baik.

Aku pernah bilang kan,kalo sama Novi itu gak ada bosennya, walaupun ketemu tiap jam tiap hari. Hawanya itu seneng aja,dan waktu akan berlalu begitu cepat jika bersama Novi. Dan aku yakin Novi adalah jodohku. Cantik, tinggi ,kakinya panjang,suaranya kecil cewe banget apalagi saat mendesah(gak ada bintang JAV yg bisa ngalahin).

Suatu siang aku mengemasi semua barang-barangku di kos2an. Aku pamitan sama penghuni kos yang kebetulan lagi ada di kos2an, beberapa orang gak keliatan termasuk mbak Silvi, mungkin masih sibuk di kampusnya. Selamat tinggal mbak Lastri, sebenarnya kita punya cerita indah,tapi aku malu untuk menuliskannya,biar saja menjadi rahasia kita berdua. Selamat tinggal kos2an ....  

Selepas dari kos2an aku ke tempat om **** buat nyelesain kerjaan terakhir ku. Kemarin aku sudah ngomong langsung ke om **** kalo hari ini aku terakhir kerja. Setelah semua selesai, aku pamit sama senior-seniorku. Sebelum pulang aku di panggil om **** di ruangannya. Om **** mengucapkan terimakasih dan ngasih sebuah amplop coklat tebal. Anggap saja pesangon yang aku tau jumlahnya lumayan. Cukuplah buat saku ke Jakarta nanti.




________________________________________________

Jogja, ends
profile-picture
dany.agus memberi reputasi
Diubah oleh montormebur
GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di