embillbelleAvatar border
TS
embillbelle
short stories 2 malam di hotel yg mencekam
Selamat malam agan agan, maaf baru pertama kali bikin thread, apabila kurang berkenan sekali lagi Mohon maaf yg sebesar besarnya yach...

Ini adalah sekelumit cerita dari pengalaman pribadi yg menginap di salah satu hotel dipinggir pantai disalah satu kota di Jawa Tengah, selama dua malam dengan berbagai kejadian yg tidak masuk dinalar....

Berawal dari sebuah email pemberitahuan dr kantor pusat utk mengadakan meeting yang wajib dihadiri oleh perwakilan masing masing kantor cabang yg ada di Jawa Tengah, saya sebagai kepala kantor cabang di kantor salah satu kota di wilayah Jawa Tengah harus wajib menghadiri acara tersebut...

Awal Februari 2015
Bissmillah...dengan tidak mengurangi rasa hormat kepada owner Hotel dan sederek lain disana cerita ini dimulai...

Prepare
Tatap dan senyummu...
Kilasan
Bermandi Peluh
Sebuah Kenyataan (1)
Sebuah kenyataan (2)
Dia datang lagi
Pilihan 1
Pilihan 2
Pilihan 3
Senyum pucatmu 1
Senyum pucatmu 2
Akhir cerita 1
Akhir cerita 2
Akhir cerita (Final)
Pendukung akhir cerita (Final) New


Sekapur sirih
Diubah oleh embillbelle 25-11-2017 04:40
OkkyVanessaM
d0dittt
edam
edam dan 18 lainnya memberi reputasi
17
98K
422
GuestAvatar border
Guest
Tulis komentar menarik atau mention replykgpt untuk ngobrol seru
Tampilkan semua post
embillbelleAvatar border
TS
embillbelle
#113
Senyum pucatmu 1

“Duggg...” suara benturan terdengar sangat keras dan kemudian mahluk itu terpental kebelakang kira kira satu meteran dari depan samsul dengan posisi kedua tangan dan kaki menempel di lantai karena sepertinya mahluk tersebut masih bisa mengendalikan tubuhnya, seringai dan tetapan tajamnya masih menatap samsul dengan menggerak gerakkan kepalanya berlahan, sedangkan samsul masih terlihat pada posisi duduk bersila tetapi sudah merentangkan kedua tangan kedepan dengan posisi telapak tangan mengarah ke sosok mahluk tersebut, dan berlahan kedua tangan samsul kembali diposisikan seperti semula dalam posisi seperti bersemedi,

“ngopo koe ngundang aku,,,,,,hah (kenapa kamu memanggilku,,,,,,hah?)” teriak mahluk itu dengan tatapan yang semakin mengintimidasi.

“aku mung pengen ngerti, kenopo koe ngganggu kancaku ini (aku hanya ingin tau, kenapa kamu mengganggu temenku ini), jawab dan tanya samsul secara bersamaan dengan ucapan yang santai dan tanpa rasa takut sedikitpun.

“Dudu urusanmu, (bukan urusanmu)” kembali jawab mahluk itu dengan menekankan suaranya.

“yo saiki dadi urusanku, wong ini kancaku, lan aku arep musnahke koe nek koe tetep arep nggangu kancaku. (ya sekarang menjadi urusanku, karena ini temanku, dam aku akan memusnahkan kamu jika kamu terus saja mengganggu temenku)” kata samsul dengan tegas.

“ooooooo wani koe karo aku, (ooooohhhh berani kamu sama saya ?)” tantang mahluk itu semakin meninggikan intonasi suaranya.

“ora gentar aku nglawan koe, (tidak takut/tidak gentar melawan kamu) jawab samsul dengan tegas.

“hihihihihihihihi.........” dengan tertawa melengking mahluk itu kembali menerjang samsul, terlihat kuku kuku jari tangan yang sudah tinggal belulang itu sangat tajam dan hitam.

“Allahhu Akbar” samsul berseriak sambil meloncat keatas kemudian 2 buah larik sinar putih terlihat seperti menyambit tubuh mahluk perempuan itu,

“Dhuarrrrrrrrrrr....dhuarrrrrrr“ suara seperti ledakan yang keras terdengar dua kali bersamaan dengan terpental dan terdorongnya mahluk itu ke belakang, dengan cepat samsul kembali mengejar kedepan dan tangan kiri samsul sudah berhasil mencengkram leher mahluk itu,

Dikaranakan ketakutanku yang sudah tidak terkendali lagi aku berniat untuk mundur kebelakang dikarenakan posisi samsul yang berdiri sambil tangan kirinya mencengkeram leher mahluk itu berada didepanku agak ke kiri sehingga posisi mahluk itu berada tepat didepanku, iya persis didepanku kira kira 1 inchi, saat aku memundurkan tubuhku kebelakang kira kira setengah meter tubuhku berhenti karena tubuhku tertahan tubuh temenku yang duduk dibelakangku, saat aku menoleh kebelakang, ternyata ke tiga temenku sudah tergeletak pingsan

“ealahhhhh malah pingsan semua ternyata” aku bersuara dalam hati dengan bergetar karena rasa takutku memang sudah memuncak.

“ Tak mushke saiki koe jin kafir pengganggu !!!, (aku musnahkan sekarang kamu jin kafir pengganggu !!!!)”. teriak samsul dengan tangan kanan samsul sudah terbuka dan terlihat muncul seperti sinar putih kemerahan, sesaat samsul akan memukul mahluk tersebut, terdengar teriakan minta ampun dari mahluk tersebut. Iya teriakan minta ampun dengan isakan tangis yang menyayat,
“Ngapuro akuuuu, ngapurooo akuuuuuu, hik,,,,,hik,,,,,,,hik, (maafin akuuuuu, maafinnn akuuuuuuuu, hik,,,,,,hik,,,,hik)” .



Diubah oleh embillbelle 21-11-2017 06:43
axxis2sixx
sulkhan1981
MFriza85
MFriza85 dan 3 lainnya memberi reputasi
4