CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Story / ... / Stories from the Heart /
REAL HOROR STORY "Rel Kereta Api Angker"
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/57e688699e740489288b456e/real-horor-story-quotrel-kereta-api-angkerquot

REAL HOROR STORY "Rel Kereta Api Angker"

WELCOME TO MY THREAD
REAL HOROR STORY

REL KERETA API ANGKER

Quote:

Quote:

Quote:

AGAN MINTA UPDATE!!! ANE CUMA MINTA emoticon-Blue Guy Cendol (L)DAN emoticon-Rate 5 Star BIAR ANE SEMANGAT GANSIS

BAGI YANG SUDAH TAHU TKP PLEASE UNTUK DIAMTAATILAH RULES SFTH!!! NO KEPO!!! AGAN KEPO ANE KENTANG


Quote:

Quote:


Quote:

Quote:


DISINI TIDAK ADA BUMBU PENYEDAP, GARAM, FORMALIN DAN SEBAGAINYAKARENA INI ADALAH SEBUAH THREAD KISAH NYATA... BUKAN MASAKAN!!!NO ALAY LANGUAGE!!!


PROLOG

Quote:


profile-picture
profile-picture
profile-picture
Shawty.vhee dan 66 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh tyazscream
67
Thread sudah digembok
PART. 28.6 TEROR WANITA KORBAN PERKOSAAN DENGAN WAJAH DISILET! BANG JENGGOT PENJUAL NASI GORENG..

Quote:

Quote:


Edi hanya diam dan segera menggandeng ibunya untuk segera masuk kedalam rumah.

Akhirnya ibunya dian tersebut, membicarakan apa yang terjadi olehnya, dia merasakan hal yang sama seperti edi anaknya, bedanya ibunya hanya mendengar suara dari anaknya tersebut gan, apakah malam itu hanya ibunya dian yang dihantui oleh suara anaknya? TIDAK GAN!!! ADA LAGI...

Masih dimalam yang sama gan, seperti yang ane tulis dipart sebelumnya, malam itu tidak hanya ibunya dian saja yang dihantui oleh sosok anaknya, akan tetapi ada lagi gan..

Note: Cerita ini benar-benar terjadi, bahkan ane sendiri sempat mendengarnya!!! Bahkan ketika ane SMP sering kali mengerjai dirinya dengan memanggil – manggil dirinya tapi ane ngumpet, dan dia clingak-clinguk seperti ketakutan.

Malam itu, karena kehidupan dikampung gan, pastilah menjadi hal yang biasa kalau ada pedagang keliling menggunakan gerobak gan!! namanya bang jenggot, kenapa dia dinamakan bang jenggot, karena memang wajahnya brewokan dan mempunyai jenggot yang panjang, (Bukan jenggot minuman energi itu)

Bang jenggot ini salah satu penjual nasi goreng keliling gan, dia bukan penduduk asli sini, melainkan tiga kota ke barat dari kota ane (gak usah kepo nebak-nebak kotanya gan!!!), dan dia berjualan nasi goreng dikota ane itu dengan mengontrak dengan beberapa temannya yang sesama penjual nasi goreng keliling, akan tetapi kontrakannya tersebut jauh dari desanya dian, sekitar 10 KM an dari desa.

Karena dia itu sudah hampir dua minggu gan tidak berjualan karena sakit, maka dia tidak tahu tentang apa yang dialami oleh didesa tersebut (tentang teror dian), bang jenggot ini juga ketika berkeliling didesa tersebut biasanya antara jam 9 sampai jam 10 malam, jadi ketika dia berkeliling menjual nasi gorengnya rame maka akan sampai didesa tempat dian tersebut agak malam gan.

Note: Kejadian ini kurang lebih satu jam an sebelum ibunya dian itu terbangun dan duduk dibelakang dapurnya gan.

Quote:


Jalan yang digunakan untuk berkeliling nasi goreng dikampung itu sebenarnya sangat sepi sekali gan, bahkan bang jenggot itu seringkali menyalakan lampu patormaxnya yang letakkan didepan sebagai penerangan ketika dia berkeliling, karena hampir rata-rata karena jauhnya antara rumah satu dengan yang lainnya yang menyebabkan penerangan jalan tidak begitu maksimal.

Dia mulai berkeliling didesa tersebut dan dia juga biasa mangkal sekedar ngopi diwarung, FYI. Dikampung tersebut itu ada penjual warung gan, yang biasanya berjualan mie rebus, kopi, dll sampai larut malam, diwarung tersebut biasanya banyak para pemuda yang nongkrong begadang, warungnya selisih satu gang dengan pos ronda yang digunakan pak din, dkk, dan biasanya bang jenggot seringkali mangkal disitu.

Quote:


Dia pun beristirahat diwarung yang tutup tersebut gan, dia belum tahu kalau warung tersebut tutup karena efek ketakutan yang dialami oleh penjualnya gan, bukan dari sosok dian yang menghantui sebenarnya, tapi takut ditanyai yang macam-macam pihak berwenang, karena tempat disitu sering digunakan tempat nongkrong oleh pemuda desa, takutnya diwarung tersebut ada pemuda yang memperkosa dan membunuh dian.

Akhirnya bang jenggot pun segera berkeliling lagi gan, dia berkeliling ditempat dimana rumah dian tinggal, dan rumah dian itu memang dekat dengan jalan yang biasa dilewati warga, akan tetapi didepan rumahnya itu ada kebon kosong yang ditanami pohon-pohon.

Quote:


Karena mereka berdua saling diam tanpa mengeluarkan berucap apapun, maka bang jenggot bertanya kepada sosok dian tersebut gan,

Quote:


Sebenarnya dalam hati bang jenggot sudah merasakan kejadian ganjil yang dialami dari sosok dian tersebut gan, karena biasanya dian sering mengajak dirinya berbicara, untuk ini sosok tersebut hanya diam, dan berdiri membelakangi didepan bang jenggot yang masih memasak nasi goreng dengan dibatasi gerobak miliknya, dan juga ketika dirinya keliling tengah malam, jarang sekali dian membeli nasi goreng miliknya, dian ketika masih hidup selalu membeli nasi goreng jualannya ketika dirinya keliling belum terlalu malam.

Quote:


Setelah beberapa menit kemudian,

Karena nasi goreng yang dipesan oleh bang jenggot tersebut udah dihidangkan didalam piring, sosok dian justru menuju kearah rumahnya gan, bang jenggot melihat sendiri gan kalau sosok dian itu menuju kearah rumahnya, akan tetapi dia tidak memperdulikannya karena dia juga sudah tahu kemana dian itu pergi, dan dia mengira mungkin saja sosok dian itu mengambil uang untuk membayar nasi goreng

Saat itu jadilah nasi goreng pesanan milik sosok yang menyerupai dian tersebut gan, karena sosoknya tidak terlihat setelah beberapa menit, bang jenggot pun langsung nyamperin kerumah dian tersebut.

Quote:


Kemudian bang jenggot menungguinya gan, karena sosoknya tersebut belum membayar apalagi piringnya masih ditempatkan didepan teras rumah dian tersebut, seperti biasa gan, untuk menghilangkan rasa penat menunggu seperti pedagang keliling lainnya bang jenggot sempatkan untuk menghitung uangnya sambil menunggu sosok hantu yang menyerupai dian tersebut selesai makan. (Masih disini bang jenggot belum tahu bahwa yang membeli nasi gorengnya tersebut adalah sosok hantu yang menyerupai dian gan!!!).

Seperti yang ane katakan sebelumnya, jalan kampungnya dian itu masih tanah gan, sedangkan didepan rumahnya masih ada kebon yang ditumbuhi pohon-pohon, jadi ketika melihat dari jalan, kita tidak bisa mencermati dengan jelas apa yang kita lihat dari depan rumahnya.

Setelah setengah jam kemudian

Karena sudah berlangganan Bang jenggotpun mulai pergi untuk melanjutkan kelilingnya lagi,

Quote:


HINGGA SAMPAILAH BANG JENGGOT DIPOS RONDA/POS KAMPILNG GAN!!!

Seperti yang ane katakan sebelumnya juga gan, karena dengan kejadian kemarin itu yang biasanya ada 6 orang yang wajib ronda disitu hanya ada tiga warga yang kebetulan ngeronda dipos tersebut gan, pak amar, pak junaid, dan huda. (huda itu adiknya dari pakdin yang terakhir).

Kemudian mangkalah bang jenggot dipos ronda gan,

Quote:


Mereka bertiga dipos itu kelompok yang menurut warga paling takut gan, karena dulu ada kejadian dimana ada maling TV saja mereka takut mengejarnya gara-gara lari ketengah kebon. Ditambah lagi karena rumah mereka bertiga juga dekat sekali dengan pos ronda, bagi mereka yang penting rumah mereka aman.

Waktu itu sekitar jam 1 malam gan, karena tugas mereka melakukan keliling pertama, akan tetapi mereka urungkan karena mereka takut dengan kejadian seperti kemarin yang terjadi pada pak din, dkk. Lagi pula mereka dipos ronda hanya tiga orang saja yang berjaga, tidak mungkin untuk melakukan keliling, karena salah satu dari mereka pasti akan sendirian dipos ronda.

Setelah beberapa menit kemudian selesailah nasi goreng pesanan milik pak amar, pak amar kemudian memakan nasi goreng miliknya, sedangkan huda dan pak junaid mengobrol tentang masalah motor, FYI. Bang jenggot selain menjual nasi goreng, dirinya juga menjadi makelar motor gan.

Quote:


Setelah mendengar berita dari bang jenggot tentang kabar bahwa dirinya menjual nasi goreng kepada dian, pak amar langsung pamit gan dengan alasan mengambil uang untuk membayar nasi goreng miliknya,

Quote:


FYI gansis, jalan yang untuk arah masuk jalan raya yang paling dekat dengan bang jenggot pulang adalah jalan yang dia lewati sebelumnya gan, yaitu dimana dia berjalan keliling menjual dagangannya kepada sosok dian sebelumnya, kalaupun dia harus melewati selain jalan tersebut membutuhkan waktu yang lama sekaligus harus melewati beberapa desa, kalaupun ada yang jalan pintas untuk menuju kejalan raya yang lebih dekat ada!!! akan tetapi mustahil gan, karena harus menerobos terowongan rel kereta api yang lebih pendek. Jadi mau tak mau bang jenggot harus melewati jalan sebelumnya.

Ditengah kegelisahan dan ketakutan, bang jenggot memutuskan untuk duduk dipos ronda gan, dia berharap jika pak amar akan datang menemui dirinya,

Quote:


Setelah hampir setengah jam, pak amar yang dia tunggu tidak datang akhirnya dia memutuskan untuk pulang gan,

Quote:


Mendengar suara tersebut bang jenggot langsung kaget gan, karena setelah menengok kebelakang ada wajah wanita yang seram tepat dibelakangnya gan!!! wajah yang penuh dengan siletan dimukanya, dan masih mengalir darah disekitar wajahnya, matanya memandang bang jenggot dengan tajam gan, bekas-bekas siletan itu hampir sampai ke bibir pas seperti ketika dian ditemukan tewas.

Dian ditemukan tewas dengan wajah disilet itu sebenarnya untuk menghilangkan jejak bahwa korban tersebut adalah dian, akan tetapi warga sudah tahu gan, apalagi widi yang melihat sendiri bahwa pakaian yang dipakai korban itu sama persis yang dipakai dian ketika terakhir menemui dirinya.

Quote:


FYI. Jika gansis yang dekat dengan rumah ane dan mendengar cerita ada tukang nasi goreng yang lari meninggalkan gerobaknya dikampung deket rel kereta api, berarti gansis udah ane ceritakan lagi disini!

Besoknya gan, para warga mendapati gerobak bang jenggot yang masih terparkir kurang lebih sejauh 50 meter dari rumah dian gan. warga tadinya tidak terlalu menghiraukan dengan gerobak bang jenggot akan tetapi setelah mendengar perkataan dari huda bahwa bang jenggot menjualkan dagangannya kepada dian akhirnya para warga mulai percaya bahwa bang jenggot mengalami nasib yang sama seperti yang dialami oleh pak din.

Quote:


Seperti biasa gan, karena setiap pagi dikampung tersebut ada yang menjual sarapan, ada beberapa warga yang mempertanyakan gerobak bang jenggot tersebut gan, malahan ada yang mengira bang jenggot yang membunuh dian, walaupun itu bukan dirinya, karena dirinya jelas-jelas memang sakit, dan tidak tahu jika dian itu sudah meninggal.

Quote:


Sekitar jam 9 pagi teman sesama penjual nasi goreng menemui kekampung tersebut gan untuk mengambil gerobak bang jenggot tersebut, karena malam itu bang jenggot langsung demam setelah lari melihat penampakan wajah yang disilet-silet gan, darah yang mengalir diwajahnya, mata yang putih polos, bukan seperti penampakan layaknya kuntilanak atau yang lainnya gan, rambutnya pendek yang diyakini bahwa sosok tersebut penampakan dari dian yang tewas tersebut.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
khalidzzz dan 4 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh tyazscream
GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di