CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Story / ... / Stories from the Heart /
REAL HOROR STORY "Rel Kereta Api Angker"
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/57e688699e740489288b456e/real-horor-story-quotrel-kereta-api-angkerquot

REAL HOROR STORY "Rel Kereta Api Angker"

WELCOME TO MY THREAD
REAL HOROR STORY

REL KERETA API ANGKER

Quote:

Quote:

Quote:

AGAN MINTA UPDATE!!! ANE CUMA MINTA emoticon-Blue Guy Cendol (L)DAN emoticon-Rate 5 Star BIAR ANE SEMANGAT GANSIS

BAGI YANG SUDAH TAHU TKP PLEASE UNTUK DIAMTAATILAH RULES SFTH!!! NO KEPO!!! AGAN KEPO ANE KENTANG


Quote:

Quote:


Quote:

Quote:


DISINI TIDAK ADA BUMBU PENYEDAP, GARAM, FORMALIN DAN SEBAGAINYAKARENA INI ADALAH SEBUAH THREAD KISAH NYATA... BUKAN MASAKAN!!!NO ALAY LANGUAGE!!!


PROLOG

Quote:


profile-picture
profile-picture
profile-picture
Shawty.vhee dan 66 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh tyazscream
67
Thread sudah digembok
PART 28. 5 TEROR WANITA KORBAN PERKOSAAN DENGAN WAJAH DISILET

Quote:


Akhirnya merekapun segera pulang ke pos ronda untuk beristirahat, karena pak war dan pak ramlan habis melakukan keliling pastinya mereka memilih tidur karena capek dengan kelilingnya, berbeda dengan pak din yang masih diselimuti hawa penasaran, pak din pun belum tidur, dia masih duduk ditempat yang sama.

Quote:


Pak din kembali duduk dengan menghadap ketiga temannya waktu itu, dia sedkit lebih santai dengan menyandarkan punggungnya dipapan yang tingginya tidak ada satu meter tersebut, pak din melihat ketiga temannya yang sedang tertidur pulas, bahkan ada suara mendengkur dari pak warjono yang baru saja tertidur.

SETELAH BEBERAPA JAM KEMUDIAN SOSOK PENAMPAKAN DIAN MUNCUL KEMBALI GAN!!!

Kali ini karena pak din duduk mengahadap kearah barat, tentunya dia tidak melihat darimana sosok penampakan dian itu muncul dan berjalan. Ketika masih duduk santai pak din dikejutkan lagi dengan sosok dian yang kembali muncul dari arah barat.

Sosok dian itu muncul dari arah barat, berbeda dengan sebelumnya, pak din justru tahu bahwa sosok tersebut itu muncul lagi ketika dia mendengar suara lirih tangisan dari sosok tersebut, dan ketika dia menengok, ALANGKAH KAGETNYA DIRINYA MELIHAT sosok dian sudah berjalan berada disampingnya, sekali lagi, sosok tersebut seperti tidak menghiraukan pak din, hanya berjalan biasa tanpa mengganggu pak din, sosoknya masih seperti yang dia lihat sebelumya, akan tetapi karena dia sudah paham dengan sosok dian dan ternyata sosok tersebut hanya lewat, maka dia yakin bahwa sosok tersbut pulang kerumah dan kembali lagi ke kebon tempat dimana dirinya tewas secara naas. DAN TERNYATA ITU BENAR GAN!! jadi sosok penampakan dian itu sering berseliweran setiap malam gan, dan sosoknya akan kembali masuk keareal perkebunan yang gelap. Karena ada orang lain juga yang melihat kejadian tersebut setelah pak din.

Besoknya para warga kampung mulai membicarakan tentang teror yang menghantui para warga, bukan dari kejadian pak din, dkk. Melainkan dari edi, kakak dian sendiri yang ternyata malam tersebut, edi melihat dian berada didapur, akan tetapi dia enggan menyapanya gan, dalam hatinya, “dian berada dirumah, “ begitu saja.

Quote:


Lantas edi mencoba mencoba keluar rumah untuk membeli sarapan diwarung, dia mendengar beberapa ibu-ibu yang sedang ngobrol tentang penampakan dian yang dialami oleh pak din, dkk.

Quote:


Karena didengar oleh edi waktu itu, lantas edi mencoba bertanya kepada salah satu ibu-ibu yang sedang membeli sarapan tersebut, karena kebetulan masih tetangga satu rumah dengan dirinya,

Quote:


Sebenarnya edi juga merasa heran sewaktu kedatangannya setelah bekerja dari ibukota untuk pulang kampung dalam beberapa hari, biasanya setiap dia datang selalu disambut oleh adiknya dan menanyakan oleh-oleh yang dibawa kakaknya, tetapi hal ini berbeda, kepulangannya disambut oleh sosok dian yang sedang menangsi didepan rumahnya.

Ketika pagi juga gan, dian selalu membantu ibunya untuk membuat sarapan ataupun sekedar mencuci baju, dan membantu pekerjaan rumah tangga lainnya, akan tetapi setelah edi bangun pagi, dia tidak menemukan apa-apa. Bahkan ibunya sendiri tidak memasak ataupun membuat sarapan pagi itu.

Quote:


Setelah edi benar-benar mengetahui bahwa adiknya sudah meninggal, dan sudah melihat sendiri dimana kuburan adiknya itu dimakamkan, akhirnya edipun pulang kerumah dengan perasaan sedih, apalagi setelah dia mendengarkan sendiri cerita dari tetangga sekitar jika meninggalnya dian itu dengan cara yang naas, ibunya hanya bisa menangisi keadaannya.

Bagaimana bisa kuat dengan hal tersebut, dian yang telah menjadi anak yatim sejak kecil dan hanya tinggal dengan ibunya tersebut meninggalkan ibunya dengan cara yang sangat naas.

Malam kedua setelah edi pulang,

Karena merasa sosok dari dian itu gentayangan gan, apalagi setelah mendengar dari kejadian yang dialami oleh pak din, dkk. Maka ibunya langsung mencoba memutuskan untuk berjaga malam itu gan, ibunya ingin mencoba membuktikan apa yang dikatakan oleh beberapa warga, khususnya pak din, dkk.

Malam itu sangat hening, berbeda dengan malam sebelumnya, warga dikampung yang biasanya terlihat bersliweran sekedar berjalan-jalan dikampung tidak terlihat, anak-anak kecil yang biasanya bermain hingga malam hari sekedar didepan rumah pun jarang ditemui, karena menyebarnya berita tentang sosok dian yang berkeliling dikampung setiap malam gan. kejadian ini sebenarnya sama seperti ketika kejadian dimana ketika ada kecelakaan kereta maka warga kampung akan berdiam diri dirumah ketika malam hari.

Bahkan jika gan melintasi tempat kejadian dimana malam hari tempat dimana dian tewas ditemukan, ane yakin gansis bakalan ngacir, lari walaupun gak melihat apapun, karena ditemoat tersebut sangatlah gelap, jika berjalan melintasi kesana tanpa adanya lampu penerangan, akan susah melihat jalan didepannya.

Quote:


Akhirnya malam itu ibunya dian, mencoba duduk dibelakang rumahnya gan, kejadian ini tidak diketahui oleh edi, karena edi seharian melakukan aktifitas bersama pamannya untuk mengurus tentang kematian yang dialami oleh adiknya tersebut, jadi edi lelah dengan aktifitasnya dan tertidur lebih sore.

Cerita dari EDI,

Tengah malam ibunya dian terbangun dari tidurnya gan, edi pikir ibunya tersebut masih belum bisa melepaskan dian dengan ikhlas, makanya ibunya seringkali susah untuk tidur malam itu, dia juga sepertinya penasaran dengan sosok anaknya yang dibicarakan oleh warga selalu terlihat dimalam hari.

Malam itu ketika ibunya yang sedang duduk didapur gan!! karena dapur rumah dian itu terbuat dari bilik bambu dan beberapa papan kayu, jadi ketika ada seseorang ada yang lewat pasti didengar atau dilihatnya dari sudut-sudut kayu/bilik gan, jadi wajar juga jika pak din, dkk ketika melewati rumah tersebut mendengar ibunya dian yang sedang menangis.

Quote:


Ibunya dian sengaja duduk didapur karena mendengar cerita dari edi yang kemarin malam sempat melihat kejadian dimana sosok dian tersebut muncul menampakkan diri, jadi ibaratnya ibunya dian tersebut mencoba peruntungan apakah dia juga melihat sosok penampakan anaknya,

Karena jarak antara rumah dengan rumah itu dibatasi oleh kebon-kebon kosong, maka biasanya belakang rumah warga dijadikan kandang kambing atau dibiarkan kosong untuk jalan pintas, hal ini seperti ane, rudi dan hendra ketika melintasi jalan belakang rumah ketika pancing ane menyangkut celana dalam yang sedang dijemur. (untuk gansis yang masih tinggal didaerah desa pasti dapet gambaran tentang lokasi yang ane ceritakan)

Ketika Ibunya dian sengaja duduk dikursi yang kecil, orang jawa biasa mengatakan dingklik (tempat duduk ketika mencuci baju/memasak). Dia merasakan hal yang aneh, angin dari sela-sela bilik bambunya masuk kedalam rumah, semilir diikuti dingin dan heningnya malam itu,

Quote:


Ibunya dian itu lantas terbangun untuk mencoba mengecek sumber suara dari luar tersebut, FYI gan. kejadian setelah kematian dian itu sebenarnya warga gencar meronda gan, jadi seperti ingin tahu siapa pelaku yang membunuh dian tersebut, dan meminimalisir jika kejadian tersebut terjadi lagi. Akan tetapi setelah kejadian pak din, dkk tersebut untuk warga yang jaga ronda hanya tiga orang!!!

TOLONG AKU BU!!! TOLONG AKU!!! TOLOOOONGG!!! TOLLLLLOOOOOOONGGG!!!

Karena pensaran dengan sumber suara tersebut lantas ibunya mencoba keluar gan, akan tetapi ibunya tidak mendapati hal-hal yang mencurigakan, untuk pintu dapur rumah dian itu tidak ada pintunya gan!! pintu rumah tersebut hanya dibagian pintu menuju kearah dapur.
Akhirnya ibunya dian tersebut duduk dibelakang rumah tersebut, pikir dia hal tersebut pasti bukan hewan yang lewat, karena suara yang dia dengar persis sekali seperti orang yang sedang dicekik lehernya, hal tersebut langsung mengikatkan dirinya dengan anak perempuannya yang tewas itu.

Tak lama kemudian ibunya dian itu masuk kedalam dapur lagi gan, dia kembali duduk didalam dapur, dengan penasaran suara yang didengar olehnya tadi. Ibunya dian itu duduk sambil mencoba menunggu, apakah benar yang dikatakan oleh...

(pas diketikan ini jam 01.27 dinihari gan, ane mendengar suara krkrkkrkkrgg.. suara yang serak seram, sepertinya mengatakan siapa kamu disini?/dalam bahasa jawa, dan tak selang beberapa detik ane mendengar klakson kereta yang sedang melintas, posisi ane yang ngantuk ketika ngetik langsung deg degan gak jadi ngantuk).

Lanjutttt....

Apakah benar yang dikatakan oleh anaknya/edi bahwa dian terlihat didapur, hal inilah yang menyebabkan ibunya dian tersebut seperti menunggu sosok penampakan anaknya, bisa dikatakan ibunya dian itu depresi dengan tewasnya dian gan, ditambah lagi kejadian yang dialami oleh pak harjo yang mengatakan bahwa sosok dian itu muncul dari kebon dimana dia tergeletak tewas dan berjalan menuju rumahnya, dan kembali pulang ke kebon tersebut beberapa saat kemudian.

HINGGA AKHIRNYA GAN!!!!

Quote:


Akhirnya ibunya dian tersebut, membicarakan apa yang terjadi olehnya, dia merasakan hal yang sama seperti edi anaknya, bedanya ibunya hanya mendengar suara dari anaknya tersebut gan, apakah malam itu hanya ibunya dian yang dihantui oleh suara anaknya? TIDAK GAN!!! ADA LAGI...
profile-picture
profile-picture
Mr.Poocy dan daffa2004 memberi reputasi
GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di