CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Story / ... / Stories from the Heart /
REAL HOROR STORY "Rel Kereta Api Angker"
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/57e688699e740489288b456e/real-horor-story-quotrel-kereta-api-angkerquot

REAL HOROR STORY "Rel Kereta Api Angker"

WELCOME TO MY THREAD
REAL HOROR STORY

REL KERETA API ANGKER

Quote:

Quote:

Quote:

AGAN MINTA UPDATE!!! ANE CUMA MINTA emoticon-Blue Guy Cendol (L)DAN emoticon-Rate 5 Star BIAR ANE SEMANGAT GANSIS

BAGI YANG SUDAH TAHU TKP PLEASE UNTUK DIAMTAATILAH RULES SFTH!!! NO KEPO!!! AGAN KEPO ANE KENTANG


Quote:

Quote:


Quote:

Quote:


DISINI TIDAK ADA BUMBU PENYEDAP, GARAM, FORMALIN DAN SEBAGAINYAKARENA INI ADALAH SEBUAH THREAD KISAH NYATA... BUKAN MASAKAN!!!NO ALAY LANGUAGE!!!


PROLOG

Quote:


profile-picture
profile-picture
profile-picture
Shawty.vhee dan 66 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh tyazscream
67
Thread sudah digembok
PART 28.2 TEROR WANITA KORBAN PERKOSAAN DENGAN WAJAH DISILET 2

“Ada mayaaaattt!!!! Ada mayaaaatttt!!!” Teriak warga desa

Lalu warga mulai berbondong-bondong menuju ketempat dimana mayat tersebut tergeletak,

“Siapa?? Siapa??” Ucapan dari beberapa warga yang penasaran melihatnya

“Hiihhh... kok sadis sekali.” Beberapa ucapan dari warga

Mayat itu nampak sudah membiru, semua badannya sudah bengkak, dan sudah banyak dihinggapi lalat, serta bau busuk sudah mulai tercium diarea mayat itu tergeletak.[/quote]
Warga yang melihat sama sekali tidak ada yang mengenali siapa sosok tersebut karena wajahnya benar-benar tidak dapat dikenali. Bahkan paman dari dian yang melihat pun tidak bisa mengenalinya dan tidak tahu bahwa yang tegeletak didepannya tersebut adalah keponakannya yang lima hari menghilang, karena wajahnya terlihat darah dan bengap. Berita tersebut akhirnya terdengar oleh ibunya dian, akhirnya ibunya dian segera menuju dimana mayat tersebut ditemukan, termasuk kiki yang ikut bersama ibunya dian waktu itu,

Quote:


Semua mata warga yang melihat mayat tersebut berbalik menuju melihat widi yang teriak mengetahui bahwa identitas mayat tersebut adalah dian. Widi mengetahui bahwa mayat tesebut adalah dian ketika dia mengamati baju yang terakhir dipakainya, juga sandal yang dipakai dian itu dia beli bersama widi, jadi widi langsung meyakini bahwa mayat yang didepannya itu adalah temannya.

Teriakan tersebut juga didengar oleh ibunya dian, termasuk kiki. Mendengar teriakan tersebut ibunya dian lantas pingsan ditempat itu gan, terlihat rame sekali, hingga akhirnya jasad dian dibawa ke Rumah sakit. Pamannya dian yang lebih dulu melihat pun tidak percaya bahwa yang tergeletak didepannya tersebut itu keponakannya, sampai-sampai pamannya tidak percaya bahwa keponakannya tewas secara naas.

Ibunya dianpun dibawa kerumahnya agar bisa sedikit tenang, sambil menunggu kepastian, siapa mayat itu, apakah benar anaknya atau bukan. Pamannya yang mengetahui hal tesebut langsung mencoba mencari informasi tentang kebenaran kabar tersebut DAN TERNYATA BENAR BAHWA MAYAT TERSEBUT ADALAH DIAN!!!

Karena diwajahnya terdapat luka seperti korban kekerasan dan leher bekas seperti dicekik dan beberapa luka benda tumpul dibagian bawah, para warga yakin bahwa dian tewas karena korban diperkosa dan dibunuh!! Yang sangat sadis wajahnya disilet-silet untuk menghilangkan identitas jasad perempuan tersebut.

Quote:


Yang membuat paman dian tidak percaya, pamannya sendiri mempunyai kebon disekitar itu gan, dan ketika selesai mengerjakan tempat itu ketika sore hari hari menjelang maghrib pamannya sempat melihat ditempat disekitar mayat dian itu seperti mengeluarkan asap, seperti ada orang yang membakar semak-semak disekitar tempat itu, tapi pamannya enggan melihat kejadian tersebut karena dipikirnya itu perbuatan dari petani lain yang membakar tempat tersebut. Dan setelah ditemukan mayatnya dian, tidak terdapat seperti setelah membakar semak-semak.

Ketika dian tewas dan belum diketemukan,

Pada malam itu, ada seorang warga yang bernama dakir, dakir juga dulunya sempat berjualan dipasar malam yang pernah didatangi dian gan, ketika ada hiburan rakyat, entah siang atau malam dia pasti datang untuk menjajakan dagangannya.

Sebelum dian diketahui tewas, dakir seorang penjual mainan dipasar malam itu melihat dian yang sedang dipojok lapangan gan, dia melihatnya ketika mau pulang kerumah selesai habis berjualan dagangannya, karena dia kenal kakaknya dan dian sendiri, akhirnya dakir berusaha menemuinya,

“Haaahh... adiknya Edi mau kemana?” Tanya dakir

Dian mempunyai kakak yang bernama edi

“Sendirian lagi malam hari.” Ucap dakir

Semakin dekat dian semakin berjalan ke menjauh kearah dakir, tapi dakir tetap mengejarnya, karena ketika melihat dian, wajahnya serasa takut dan cemas. Dakirpun mencoba mengayuh sepedanya mendekat kearah dian untuk berusaha mendekati dan bertanya kenapa dia bisa malam-malam sendiri waktu itu.

Quote:


Semakin dakir mendekat dian semakin menjauh menuju kearah kebon kosong tersebut, hingga akhirnya karena sepedanya tidak bisa jalan ke arah setapak yang banyak lumpur ke arah kebon tersebut maka dirinya pulang. Sosok dian tersebut seperti menunjukkan kearah dimana mayatnya tergeletak.

Quote:


Dakir saat itu mengira dian ketakutannya karena melihat dirinya karena pergi sendiri malam itu, hingga beberapa hari kemudian dakir mendengar kabar bahwa dian hilang dan ditemukan tewas dimana dia melihat dian persis ketika hilang dikebon kosong tersebut, anehnya ketika mendengar kabar dian tersebut, dakir merasa heran karena ternyata dian sudah tewas sejak lima hari, sedangkan dia melihatnya baru kemarin.

Teror dian, sosok korban pemerkosaan dengan wajah disilet,

Karena tempat dimana dian tewas tersebut sangat dekat sekali dengan rel, FYI. Arah keselatan ane mancing suasana ditempat tersebut waktu itu menjadi mencekam, bahkan para warga desa khususnya para remaja wanita tidak ada yang berani keluar malam itu gan,

Karena kakaknya dian disuruh pulang, tanpa memberitahu kabar tentang tewasnya dian, kakakanya pun belum tahu kalau adiknya tersebut telah tewas secara naas. Hingga sosok dian tersebut menghantui kakakanya yang kebetulan pulang kampung dari pekerjaannya di ibukota, karena perjalanan pagi hari, akhirnya kakaknya tiba sekitar jam 10 malam, waktu itu kakaknya hanya dikabari untuk segera pulang.

Diapun melewati jalan pintas yang biasa dilewatinya, ketika dia sudah sampai dari rumah, nampak dari kejauhan rumahnya, dia melihat sosok dian yang sedang menangis didepan rumahnya sambil duduk dimalam hari, diteras depan yang tanpa penerangan lampu, memang disaat itu jalan menuju kearah kampung, lampu penerangan kurang memadai gan,

Quote:


Quote:


Lantas kakaknya berjalan kaki hendak menuju kerumah tersebut, karena disana masih banyak terdapat pohon gan, pandangan edi kakaknya dian terhalang pohon, hingga sosok dian sudah lenyap begitu saja.

Quote:


Edi lantas mencoba memeriksa sumber suara tersebut karena penasaran akhirnya edi mencoba meninggalkan rumahnya dan mencoba untuk mencari tahu darimana suara itu berasal,

Quote:


Kali ini suaranya berbeda gan, suara yang edi dengar mirip orang yang tercekik, dan menjerit, anehnya antara suara jeritan dengan tercekiki itu muncul bersamaan, tetapi untuk suara menjerit didengarnya seperti dari kejauhan.

Hingga akhirnya edi bertemu dengan warga yang kebetulan masih keliling ngeronda dipos kampling gan, dulu kegiatan ini masih dilaksanakan ditempat ane gan, tetapi sekarang sudah jarang. Kegiatan ini juga atas dasar dari beberapa warga yang kembali aktif setelah tewasnya dian,

Quote:


Sepertinya edi sedang dipermainkan dengan suara yang didengarnya gan, seperti yang dilihat oleh kosim dan pak din, edi nampak muter-muter menjauh kerumahnya terus kemudian dekat dirumahnya dengan kondisi yang sama, seperti bingung mencari sesuatu

Quote:


Beberapa menit kemudian, pintu rumah edi sudah dibukakan, tapi sebelum ibunya berbicara, pak din segera mencoba mengalihkan pembicaraannya tentang kabar adiknya yang tewas karena diperkosa dan wajahnya disilet-silet,

Quote:


Lalu pak din dan kosim meninggalkan rumah dian dan segera berkeliling kembali, jaman dulu ditempat tersebut masih banyak kebon-kebon kosong gan, rumah-rumah pendudukpun belum terlalu banyak, sementara penerangan lampu belum terlalu memadai, sampai sekarangpun lampu-lampu disekitar sana, bantaran kali, masih banyak yang didiamkan mati, atau tak terawat, masih sepi jarang orang terlihat ataupun beraktifitas sekedar melewati tempat tersebut, jalan yang kampungnya pun masih tanah, belum diaspal seperti sekarang.Sumpah, jika agan melihat tempat rumah-rumah tersebut pada malam hari dan merasakannya sendiri, agan pasti sudah gemeteran untuk sesi cerita ini. karena jarak antara rumah tidak berhimpitan, jadi banyak diantara rumah yang masih kebon, belakang rumah pun demikian banyak kebon-kebon kosong.

Quote:


Mbak yul selaku ibunya dian menuruti perkataan pak din untuk tidak memberitahukan tentang tewasnya dian, dan sengaja membiarkan anaknya tersebut untuk segera beristirahat setelah pulang dari pekerjaannya dari ibukota, hal tersebut justru membuat edi dihantui sosok adiknya itu,

Quote:


Lantas mereka dengan mantap menuju dimana arah suara dari wanita yang menjerit tersebut, padahal mereka tidak mendengarnya gan, yang mendengar suara tersebut hanya edi kakaknya dian. Setelah ditengah-tengah perjalanan kosim berhenti, dia melihat sesuatu sekelebat bayangan hitam yang nampak seperti berjalan dengan tergesa-gesa.

Quote:


Mereka seperti dipecah agar berpisah ditempat itu gan, sedangkan kosim itu tidak membawa lampu penerangan, dia hanya membawa pentungan hansip (yang bentuknya hitam kayak huruf L), lampu senter dibawa oleh pak din. Mereka berpisah diantara kebon dibelakang rumah warga, dengan berbalik arah, pak din yang menuju ke arah perkampungan, sedangkan kosim yang menuju kearah yang lebih jauh dari perkampungan.

Kosim pun berjalan dengan berhati-hati menuju kearah kebon yang benar-benar gelap, disana tak ada rumah, tidak ada penerangan, dan tidak mungkin sekali ada orang yang disana, namun karena kosim yang penasaran dengan suara tersebut lantas dia mencoba mengamatinya,

Quote:


Jantung kosim semakin deg-degan dengan suara tersebut, dia merasa ada hal yang aneh. Karena untuk menuju kekebon, disana ada beberapa pohon yang dan semak-semak, diantaranya pohon bambu yang terlihat didepan kosim,

Sementara ditempat lain,

Pak din, sedikit beruntung karena dia mengamati sekelebat bayangan yang dirasa mencurigakan olehnya, seperti halnya dengan orang-orang yang berkeliling ronda, ketika dia melihat sosok yang mencurigakan, dia belum menyenterkan kepada sosok tersebut. Mereka lebih mengamati secara jelas dahulu, siapakah sosok yang mencurigakan didepannya.

Pak din yang sedikit menuju kearah kebon dan menuju kearah rel, karena salah satu akses jalan pintas disana ada didekat rel kereta api gan, bertemulah dia dengan sosok wanita setengah baya yang mengenakan baju kebaya yang terlihat seperti wanita di era 80 an. (menurut istri pak harjo: kejadian ini terletak 50 meter dari arah selatan rel kereta api)

Quote:


Tapi dia belum menyinari dengan lampu senternya, karena dia belum tahu, siapakah sosok tersebut, dan apa yang dilakukannya, pak din dengan kondisi jongkok mengamati wanita tersebut gan, kurang lebih seperti seorang prajurit tentara yang mengamati musuhnya dari kejauhan, karena fokus mengamati wanita tersebut pak din hampir lupa dengan kosim teman keliling rondanya,

Quote:


Pak din belum tahu siapakah sosok yang dia lihat sekitar 10 meter yang ada didepannya, yang bikin dia heran, kenapa ada sosok wanita ditengah malam dengan mengenakan baju kebaya yang baginya sangat aneh, ditambah lagi sosoknya terlihat disekitar dimana tidak ada rumah disitu gan..

Note: Kalau ini terjadi sama ane, mendingan ane pulang saja dan pura-pura ngomong sudah mengamati sosok tersebut kepada kosim, mau maling atau mau itu rampok, bodo amat. Tinggal lihat kabar besoknya aja.

Karena sosoknya tersebut terlihat diantara semak-semak, diantara gelapnya malam waktu itu, pak din hanya melihatnya samar-samar, hingga akhirnya pak din melihat sosok tersebut seperti melihatnya. Dengan tajam, sosok tersebut seperti melihat pak din yang sedang jongkok diantara semak-semak. Pak din kemudian berdiri dan mulai bertanya kepada sosok wanita tersebut,

Quote:


Lalu pak din menyinari lampu senternya kearah sosok wanita tersebut gan, karena pandangan sudah terganggu karena sudah tua, kemudian dia mencoba berjalan mendekati sosok wanita tersebut gan, hingga kemudian wanita tersebut tertawa!!

Quote:


Pak din yang sudah berjalan mencoba mendekati, kemudian setelah beberapa meter dihadapannya dia terkejut bukan main, karena sosoknya hanya sampai pinggang tanpa terlihat kakinya gan, nampak kain baju batik yang dikenakan dibawahnya itu robek-robek tak beraturan, hanya atasan saja yang terlihat bagus, dan terlihat tak menunjukan hal yang janggal.


profile-picture
profile-picture
profile-picture
Mr.Poocy dan 5 lainnya memberi reputasi
GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di