alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / Tech / ... / Android /
Tutorial Root Android Qualcomm-based
5 stars - based on 3 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/58516b755c7798dd2b8b4568/tutorial-root-android-qualcomm-based

Tutorial Root Android Qualcomm-based

Tutorial Root Android Qualcomm-based


Disclaimer
Dengan mulai membaca dan menggunakan semua informasi yang akan disajikan di bawah, agan setuju bahwa semua resiko ditanggung sendiri. Semua saran, panduan dan informasi disediakan apa adanya, dan tidak ada unsur paksaan supaya agan melakukan sesuai dengan yang tertulis. Setiap warning telah ditambahkan ke setiap informasi/saran yang agak beresiko, dan kalaupun tidak ada, agan sendiri sudah tahu bahwa agan wajib melakukan backup secara berkala. Proses rooting sebenarnya tidak berbahaya selama mengikutin sesuai tutor. Tapi apa yang bisa agan lakukan setelah root, itulah yang berbahaya. Oleh sebab itu, jika agan tidak siap untuk mengambil resikonya ataupun tidak mengerti apa yang akan agan lakukan, berhentilah membaca sampai di sini.

Ane tidak bertanggungjawab atas segala resiko apapun yang terjadi pada HH agan, baik karena menggunakan tutor di bawah ketika batere HH lowbat, mati lampu, kabel putus, PC hang, SIM card error, microsd lumer, HH terjatuh, colokan melonggar, ataupun bencana apapun yang terjadi pada saat agan menerapkan saran di bawah, termasuk di antaranya banjir, tanah longsor, gempa bumi, gunung meletus, tsunami, angin topan, hujan batu, bumi terbelah, huru-hara, serangan teroris, pasar saham jatuh, perang dunia ketiga, nuklir meledak, serangan virus epidemi, pesawat jatuh, bom meledak, gedung ambruk dan segala rintangan yang tidak terlihat sekarang dan bisa mengganggu penerapan informasi di bawah. Sehingga mengakibatkan HH Force close melulu, data hilang, IMEI invalid, bootloop, bootstuck, bricked, berasap, terbakar, meledak, dan lain-lain.

Mungkin saja pada suatu masa, ada agan yang menggunakan tutor root di bawah ini dan mengakibatkan HH nya meledak, dan agan tersebut juga menghilang dalam ledakan tersebut, sehingga tidak bisa melaporkan kejadiannya. Oleh sebab itu,
DO WITH YOUR OWN RISK!!!
Jika di kemudian hari ada masalah, agan mengetahui bahwa tanggungjawab berada di tangan agan sendiri, tidak ada unsur paksaan, semua informasi yang ada di sini disajikan apa adanya. Keputusan untuk menggunakan tutor di bawah masih tetap berada di tangan agan sendiri. Jadi belajarlah untuk bertanggungjawab atas keputusan agan sendiri. Jika terkena masalah, fokuslah ke pemecahan & solusinya.

Daripada mengutuk kegelapan, lebih baik menyalakan lilin….
Atau bayarlah rekening listrik anda tepat pada waktunya!

Petunjuk Trit ini
Tolong baca dulu tutor di bawah secara detail sebelum mulai eksekusi. Lebih gampang bacanya di PC/laptop, karena tutor ini sendiri juga pasti memerlukan PC/Laptop. Ingat tanyakan di sini kalau ada step yang kurang jelas/meragukan. Ingat juga untuk baca disclaimer di atas kalau belum baca. Ada beberapa teks yang ane kasih warna maupun efek bold, untuk mempertegas maknanya.

Adapun beberapa contoh penggunaan :
Hitam normal : Teks biasa
Hitam tebal : Penekanan perintah, nama file, bagian yang perlu perhatian lebih.
Biru normal : Komentar dan tambahan info untuk step tersebut
Biru tebal : Path dari file ataupun nama file, seperti /sdcard/Root/
Hijau tebal : Status/mode, log/output dari perintah yang dilakukan
Merah tebal : Command yang perlu diketik, peringatan khusus

Sebelumnya ane mohon maaf bila ada penggunaan kata2 yang agak keras ataupun sindiran yang sangat tajam. Karena memang banyak user bandel yang sering melangkahin step di tutor root seperti ini, dan setelah terjatuh akhirnya nyalahin pembuat tutor, nyalahin tetangga, nyalahin dunia. Kata2 yang agak keras dan tajam tersebut diperlukan untuk membuat mereka tersadar dan kembali ke jalan yang benar, ataupun untuk mencegah ada yang akan terjerumus, supaya mereka tidak menjadi seperti yang ane sindir. Dalam upaya menyembuhkan ataupun mencegah penyakit, terkadang dokter pun harus menggunakan obat yang pahit, jarum suntik yang menyakitkan bahkan operasi yang menakutkan. Jadi mohon dimaklumi.

Perhatian : Buat yang mo copy tutor saya ini keluar, entah ke blog atau manapun, mohon tidak menghilangkan tutor sedikitpun, terutama di bagian backupnya. Sering kali banyak yang copas tanpa mengetahui fungsi dari setiap step, malah menghilangkan bagian paling pentingnya (yaitu backup). Akhirnya jadi celakain banyak orang, karena membypass step backup. Karena banyak yang copas itulah yang menyebabkan korban berjatuhan tanpa mengerti apa yang terjadi, dan akhirnya mewek di trit. Kalau ternyata itu yang terjadi, ane doain yang lakukan tu blog atau apapun itu jadi sepi, rezekinya tertutup dan kalau mo usaha apapun selalu gagal. Kecuali kalau memang tutor sudah disajikan sesuai yang di sini, tapi user nya yang bandel dan tidak mengikutin; itu memang salah mereka sendiri. Bagaimana pun juga, tutor ini akan ane update seandainya ada informasi baru, atau update baru. Jadi sebisa mungkin untuk tidak copas isinya keluar, namun link ke trit ini saja.

ChangeLog
20161214 : Initial release


Daftar Isi
Belum selesai, lagi disusun.
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
10. Backup Rutin & restore
Seperti yang sudah dijelaskan, bahwa root bukanlah tujuan akhir. Jika agan sudah selesai root, bukan berarti misi anda di bumi ini telah selesai, tinggal menunggu waktunya tiba. Bukan seperti itu! Justru setelah root, maka ada ritual rutin yang perlu agan lakukan secara berkala, yang tidak dilakukan oleh agan lain yang tidak root. Ritual rutin terpenting adalah Backup di TWRP secara berkala. Agan juga bisa melakukan backup dengan cara lain seperti memakai Titanium Backup dan sejenisnya. Tapi untuk yang TWRP ini tidak boleh ditawar, uda harga mati. Untuk itu, kita perlu tahu tahapan Backup & restore. Step Backup akan lebih sering digunakan dibanding restore. Karena agan hanya perlu restore jika seandainya ada sesuatu yang tidak beres.

Untuk melakukan Backup, tentunya agan perlu masuk ke TWRP terlebih dahulu. Bisa memakai tombol kombinasi dari HH agan jika booting dari keadaan off. Atau karena sudah root, agan bisa install app yang support reboot langsung ke recovery, seperti Xposed Installer, ROM Toolbox, Android Tuner dan sejenisnya. Setelah reboot ke TWRP, maka step backup sudah sangat mirip seperti backup awal ketika kita pertama kali boot ke TWRP.

a. Dari TWRP, tap di Backup dan lakukan backup mirip seperti di step di atas. Untuk backup rutin, agan biasanya cukup backup 2 partisi saja, yaitu System dan Data. Agan boleh rename backup nya seperti “sebelum_install_xposed” atau “tes_ganti_font”, untuk mempermudah mengenali pada saat restore nya. Ane sendiri membiarkan (auto generate) saja berdasarkan tanggal. Swipe untuk eksekusi backup.
Spoiler for 71. Backup rutin 2 partisi:
Partisi System sering disebut sebagai ROM, adalah partisi yang paling sering diotak/I setelah kita root. Binary su, SuperSU, Xposed, Adblock (hosts), edit2 build.prop, dan segala macam modifikasi lainnya sering terjadi di partisi ini. Makanya partisi System wajib dibackup. Sementara untuk Data adalah tempat data agan disimpan, termasuk contact, sms, call log, chatting, data game/app dan sebagainya. Tentunya inilah yang cenderung paling penting bagi agan. Makanya backup rutin 2 partisi ini (System & Data) adalah wajib.

b. Dua hal yang perlu diperhatikan untuk backup rutin ini adalah usahakan untuk backup ke Microsd jika HH agan support. Jadi tap di Select Storage > pilih Micro SDCard dan OK. Lalu kedua, pastikan juga di tab Options, Enable Compression sudah tercentang (seharusnya tidak berubah jika agan tidak otak/i). Encryption boleh dienable juga jika agan paranoid; tapi ane sarankan jangan.
Spoiler for 72. Microsd compression:
Hasil Backup TWRP setelah agan pakai HH nya biasanya akan bergiga2. Jika disimpan di internal storage, akan cepat membuat low storage space. Makanya sebisa mungkin simpan di MicroSD. Enable Compression juga memastikan space yang terpakai lebih sedikit. Encryption boleh dipakai, tapi sangat berbahaya jika nantinya agan lupa password nya. (ini sering terjadi loh).

c. Untuk restore, caranya juga mirip sekali. Dari menu utama TWRP, tap Restore. Lalu akan ada pilihan Hasil backup yang bisa direstore.
Spoiler for 73. Restore pilihan:
Di sini akan terlihat betapa pentingnya rename backup yang pertama. Karena namanya backup akan terlihat berbeda dari backup rutin yang agan lakukan.

d. Jika agan tidak bisa melihat hasil backup nya, pastikan agan sudah memilih storage yang benar. Tap Select Storage > pilih storage yang sesuai dan OK kan. Contohnya kita akan tap di hasil backup TWRP pertama. Bisa terlihat informasi kapan backup tersebut dibuat, nama backupnya, berapa partisi yang dibackup. Centang partisi yang akan direstore, misalnya ke 4 partisi yang ada. Lalu Centang Enable MD5 Verification of Backup Files untuk memastikan hasil backup tidak corrupt. Lalu Swipe untuk eksekusi restore nya. (agan tidak perlu lakukan sekarang, lakukan hanya ketika diperlukan).
Spoiler for 74. Restore 4 partisi:
Pastikan untuk mengecek partisi yang dicentang dan agan yakin memang mau restore partisi tersebut. Pastikan juga bahwa backup TWRP yang agan restore itu memang untuk HH agan, karena bisa saja tertukar dengan HH lain. Jangan pernah restore backup TWRP dari HH yang berbeda!!! Proses restore adalah one way trip, lebih beresiko dari proses backup. Semua data lama yang ada di partisi yang direstore akan hilang total digantikan dengan data dari hasil backup yang direstore. Jadi pastikan agan mengecek ulang berkali2. Tentunya ini akan jauh lebih aman jika backup yang agan restore adalah yang agan buat sendiri. Makanya sangat disarankan untuk menyimpan hasil backup TWRP sendiri.

e. Dalam kebanyakan waktu, hanya partisi System dan Data yang perlu direstore. Karena biasanya kita hanya otak/I di partisi System. Sedangkan partisi Data menyimpan data terakhir kita. Jadi agan bisa cuma restore dua partisi ini saja. Jika hasil backup TWRP nya adalah Backup rutin seperti yang dijelaskan di atas, maka pilihan partisinya hanya akan ada 2, yaitu System & Data saja.
Spoiler for 75. Contoh centang restore:
Tergantung apa yang agan centang pada saat backup, maka pilihan partisinya hanya sejumlah yang dibackup sebelumnya.

Disebutkan di atas bahwa backup rutin dilakukan secara berkala, sementara restore hanya saat diperlukan saja, yaitu saat ada yang ga beres aka bootstuck sejenisnya. Seberapa seringkah kita perlu backup? Perlukah tiap hari? Jawabannya tergantung seberapa sering agan modif di partisi system ataupun otak/I lainnya. Idealnya minimal seminggu sekali wajib backup TWRP, meskipun agan tidak ada otak/i. Max 2 minggu sekali. Karena agan tidak tahu kapan tiba2 agan perlu mengambil data dari hasil backup sebelumnya. Ane sendiri juga biasanya backup perminggu, kadang 2 minggu baru backup sekali. Toh backup cuma max 15 menit gitu, bisa dilakukan sambil ngerjain hal lain.

Lalu agan juga perlu backup on demand, yaitu backup sesaat sebelum agan memulai otak/I yang agak riskan atau belum pernah dicoba sebelumnya. Misalnya agan mo install Xposed, karena belum tau apakah HH agan cocok dengan frameworknya; maka tetap bagusan backup TWRP dulu di kedua partisi System & Data, sebelum akhirnya install xposed.zip. Jika gagal dan bootlove, agan tinggal restore aja ke backup sebelum install xposed itu. Stepnya sangat mudah, yang lama itu di backup dan restore nya. Beberapa contoh modifikasi yang juga riskan, seperti install GLTools, edit2 build.prop, overclock/underclock, mencoba tasker dengan script level root, install dolby atmos, viper4android sejenisnya, install font/systemui/theme modif, termasuk install custom ROM. Banyak sekali agan yang mewek2 di trit ketika mereka bootstuck gara2 melakukan modifikasi berbahaya di atas tanpa backup TWRP dulu sebelumnya. Sering kali mereka harus terjatuh dulu baru bisa belajar mengenai pentingnya backup TWRP ini. Semua mewek2 itu bisa dihindari jika agan sudah backup TWRP dulu sebelum eksekusi.

Memang ane akui, kadang akan sangat menggoda sekali ketika melihat ada modif baru yang ingin kita coba. Misalnya ada module xposed baru yang bisa melakukan sesuatu yang telah kita tunggu2 selama ini. Akan terpikir bahwa perlu menunggu 15 menit lagi (ritual backup di TWRP) baru bisa menggunakan tu akan terasa lamanya seperti berabad2. Banyak sekali godaan untuk langsung install dan aktifkan saja tanpa backup terlebih dahulu. Ane sendiri juga pernah begitu dan akhirnya semi bootstuck, bisa booting tapi tidak bisa akses home screen. Jadi hampir setiap orang akan mengalami kejadian seperti ini sebelum akhirnya bisa belajar. Bedanya adalah ane sudah tahu ada cara cepat untuk mengembalikan modif tadi, tanpa harus restore ke backup sebelumnya. Dan cara itu akan ane jelaskan di bagian file manager TWRP.

Lalu pertanyaan berikutnya adalah seberapa banyak jumlah backup yang perlu disimpan sebelum backup lama dihapus? Yang paling jelas adalah backup pertama preroot tidak boleh dihapus sampai HH agan rusak. Backup ini akan agan simpan di luar HH, hanya digunakan saat emergency (ketika backup sekarang juga tidak mempan lagi). Setelah itu, untuk backup rutin, ane biasanya menyimpan minimal 2 backup terakhir. Artinya dalam kondisi normal, ane bisa restore ke backup TWRP 1 atau 2 minggu lalu. Ane sarankan agan juga minimal menyimpan dua backup terakhir. Satu backup ane berukuran sekitar 2 + 6 GB = 8 GB. Partisi data ane cukup besar, karena ane ada install 100 lebih app. Karena fitur enable compression, cuma memakan space sekitar 5 GB. Kali 2 backup, berarti total 10 GB. Ane perlu menyediakan space 10 GB untuk menyimpan 2 backup TWRP terakhir. Ukurannya memang cukup besar, namun sangat masuk akal sebagai asuransi dari tindakan ceroboh ane. Hasil backup agan mungkin tidak sebesar itu, tapi yang jelasnya sisihkan space di microsd agan untuk menyimpang 2 hasil backup TWRP terakhir ini untuk berjaga2. Untuk menghapus backup TWRP lama, tinggal masuk ke folder backup nya (/sdcard/TWRP/BACKUPS/[serial number adb HH agan]/ atau di /sdcard1/TWRP/BACKUPS/[serial number adb HH agan]/) dan hapus tanggal yang paling lama, sisakan dua yang terbaru. (cek dari tanggal foldernya jika auto generate)

11. Konsep Backup & Restore
Dari awal ane selalu menekankan pentingnya backup, sebagai tali pengaman untuk nantinya bisa restore. Sebenarnya bagaimana cara kerja Backup & Restore tersebut? Terutama backup & Restore di TWRP.

Proses Backup TWRP akan mengambil snapshot dari apapun yang ada di partisi yang dibackup tersebut pada saat itu. Contohnya jika agan backupnya tanggal 1 Desember 2016, backup rutin partisi System & Data. Saat itu agan punya 500 contact, 300 sms, 250 call log, 10.000 chat di WA dan lain sebagainya; 120 App terinstall, system sudah terpasang xposed v87 dan hosts file sebanyak 100 ribu entry. Maka inilah snapshot backup pada saat itu. Jika agan kemudian install 10 app baru, nambah 50 contact, ada 1000 chat WA baru, uninstall xposed atau apapun itu sampai tanggal 10 Desember 2016. Lalu karena suatu hal, agan perlu restore ke System dan Data backup TWRP tanggal 1 Desember 2016. Maka setelah restore, semua perubahan apapun yang terjadi selama 10 hari itu akan hilang; digantikan dengan System & Data dari tanggal 1 Desember 2016. Seolah2 agan naik mesin waktu dan kembali ke tanggal 1 Desember 2016. Contact akan balik menjadi 500, app terinstall tetap 120, xposed akan kembali masih terpasang dan semuanya utuh seperti saat backup. Karena itulah, restore ke hasil backup TWRP ini bisa menyelamatkan agan dari bootstuck ataupun masalah lainnya. Tapi efek sampingnya adalah agan akan kehilangan data yang berubah dari sejak tanggal backup. Jika HH agan bootstuck karena ada modif sesuatu di partisi System, maka restore ke hasil backup TWRP sebelumnya 99% akan selalu berhasil membuat HH bisa booting normal kembali.

Nah, bagaimana seandainya agan tidak ingin kehilangan chat, contact yang sudah bertambah selama 10 hari tersebut? Bisakah kita cuma restore hanya partisi System saja? Sehingga System ambil dari hasil backup yang tanggal 1, sementara partisi Data masih menggunakan yang tanggal 10. Jawabannya bisa ya, bisa tidak. Tergantung dalam 10 hari ini agan ada modif apa yang ada linknya ke partisi Data. Misalnya jika dalam 10 hari ini, agan cuma ada update adblock untuk nambah entry hosts file dan edit build.prop saja (modif hanya mengubah partisi System). Maka boleh2 saja agan restore hanya partisi System doank, tetap mempertahankan partisi Data. Setelah booting normal, agan bisa memutuskan untuk modif ulang entry hosts dan build.prop tadi. Tapi jika sudah ada banyak yang berubah, misalnya sudah install dolby atmos, yang app nya juga ada buat setting di Data; install xposed yang binarynya ada di System, tapi module dan app nya ada di Data; dan lain sebagainya; maka ada kecenderungan setelah restore akan tetap bermasalah. Agan perlu tes dan liat errornya sampai sebatas mana. Jika bisa diselesaikan hanya dengan install ulang atau set binarynya ulang, maka boleh2 aja dilanjutkan. Tapi jika jadi nya makin banyak yang berantakan, maka bagusan restore total bersamaan dengan partisi Data saja. Itulah sebabnya ane menyarankan untuk tetap backup berkala dan terutama backup on demand sebelum modif apa2.

Lalu juga ada beberapa partisi yang tidak boleh agan restore sembarangan :
1. Partisi boot tidak boleh direstore. Karena jika agan restore ke boot original, berarti Boot sekarang balik jadi secure. Lollipop ke atas menerapkan sistem Verify Boot, yang akan membuat HH bootstuck jika ada modifikasi di partisi lain; dalam hal ini TWRP dan partisi System sudah diinstall SuperSU. Makanya di awal disebutkan bahwa proses rooting adalah one way trip. Kalau agan ingin restore boot original, harus langsung restore semuanya termasuk partisi kecil lainnya melalui stock firmware yang sudah disediakan oleh vendor (atau agan temukan di dunmay).
2. Partisi recovery yang sekarang berisi TWRP juga tidak boleh direstore. Jika agan restore, ya TWRP nya hilang, kembali jadi recovery original yang impoten. Kalau agan masih root, agan bisa langsung install TWRP nya via Rashr Flash Tool. Atau agan bisa ulangi proses booting TWRP nya dari fastboot juga. Agan mungkin berpikir bahwa agan cuma mo root, tapi tidak mo pasang TWRP permanen. Ini sama saja dengan bunuh diri, ibarat memanjat tebing tapi tidak mo pasang tali pengaman. Sudah disebutkan di atas bahwa backup dan modif adalah tidak terpisahkan, root dan TWRP juga satu paket tidak terpisahkan. Memilih Root berarti harus bersedia menerima TWRP sebagai pendamping hidup HH agan dan melakukan ritual backup rutin secara berkala.
3. Partisi system juga tidak perlu direstore ke backup awal jika agan masih ingin memakai TWRP. Mungkin agan berpikir mau unroot tapi masih tetap mempertahankan TWRP supaya tetap bisa backup. Alasannya mungkin supaya tetap bisa update OTA, tetap bisa pake app yang ngambek kalau ROM nya root, contohnya PoGo. Lihat lagi statement di atas, bawah root dan TWRP adalah satu paket. Hanya flash TWRP saja pun tetap sudah trigger ROM nya menjadi Custom, tetap one way trip. Jadi sudah tidak bisa update OTA secara normal. Agan hanya bisa milih salah satu, mo Root atau Update OTA, tidak bisa keduanya. Beberapa app yang anti-root, juga akan menggunakan data dari Status Custom tersebut dan juga memblok HH agan. Jadinya kalau sama2 juga terblok dan ga bisa update OTA, ya mending sekalian ja stay rooted dan menikmati manfaat dari root. Tapi bisa aja agan memang benar2 hanya ingin memanfaatkan fitur dari TWRP (seperti yang dijelaskan di bawah), tapi tidak mo mengambil resiko dari root nya. Padahal ane sendiri malah root karena ingin bisa flash TWRP (yang sangat berguna). Kalau memang itu, ya silahkan saja. Yang penting ingat, kalau agan mo klaim garansi pun, HH agan tetap dianggap sudah diotak/I, meskipun belum root sama sekali. Karena status sudah berubah menjadi Custom. Mo laga mulut (bukan ciuman ya) sampai bagaimana pun juga, tetap saja kalah, karena Status Custom tidak bisa berbohong. (meskipun memang benar ada beberapa malware app yang bisa trigger status ini juga, dan agan bisa bersandiwara dengan berpura2 tidak tahu apa2).

Lantas kalau boot ketiga partisi tersebut tidak boleh direstore, buat apa dibackup? Buat apa menghabiskan waktu berputar2 melalui ritual backup yang lama dan membosankan?

Partisi boot dan recovery berisi kernel dan dtb khusus untuk HH tersebut. Agan tidak bisa mendapatkan kedua file ini darimana partisi lain manapun kecuali dua partisi ini. Memang benar bisa saja vendor rilis source code, sehingga agan bisa compile sendiri kernelnya. Tapi berapa sih vendor yang rilis source code? Jumlahnya bisa dihitung dengan jari, dari jutaaan android di luar sana. Boot ini bisa diubah menjadi unsecure supaya tidak bootstuck. Ini terutama jika agan sedang mengambil resiko dengan mencoba2 booting dari TWRP HH lain. Dengan adanya recovery original, TWRP yang diporting bisa benar2 menggunakan kernel bawaan dari HH, sehingga tidak ada masalah kompatibilitas. Selain itu, recovery.fstab juga bisa dipelajari untuk membuat recovery.fstab di TWRP yang cocok dengan HH agan. Untuk update OTA berikutnya (jika ada), agan bisa mendapatkan boot.img dari update terbaru juga dengan cara booting TWRP dari kernel lama ini, backup boot.img dan recovery.img terbarunya; sehingga agan bisa porting menggunakan kernel terbaru. Agan juga bisa pelajari boot.img untuk diporting menjadi systemless root jika diperlukan. Dan masih ada kemungkinan penggunaan lainnya yang tidak bisa ane sebutkan di sini. Intinya sih tetap backup saja, toh keduanya menggunakan space tidak lebih dari 100 MB.

Sementara backup partisi System tersebut bukanlah untuk klaim garansi ataupun unroot. Tapi ini adalah checkpoint terakhir jika agan ingin memulai ulang root dari awal. Seperti sudah diberitahu sebelumnya bahwa proses rooting adalah one way trip, jadi restore ke backup System pertama ini hanya dilakukan jika ternyata dua backup rutin terakhir agan sudah bermasalah dan terkontaminasi dengan modif2 yang agan sendiri juga sudah lupa diapain saja. Dengan memulai ulang dari awal, pastinya agan akan bebas dari masalah tersebut, meskipun perlu modif ulang dari awal lagi. Jadi Backup partisi System ini tetap perlu dilakukan. Banyak sekali agan yang tidak menyimpan backup pertama ini, dan akhirnya setelah terjatuh baru minta tolong di trit ke agan2 lain untuk dishare backup TWRP mereka. Tidak semua agan punya kuota unlimited, dan tidak semuanya ngerti cara share hasil backup mereka. Belum lagi mereka tidak tahu persis apakah model HH mereka cocok persis dengan HH agan, misalnya seperti di pureshot ada versi plus nya juga. Restore salah model HH bisa merusak hardware HH. Apalagi jika HH agan termasuk HH unik yang sedikit pemakainya. Makanya tetap wajib restore memakai hasil backup sendiri jika masih memungkinkan.
Diubah oleh Desmanto
GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di