alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / Story / ... / Stories from the Heart /
Returning Sunset [TAMAT]
4.86 stars - based on 349 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/58024a4456e6af77198b4573/returning-sunset-tamat

Returning Sunset


Terimakasih Untuk Cover nya quatzcoatl



Terimakasih untuk Cover nya derryradhitya



Terimakasih untuk Cover nya tasberjalan



KAULAH BELAHAN HATIKU YANG TERANGI AKU DENGAN CINTAMU
KAU HANGATKAN JIWAKU DAN SELIMUTI AKU DENGAN KASIHMU



Perjalanan hidupku masih berlanjut sampai akhirnya kubersamamu yang tercipta dari tulang Rusukku

Aku Sayang Kamu ! Itu, Akan selalu


Returning Sunset

Bersamamu Menikmati Indah Nya Matahari Yang Terbenam



Bagus sekali Cover nya. Terimakasih Vivi :* (Titik 2 Bintang)


Kisah ini lanjutan dari PELANGI SETELAH HUJAN

Untuk menanyakan sesuatu atau Chit-Chat bisa kesini Coffe Break

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------



Tak kenal maka tak Sayang, ada baik nya kita buka lagi dengan perkenalan. Mungkin sebagian sudah ada yang mengenal gw dari cerita sebelumnya.
Ada baik nya baca dulu cerita sebelum nya sebelum baca yang ini agar tidak bingung dengan alur nya.

Langsung aja.
Nama Gw Deritya & Ini kisah gw.


INDEX







Spoiler for Side Story:



Terimakasih untuk kalian yang sudah mau membaca Cerita ini







Spoiler for -PDF-:

profile-picture
profile-picture
profile-picture
kodokdomba dan 13 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh justhaloo
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Thread sudah digembok
Epilog 5

Esok hari nya gw duduk didepan teras rumah Om Zul.

“ada kegiatan apa lo hari ini Ri..?” tanya Om Zul.

“mau ke makam nya Siska..” jawab gw.

“ooh mau bawa Resti kesana ya..”

“iya..” jawab gw.

“terus kapan lo mau mulai kerja..?’ tanya Om Zul.

“secepatnya..” ucap gw “oh iya soal taruhan lo dulu, gw menang kan..”

“taruhan apa..?” tanya Om Zul.

“halah gak usah pura-pura gila deh lo, sebelum ke Jakarta lo sendiri yang ngajakin gw taruhan..”

“aduuh kepala gw sakit bro,” dia memegang kepala nya “ahh gw masuk dulu mau istirahat..”

“heee” gw menarik baju nya dari belakang “jangan macem-macem lo..”

“ooh iya..”ucap Om Zul sambil kembali duduk “gw kan udah ngebantuin lo kemarin, jadi kita impas..”

“apaan kampret, itu gak termasuk lah..” bantah gw.

“oh yaudah, lo tunggu aja di kantor, gw kasih banyak kerjaan lo..” ucap Om Zul.

“ahh licik lo maenan jabatan..” ucap gw.

“Ha ha ha ha...” Om Zul tertawa, tetawa nya bikin gw kesel.

Siang hari gw meminjam Mobil Nyokap untuk menuju makam nya Siska, sebelum ke makam Siska gw sempatkan untuk singgah kerumah orang tua Siska terlebih dulu, udah setahun ini gw belum pernah bertemu orang tua Siska lagi.

Gw menekan bel rumah orang tua Siska dan tidak berapa lama pintu rumah nya terbuka.
“waaah Deri..” ucap Bokap Siska.

“sehat Pa..?” tanya gw sambil mencium tangan bokap Siska.

“alhamdulillah sehat, ayok masuk dulu..” jawab Bokap Siska “gimana kerjaan di Jakarta, sibuk banget kaya nya ya..”

“gak juga Pa..” jawab gw.

“oh ini siapa..?” tanya Bokap Siska.

“istri aku Pa..”

“Resti, Om..” ucap Resti

Bokap Siska terlihat kaget lalu kemudian tersenyum.
“maaf ya Pa, kemarin aku nikah nya gak bilang-bilang..”

Gw duduk di ruang tamu bersama kedua orang tua Siska dan menceritakan semua nya, kenapa gw bisa tidak mengundang mereka saat gw menikah.

“waduuh begitu ya cerita nya..” ucap Bokap Siska “yang penting sekarang kalian sudah menikah, Siska pasti senang disana..”

“iya, Mama yakin Siska pasti senang, itu Cincin yang dulu kan..”

“iya tante..” jawab Resti sambil tersenyum.

“panggil Mama aja,” ucap Nyokap Siska “ya kan Pa..”

“iya, anggap kami orang tua kamu juga, kamu kan udah Istri nya Deri sekarang..”

“iya Pa, Ma..” ucap Resti.

Setelah kita ngobrol-ngobrol lagi, gw akhirnya pamit untuk mengunjungi makam nya Siska.

“aku jalan dulu ya Pa, udah lama gak ke tempat Siska..”

“iya, hati-hati ya..”

Gw masuk kedalam Mobil.

“baik banget ya mereka Ri..” ucap Resti.

Sekarang gw berdiri didepan Makam Siska, perlahan gw berjongkok dan mencabuti rumput di sekitar makam nya.

“Maaf ya Sis aku udah lama gak main kesini..” ucap gw “hari ini aku datang sama Resti..”

Resti pun ikut berjongkok dan perlahan dia mengusap nisan nya Siska.
“makasih ya Siska kamu dulu udah gantiin aku buat jagain Deri..” ucap Resti pelan “pasti susah kan jagain dia,..”

Gw tersenyum melihat Resti.

“kamu tenang ya disana, aku udah pake Cincin dari kamu..”

Tidak semua orang bisa ngomong didepan nisan seperti ini, dulu waktu diawal gw kehilangan Siska, gw juga hanya ngomong didalam hati ketika mengujungi makam nya, tapi perlahan gw mulai memberanikan diri untuk mengeluarkan suara. Memang terlihat aneh ketika kita melihat orang yang ngomong sendiri didepan makam, tapi apa yang dirasakan orang yang ngomong itu sangat berbeda, seperti yang gw rasakan, ketika gw ngomong sendiri didepan makam Siska, ada perasaan tenang yang menjalar di tubuh gw.

Gw terus menatap Resti yang perlahan air mata nya membasahi pipi nya.

“sekarang izinin aku buat jagain Deri lagi ya..” ucap Resti “aku Janji bakalan terus jagain dia..”

Setelah mengirim kan al-fatihah, gw dan Resti perlahan berjalan menjauhi makam Siska, wanita hebat yang pernah ada di hati gw dan akan terus ada untuk selama nya.

Di akhir tahun 2015 gw dan Resti bertolak ke Jakarta untuk menemui orang tua nya. Tidak sesuai dengan harapan kami, gw dan Resti di tolak dan tidak di terima oleh Bokap Resti, beliau masih marah besar dan bilang kalau dia sudah tidak perduli lagi dengan apa yang kami lakukan. Hal itu menjadi pukulan keras terhadap Resti, dia di tolak oleh orang tua nya sendiri, tidak ada yang bisa gw lakukan, gw sudah mencoba ngomong baik-baik tapi Bokap Resti tetap tidak mau peduli.

Kita berdua pulang tetap tanpa mengantongi Restu dari orang tua nya Resti sampai sekarang. Gw hanya berharap suau hari nanti ketika malaikat kecil hadir ditengah-tengah gw dan Resti, bokap nya bisa sedikit melunak, hanya itu yang bisa gw harapkan.

Setelah hari itu, gw dan Resti terus menjalani hidup dengan bahagia walaupun tanpa di Restui oleh orang tua nya Resti, lagi-lagi gw hanya bisa menegarkan Resti agar tetap kuat dan menjalani semuanya bersama.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
kodokdomba dan 5 lainnya memberi reputasi
GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di