CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Hobby / Hobby & Community /
ںBismania Kaskus - BIMAKUS??| - Part 1
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/52eaa040f7ca17aa2d8b4612/bismania-kaskus---bimakus---part-1

ںBismania Kaskus - BIMAKUS??|



Izin ke pada Momod semuanya
thread ini versi Lanjutan dari thread sebelah
versi upgrade..
guna untuk menertibkan kembali thread yang ada sebelumnya
dengan izin TS dari sebelah


Quote:





by Gian Adel


Spoiler for kopdar:


Sebelumnya,

Quote:

anda yang bingung terhadap BIMAKUS,
silahkan baca2 dulu yang ini..


emoticon-thumbsupBIMAKUS Independent Bus Loversemoticon-thumbsup





emoticon-Nohope sssssttttttttt emoticon-Shutup ada surat cinta dari mod arrrry emoticon-Kiss (S) Surat Cinta emoticon-Kiss (S)

Quote:

emoticon-Ngacir



Best Regards,
Bismania Kaskus Officer emoticon-Wink
profile-picture
grg. memberi reputasi
Diubah oleh bimakus.officer
Thread sudah digembok
Ijin share pengalaman naik Rosalia Indah SE Jogja-Cengkareng, maaf ga pake foto maupun video soalnya emang ga kebiasaan mengabadikan lewat media itu.

Awalnya ngincer NL 499 yang memiliki trayek Semin-Ciputat, tapi setelah diitung-itung lagi ternyata dapet kressannya yaitu NL 349. Walaupun sama-sama pake MB1526, tapi lebih fresh NL 499 sih soalnya pake Adiputro JB2HD Setra, sedangkan NL 349 pake JB2HD rombakan yang kostum aslinya JBHD 1st Gen. Memang sih rombakan garasi AP a.k.a. Asli Palur termasuk rapi, tapi berdasar pengalaman interiornya masih tergolong kurang, alhasil dikhawatirkan selama perjalanan ga cuma denger suara kemriyet aja tapi juga denger suara gemlodak. Maka dari itu incaran beralih ke NL 508/509 yang memiliki trayek Klaten-Bitung. Mo dapet 508 ato 509 sih ga masalah, toh sama-sama pake kostum yang fresh JB2HD Setra. Ya walaupun agak disayangkan pake chassis Hino RK8, pesaingnya di jalur selatan aja pake RK8 buat armada non-AC. Tapi ga masalah, lantaran pakai RK8 justru seat kiri terdepan terhindar dari kotak ajaib ala Mercy Heuheu.
Sekitar dua minggu sebelum keberangkatan kontak ke agen Jombor untuk pesen seat, sengaja pesen agak jauh hari biar bisa dapet single seat. Tapi ternyata kata agennya belum bisa & cuma bisa mencatatkan nomor HP dulu biar ntar dikontak dulu, karena belum ada kepastian akhirnya mending undur diri dulu aja. Langsunglah beralih ke kantor Rosin di ringroad selatan sembari menyiapkan plan B ganti incaran ke HR ato Puma’s kalau nanti ga bisa pesen juga di kantor Rosin. Syukurlah di kantor Rosin ini bisa dapet kepastian dapet tiket & kebagian duduk di seat 1A. Oleh kantor Rosin diminta dateng jam 14.30 dengan estimasi keberangkatan jam 15.00.

Lumayan nyaman nunggu di ruang tunggu kantor Rosin ini, mungkin ruang tunggu bis ternyaman di Jogja, cuman kurang adem aja. Jam 14.50 datang Rosin SE JB2HD setra NL 499. Eh 499?? Lhah kok bisa bukan 349?? Sempat perpal kali ya kok rotasinya jadi gini, ga pake lama jam 15.00 meluncurlah 499 ke barat. Jam 15.20 akhirnya tiba tunggangan saya dengan nomor lambung 508. Kesan pertama armada ini masih fresh, berdasar plat nomornya umur bisa ini belom ada setahun. Fasilitas hiburan tersedia video klip lagu lawas dan diselingi lagu pop, untung aja bukan dangdut koplo. Tersedia pula selimut, bantal, leg rest, & foot rest. Walaupun foot restnya ini fixed tapi terasa pas di kaki. Ruang kaki cukup nyaman untuk tinggi saya 177 cm, walaupun saya pribadi lebih suka ruang kakinya SE & Exe Jogjaan yang lain seperti OBL SE, Ramayana Exe, & Mulyo Indah Exe yang bisa untuk selonjoran tanpa kaki menekuk. Dalam hati mikir gimana ruang kaki yang ada kotak ajaibnya Mercy ya? Malah berasa kayak naik patas ber-leg rest tuh...
Jam 15.35 NL 508 lepas landas ke barat dengan menyambangi agen Jombor dulu. Keadaan lalin yang bersamaan sama jam pulang sekolah & kerja membuat laju bis tidak bisa dimaksimalkan. Baru selepas Wates bis bisa agak dipacu hingga sesekali speedometer menunjukkan angka 100 km/h. Tapi tidak berlangsung lama, setelah masuk Jateng jalan menyempit & banyak bertemu dengan truk. Driver pinggir kira-kira berumur 30an, cara mengemudi bis ini nyamaaan sekali. Tidak ditemui hentakan saat memindahkan gigi. Saat mengerem pun juga nyaman, saya tidak merasa adanya dorongan ke depan saat bis berhenti. Setelah melewati keruwetan di lintas Jogja-Kebumen akhirnya jam 19.00 tiba di RM Lestari. Inspeksi sejenak di parkiran rupanya NL 499 udah lepas landas, gagal nih konvoi bareng.
Sebelumnya ketika saya memperkirakan sajian gala dinner di RM Lestari bakal memuaskan seperti 2-3 tahun yang lalu. Tapi sepertinya ekspektasi saya terlalu tinngi dengan mellihat sajian : nasi dijatah pake tatakan kue, sayur tempe hambar, 1 potongan ayam yang kecil, (kuah) sop alias sop tanpa isi, dan teh manis hangat. Sampai-sampai ada penumpang saat di meja bilang: “Udah? Cuma gini?”
Setelah inspeksi bis oleh mekanik & control penumpang, kemudi beralih ke driver tengah yang saya perkirakan berumur 50an tahun. Berbeda dengan driver sebelumnya, perpindahan gigi terasa agak menghentak walapun tidak sampai taraf kasar. Jam yang makin malam membuat arus kendaaran tidak terlalu ramai membuat bis bisa dipacu lebih. Bis yang pertama kali disalip adalah kawanan penghuni garasi Kutoarjo, dengan sabar driver tengah menunggu jalur yang berlawanan sepi baru men-take over. Praktek mengemudi tersebut dijalankan selama driver tengah bertugas, sehingga tidak terkesan grusa-grusu menteror kendaraan yang datang dari arah berlawanan & penumpang terjaga kenyamanannya. Di sepanjang jalan menuju Pejagan tercatat penghuni garasi Cibitung, Magelang, Gunung Kidul, & sesama saudara serahimmya bisa dilewati halus. Suara kemriyet mengiringi laju RK8 di tanjakan Jateng selatan ini, Rosin 508 ini tercatat hanya disalip mobil pribadi saja yang jalannya pating sruntul. Dari berbagai PO yang dilewati, yang paling sulit disalip justru Sumber Alam, gimana ga sulit lha wong barusan disalip eh didepannya masih ada Sumber Alam lagi emoticon-Big Grin.

Jalan yang banyak tanjakan nan sempit bisa dilalui dengan perkasa, apa sama perkasanya di jalan Tol?
Lima belas menit setelah pergantian hari Rosin 508 masuk Tol Pejagan. Walau baru masuk saja sudah disambut penyempitan jalan. Selepas perbaiakn jalan laju dimaksimalkan hingga bisa menyalip beberapa PO yang melawati jalur utara, seperti 2 Ramayana, 1 Zentrum MK, 1 OBL, 3 Handoyo, 3 Rosalia Indah, 1 Pahala Kencana, 1 Nusantara, 1 Shantika, 1 Haryanto, & beberapa PO Soloan. Entah mengapa tidak banyak bertemu dengan PO selain diatas, apa udah didepan? Atau masih dibelakang?
Lagi-lagi tidak ada bis yang menyalip di tol selama kemudi dipegang driver tengah, tercatat hanya dua mobil SUV yang berhasil menyalip. Pergantian driver baru dilakukan di sebuah rest area Tol, sayang saya lupa tepatnya di KM berapa. Selama proses pergantian driver, beberapa bis balik berada di depan Rosin 508. Saat lingkar kemudi berada di tangan driver pinggir, rupanya bis dibawa melaju sebelas duabelas dengan driver tengah. Beberapa bis balik disalip dengan diselingi stik-stik tpis hingga akhirnya memilih konvoi dengan Nusantara yang memainkan seinnya dengan cantik. Setelah mampir dulu di Bekasi, akhirnya jam 3.35 tiba di flyover Cengkareng. Hmm, tepat 12 jam perjalanan Jogja-Cengkareng, not bad lah ya. Semisal ga diselingi keruwetan jalan Jogja-Kebumen & ga mampir Jombor mungkin waktu tempuh bisa lebih singkat lagi, tapi tiba di Cengkareng jam segitu udah pas banget untuk saya tiba di Jakarta Pusat di waktu subuh. Kalo datengnya kepagian malah nyawa berasa belom nempel di badan, pun yang dugem aja belom pada pulang emoticon-Big Grin
GDP Network
© 2021 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di