CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Story / ... / Stories from the Heart /
REAL HOROR STORY "Rel Kereta Api Angker"
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/57e688699e740489288b456e/real-horor-story-quotrel-kereta-api-angkerquot

REAL HOROR STORY "Rel Kereta Api Angker"

WELCOME TO MY THREAD
REAL HOROR STORY

REL KERETA API ANGKER

Quote:

Quote:

Quote:

AGAN MINTA UPDATE!!! ANE CUMA MINTA emoticon-Blue Guy Cendol (L)DAN emoticon-Rate 5 Star BIAR ANE SEMANGAT GANSIS

BAGI YANG SUDAH TAHU TKP PLEASE UNTUK DIAMTAATILAH RULES SFTH!!! NO KEPO!!! AGAN KEPO ANE KENTANG


Quote:

Quote:


Quote:

Quote:


DISINI TIDAK ADA BUMBU PENYEDAP, GARAM, FORMALIN DAN SEBAGAINYAKARENA INI ADALAH SEBUAH THREAD KISAH NYATA... BUKAN MASAKAN!!!NO ALAY LANGUAGE!!!


PROLOG

Quote:


profile-picture
profile-picture
profile-picture
Shawty.vhee dan 66 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh tyazscream
67
Thread sudah digembok
PART 21.3 INI KAKI MILIK SIAPA? PENAMPAKAN TANPA KEPALA 4.

Quote:


Bagaimana dengan korban penampakan tanpa kaki itu, siapakah dia? Bagaimana dengan warga yang katanya sosok itu selalu muncul mengelilingi tempat dirinya tewas seperti mencari sesuatu? Bagaimana setelah ane membakar jamban itu? Apakah muncul lagi menghantui orang lain?

Sosok penampakan tanpa kaki itu adalah korban kecelakaan kereta api, dia sebenarnya kesrempet tidak tertabrak ditengah-tengah rel yang biasanya tubuhnya hancur. kakinya terlepas itu karena laju jalan kereta api yang cepat hingga sampai ke kamar mandi rudi. Korban adalah seorang teknisi yang bersama satu temannya. Temannya pada waktu itu fokus ke pekerjaannya, hingga akhirnya tidak melihat temannya tersambar kereta api.

Sosok penampakan hantu tanpa kepala yang sedang menyeret kakinya ini memang sering muncul ketika habis maghrib itulah sosok dirinya korban kecelakan yang terjatuh dijamban, tapi untuk keusilan terhadap warga hanya ada satu yang ane tahu. Itu terjadi kepada perempuan malam jablaylah gampangannya yang kebetulan lewat bersama orang yang mengantarkannya. Namanya yani bersama dina nama samaran.

Malam yang larut, ditambah gerimis menambah sepi, heningnya malam itu. yani yang kebetulan mau pulang dari pekerjaannya, biasanya dia dianter oleh pegawai cafenya, cuma karena mungkin malam itu yang biasa mengantarkan tidak berangkat maka diantarlah dia oleh salah satu teman perempuannya. Ane ingat malam kejadian itu hari rabo. Ini ane gak mengada-ngada Hingga akhirnya mereka keduanya ditemukan sedang pingsan oleh salah seorang yang mau berangkat berjualan ke pasar dengan rok yang dipakai dina terbuka gan. yang lainnya sensor!! Kejadian ini sekitar 200 meter dari rumah ane.

Untuk percapakan kreasi dari ane yah gan,

“Din, ntr pulang aku nebeng yah! Soalnya mas edi gak berangkat” Ucap yani kepada dina

Mas edi pegawai cafe yang sering mengantarkan yani pulang

“Ya udah nnti bareng.” Jawab Dina

Karena malam kamis, kebetulan juga gerimis mereka akhirnya pulang jam 1 malam, mungkin saja karena sepi.

“Din, lewat perempatan lampu merah kekanan saja.” Ucap yani,

Yani seringkali dianter oleh mas edi pegawai cafe dengan lewat jalan yang agak ramai, perlintasan juga sudah terdapat palang pintu, kebetulan yani juga tahu seluk beluk keangkeran rel kereta itu.

“Bukannya lebih deket lewat yang setelahnya yan.” Jawab Dina

“Ok, baiklah.” Jawab yani

Yani mengiyakan saja kata dari dina, karena mau lewat manapun dia berterima kasih karena sudah dianter, hingga akhirnya mereka bersiap-siap untuk perjalanan pulang.

Dalam perjalanan pulang,

“Sepi nih gak kemasukan.” Ucap dina

Kemasukan maksudnya gak ada pelanggan/pasien.

“Iya, tanggal tua kali din.” Jawab yani

“Kwakakakaka..” Mereka ngakak diatas motor seakan-akan tak tahu bahwa mereka sudah mau melintasi jalan menuju rel kereta api (yang 70% dari 100% jika agan lewat kesana malam-malam pasti bakalan liat penampakan).

Tak lama kemudian dia melihat tiga orang gan yang berada disekitar jalan menuju rel, menurut yani ketika ditanya setelah pingsan, dua orang perempuan, dan satu orang laki-laki. Mereka tidak saling kenal, antara tiga orang tersebut, dua orang perempuan berjalan berlawanan arah dina dan yani sedangkan seorang laki-laki itu berjalan berjalan searah dina dan yani.

Kemudian sosok laki-laki itu tersenyum menghadapkan wajah ke dina dan yani. Yani mengetahui kalau tempat disitu angker, akan tetapi ketakutannya sedikit hilang karena ada dua wanita yang kebetulan lewat. (Padahal dua wanita itu juga sosok penampakan).

Entah kenapa dina merasa tak takut, dan muncul sifat wanita nakalnya yang mau menggoda sosok laki-laki itu, dina pun memberhentikan motornya, sementara yani hanya diam. Yani malahan sebenarnya ingin sekali melanjutkan perjalanan. Sosok lelaki itu penampilan rapi, dina seakan tergoda dengan sosok lelaki itu,

Dan akhirnya sosok penampakan laki-laki itu mengobrol dengan dina, sementara yani masih diatas motor, dia lebih mengamati sosok dua wanita yang berjalan kehadapannya, yang dia takutkan mungkin saja tetangga kampung yang mengenali dirinya. Dua wanita itu menunduk tanpa melihat yani. Yani belum terlintas dibenaknya bahwa sosok itu adalah sosok hantu yang menampakkan kepada dirinya.

Tak lama kemudian, setelah sosok wanita itu melewati yani, rasa takut yani mulai muncul ketika dia mencium bau melati, bau itu persis seperti bau jenazah yang sudah dikafani yang mau dikuburkan, parfum mayat!

FYI: Dua hari kemarin entah kenapa ketika ane mau mengetik untuk cerita ini, bau itu muncul dikamar ane, hingga ane putuskan untuk pending dua hari untuk share ini. Cerita ini juga ane ketik siang-siang.

“Bau ini!!! Kok seperti bau jenazah yang mau dikuburkan?” Tanya dia dalam hati

Pandangan yani pun kembali tertuju kepada dina yang berduaan ngobrol dengan sosok lelaki itu, kemudian yani berbicara agak keras untuk secepatnya meninggalkan tempat itu.

“Din, ayo pulang!!” Ucap yani

Kemudian yani menggelengkan kepalanya seperti mencari sosok dua orang wanita itu, yang sekejap hilang setelah melewati dirinya. Yani masih penasaran dimana sosok dua perempuan itu muncul dengan menengokkan kanan kiri kepalanya,

“Dina ayoo!!!” Teriak yani

Tapi dina tidak mendengar teriakan yani, mereka malah justru berjalan menyeberang melewati rel menjauhi yani, di samping kanan rel ada semacam tempat pondasi yang bisa untuk duduk gan, karena bawahnya ada saluran irigasi. Mereka mengobrol disitu, kondisi itu justru semakin tak terlihat dari pandangan yani. Sementara yani yang sendirian diatas motor mulai agak panik.

Beberapa menit kemudian niatnya yani untuk menyalakan motor dan nyamperin dina tertunda, ketika bau melati/parfum jenazah itu kembali muncul kuat dari hidung yani. Diantara kebingungan dia mencari darimana asal bau itu, tak lama kemudian sosok itu muncul disamping kanan kiri dari yani, sosok itu SANGATLAH DEKAT!!! Hanya 30 cm dari wajah yani, hingga akhirnya dia tergeletak pingsan! Bisa terasa kagetnya seperti apa!!! Fyi. Ane belum pernah liat sosok dengan sedekat ini, yang paling dekat ane melihat adalah sosok hantu tanpa kepala yang hanya dibatasi kaca jendela.

Quote:


Bagaimana dengan dina?

Untuk cerita yang dialami yani, ane sih yakin banyak ada yang tidak diceritakan olehnya, tapi yang pasti dia ditemukan pingsan dengan roknya yang terbuka.

Quote:


Menurut cerita dina, dia sedang asik mengobrol dengan sosok lelaki itu dan ketika sedang asik ngobrol, dia mendengar suara bluukkk... pandangannya tertuju ke yani yang pingsan terjatuh diatas motor hingga kemudian motornya ikut ambruk. Dia berusaha untuk berdiri untuk melihat apa yang terjadi dengan yani,

Tak lama kemudian dia memandangi wajah sosok lelaki itu, sosok lelaki itu tersenyum memandangi dina, kemudian wajahnya sedikit demi sedikit berubah menjadi tak utuh, kulit yang terkelupas diwajahnya, wajah yang berdarah, dan kemudian kepala itu terlepas dari badan lelaki itu hingga dina kaget ketakutan dan tak sadarkan diri.

Bagaimana dengan sosoknya yang sering menampakkan diri setiap selepas maghrib, dia berjalan wara-wiri memutari tempat dimana dia kecelakaan, banyak warga yang mengira bahwa sosok itu sliweran disana seperti mencari sesuatu yang hilang ada pada dirinya.

Yang tahu tentang ini adalah rudi gan, karena setelah melihat kejadian ini dan korbannya tergelatak di bawah jamban yang penuh dengan t*i, ane putuskan untuk pulang, karena ane melihat kejadian itu bersama teman ane yang kebetulan tidak pernah lihat kejadian kayak gitu.

Tentang sosoknya yang wara-wiri disekitar kejadian itu ane juga dikasih tau rudi.

“Jangan-jangan Sepatunya ketinggalan ditempat kmm rud?” Tanya ane

“Rudi memandang ane tajam, seakan-akan mengiyakan.”

Karena waktu tewas tertabrak kakinya terbang melayang ke belakang rumah rudi tepatnya didepan kamar mandi samping sumur ketika rudi mandi, dan seingat ane rudi mencangking kakinya dengan memegang telapaknya tanpa sepatu/sandal.

Soalnya pas ane bakar jamban bilik itu gak pernah menemukan apapun, lagian tubuh korban juga masih utuh gak seperti biasanya yang menjadi pretelan, atau daging cincang. Hanya kepala yang remuk, dan kaki yang putus. Ane juga gak habis pikir gimana ambil otaknya diantara t*i dibawah jamban.

Ternyata benar sepatu korban terjatuh dibilik bambu tepatnya dibawah selokan belakang rumah rudi, ane dan rudi bingung mau dikemanain sepatu itu, hingga akhirnya ane taruh ditempat yang biasanya dia nampak, yaitu disekitar kejadian korban tewas.

Note: Dulu pas ada kecelakaan kereta api ada yang mengambil sandal korban, malahan ane melihat dengan kepala ane sendiri, tapi setelah beberapa hari dikembalikan lagi ditempat semula ketika korban tewas, karena diganggu dengan sosok yang meninggal tersebut. Bahkan ane gak bohong ada salah satu kejadian kecelakaan kereta api sore-sore dan malamnya dikasih perasan jeruk gan, ditempat dimana dia tewas hingga yang memberi perasaan jeruk itu dihantui sampai dia pindah dari kostan. Dia salah seorang yang bekerja dipabrik. Orang tersebut kost yang jaraknya 2 rumah dari ane. kayak di film? Tapi ini beneran!!

Malam minggu Ane ceritakan tentang sosok penampakan mbak rina yang menampakkan diri tanggal 31 oktober 2016 kemaren. Masih anget!!
profile-picture
profile-picture
profile-picture
Mr.Poocy dan 4 lainnya memberi reputasi
GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di