CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Hobby / Hobby & Community /
ںBismania Kaskus - BIMAKUS??| - Part 1
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/52eaa040f7ca17aa2d8b4612/bismania-kaskus---bimakus---part-1

ںBismania Kaskus - BIMAKUS??|



Izin ke pada Momod semuanya
thread ini versi Lanjutan dari thread sebelah
versi upgrade..
guna untuk menertibkan kembali thread yang ada sebelumnya
dengan izin TS dari sebelah


Quote:





by Gian Adel


Spoiler for kopdar:


Sebelumnya,

Quote:

anda yang bingung terhadap BIMAKUS,
silahkan baca2 dulu yang ini..


emoticon-thumbsupBIMAKUS Independent Bus Loversemoticon-thumbsup





emoticon-Nohope sssssttttttttt emoticon-Shutup ada surat cinta dari mod arrrry emoticon-Kiss (S) Surat Cinta emoticon-Kiss (S)

Quote:

emoticon-Ngacir



Best Regards,
Bismania Kaskus Officer emoticon-Wink
profile-picture
grg. memberi reputasi
Diubah oleh bimakus.officer
Thread sudah digembok
ijin share cerita tanggal 5 Mei kemarin yaa

1 Mei 2016

Datang ke lembang buat lunasin tiket untuk tanggal 5 Mei, pas ke agen diberitahu kalau tiket naik 10ribu dari harga normal yaitu 220ribu sekalian iseng liat parkiran yang agak lumayan becek yaa, gimana kalau hujan nantinya ini jadi kaya kubangan lumpur deh hahaha, liat ke parkiran ada bis berwarna ungu dan liat bodynya Travego buatan Morodadi Prima? Hmmmm berarti tanggal 5 bakalan dapet yang itu dong kemarin-kemarin ngitung dapet yang ventura soalnya, hmmm yaudah lah semoga bukan armada yang ada tulisan dalam kurung angka 2 nya dan kalau sampe kejadian ucup dan mas joko seneng bukan kepalang dah itu hahahaha.

Spoiler for E1:


Skip… skip…

Hari H 5 Mei 2016

Pagi-pagi udh dapet bbm dari mas joko kalau yang dapat armada tambahan yaitu seri E3 yang notabene jatah Rawa Mangun, wahh aman berarti ciledug gak kebagian armada tambahan kalau begitu, yaudah kalau gitu siap-siap lah mandi dan juga rapi-rapi terus kabarin kekasih tercinta buat anter ke terminal lembang hahahaha, berangkat ke terminal sekitar jam 2an sudah ramai calon penumpang dan juga anak-anak yang pada mau naik gunung tak lupa juga ngobrol ringan sama pak Eka driver NNS yang juga udh kenal lama dan juga akrab sama Bapak saya semenjak beliau bawa bis bareng sama pak Khaliq soalnya dulu keneknya masih sodara sama Bapak diPati hehehe, setelah berbincang saya pamit ke belakang dan beliau juga mau berangkat ke terminal Pondok Pinang. Ketika waktu sudah menunjukkan jam 3 sore kok bisnya belum maju ya ke jalur pemberangkatan di pintu keluar?
.
Di pintu keluar sudah terparkir Nusantara NS-26 menggunakan chasis MB 1830, untuk jatah ciledug biasanya rolling untuk nusantara, kemudian beberapa bus lintas selatan seperti Prayogo, Dieng Indah dan juga Puji Kurnia juga hadir di terminal ciledug.
Ada juga Kramat Djati tujuan Purwodadi menggunakan Hino RN285.

Yak setelah bersusah payah keluar dari parkir dipaling belakang dan juga terhalang sama Handoyo jadi susah keluar akhirnya bus keluar juga menju jalur pemberangkatan di pintu keluar. (penasaran ya bisnya yang mana seri E1-nya)
Ini dia bis yang akan mengantarkan saya menuju kota Pelajar, Ramayana seri E1 dengan nopol AA 1737 AB dan saya menduduki kursi saya di bangku nomor 15, kedua orang tua saya didepan kursi nomor 11-12.

Spoiler for E1:


Pertama masuk kabin cukup bagus dengan space antar seat lumayan legaaaaa..(A nya banyak emg bener lega untuk ukuran Exe) kursi model beludru bukan semi kulit buatan aldilla kalau tidak salah, hanya saja legrest yang pendek dan juga bantalnya yg imut bin mungil mungkin kurang pas untuk saya pribadi sih, untuk kursi sebelah saya masih kosong mungkin akan naik dari agen Pondok Pinang atau bahkan emang kosong hehehe

Spoiler for E1:


15:18 Take off dari terminal Lembang, Ciledug.

Kesan pertama naik bis ini sih sepertinya nyaman tarikan bus juga sepertinya enteng dibawa oleh driver 1 orangnya masih agak muda gak begitu gemuk pembawaan-nya juga cepat hanya saja sisi sebelah kanan dan kiri tempat saya duduk terhalang livery Pemanah-nya jadi untuk melihat kesamping agak terhalang sama liverynya tersebut.
Berhenti di prapatan ciledug karena lampu merah, setelah itu kemudian bus berbelok ke kanan menuju ke Pondok Pinang melalui rute Kreo-Petukangan, pada saat di petukangan tepatnya setelah Univ. Budi Luhur bareng dengan Bejeu BE02 tujuan Jepara, lumayan terhambat juga karena sedang ada proyek pembangunan jalur busway lintas ciledug-mampang prapatan dan masih lama pengerjaan-nya, setelah beberapa saat tersendat akhirnya bus berhasil memasuki GT Ciledug 1, di tol arus lalu lintas cenderung sepi dan tidak banyak dijumpai armada bus lainnya Bejeu pun sudah pergi meninggalkan pemanah sendirian.
Keluar tol Pondok Pinang langsung dihadang oleh kemacetan yang disebabkan oleh lampu merah di perempatan Lebak Bulus, terlihat disebelah kanan terdapat Pahala Kencana sudah memasuki Tol dan akan menuju ke tempat tujuannya entah untuk Wonogiri, Malang atau Ponoroogo.

Masih tersendat di lampu merah terlihat disebelah kanan PO. Deborah sedikit trouble diderek oleh Derek polisi dan jauh didepan sana terdapat Garuda Mas yang sama sama berangkat dari Ciledug tadi.

16:03 akhirnya sampai juga diterminal Pondok Pinang, jujur saya baru pertama kali setelah lebak bulus dibongkar baru kali ini masuk kea gen pondok pinang, diterminal juga sudah terdapat banyak armada seperti ada Zentrum, Bejeu, Raya dan juga Ramayana F1(2) yang artinya adalah F1 tambahan dengan body Travego Morodadi Prima, tidak lama kemudian datanglah F1 reguler dari Ciputat disusul oleh Raya Super Top dan juga Zentrum TZ berapa lupa dengan model setra jetbus HD2+, okupansi penumpang seri E1 juga sudah terisi penuh termasuk kursi disebelah saya, setelah petugas checker masuk dan mengecek kelengkapan penumpang Ramayana seri E1 dipersilahkan meninggalkan Pondok Pinang didepan seri F1 dan juga F1(2).

16:37 Take off Pondok Pinang

Kemudian tersendat di lampu merah Pondok Pinang beriringan dengan Zentrum setra jetbusHD2+, setelah memasuki tol TB. Simatupang arus lalu lintas cenderung ramai dan juga lancar tetapi kecepatan bus tidak begitu cepat agak sedikit tersendat, selepas cilandak terjadi kepadatan arus lalu lintas dan membuat macet cenderung padat hanya berjalan perlahan-lahan menyusuri kemacetan, apakah kemacetan cikunir sudah sampai disini? Bisa sampai jogja jam berapa ini nanti kalau seperti ini macetnya bisa-bisa kesiangan nanti sampai Jogja dan batal rencana mau main ke wonosari ke tempat pakde.

Ternyata pusat kemacetan ada di sebelum kolong pasar rebo yaitu penyempitan jalur dikarenakan jalur kiri sedang ada perbaikan, lepas dari situ arus lalu lintas kembali lacar sampai di cikunir.
Setelah masuk ke jalur Jakarta cikampek disini bertemu dengan Kramat Djati dan juga KD Jack Daniels yang tadi ada di terminal lembang kemudian ketemu Sumber Alam Legacy Sky, terlihat didepan Sumber Alam sudah terjadi kepadatan arus lalu lintas yaaa mungkin efek long weekend nikmatin ajalah yang penting sampai Jogja nantinya.
Setelah melewati sumber alam driver pinggir memilih jalur disebelah kiri dan didepan nampak Executive 24 Raya seri E 98 yang waktu itu dinaikin oleh saya.

Tidak beberapa lama kemudian Raya berhasil dilewati dari sisi sebelah kiri dan tetap saja masih dalam laju padat merayap cenderung padat menjelang KM19, didepan sudah ada Sinar Jaya Laksana Discovery dan didepannya ada Senja Furnindo Setra++, melewati KM19 yang ditutup dan nampak sudah lumayan ramai rest area ini, untuk bus yang biasa kontrolan di KM19 mungkin akan pindah di KM39 atau KM57 Jakarta-Cikampek. Setelah melewati KM19 masih merayap dari sebelah kana nada Sinar Jaya kemudian menjelang gerbang tol Cikarang Utama berhasil mendahului Senja Furnindo dan arus lalu lintas masih padat merayap hanya berjalan pelan, mana sudah gelap rumah makan juga masih jauh. Oiya Ramayana ini dapat snack juga loh, meskipun minimalis isinya ada aqua gelas, biscuit selai yg selainya kalau digigit keras seperti kering dan kacang mede(kacang mede-nya enak). Masih bermacet ria menjelang GT Cikarang Utama didepan ada Sinar Jaya 12VX Wonosari-Ciledug.

Setelah merayap perlahan dari sebelah mendahului Mulyo Indah Scor X dan juga Raya New Proteus menjelang GT Cikarang Utama.
Setelah melewati GT Cikarang utama arus lalu tetap padat merayap sampai KM39 dan KM57, disini mas Djoko sudah nakut-nakutin kalau sampe Jogja bakalan siang, waduh kalau sampe siang harus buat Plan B nih nantinya mau langsung Wonosari tapi batal ke Borobudur atau ke Borobudur batal ke Wonosari dan milih langsung Solo.
Skip.. skip.
Ketika sebelum melewati KM39 dan KM57 arus lalu lintas cenderung padat merayap berjalan perlahan saja.
Lepas KM57 bertemu Sinar Jaya Jetbus dan Discovery kemudian bertemu juga dengan Laju Prima.

19:45 melintasi GT Cikopo dibelakang Haryanto “Chicharito”, setelah membayar tol laju bus kemudian dipercepat untuk cepat sampai di rumah makan Kedung Roso, Brebes, di tol cipali ini driver membawa bus lumayan kencang tetapi tetap smooth dan nyaman, Disini masih tetap konstan cepat namun nyaman dan berhasil mendahului HR tersebut (maaf tidak sempat foto :’( )
Setelah melewati HR “Chicharito” didepan juga ada HR dengan model livery sama tapi warna yang berbeda lupa HR berapa langsung ambil kiri oleh driver kemudian dapat dilewati tanpa perlwanan dari HR tersebut. Setelah melewati HR kemudian bertemu dengan Bandrex legacy (mungkin yang dinaikin mas Estu pas tanggal 3 Mei kemarin) dan dapat didahului dengan mudah

21:10 masuk tol Palimanan dan sepi tidak ada teman perjalanan disini, rumah makan juga masih jauh mana tadi baru diganjal siomay di ciledug dan juga snack yang minimalis ini.
Keluar tol Kanci kemudian belok ke kanan, tidak jauh dari tol Kanci sebelah kiri ada RM Singgalang terdapat rombongan Agra Mas masih makan malam, alamak telat sampai Wonogiri itu jam segini masih pada kumpul makan, kemudian melewati RM. Aroma yang di dominasi oleh barisan Pahala Kencana.

22:00 akhirnya memasuki Rumah Makan Kedung Roso, disini sudah banyak terparkir armada seperti rombongan Shantika, Bejeu, OBL dan juga ada Kramat Djati dan AJP (Bukannya KD di singgalang dan AJP di Aroma ya?), setelah turun dari bus langsung ke mushola untuk menunaikan ibadah dan setelah ibadah masuk ke ruang makan dan jeng.. jeng… ternyata antriannya digabung dengan OBL, apesnya pas di giliran saya piringnya kehabisan pelayannya pun agak lama menanggapi kalau piring habis harus beberapa kali dibilangin dan diomelin juga baru buru-buru diambilin piringnya, langsung buru-buru ambil nasi dan lauk.

Untuk menu makan sepertinya lumayan ada nasi yang hangat, ayam goring yang empuk dan juga tumis tahu yang berasa bumbunya.
Setelah selesai makan tidak lupa ritual para bismania, apalagi kalau bukan hunting armada apa saja yang ada diparkiran rumah makan tersebut.

Spoiler for E1:



22:56 Exit Kedung Roso

beriringan dengan Ramayana E2 Euphoria, kemudi dipegang oleh driver tengah dengan perawakan agak gemuk, kesan pertama pembawaannya sepertinya style terburu-buru terbukti baru meninggalkan rumah makan sudah berhasil melewati 2 Pahala Kencana beriringan dengan E2, wahh kalau pembawaan begini alamat gabisa tidur ini, style nya mirip dengan muriaan temple temple tipissss, sayangnya tidak sempat diabadikan lewat kamera dikarenakan kalau malam gambar pasti blur dan goyang.

23:22 Tegal,

masih bersama dengan E2 seakan-akan E2 memandu E1 untuk melintasi malam jum’at dipantura, dari kejauhan nampak sudah livery yang terkenal dari PO asal ngembal, kudus berwarna merah kelir hitam seperti livery Red Bull, disini E1 dan E2 masih beriringan dengan HR tersebut hingga akhirnya dengan 1 kali injak pedal gas E2 dan HR bisa dilewati dengan mudahnya, setelah melewati HR dan saudara satu PO didepan terlihat Shantika dengan kode bis 5 berjuluk Barxolid masih tetap menempel bersama Shantika beberapa bus dapat dilewati seperti Pahala Kencana dan juga beberapa Kramat Djati.


00:00 Pemalang

masih bersama Shantika beriringan melewati HR82 exs Haryanto Putri namun saat E1 ingin melewati HR tersebut seperti tidak ikhlas untuk didahului, setelah beberapa saat kemudian akhirnya dapat didahului oleh E1 dengan style temple tipis langsung salip, benar-benar dibuat tidak bisa tidur meskipun saya duduk di baris ke 4 dari depan sampai leher pegel miring ke kiri terus pala ini.

00:36 Pekalongan

masih dibelakang Shantika yang sepertinya memang enggan untuk didahului, namun beberapa saat setelahnya shantika bisa didahului meskipun sedikit ada hentakan gas pada Ramayana, setelah melewati shantika didepan terlihat sosok hijau tinggi sedang berjalan santai, pas didekati ternyata GH O500R body AdiPutro Setra SHD dan dengan mudah dilewati, sesampainya di Batang atau memasuki daerah Alas Roban terdapat antrian kendaraan yang disebabkan oleh penyempitan jalan terkena macet cukup lama disini sekitar 30 menit lebih.
Setelah melewati kemacetan lalu laju dipelankan kemudian sein kiri menuju Pom bensi AKR dimana disini juga sudah terdapat ada 2 Ramayana entar seri berapa. Isi solar sekitar 600irbuan kembali melanjutkan perjalanan ke timur, sesaat sebelum keluar pom lewat lah Agra Mas SHD MB1836, benar-benar kesiangan untuk angkatan Agra Mas sampai ke Wonogiri, melewati jalur Alas Roban memilih melalui jalan baru tidak melewati jalur yang berkelok,


02:25 Gerbang Elok

Istirahat ke 2 dan kenek mempersilahkan penumpang untuk ngopi-ngopi ataupun untuk meregangkan otot.

Spoiler for GE:


Spoiler for E1:



02:40 take off Gerbang Elok

Setelah keluar gerbang elok tidak adalagi teman seperjalanan dan driver sudah ganti lagi ke driver pinggir, saatnya tarik selimut kemudian tidur.
Skip.. skip..

Terbangun di Ambarawa kemudian tidur lagi..

Bangun sudah mau sampai di Jombor.
05:30 Finish Jombor dan turun di seberang pintu masuk terminal.
Diubah oleh ipin.scania
GDP Network
© 2021 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di