CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Story / ... / Stories from the Heart /
hey gadis horor(I LOVE YOU)#true story
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/56729288c2cb17c73a8b4569/hey-gadis-horori-love-youtrue-story

hey gadis horor(I LOVE YOU)#true story

Salam sejahtera untuk kaskuser semua, gw nubi, dan gw bukan kaskuser adict, jadi banyak gk ngerti istilah kaskus, gw coba pake bahasa biasa. gw di sini akan menceritakan true story, kisah percintaan gw dengan satu wanita yang memiliki masa suram, sesuram - suramnya. Maaf jika ada mengandung konten yg agak dewasa, karena gw akan bercerita apa adanya. Oke sebelum lebih jauh perkenalkan gw gilang, profesi gw pengamen tp pengamen keren ya(ngarep!), gw ngamen dari kafe ke kafe, hotel, bar. gw drumer itu alasannya id kaskus gw men.in.back, karena selalu di belakang, jarang kepoto, jarang keliatan, tapi dentumannya bisa bikin semua cewek muntah, sory maksud gw kesemsem(ngunyah botol!).. Oia gw hanya menggunakan ponsell, jadi seadanya ya kaskuser semua..

Enjoy!


Quote:
profile-picture
profile-picture
profile-picture
pras219 dan 58 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh men.in.back
Chapter 31

Bali. 2013

Ini sudah satu setengah tahun maya menghilang begitu juga olive. dua wanita yg paling horor versi gw.

Gw kembali ke kost lama gw. Gw mengoper kredit apartmen maya, uang hasil menjual gw simpan untuk suatu hari gw bertemu maya lagi. 1bulan setelah maya pergi gw mencari kosan olive, gw mendapatkan info dari faisal, karena dia pernah ke sana sebelumnya, mereka sudah 1bulan pindah, gw tanya ke satpam kos, tidak ada informasi akurat. apa yang dipikirkan maya. butuh waktu berbulan2 untuk gw pulih dari kekecewaan ini, setiap harinya di apartemen gw selalu memanggil namanya, seakan dia di ada, saat gw membuka mata pagi hari gw berharap maya tidur di sebelah gw seperti dulu. Faisal tidak bisa berbuat banyak selain mensuport gw, dia selalu datang untuk menemani gw, mengajak jalan, mengenalkan beberapa teman wanitanya, entah mengapa gw gak tertarik sama sekali.

Gw merenung di kuta seperti biasa, ini jadi kegiatan gw setiap hari sampai saat ini. Sesak rasanya menahan tangis, menahan sakit yang menendang nendang di tengah2 dada gw. walau sekarang mulai berkurang, tiap nama maya terlintas dada gw sontak sesak sekeras2nya.

"faisal bilang lo selalu di sini sore menjelang malam" suara wanita.

Maya, dan olive mendatangi gw,
Gw gak menyadari bahwa mereka telah berdiri di depan gw sejak tadi. Gw hanya tersenyum pahit. Tanpa bisa berkata-kata.

"gw ngerasa salah kalo gw sampe gak menemui kamu yank" maya mulai duduk, begitu juga olive. sementara gw membuang muka ke sisi lain, gw masi muak.. muak melihat mereka berdua terutama maya.

"gw harus melakukan ini yank... Gw....." kata maya terputus ucapan gw.

"sebentar..
Gw mohon jangan panggil yank dengan semua tanda tanya lo selama ini! Panggilan palsu untuk sekedar menenangkan gw sesaat! Denger may, gw udah mulai bangkit dan melupakan lo! Bantu gw, bantu gw dengan.. dengan jangan pernah lagi muncul di kehidupan gw!" gw sekarang udah mulai.

"gw datang k bali cuma ingin minta maaf"

"maaf? Gw dah maafin lo, lo juga liv"

"kalo gada lagi yg di omongin gw cabut, kirim no rekening lo, ini uang apartement"

"gw gak butuh"

"berapa?"

"lang gw...."

"BERAPA!!!!" pekik gw.

Maya dan olive terdiam.

Lalu maya menyebutkan no rekeningnya. Gw menggunakan layanan banking dari ponsel.

"udah gw transfer semua," tanpa melihat mereka sekalipun, gw berlalu meninggalkan mereka berdua.

"zelvaliandra gilang pengen banget nemuin lo!"

Gw berhenti. Tanpa terasa ada yg memberatkan mata gw, sepertinya mata gw berair dan semakin mengalir.. Maya memegang pundak gw.

"dia di mobil, cantik. Mirip kamu banget.

Saat maya menarik tangan gw, gw hanya mengikuti langkahnya, seperti semua kebencian gw tadi menghilang terbawa angin, setelah ia menyebutkan nama itu.

Olive lebih dulu menuju mobil. Lalu seperti mengangkat sesuatu dengan hati2, ia kembali ke tempat gw berdiri. Gw gugup banget saat itu.

Olive menghampiri gw. membawa bayi di balut penghangat. putih bersih, mungil, jari2 tanganya bergerak gerak seakan ingin menyentuh sesuatu, gw tnpa ragu menggendongnya setelah okive menyerahkan si cantik ini. Matanya memandang polos gw, dan tersenyum manja. tidak ada sepatah katapun keluar dari bibir gw saat itu, hanya air mata yg mengalir deras, tapi gw bahagia, gw balas senyumannya, gw gak mau dia tau kalo hati gw sedang dilanda kesakitan yg begitu besar, dia gak berhak tau, yg perlu dia tau, dia sedang di dekapan ayahnya.

"cantik ya may, liv" tanya gw ke mereka. Mereka berdua mengangguk dan tersenyum namun dengan air mata yg sama derasnya dengan gw.

Suara2 lembutnya melekat di telinga gw. Gw menggodanya, dan ia balas dengan tawa dan teriakan2 manja.

"ikut gw ke ausi yuk yank"

Gw gak menghiraukan maya.

"yank!! Kasi gw kesempatan untuk bicara" pekiknya.

Gw menghela nafas panjang.

"untuk apa? Untuk melanjutkan kegilaan ini!?"

"kita nikah yank" ucap maya.

"apa si artinya semua ini!? Jawab gw"

Ini jawaban maya yg gak pernah gw lupakan sampai sekarang.

"oke, denger gw aka mulai bercerita. Awalnnya gw dan olive hanya ingin punya anak, dan kita berdua berniat mengadopsi anak dari salah satu panti asuhan. setelah gw bertemu kamu, gw mulai berfikir untuk memiliki anak dari rahim kami sendiri. Pada akhirnya gw! Mm sory kita berdua malah jatuh cinta sama lo, itu yang merusak hubungan gw dan olive. Tapi masalah cinta sayang dan rasa ingin memiliki itu tulus yank, gw dan olive tulus sayang ama lo! Kita tinggal bertiga di sana"

Mau banget kalo gw ngikuti nafsu, pada akhirnya lebih mengerikan nantinya, gw pelajari hal seperti ini lebih dalam, kadang mereka bisa melakukan hal gila seperti menyakiti dan bahkan membunuh pasangannya sendiri. Gw gak bisa ada di lingkaran kegilaan itu. Sudah cukup!

"gw cuma mau satu hal, jangan pernah putus hubungan lagi, gw mau tiap saat lo kirim foto dan perkembangan anak kita, gw rasa dia akan lebih baik bila bersama ibunya ketimbang dengan gw, karena gw rasa gw belum layak jadi ayah yang baik buat zelva, karena ekonomi gw belum berkembang"

"kali ini gw bakal berubah yank! Plis ikut gw" ucapnya

"gw dah sering banget denger kalimat itu! Ini sudah berlalu 1.5 tahun!"

"yank! "

"tolong jangan kek gini may!! Gw mohon"

Gw menyerahkan ponsel gw, "catat no lo!"

Maya terlihat gusar. gw gak berani memandangnya terlalu lama. Olive hanya diam.

Maya mengembalikan ponsel

"miss call yank" katanya.

Lalu gw menyerahkan zelvaliandra ke pelukan olive.

Maya memeluk gw. Sakiiiitt banget rasanya. Pelukan ini kenapa gak membawa ketenangan buat gw, katanya pelukan membuat seseorang tenang, tapi pelukan maya buat hati gw semakin tertusuk2. Gw gak sedikitpun membalas pelukannya, air mata gw tak henti2nya mengalir mewakili teririsnya hati gw.

Gw mengecup pelan kening maya. Dan melepaskan pelukannya. Maya tidak menahan gw kali ini, gw pergi meninggalkan mereka. Dan berjalan menuju ke dunia yang baru, dan gw gak bisa menebak seperti apa di depan sana. Entah gw bisa kembali bersatu dengan maya lagi atau tidak, karena sementara ini gw cuma ingin menenangkan hati gw.

Dan gw hanya bisa berlalu pergi dari mereka dan berkata dalam hati gw.

Hey gadis horor (I LOVE YOU!).

End!

I love u so much MAMAnya liandra. Rawat liandra dengan cinta, ketulusan dan kasi sayang ya. secepatnya menyusul ke sana.

..

Thanks buat para reader, udah menyempatkan waktu baca cerita biasa aja ini. Thanks buat komen, cendol dan ratenya.


Nb : Menulislah dengan hati luapkan semuanya dengan tulus, dan biarkan mengalir apa adanya.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
gwazwei dan 18 lainnya memberi reputasi
GDP Network
© 2021 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di