CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Story / ... / Stories from the Heart /
hey gadis horor(I LOVE YOU)#true story
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/56729288c2cb17c73a8b4569/hey-gadis-horori-love-youtrue-story

hey gadis horor(I LOVE YOU)#true story

Salam sejahtera untuk kaskuser semua, gw nubi, dan gw bukan kaskuser adict, jadi banyak gk ngerti istilah kaskus, gw coba pake bahasa biasa. gw di sini akan menceritakan true story, kisah percintaan gw dengan satu wanita yang memiliki masa suram, sesuram - suramnya. Maaf jika ada mengandung konten yg agak dewasa, karena gw akan bercerita apa adanya. Oke sebelum lebih jauh perkenalkan gw gilang, profesi gw pengamen tp pengamen keren ya(ngarep!), gw ngamen dari kafe ke kafe, hotel, bar. gw drumer itu alasannya id kaskus gw men.in.back, karena selalu di belakang, jarang kepoto, jarang keliatan, tapi dentumannya bisa bikin semua cewek muntah, sory maksud gw kesemsem(ngunyah botol!).. Oia gw hanya menggunakan ponsell, jadi seadanya ya kaskuser semua..

Enjoy!


Quote:
profile-picture
profile-picture
profile-picture
pras219 dan 58 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh men.in.back
Chapter 9

Gw terdiam dan membeku sesaat sampai suara itu datang memasuki telinga gw.

"lang ko bengong?" Tanya olive menyelidik.

Gw sontak salting, menutup barang itu dengan tumpukan kaset dvd.

"nah ini aja!" Pekik gw, saat itu gw lagi kalut banget, tanpa lihat itu pelm apaan, sumpah gw lupa judul ni pelm, abis gak tenar si, gw ambil random, karena gugup. Yang pasti gambarnya cwe ama cwo, lagi berduaan di tempat tidur.

"ya itu itu gapapa!? emoticon-Big Grin keknya romantis emoticon-Embarrassment " katanya riang.

Duh salah ambil, gw yakin ni ada semi2nya. Tambah pusing gw. Bathin gw.

Gw mulai menyalakan dvd player yg terletak rapih di atas meja TV. Dan menuju sofa untuk menonton. Terlihat olive senyum2 sendiri.

Gw bener2 lupa jalan cerita filmnya, yang jelas banyak adegan gituin nya.

Sebenernya gw gk melulu fokus ke film, karena barang yg gw liat tadi masih berputar-putar di otak gw.

Olive type seorang penonton yang serius, jadi tak banyak bicara, cuma yg bikin gw gemes, setiap ada adegan gituin ia memeluk guling yang sudah ia pegang sejak tadi, dia meremas kencang tu guling, sambil menekuk lututnya, dan mengeliat2 sendiri. Tapi lucu.

Gw masih tetep gak fokus, banyak pertanyaan di benak gw, tapi gak mungkin gw tanya ke dia. Setelah film selesai.

"mau nonton lagi, apa?" Gw tanya olive. Sambil menengok kearahnya.

Tidur?

"liv" panggil gw pelan.

Jiah. Tidur dia dengan posisi terduduk, memeluk gulingnya. Ini kedua kalinya ada cewe berduaan ama gw tapi 'tidur' emoticon-Frown

Gw mengubah posisi (menidurinya, ngamplong :hamer: ) merebahkan dia ke posisi tidur. Gw pun kembali ke sofa bed dan mulai merebahkan diri, sambil mengganti2 chanel TV.

Tanpa sadar gw terlelap tidur..

Menuju alam mimpi, entah mungkin lelah banget, pikiran2 aneh tadi pergi dengan sendirinya.

Entah jam berapa, antara sadar gak sadar. Ada yg menyelimuti gw, gw kedinginan. Ada yang menyentuh kening gw lembut. Gw tau itu bukan tangan.

Itu seperti..

Bibir..

...

Silau cahaya masuk menembus kelopak mata gw, memaksa gw untuk membuka mata. Dan terbangun bukan di kamar gw. (Dimana gw? Ini tempat apa? Gw siapa? emoticon-Hammer ). Oia gw molor di tempat maya.

“pagiiiii...” suara cewe Cumiakkan telinga gw.

Gw, Cuma senyum, berasa di sapa istri di pagi hari (ngamplong!). Gw melihat arah jam, masi pagi sekitar jam 8, jam 7 kalo WIB.

“gw buat sarapan, nasi goreng, buat pembantu gw yg berjasa nemenin gw tadi malem!” katanya asal-asalan.

Gw “.......” masi loading sekitar 60% untuk menuju sadar. Olive Cuma cengar cengar.

“pembantu!???” akhirnya full loading.

“bodyguard kek, satpam kek, masa pembantu keren gini emoticon-Cool “ bantah gw.

Olive tertawa kecil.

“yauda sana cuci muka dulu.” Ujarnya masih tertawa.

Gw, mengangguk. Menuju toilet.

Sekilas tentang kamar maya dan toiletnya. Kamar maya seperti yang gw ceritakan di chapter sebelumnya, kamar kos maya mewah, ruangannya lebih besar dari kos gw, total bangunan kira2 5x6. Mungkin. Terdapat furniture lengkap, seperti sofa bed beserta meja, full elektronik, dapur dan toilet terpisah dengan sekat tembok bercampur kayu. Kamar mandinya tak kalah mewah, lengkap dengan bathtub dan antara toilet dan shower terpisah.

Harum banget kamar mandinya, harum (kamper murahan) emoticon-Big Grin. Gak gan, harum vanila, jadi pengen nginep lg, tapi di toilet emoticon-Ngakak (S)

Setelah selesai besemedi di toilet gw balik ke sofa.

“apa sih yang lo keluarin? Lama banget di kmr mandi.” Tanyanya penuh arti lalu terkekeh.

Aihhhh.. Ni cwek (membangunkan beruang yang sedang berhibernasi!)

“oh itu, tadi ada kecoa gw bunuh dulu,” kata gw ngasal.

Matanya membelalak, “kecoa??? Dimana? Dah matikan? Serius siiii, gw takut banget ama kecoak! Gw lg pincang nih, kalo masi ada gimana kaburnya ntar!?? emoticon-Frown “ pekiknya, dengan pertanyaan yg gak perlu gw jawab.

Gw tertawa lucu mimiknya.

“ngapain kabur lo getok aja pake apaan ke’ .” jawab gw.

“ishhhhh emoticon-Mad Dah makan tu! Keburu dingin!” perintahnya.

“yaaa... Gw makan ya.”

Enak gan. Di mana2 nasi goreng sama aja (di goreng bukan di arak terus di pukulin rame2. Apa sih emoticon-Frown ). Maksud gw, enak banget ini beda, lebih mirip nasgor dihotel2. (pake beras plastik kali ya? Dulu belum ada beras plastik, tapi gatau juga sih mungkin dulu belum tenar dah beras plastik)

“enak?” tanyanya lembut.

“enak banget liv serius! Lo dagang aja keliling pake gerobak, pasti banyak yang beli, terutama cowo2” jawab gw.

“jiah.. Malesin emoticon-Mad . Buka restoran ke’, masa jual keliling emoticon-Frown

“hahhha. Becanda, tapi serius enak banget.”

“maksih emoticon-Embarrassment syukur deh kalo suka, semuanya 50ribu mas emoticon-Embarrassment “ godanya.

“gw tambahin 50ribu lg deh, masakin di setiap pagi saat gw bangun tidur ya”

“males! emoticon-Mad

Kami pun terlarut dalam obrolan di pagi hari. Gak nyangka cewe yang gw tolong dulu ternyata jadi sedeket ini. Pancaran wajah olive tu lembut banget, sedikit pun gw gak melihat bahwa dia sedang mengalami patah kaki. Dan gak pernah mengeluh kesakitan.

Ponselnya. Berdering.

“maya!” katanya. “bentar ya gw angkat telpnya” tambahnya.

Gw hanya mengangguk.

Lalu dia berjalan ke dapur, tentu saja menggunakan tongkat sebelah.

Hening.

Terdengar suara meninggi dari olive.

Mereka berantem?






profile-picture
profile-picture
profile-picture
masmas222 dan 7 lainnya memberi reputasi
GDP Network
© 2021 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di