KOMUNITAS
Home / FORUM / All / Entertainment / The Lounge /
Cuplikan Kisah Nyata Satuan Tugas Rajawali Kompi Pemburu
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/50fd694c7d1243860300000c/cuplikan-kisah-nyata-satuan-tugas-rajawali-kompi-pemburu

BASED A TRUE STORY : Kumpulan Kisah Prajurit Di Medan Operasi







DI GALI DI KUMPULKAN BERDASARKAN KISAH NYATA
BASED FROM A TRUE STORY



INDEX KISAH 1
KOMPI PEMBURU RAJAWALI

1. [Credit : Agan Kopralcepak] - Pengenalan
2. [Credit : Agan Kopralcepak] - First Blood
3. [Credit : Agan Kopralcepak] - Kebiasaan Tentara Kita
4. [Credit : Agan Kopralcepak] - Kapal Selam Siapa
5. [Credit : Agan Kopralcepak] - Siapa David Alex
6. [Credit : Agan Kopralcepak] - Penyelamatan Post Terpencil
7. [Credit : Agan Kopralcepak] - Salah Lirik
8. [Credit : Agan Kopralcepak] - Penyerangan Gudang Bawah Tanah
9. [Credit : Agan Kopralcepak] - Fretilin Kena Tsunami
10. [Credit : Agan Kopralcepak] - Lulik
11. [Credit : Agan Kopralcepak] - Mengerjai Bos Baru
12. [Credit : Agan Kopralcepak] - Misteri Gugurnya Sang Danton
13. [Credit : Agan Kopralcepak] - Yang Paling Di Timtim
14. [Credit : Agan Kopralcepak] - Sengsaranya Nongkrong di Kotis
15. [Credit : Agan Kopralcepak] -Collateral Damage
16. [Credit : Agan Kopralcepak] - Mencari Brimob Yang Hilang
17. [Credit : Agan Kopralcepak] - Penyergapan Dalam Kota
18. [Credit : Agan Kopralcepak] - SS-1 Pindad
19. [Credit : Agan Kopralcepak] - HomeBase Tak Kalah Tegangnya
20. [Credit : Agan Kopralcepak] - Salah Sasaran
21. [Credit : Agan Kopralcepak] - Mengenang Sang Komandan Rajawali
22. [Credit : Agan Kopralcepak] - Nyasar Membawa Berkah
23. [Credit : Agan Kopralcepak] - Memburu Si Pembakar
24. [Credit : Agan Kopralcepak] - Penasaran
25. [Credit : Agan Kopralcepak] - Perbandingan Fretilin dan GAM
26. [Credit : Agan Kopralcepak] -Panah SGI
27. [Credit : Agan Kopralcepak] - Membekuk Gerilyawati
28. [TS] - Disekolahkan Biar Pandai!
29. [TS] - Cerita Sari Aceh
30. [Credit : Formil] -Taktik Decoy
31. [Credit : Formil] - Rajawali Sektor Timur 1998
31. [Credit : Agan Kopralcepak] - Penghadang Yang Dihadang
32. [Credit : Agan Kopralcepak] - Mencoba Peralatan Baru
33. [Credit : Agan Kopralcepak] - Lulik
32. [TS] - Intermezo1
33. [TS] - Intermezo2
34. [Credit : Alexanderhagal] -Jiancok Asu Koen!
35. [Credit : FORMIL] - Intermezo3
36. [Credit : FORMIL] - Lembah Mistis
37. [Credit : FORMIL] - Oleh-Oleh
38. [Credit : FORMIL] - Lelucon Saat Kontak
39. [Credit : FORMIL] - Istirahat Pun Guyon
40. [Credit : FORMIL] - Sydrom Mata Kuning
41. [Credit : FORMIL] - 501 Duel Jarak Dekat
42. [Credit : agan Zenergun] - Bobby Trap
43. [Credit : KakRhoma] - Si Ular
44. [TS] - Nenek Mengenang Cucu
45. [TS] - Arwah Mengunjungi Komandan
46. [TS] - Mat Sanger
47. [TS] - Membom Dedemit
48. [TS] - Tumbangnya Orang Sakti - Bag 2.
49. [Credit : Agan Erwinparikesit] - Masuk Kolam Bag 2.
50. [Credit : Agan Erwinparikesit] - Bukit Tengkorak Bag 2. Bag 3. Bag 4.
51. [Credit : Agan Erwinparikesit] - Memenuhi Tantangan GAM
52. [TS] - Dor! GAM Malah Ketawa
53. [TS] - Insiden Caracas
54. [Credit : FORMIL] - Rajawali 330 TOD Papua

INDEX KISAH 2
OPERASI OPERASI DI TIMTIM, PAPUA & ACEH


Timor Timur
[Credit : FORMIL] - Operasi Linud Terbesar Bag.2 Bag.3 Bag.4
✔[URL=...][Credit : FORMIL] - Grup 1/Kopassandha Membuka Operasi Seroja[/URL]
[Credit : FORMIL] - Si Kancil
[Credit : FORMIL] - Serangan Heroin Di Gunung Qablaque Bag.2 Bag.3 Bag 4.
[Credit : FORMIL] - Operasi Kikis Bag 2.
[Credit : Agan Gemahripahlohji] - Kisah Bapak Ane
[Credit : Agan Alexanderhagal] - Kisah Bapakku Di Timtim
[TS] - Sepenggal Kisah Prabowo di Medan Tempur
[Credit : Agan Samueltirta] - Behind Enemy Lines Tim Umi Bag.2
Bag.3 Bag.4

[Credit : Agan Samuel Tirta] - Rambo Yg Sebenarnya : PRATU SUPARLAN
[Credit : Agan Samuel Tirta] - Gugurnya Sukisno
[Credit : Agan Alexanderhagal] - Timtim Band Of Brother : Kisah Bapak Ane : TANDA LAHIR
[Credit : Agan Alexanderhagal] - Timtim Band Of Brother : Kisah Bapak Ane : TIDUR NGELONIN GRANAT
[Credit : Agan Alexanderhagal] - Timtim Band Of Brother : Kisah Bapak Ane : IBUUUU...SAKITNYA BUUUUK..!emoticon-Berduka (S) Bag 2.
[Credit : Agan Alexanderhagal] - Timtim Band Of Brother : Kisah Bapak Ane :KONYOL-KONYOLAN Bag 2.
[Credit : Agan Alexanderhagal] - Timtim Band Of Brother : Kisah Bapak Ane : INDERA KE ENAM Bag 2.
[Credit : Shahpanzer] - Tangguhnya Si Krebo Hutan
[Credit : Agan Alexanderhagal] - Timtim Band Of Brother : Kisah Bapak Ane : BUAH SETAN
[Credit : Agan Alexanderhagal] - Timtim Band Of Brother : Kisah Bapak Ane : LETNAN MUDA KERAS KEPALA
[Credit : Agan Jagm] - (Foto) Pemburu Krebo Hutan
[Credit : Agan Alexanderhagal] - Timtim Band Of Brother : Kisah Bapak Ane : LOBSTER
[Credit : Agan Alexanderhagal] - Timtim Band Of Brother : Kisah Bapak Ane : LOBANGNYA BUAYA
[Credit : Agan Alexanderhagal] - Timtim Band Of Brother : Kisah Bapak Ane : KAPTEN MARAHI MAYOR
[Credit : Agan Alexanderhagal] - Timtim Band Of Brother : Kisah Bapak Ane : PETA OH PETA Bag 2.
[Credit : FORMIL] - EPIC FOTO
[Credit : FORMIL] - ( Foto ) Rekapitulasi Yg Gugur di Timtim
[Credit : Agan Alexanderhagal] - Timtim Band Of Brother : Kisah Bapak Ane : BAD DAY FOR LOGISTIC Bag 2.
[Credit : Agan Pemakanmayat] - Beberapa Penghadangan Truk TNI Yg Banyak Memakan Korban
[Credit : TS] - Penghadangan Di Baunoraq
[Credit : Agan Alexanderhagal] - Timtim Band Of Brother : Kisah Bapak Ane : HUNTED Bag 2.
[Credit : Agan Bakulmendoan] - ( Foto ) Makam Bapak Ane
[Credit : Agan Ekolistrik] - ( Foto ) Bapak Ane Gugur di Timtim
[Credit : Agan Alexanderhagal] - ( Foto ) TIMTIM BAND OF BROTHER : Koleksi Bapak Ane 1
[Credit : Agan Alexanderhagal] - ( Foto ) TIMTIM BAND OF BROTHER : Koleksi Bapak Ane 2
[Credit : Pelita] - TIMTIM SEBUAH PERJUANGAN
[Credit : Agan Samueltirta] - Ku Lakukan Demi Keluargaku Bag 2. Bag 3. Bag 4. Bag 5.
Bag 6.



profile-picture
profile-picture
profile-picture
egama dan 7 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh pioneer1980

DUEL UDARA F-16 TNI AU VS F-18 HORNET US NAVY Di PULAU BAWEAN

credit for : Bpln.blog

Mungkin diantara anda belum pernah mendengar insiden Bawean. Insiden Bawean adalah duel udara pesawat tempur F-16 TNI-AU dengan pewat tempur F/A 18 Hornet milik Angkatan Laut Amerika Serikat (US Navy) yang menerobos masuk wilayah Indonesia di atas kepulauan Bawean. Ini bukan latihan militer, ini kenyataan.

Tanggal 3 Juli 2003, kawasan udara di atas Pulau Bawean sontak memanas ketika lima asing yang kemudian diketahui sebagai pesawat F/A 18 Hornet terdeteksi radar TNI AU. Dari pantauan radar kelima Hornet terbang cukup lama, lebih dari satu jam dengan manuver sedang latihan tempur. Untuk sememntara Kosek II Hanudnas (Komando Sektor II Pertahanan Udara Nasional) dan Popunas (Pusat Operasi Pertahanan Udara Nasional) belum melakukan tindakan identifikasi dengan cara mengirimkan pesawat tempur karena kelima Hornet kemudian menghilang dari layar radar.

Sekitar dua jam kemudian, Radar Kosek II kembali menangkap manuver Hornet. Karena itu panglima Konanudnas menurunkan perintah untuk segera melakukan identifikasi. Apalagi manuver sejumlah Hornet itu sudah mengganggu penerbangan komersial yang akan menuju ke Surabaya dan Bali serta sama sekali tak ada komunikasi dengan ATC terdekat.
Dua pesawat tempur buru sergap F-16 TNI-AU yang masing-masing diawaki Kapten Pnb. Ian Fuadi/Kapten Fajar Adrianto dan Kapten Pnb. Tony Heryanto/Kapten Pnb. Satro Utomosegera disiapkan. Misi kedua F-16 itu sangat jelas yaitu melakukan identifikasi visual dan sebisa mungkin menghindari konfrontasi mengingat keselamatan penerbang merupakan yang utama. Selain itu, para penerbang diminta agar tidak mengunci (lock on) sasaran dengan radar atau rudal sehingga misi identifikasi tidak dianggap mengancam. Namun demikian, untuk menghadapi hal yang terduga kedua F-16 masing-masing dua rudal AIM-9 P4 dan 450 butir amunisi kanon kaliber 20 mm.

Menjelang petang, Falcon Fligh F-16 melesat ke udara dan tak lama kemudian kehadiran mereka langsung disambut dua pesawat Hornet. Radar Falcon Fligh segera menangkap kehadiran dua Hornet yang terbang cepat dalam posisi siap tempur. Perang radar atau jamming antara kedua pihak pun berlangsung seru. Yang lebih menegangkan pada saat yang sama, F-16 yang berada pada posisi pertama telah dikunci, lock on oleh radar dan rudal Hornet. F-16 kedua yang terbang dalam posisi supporting Fighter juga dikejar oleh Hornet lainnya. Namun posisi F-16 kedua lebih menguntungkan. Jika memang harus terjadi dog fight ia bisa melancarkan bantuan.

Untuk menghindari sergapan rudal lawan seandainya memang benar-banar diluncurkan, F-16 pertama lalu melakukan manuver menghindar, yakni hard break berbelok tajam hampir 90 derajat ke arah kanan dan kiri serta melakukan gerakan zig-zag. Manuver tempur itu dilakukan secara bergantian baik oleh F-16 maupun Hornet yang terus ketat menempel. Melihat keadaan yang semakin memanas, F-16 kedua lalu mengambil inisiatif menggoyang sayap (rocking wing) sebagai tanda bahwa kedua pesawat F-16 TNI-AU tidak mempunyai maksud mengancam.

Sekitar satu menit kemudian, kedua F-16 berhasil berkomunikasi dengan kedua Hornet yang mencegat mereka. Dari komunikasi singkat itu akhirnya diketahui bahwa mereka mengklaim sedang terbang di wilayah perairan internasional. “We are F-18 Hornets from US Navy Fleet, our position on International Water, stay away from our warship”. F-16 pertama lalu menjelaskan bahwa mereka sedang melaksanakan patroli dan bertugas mengidentifikasi visual serta memberi tahu bahwa posisi F-18 berada di wilayah Indonesia. Mereka juga diminta mengontak ke ATC setempat, karena ATC terdekat Bali Control belum mengetahui status mereka.

Usai kontak Hornet AS itu terbang menjauh sedang kedua F-16 TNI-AU return to base, kembali ke pangkalannya Lanud Iswahjudi Madiun. Selain berhasil bertemu dengan Hornet, kedua F-16 TNI-AU juga melihat sebuah kapal perang Frigat yang sedang berlayar ke arah timur. Setelah kedua F-16 mendarat selamat di pangkalan TNI-AU menerima laporan dari MCC Rai (ATC Bali) bahwa fligh Hornet merupakan bagian dari armada US Navy. Namun yang paling penting dan merupakan tolak ukur suksesnya tugas F-16, Hornet AL AS itu baru saja mengontak MCC RAI dan melaporkan kegiatannya.

Keesokan harinya TNI-AU terus mengadakan pemantauan terhadap konvoi armada laut AS itu dengan mengirimkan pesawat intai B737. Hasil pengintaian dan pemotretan menunjukkan bahwa armada laut AS yang terdiri dari kapal induk USS Carl Vinson, dua frigat dan satu destroyer sedang berlayar diantara Pulau Madura dan Kangean menuju Selat Lombok. Selama operasi pengintaian itu pesawat surveillance B737 terus dibanyangi dua F/A 18 Hornet AL AS. Bahan-bahan yang didapat dari misi itu kemudian dipakai oleh pemerintah untuk melancarkan “keberatan” secara diplomatik terhadap pemerintah AS.
×
© 2023 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di