KOMUNITAS
Home / FORUM / All / Story / ... / Stories from the Heart /
Kuharap Kau Selalu Ada Disini
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/000000000000000010775386/kuharap-kau-selalu-ada-disini

Kuharap Kau Selalu Ada Disini

permisi para sesepuh dan para penghuni SFTH maupun yang baca kisah ini...
gw mau berbagi cerita. Sebelumnya maaf ya kalo tulisannya acak-acakan. jujur gw emang nggak begitu pinter buat nulis sebuah cerita

Spoiler for :


"lagu ini lagi...ffuuhhtt"keluh gw sambil menghembuskan asap rokok ini

kenapa setiap gw denger lagu ini selalu teringat ketika gw bersama dia. itu semuakan udah berlalu.

"masa lalu kan nggak akan merubah masa sekarang maupun masa depan. kecuali kalau kita belajar dari masa lalu, baru bisa merubah masa depan maupun sekarang." kata gw dalem hati

oh ya nama gw sonny. kisah ini berawal pas gw masuk salah satu SMA Negeri di Kota TANG***NG tahun ajaran baru 2006. sekolah gw ngadain MOS buat anak-anak baru 3 hari.


Quote:


To be Continued


terima kasih ya sudah mau mampir ke kisah ini.

kalau nggak keberatan sih di comment or emoticon-Rate 5 Star ataupun emoticon-Blue Guy Cendol (L) , itu yang bikin gw jadi lebih semangat buat ngelanjutin kisah ini emoticon-Toast

sekali lagi terima kasih sudah menyempatkan waktunya buat membaca kisah ini emoticon-Toast




enjoy with my story emoticon-Angkat Beer







emoticon-Shakehand2
SEKIAN&TERIMAKASIH;
profile-picture
anasabila memberi reputasi
Diubah oleh ghighe
Part 56


Hujan turun membatasi pandangan jalanan yang gw lalui. Suasana sore hari yang makin menggelap juga ikut berpengaruh membuat hening suasana dan dingin dalam bis ini, namun bis tetap melaju menuju kota yang akan menjadi tempat perpisahan sekolah. Kota yang kental akan budayanya ini merupakan tanah kelahiran orang tua gw juga. Yogyakarta, kota pendidikan inilah yang menjadi tempat diselenggarakannya perpisahan sekolah gw. 3 kelas IPA dan 3 kelas IPS yang ada disekolahan gw menjadikan 6 bis AC yang dipisah berdasarkan kelas berangkat menuju kesana.

Teman-teman yang lain dari kelas gw tampak sudah mulai tertidur, termasuk tika yang daritadi duduk disebelah gw dan beberapa temen gw yang masih terjaga.

"“wah. Semalem Barcelona lawan Chelsea seru banget. Sayang Chelsea kalah agregat gol tandang, jadi nggak lolos dah."” Kata chandra yang memang pendukung klub tersebut

"“semalem gw mau nonton, ehk malah ketiduran. komentatornya lama sih ngocehnya"” Balas gw emoticon-Hammer

"“ahk payah lu. yang lain aja pada nonton, makanya sekarang udah pada K.O. semua.”" Kata chandra lagi

"Tapi giliran sekarang yang lain pada tidur malah gw nggak bisa tidur.”" Balas gw lagi emoticon-Frown

"“lu nggak bisa tidur karena nggak ngantuk apa karena orang disebelah lu ini.”" Ujar chandra sambil menunjuk-nunjuk tika yang sedang tertidur

Gw lihat tika yang tertidur cukup pulas masih dengan kacamatanya yang menghiasi wajahnya. Gw jadi ingat pertama kalinya gw bertemu dengan tika waktu itu. Langsung saja gw lepaskan kacamata yang memang biasa dipakainya dari wajahnya. dia jadi tampak berbeda jika tanpa kacamata emoticon-Wowcantik . Tiba-tiba saja tika terbangun ketika gw baru melepaskan kacamatanya.

“"hhhoooaaaammmm”..."

tika yang terbangun langsung meregangkan badannya. sehingga secara tidak sengaja tangannya meninju kearah gw, untungnya gw bisa menghindar.

"“buset dah neng, ini bukan lapangan. Maen seenaknya aja dah. Untung gw masih bisa ngehindar”." ujar gw melihat tingkahnya tika ketika bangun tidur emoticon-Nohope

"“adooh..iya maaf maaf. Kebiasaan dirumah kebawa sampai sini juga.”" Balas tika sambil tertawa kecil

"“wah kenapa lu nggak kenain aja tik. diulangilah”." kata chandra

"“jangan ahk. Ntar sonny ngamuk, kalo udah ngamuk bahaya dia… ehk kacamata gw mana”." kata tika panik yang baru menyadari kalau kacamatanya sudah tidak ditempatnya lagi

"“ada ini sama gw. lagian tidur aja pake kacamata. Emang kalo dirumah lu tidur juga pake kacamata apa??”" tanya gw emoticon-Smilie

"“ahk sini balikin dulu son.”" Pinta tika

"“ya dijawab dulu dong, baru gw balikin nih.”" Balas gw sambil memamerkan kacamatanya

"“ya udah sini balikin dulu. Gw nangis nih kalo nggak dibalikin.”" Pinta tika memelas emoticon-Belo

"“ya sok atuh nangis aja coba."” Balas gw lagi

Tiba-tiba saja tika langsung meneteskan air matanya yang dilanjutkan dengan suara tangisannya. Langsung saja gw bekap mulutnya tika emoticon-Shutup dan memasangkan kacamatanya kembali.

“"wooii.. lu anak orang dibikin nangis, udah didiemin ntar yang lain mikir yang aneh-aneh aja."” kata chandra dari belakang sambil menjitak kepala gw

"“udah tik, jangan nangis lagi. Ini kacamata lu udah gw balikin."” Kata gw coba menenangkan tika tapi tangan gw masih membekap mulutnya

Tika tampak sudah mulai tenangan dan malah menggigit tangan gw yang ada dimulutnya, awalnya gigitannya pelan lama-lama makin terasa sakitnya

“KKKKYYYYAAAA….”

Langsung saja gw lepaskan tangan gw dan gentian mulut gw yang dibekap tangannya tika.

"“berisik tau, ntar yang lain bangun gimana. Lagian tangan lu bau sih jadi gw gigit aja. sekarang gentian lu yang gw bekep mulutnya."” ujar tika sambil tertawa kecil karena membekap gw

‘emangnya tangan gw abis ngapain bisa bau. Lagian pake digigit, kan lumayan sakitnya’ kata gw dalam hati

"“bagus tik, kalo perlu mulutnya dikasih lakban aja biar dia nggak ngoceh-ngoceh lagi.”" Balas chandra yang menyetujui yang dilakukan tika

"“adooohhh....sakit tau tangan gw ini lu gigit”." kata gw yang masih dibekap sehingga suaranya jadi tidak jelas emoticon-Shutup

"“hah??ngomong apa lu barusan??”" tanya tika pura-pura tidak mendengar

"“sakit ini tika!!"” kata gw lebih keras lagi sambil menunjukan tangan gw yang ternyata membekas bentuk gigi yang menggigit gw emoticon-Shutup

"“lha ada bekas gigi gw disini..muach"” ujar tika memberikan kecupan ketangan gw yang digigitnya dan melepaskan bekapannya dimulut gw

“"ffuuhhtt…”..." nafas pertama dari mulut begitu lepasan tangan tika emoticon-Belo

"“gimana masih sakit nggak??"” tanya tika

"“lumayan..”" jawab gw singkat

"“ini hujan ya??pantesan dingin dah.”" Sambil tika menarik tangan yang dia gigit kepelukannya emoticon-Confused

"“kemana aja daritadi, baru nyadar sekarang ini dingin.”" Jawab gw emoticon-Cool

"“ehk ini udah sampai mana dah??masih lama nggak ya??"” tanya tika sambil merapatkan badannya ke gw emoticon-Malu (S)

"“ini sih masih di kebumen, ya paling beberapa jam lagilah kita nyampe.”" Jawab gw lagi yang mulai merasa lebih hangat emoticon-Embarrassment

"“ouwh, yaudah gw tidur lagi ya. Ntar kalo udah sampe kasih tahu ya. Tapi awas kalo kacamata gw diumpetin lagi, gw gigit lagi ntar.”" Pinta tika

Gw tidak menjawab permintaan tika, namun tidak berselang lama tika sudah kembali tidur lagi. Kali ini tidurnya juga merapatkan diri ke gw. gw lihat chandra dibelakang gw juga sudah tertidur. Jadilah gw hanya bengong sambil mendengar music dari hp gw menjadi “bantal” tika selama perjalanan. emoticon-Belo
Diubah oleh ghighe
×
© 2023 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di