CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Hobby / ... / Radio Komunikasi /
◄◄ THE LEGEND 11meter band /CB/ 27mhz kumpul di sini. ►►
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/000000000000000010476212/96689668-the-legend-11meter-band--cb--27mhz-kumpul-di-sini-96589658

◄◄ THE LEGEND 11meter band /CB/ 27mhz kumpul di sini. ►►

Trit ini berisikan serba -serbi 11meter band/27mhz atau CB
dimana di dalamnya berisikan :
- seputar radio 11meterband ,
- seputar antenna 11meterband
- seputar kendala /solved 11 meterband




copas dari blog sebelah :

sebagai pembukaan
----
Penemuan alat komunikasi radio yang menggunakan band frekuensi 26,968 -27,405 Mhz yang di negara asalnya Amerika terkenal dengan nama radio Citizent Band (CBX) maka di Amerika tersebut pada tahun 1958 secara resmi radio CB telah dilegalisir penggunaannya sebagai alat komunikasi radio antar penduduk.

Sebagai organisasi pengelolaannya adalah Federal Communications Commission (FCC) yang bertugas untuk menangani pengendalian dan pembinaan para penggemarnya yang semakin banyak di masyarakat luas. Keberadaan CB terasa diperlukan oleh masyarakat di Amerika, terutama sebagai sarana komunikasi antar penduduk untuk saling memberikan informasi bila mendapat kesulitan, mohon bantuan/pertolongan dengan segera, atau untuk kepentingan gawat darurat.

Dengan demikian komunikasi radio antar penduduk (CB) di Amerika berkembang dengan baik dan telah memasyarakat, sehingga instansi-instansi resmipun ikut secara aktif terjun didalamnya. Instansi yang ikut terjun antara lain : Kepolisian, SAR, Rumah Sakit, Pemadam Kebakaran, Perusahaan Listrik, dan lembaga sosial kemasyarakatan lain yang semuanya memonitor dengan menggunakan jalur/aluran 9. Disamping itu keperluan tersebut, alat komunikasi ini juga banyak digunakan untuk membantu keperluan komunikasi pada acara/event penting seperti acara olahraga maupun bentuk bentuk keramaian lainnya, demi kelancaran penyelenggaraan dan untuk mengantisipasi apabila ada hal-hal yang tidak diinginkan. Perkembangan komunikasi radio CB, telah merambah ke berbagai negara di seluruh dunia, termasuk Indonesia pun mulai dimasuki radio CB sejak dasawarsa 70-an.
Kehadiran CB di Indonesia teryata terus berkembang dalam jumlah maupun penggemarnya yang penggunaannya masih bersifat liar, karena belum ada ketentuan yang mengaturya. Melihat kenyataan ini, Pemerintah mulai menyadari jikalau penggunaan CB secara liar dan jumlahnya semakin bertambah banyak tetap dibiarkan,
bisa mengakibatkan timbulnya dampak negatif, karena alat komunikasi radio CB apabila oleh pemilik yang tidak bertanggungjawab dan liar dapat digunakan untuk tindakan yang bersifat kriminal, bahkan mungkin sampai tindakan subversif dan Iain-lain.

Akhirnya Pemerintah mengambil tindakan penertiban terhadap pemilik dan pengguna radio CB di Indonesia, oleh karenanya Pemerintah mengambil kebijaksanaan untuk melegalisir penggunaan perangkat tersebut dengan ketentuan-ketentuan persyaratan serta perijinan untuk Komunikasi Radio Antar Penduduk (KRAP).

Kebijaksanaan Pemerintah melalui Menteri Perhubungan telah menetapkan SK MENHUB RI Nomor : SI. 11/HK 501/Phb-80 tertanggal 6 Oktober 1980, tentang Perizinan Penyelenggaraan Komunikasi Radio Antar Penduduk. Untuk pelaksanaan keputusan tersebut, maka perlu didirikan suatu organisasi yang bertugas membantu Pemerintah dalam pengawasan dan pembinaan terhadap penyelenggara Komunikasi Radio Antar Penduduk (KRAP).
Memperhatikan begitu pentingnya suatu organisasi pendukung atas keputusan itu maka Dirjen Postel pada tanggal 31 Oktober, menunjuk Team Formatur dengan suratnya Nomor : 6356/OT.002/Dirfrek/80, untuk membentuk Organisasi Radio Antar Penduduk Indonesia yang mempunyai kepentingan pembinaan, pengelolaan, dan pengendalian Komunikasi Radio Antar Penduduk. Team Formatur yang ditunjuk, yaitu :


SUDARTO
EDDIE M. NALAPRAYA
SUTIKNO BUCHARI
A. PRATOMO, Be T.T.
LUKMAN ARIFIN, SH
[/CENTER]

source:
rapi 11meterband/ CB/ 24mhz on telomoyo blog

literatur lain :

kode Internasional
ada di sinijuga


silahkan sharing seputar 11meter
mudah2 dengan adanya trit ini sangat berguna bagi temen2 yang akan menggunakan atau sudah menggunakan 11 mc

11meterband berbeda dengan 2 m band ,
dengan adanya trit ini bisa sharing perbedaan tersebut ..


happy posting kaskus'ersemoticon-Add Friend (S)


Group FB 27mhz
profile-picture
nona212 memberi reputasi
Quote:

Gak salah nih sesepuh tanya newbie.....
CMIIW ya..
Sejarah radio katanya sih ada beberapa jenis radio jika dilihat dari cara pengambilan/penalaan/pemilihan frekuensi.
  1. Simple Tuned Circuit
  2. Tuned Radio Frequency
  3. Regenerative
  4. Super Regenerative
  5. Freemodyne
  6. Superheterodyne


1. Simple Tuned Circuit

Ni sering dalam bahasa kita disebut radio kristal, yaitu radio sederhana yang terdiri dari tuned circuit yang berosilasi ketika setara dengan sinyal radio yang kemudian dipisahkan carier dan audionya pake dioda germanium kristal spt seri OA, BY, BAT dsb.

Radio seperti ini biasanya terdiri dari rangkaian pasif doang, jadi suara yg didapet tergantung dari besarnya sinyal yang didapet, terus selektifitasnya juga rendah banget, jadi klo pemancarnya rapet2 bakal numpuk2 tuh suaranya. Rangkaian ini juga gampang kena interference alias spleteran dari freq diatas n bawahnya.


2. Tuned Radio Frequency (TRF)
Radio kristal hanya bisa nangkep sinyal yang kuat doang, jadi teknologi ini mencoba menguatkan frekuensi yang ditala dengan beberapa level penguatan, yang masing2 level ini harus diset agar hanya menguatkan frekuensi yang diinginkan doang, sehingga diharapkan sinyal atas bawahnya jadi lebih kecil. Biasanya butuh banyak transistor ato tabung tuk ngerjain tugas ini, nyetingnya juga susah banget. IC ZN414 dan kawan2nya merupakan IC jenis TRF yang menyatukan banyak level penguatan hanya dalem satu IC, ditambah dah di-demodulasi sinyalnya.
=

3. Regenerative
Ngeliat ribetnya penguatan disistem TRF maka dikembangkan sistem regenerative yaitu . Dengan penambahan satu stage penguat yang dirangkai sebagai feedback loop (biasanya positif feedback) yang bikin sinyal yang ditune dikuatkan berkali2, konon penguatannya bisa sampe 15.000x loh. Sensitifitas dah meningkat secara signifikan jika dibanding TRF dan hanya dengan menggunakan sedikit komponen yang tidak perlu ditala.


4. Super Regenerative
Prinsip kerjanya sama dengen regenerative hanya ditambah satu stage penguat lagi yang diinjeksikan ke sinyal, sehinggal sinyalnya berlipat ganda. Injeksi sinyal yang biasanya sekitar 20Khz-100KHz dilakukan supaya penguatan bisa lebih tinggi hingga sampe 1juta kali hanya dengan penambahan satu stage doang. Jenis ini sangat jago tingkat sensitifitasnya karena adanya penguatan yang begitu besar dan bisa dicapai hanya dengan komponen berjumlah sedikit. Hanya masalah selektifitas masih belum terpecahkan.


5. Freemodyne
Ada yang iseng lagi bikin super-regen tapi satu stage injeksinya ditune dengan osilator yang turun naek frekuensinya ngikutin frekuensi tune utama. Outputnya ialah sinyal yang frekuensinya tetap (biasanya dipake 21.75MHz), baru outputnya di-demodulasi. Katanya sih ini merupakan prototype awal dari sistem super heterodyne. Sistem ini juga meningkatkan selektifitas dengan membuat tuned osilator yang diinjeksikan ke tuned frequency.


6. Superheterodyne
Atau kadang disebut juga heterodyne doang, ni teknik penalaan yang menjadi standarisasi perangkat RF sampe jaman sekarang ini. Heterodyne merupakan teknik merubah frekuensi (yang biasanya tinggi) menjadi frekuensi rendah sehingga lebih mudah diproses. Biasanya digunakan sebuah tuned osilator (disebut LO = Local Oscilator) yang sinyalnya di-mix dengan frekuensi yang ditala hingga menjadi sebuah frekuensi antara yang besarannya tetap, ini yang kita sebut IF alias intermediate frequency.

IF ini secara teori pasti ada dua, yaitu penjumlahan dan pengurangan dari 2 frekuensi. Yang biasanya dipake ialah frekuensi rendahnya doang, yang frekuensi tingginya dibuang dengan LPF (Low Pass Filter). Pada FM biasanya yang dipake 10,7Mhz klo AM 455Khz. Pada super heterodyne input sama sekali gak ditala, biasanya hanya ada filter doang (bandpass filter), yang ditala cuma osilator (LO) doang. Misal di FM kita mo tune 99,3Mhz, maka osilator ditala ke 101Mhz sehingga hasil mix-nya tetep 10,7Mhz. Frekuensi rendah kaya gini apalagi fix kan jadi gampang banget tuk dikuatkan dan difilter sehingga sinyal yang dihasilkan jadi lebih sensitif dan selektif.



Ini cuma macem2 cara penalaan doang yang pengaruhnya ke sensitifitas ama selektifitas penerimaan. Tuk yang pake osilator tar ada macem2 jenis osilator yang dipake, seperti LC, RC , Crystal, dengan tuner di L, C ato pake PLL Klo dah ditala n didapet IFnya tinggal diproses aja tuh, dipisahin data ama cariernya. Datanya bisa berupa analog bisa digital. Analog bisa berupa vokal, CW, RTTY, data dsb, klo digital ya berupa data yang tar diterjemahkan lagi, misalnya kaya WiFi ato bluetooth. Hehehe ribet banget ya teorinya mo bikin radio doang, mending beli CB jadi aja gak sampe gope gak perlu mikir ampe mumet gini

sumber:
http://cool386.tripod.com/
http://www.somerset.net/arm/fm_only_intro.html
GDP Network
© 2021 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di