Pengaturan

Gambar

Lainnya

Tentang KASKUS

Pusat Bantuan

Hubungi Kami

KASKUS Plus

© 2024 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved

Dokter_PrioAvatar border
TS
Dokter_Prio
Asus Xonar D2X (mini review)
Baru selesai uji coba RMAA (v6.2.3) Xonar D2X vs Realtek Onboard IP35-E




Benchmarknya pada 24 bit/192 kHz :
Realtek HD Audio IP35-E (Kabel Speaker Out Realtek to Line In D2X) vs Xonar D2X (Kabel Canare L2T2S dgn Jack Neutrik Chrome - Speaker Out to Line in) vs Xonar D2X (Kabel Standard Bawaan Box - Speaker Out to Line In) vs Xonar D2X (Card Internal Loop / No Cable).


Grafik :

Spoiler for "Grafik":



Kesan suara :

Pros :
- noise berkurang jauh (amp di putar penuh noise minimal tidak ada artifak).
- detil terdengar.
- balance kanan dan kiri seimbang, separasi kanan/kiri jelas (lebih stereo).
- karakter cenderung bright pada equalizer flat/default tapi bassnya bisa lebih powerfull bila di naikkan equalizernya.
- bila bass dinaikkan menjadi lebih padat dan powerfull, tapi lebih boomy (kedengaran agak panjang mungkin karena speaker saya).
- suara lebih powerfull (118db).
- soundstage terkesan luas.
- full 24 bit / 192 khz pada in, out, seluruh channel (7.1).


Cons :
- sangat revealing, saran saya upgrade ke FLAC atau file lossless lainnya.
- suara di headphone terkesan menjadi clipping atau terdengar bergelombang pada full volume atau full bass, mungkin headphone kurang bagus, soalnya di speaker terdengar baik2 saja.
- tidak ada sambungan ke audio out casing, jadi yang pake headphone dan speaker harus punya 3.5mm y mini splitter, supaya tidak cabut pasang.
- saran saya dari SC --> AMP --> mini Y splitter --> Headphone dan Speaker, soalnya power sangat berkurang bila headphone dan speaker dua2nya on.
- pada foobar v2, option output DS tidak bisa pake setting equalizer dari driver, tapi pada output WASAPi bisa.


Yang pasti terasa peningkatan jauh lebih baik, saran saya buat yang pake headphone jangan berpikir untuk pake D2X kecuali punya amp atau lebih baik pake STX saja. Yang aneh, dari RMAA terkesan kabel standar lebih bagus dari kabel Canare - Jack Neutrik DIY.



Box (kucel karena beli second emoticon-Big Grin)

Spoiler for "Foto":




Aksesoris bawaan :

Spoiler for "Foto":




Dalam casing mepet dengan 5870 :

Spoiler for "Foto":




Tidak bisa dipasang di PCIE #1 karena mentok dengan RAM

Spoiler for "Foto":




Lampu disko khas D2X

Spoiler for "Foto":




Driver D2X di Windows 7 64bit

Spoiler for "Foto":




Kabel DIY Lowcost

Spoiler for "Foto":




My Rig

Spoiler for "Foto":




Mohon maaf, ini review amatiran, kuping pun kaleng. Kalo ada tambahan, saran, dan kritikan silahkan di posting saja. Kalo ada cendol \temoticon-Cendol (S)boleh dikirim ke kulkas saya. Thx.

emoticon-I Love Indonesia

Update:

Quote:
0
7.8K
41
GuestAvatar border
Guest
Tulis komentar menarik atau mention replykgpt untuk ngobrol seru
Tampilkan semua post
Dokter_PrioAvatar border
TS
Dokter_Prio
#11
@ all:

Perbandingan grafis saya pake untuk menunjukan objektifitas, kalo kualitas suara lewat pendengaran telinga sangatlah subjektif. Banyak sekali faktor yang mempengaruhi gelombang suara yang sampai ke otak kita.

Karakter D2X termasuk flat bright (bass minus, mid flat dan high plus), cocoknya pake speaker yang karakternya warm, atau didukung dengan subwoofer.

Kalo dibandingkan dengan X-Fi (pengalaman pake X-Fi Extreme Gamer Fatality, sebelum D2X), power lebih besar di D2X, suara masih lebih bright di D2X, stagingnya lebih bagus di D2X dan noise juga lebih bagus D2X.

Kasus di sebagian card X-Fi, timbul noise dan krackling yang terdengar saat hening. Pada D2X, tidak terdengar noise sama sekali, meskipun volume di full kan

Hasil suara dari pengaturan equalizer software lebih terdengar terpisah antar frekuensi di D2X, di X-Fi masih ada yang kedengeran tumpang tindih.

Maksudnya saya bandingkan dengan SC onboard, ternyata pada pendengaran orang awam pada pemakaian harian/kantoran, hampir tidak ada perbedaan dari suara.

Perbedaan terdengar setelah masuk optimalisasi lewat equalizer dan pada penggunaan volume dan ampli besar. Pada SC onboard, equalizer software mandul, kualitas suara sudah mentok, pada D2X masih bisa jauh dioptimalkan lagi. Pada volume besar di SC onboard mulai timbul noise dan staging yang sempit mulai terdengar, kalo mendengar musik terkesan seperti mono.
0