CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / ... / Sejarah & Xenology /
[Diskusi] Masalah Umum Xenology
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/000000000000000000880105/diskusi-masalah-umum-xenology

[Reborn] Xenology....

XENOLOGY


Buat yang pertama kali masuk ke trit ini pasti bertanya-tanya dalam hati dan gundah gulana (apaan sih emoticon-Hammer ), Xenology itu sejenis monster, makanan, atau nama momod ya ? emoticon-Nohope

This is it...


Spoiler for "Xenology adalah":


Jadi pengetahuan apa aja yang termasuk Xenology?

Spoiler for "Pengetahuan dalam Xenology":


ada pertanyaan,,unek2,,atau hal yang pengen ditanyain silahkan kemari.. emoticon-Smilie
Thread Xenology ini terbuka untuk umum...gratiss emoticon-Stick Out Tongue Thread ini tentunya juga terbuka bagi siapapun yang meyakini suatu fenomena dalam Xenology itu eksis, ataupun yang tidak mengakuinya. Terkadang believer suatu fenomena juga membutuhkan penentang agar keduanya bisa berdiskusi yang sehat.

Spoiler for "Xenology = HOAX?":


Feel Free to post emoticon-Smilie
Happy Sharing....

Spoiler for ga ngerti gan...topiknya aneh dan bikin bingung:

Kalo pembaca thread menemukan Artikel menarik di Blog/Lounge mengenai Xenology...bisa dimuat/diposting disini untuk dibahas. Jangan lupa tambahkan beberapa opini pribadi atau tambahan comment...supaya enak untuk membuka diskusi..emoticon-Smilie

RULES Internal Thread Xenology


1. sebisanya jgn one liner yah.. emoticon-Big Grin
2. Kalo nemu artikel cantumin juga linknya yaemoticon-Malu (S)
3. biasakan multiquote ya emoticon-Smilie
4. Jangan posting emoticon doang...
5. jangan PI (udah kayak spectre Soccer Room aja nih emoticon-Big Grin )
6. No HOAX icon (only) without explanation emoticon-Bata (S)
7. Boleh SARA emoticon-Bingung (S)

NB : yang ga boleh itu mendiskreditkan SARA emoticon-Hammer
kalo ga boleh SARA, bingung juga nih.. tar ngebahas suku Maya, Inca juga ga boleh dong emoticon-Ngakak (S)
8. ngikut peraturan Kaskus dan Forum Edu yang lain...



Thread ini didukung oleh :

profile-picture
profile-picture
profile-picture
pakisal212 dan 12 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh Phoenix17
Quote:


Gw coba jelasin sebisa gw aja yah, gw juga bukan ahli fisika soalnya emoticon-Smilie.

Jadi bukannya orang tinggal di luar angkasa trus jadi lebih awet muda, bukan begitu. Jadi kalo gak salah, semua itu bermula dari teorinya si Einstein ttg relativitas (gw kurang tau yang mana, soalnya teori relativitas aja ada 2 macem (ato mungkin lebih?), general relativity dan special relativity) yang katanya "waktu" itu buat semua orang berbeda dan gak sama. Contohnya itu orang yang berada di dalam kereta dan orang yang mengobservasi di luar kereta. Kita akan melihat seolah2 waktu yang ada di dalam kereta yang berjalan (bagi yang di luar kereta) akan terlihat berjalan lebih lambat. Si Einstein yang waktu itu kerja di deket stasiun mikirin permasalahan ini (kenapa bisa begitu?) dan akhirnya mempublish teorinya.

Jadi emang "waktu" bagi semua orang itu berjalan dengan kecepatan yang berbeda. Kita gak bisa bilang kalo waktu gw dan elu itu berjalan sama kalo kita gak at least berdiri berdampingan satu sama lain. Nah ternyata diketahui yang mempengaruhi jalannya waktu (at least yang sampe sekarang ini kita ketahui) ada 2 yaitu kecepatan (contoh dalam kasus kereta yang bergerak dengan kecepatan tertentu) dan satu lagi gravitasi.

Semakin cepat objek bergerak maka object itu akan mengalami perlambatan waktu semakin besar. Kalo waktu berjalan lebih lambat, jelas object tsb (mis: manusia) akan menjadi lebih awet muda dibanding dengan yang waktunya berjalan secara normal. Tapi untuk kasus orang mengendarai mobil ato kereta ato pesawat, efeknya tergolong sangat kecil hingga bisa dibilang unnoticeable. Efeknya akan terlihat ketika sebuah objek bergerak dengan kecepatan mendekati kecepatan cahaya. Nah astronaut yang ada di stasiun luar angkasa itu mengorbit bumi dengan kecepatan tertentu (yang pasti cukup cepat) sehingga kalo dia tinggal di sana selama bertahun2, efeknya akan terasa. Kenapa kecepatan bisa mempengaruhi jalannya waktu? Itu bisa dijelasin dengan istilah light clock. Coba cari di google seperti apa gambar light clock. Penjelasannya cukup simple, jadi ada partikel cahaya di sebuah tabung silinder bergerak dengan gerakan vertikal (atas bawah). Nah waktu buat si partikel cahaya ini (photon) untuk menyelesaikan satu periode (anggap mulai dari bawah, berjalan ke atas, lalu mantul balik ke bawah, ke posisi semula) itu adalah satu detik. Sekarang tabung cilinder ini kita gerakin ke kanan dan ke kiri. Apa yang terjadi dengan gerakan partikel ini?? Partikel ini tetap bergerak ke atas ke bawah, tapi dalam waktu yang lebih lama karena gerakannya gak lagi vertikal tapi menjadi diagonal. Duh kalo gak dikasih gambar jadi susah, gw upload-in deh emoticon-Stick Out Tongue.



Karena waktu yang dibutuhin untuk partikel cahaya ini untuk menyelesaikan satu periode lebih lama, maka bisa dibilang waktu berjalan lebih lama. Nah, semakin cepat tabung ini digerakan, maka akan semakin miring lintasan partikel cahaya ini. Sampe akhirnya kalo sudah mendekati kecepatan cahaya, partikel cahaya ini akan bergerak seperti garis horizontal dimana waktu bagi partikel ini untuk menyelesaikan satu periode sangatlah lama. Gimana kalo kecepatannya melebihi kecepatan cahaya (yang sebenernya hanya sebuah hipotesis aja), maka gerakan partikel cahaya ini akan menjadi berbalik (mulai terlihat sudut miringnya lagi, kalo yang tadinya lurus, tapi dalam arti berbalik) sehingga diduga waktu akan berjalan terbalik ato bisa dibilang waktu berjalan bukan menuju masa depan, tapi kembali ke masa lalu.

Nah yang satu lagi yang mempengaruhi jalannya waktu adalah gravitasi. Ini juga dari teorinya si Einstein yang memperlakukan waktu sebagai sebuah dimensi. Jadi menurut si Einstein, dimensi space time itu berbentuk seperti lembaran kain, makanya suka disebut space time fabric. Cahaya bergerak lurus mengikuti bentuk permukaan kain tersebut. Waktu yang dibutuhkan cahaya dari satu titik ke titik lain di permukaan kain yang datar kita anggap sebagai waktu berjalan normal. Nah kita tau bahwa menurut si Einstein, ketika sebuah objek bermassa ada di kain ini, maka objek tersebut akan membengkokan kain tsb (menjadi cekungan ke dalam). Aduh kayaknya udah pernah dijelasin berkali2 nih ~_~). Nah waktu yang dibutuhkan untuk cahaya bergerak dari satu titik ke titik lain melewati cekungan ini tentu akan lebih lama dibanding dengan melewati kain yang datar. Itu sebabnya gravitasi juga mempengaruhi jalannya waktu, semakin dekat kita dengan objek bermassa besar, semakin lama waktu berjalan.
GDP Network
© 2021 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di