CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Story / ... / Stories from the Heart /
serpihan cerita tentang dia [true story]
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/000000000000000001221941/serpihan-cerita-tentang-dia-true-story

serpihan cerita tentang dia

serpihan cerita tentang dia



i n d e k s c e r i t a

serpihan pertama: prelude [disini]

serpihan kedua: penantian [disini]

serpihan ketiga: prolog [disini]

serpihan keempat: dia tersenyum, dan itu yang terindah [disini]

serpihan keempat setengah: 'ra'
[disini]

serpihan kelima: rira
[disini]

serpihan keenam: aa.. ehm.. mm.. [disini]

serpihan ketujuh: mid semester!
[disini]

serpihan kedelapan: hei, dia mengajakku bicara. . [disini]

serpihan kesembilan: kecewa [disini]

serpihan kesepuluh: 085647276*** [disini]

serpihan kesebelas: aku juara karena dia [disini]

serpihan keduabelas: cinta?? [disini]

serpihan ketigabelas: platonic love [disini]

serpihan keempatbelas: we're looking at the same night sky [disini]

serpihan kelimabelas: UM UGM. . [disini]

serpihan keenambelas: menunggu adalah hal yang sangat-sangat-sangat tidak menyenangkan
[disini]

serpihan ketujuhbelas: hari pengumuman akhirnya tiba
[disini]

serpihan kedelapanbelas: Masihkah janji untuk kuliah seuniversitas itu bisa tercapai? [disini]

serpihan kesembilanbelas: berhenti berharap
[disini]

serpihan keduapuluh: the day everything changed [disini]

serpihan keduapuluhsatu: i still feel that we're somehow connected under this sky [disini]

serpihan keduapuluhdua: l'homme dans a sont livre etre en soi et etre pour soi [disini]

sisipan: sweet seventeen [disini]

serpihan keduapuluhtiga:hari itu, mungkin hari terakhir aku bisa melihat senyumnya [disini]

serpihan keduapuluhempat: perih [disini]

serpihan keduapuluhlima: malam simalakama [disini]

serpihan keduapuluhenam: the sense of an ending [disini]

serpihan keduapuluhtujuh: endlessend [disini]

serpihan keduapuluhdelapan: diantara debur ombak [disini]

serpihan keduapuluhsembilan: destination neverland. part 1 [disini]

destination neverland. part 2 [disini]

serpihan terakhir: sebuah surat tanpa alamat [disini]

==========================================================

serpihan baru kehidupanku

serpihan ketigapuluhsatu: akankah bintang itu terbit lagi? [disini]

serpihan ketigapuluhdua: itu kamu kan, rira? [disini]

serpihan ketigapuluhtiga: dua tangkai mawar [disini]


the end

*thanks buat bro keaglezatas gambar ilustrasinya emoticon-Smilie

twitter : @TweetEndlessend
profile-picture
anasabila memberi reputasi
Diubah oleh Endlessend
Thread sudah digembok

serpihan terakhir: sebuah surat tanpa alamat

dear rira,
di malam-malam musim penghujan seperti ini,
ketika rintik hujan memukuli kaca jendela dengan ritmenya yang monoton namun tak membosankan,
aku jadi teringat padamu.
pada hari dimana kamu terjebak hujan dan aku hanya bisa melihat dari kejauhan sambil menggenggam erat payung kecil yang kupinjam dari ibu kantin
namun tak berani kuserahkan padamu.
hingga akhirnya kamu nekat menerobos hujan sambil melindungi kepala dengan tas selempangmu.
aku memang seorang penakut.
bahkan sampai hari ini gelar itu belum lepas dari diriku.
lihat saja, aku hanya berani menuliskan bait demi bait perasaanku lewat tulisan bisu.

juga pagi itu, ketika aku sedang berlibur di bali dan mendapat telepon dari yang mengabarkan bahwa kau sedang berada di UGD Rumah Sakit kasih ibu.
Tersambar sebuah motor keparat yang meninggalkanmu begitu saja terkapar di jalanan.
saat itu aku sangat-sangat khawatir dan segera mencari penerbangan tercepat menuju tempatmu.
sayangnya jadwal paling cepat pun terlalu lama menurutku.
tapi apa yang bisa kulakukan selain mengeluh dan menunggu?
akhirnya, setelah semua yang kulakukan, sampai juga aku di parkiran rumah sakit.
tahukah kamu bagaimana perasaanku disana?

aku benci kepadamu, rira!!
mengapa kau tak mau menungguku barang lima atau sepuluh menit?
mengapa saat perasaanku sedikit lega karena akan segera berada di sampingmu,
aku harus mendapatkan sms empat kata yang takkan mungkin bisa terlupa?

"end, rira udah pergi. . ."

kenapa kau begitu tega padaku!!

saat itu, di tengah perasaanku yang tak menentu,
aku melihat rian sedang berjalan memasuki koridor rumah sakit.
dan perasaan cemburu yang dulu pernah ada kembali menyerangku.
aku memang bodoh, dan pengecut, karena memilih untuk melangkah pergi.
lagipula, kupikir sudah tak ada artinya aku kesana.
kamu tak memberikan kesempatan barang lima menit padaku.
kamu pergi terlalu cepat, rira!

ah, maaf jika aku terbawa emosi.
terlalu banyak yang ingin kukatakan padamu sebenarnya.
tapi sudahlah, toh mungkin kamu tak ingin mendengarnya.

bagaimana cuaca disana?
disini masih gerimis.
tepat seperti hari itu.
ketika aku membawa seikat mawar putih dan meletakkannya di pusaramu sebagai permintaan maafku.
semoga kau suka rira,
walau itu takkan mengubah apapun.
iya, aku juga tahu.
karena seperti yang sering orang katakan, sang waktu itu tirani, bertangan besi, dan tak kenal kompromi.

jika saja, rira, jika satu tangkai mawar bisa ditukar dengan kesempatan melihatmu satu menit saja,
pasti akan kubeli seluruh mawar putih yang ada di toko itu, toko-toko disampingnya, toko bunga di kota kita, semuanya.
dan akan kuserahkan untuk ditukar dengan beberapa menit melihatmu.
yah, cukup melihatmu. Karena itu telah berarti lebih dari apapun untukku.



dan bila kau harus pergi/jauh dan takkan kembali/ku akan merelakanmu/
bila kau bahagia/selamanya. . ./disana. . ./walau tanpaku. . .


sial, kombinasi antara lagu-lagu melow dengan rintik hujan diluar berhasil membuat perasaanku mengharu biru.
sepertinya aku salah memilih playlist.
tapi bukankah setelah hari itu, seluruh playlist di media player ku berisi lagu-lagu sendu?
tentang kenangan, cinta yang hilang, dan kepedihan?

tahukah kamu rira, tiap malam, setiap ku melihat bintang tenggara itu sendirian,
ada perasaan aneh yang menelusup dalam diriku.
sendiri dan kesepian.
perasaan ini semakin mengental, menyiksaku yang terlalu merindukanmu.

maka dari itu kuberanikan diri menulis surat ini untukmu,
tapi tenang saja, aku akan mencoba untuk tidak terlalu mengharapkan balasannya.
seperti sms enam lembar yang kukirim beberapa minggu lalu,
dan belum kau balas hingga kini.
sms yang menuliskan seluruh perasaan dan kenangan tentangmu.

seluruh? sepertinya aku terlalu mengada-ada.
buku ekonomi kita kelas tiga, yang kau pernah mengeluh padaku,
"ini buku ekonomi SMA atau diktat mahasiswa kedokteran sih. . "
-lalu kita tertawa bersama- itupun takkan cukup untuk menyimpan seperseratus dari seluruh kenangan tentangmu.

aku mengerti, mungkin kamu masih banyak kerjaan disana.
sibuk menata kamar barukah?
memasang pernak pernik lucu di tembok dan almari.
mengisi vas bunga dengan mawar putih yang kau ganti tiap beberapa hari sekali.
tak lupa menempelkan bintang-bintang fosfor di langit-langit kamar yang akan menerangi malammu
dengan cahaya hijau pucat ketika lampu kamar telah dipadamkan.

aku selalu berdoa, semoga dari beranda kamar barumu kau masih bisa melihat C-RiRo, bintang tenggara persahabatan kita.
tadi malam terakhir kulihat dia masih bersinar terang. Seperti tak ada apapun yang terjadi.
terkadang aku ingin seperti bintang.
selalu sendirian, mungkin kesepian, namun tak pernah merasa kehilangan.
oh, atau sekarang kamu sedang berada disana?
duduk selonjor di pucuk bintang itu sambil menatap bumi yang terlihat sangat kecil?

di luar gerimis sudah berhenti, rira.
sepertinya lebih baik aku berhenti menulis surat ini sebelum semakin melantur kesana sini.
andai kamu tahu, rira. akhir-akhir ini aku sering melamun.
belum percaya bahwa semua ini bukanlah mimpi.
aku sering berpikir bahwa kita hanya terpisah satu jam perjalanan kereta solo-jogja dan masih mungkin bertemu di acara reuni nanti.

oh, maaf aku melantur lagi.
baiklah, aku akan tidur saja sekarang agar hari segera pagi
dan kubisa segera mengirim surat ini padamu secepatnya.
sendiri. tentu saja.

oiya rira,
mengapa kau belum juga memberitahuku alamat barumu?
menyusahkanku yang ingin mengirim surat ini padamu.
bagaimana jika kuletakkan saja di atas nisanmu?
kutindih setangkai mawar putih yang tengah merekah sempurna.
sesempurna senyummu.



(seorang lelaki bodoh yang mencintaimu,
endlessend .
)



Quote:




*thanx buat bro keaglezatas gambarnya yang cool.
×
GDP Network
© 2021 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di