Taburlah gagasan, petiklah perbuatan. Taburlah perbuatan, petiklah kebiasaan. Taburlah kebiasaan, petiklah karakter. Taburlah karakter, petiklah nasib".
"Saat ini bahaya yang paling besar yang dihadapi umat manusia pada zaman sekarang bukanlah ledakan bom atom, tetapi perubahan fitrah"
"Bila IQ yang berkuasa, ini karena kita membiarkannya berbuat demikian, dan bila kita membiarkannya berkuasa, kita telah memilih penguasa yang buruk"
\nMinggu, 5 April 2009 | 02:47 WITA\n\nDi tengah makin modernya gaya modifikasi, sekumpulan anak-anak muda Makassar masih tetap tertarik pada gaya retro. Konsep ini cenderung mengarahkan modifikator untuk kembali ke gaya motor jaman dulu (jadul).\n\nSeperti penggunaan pelek ja...
\n\nnda tau ka foto2 bela' ...:malu: ..jelle ki bidikan ku :o\n\n\n\nsy suka angka 7 belah ..soalnya sunnah itu :malu: ...HS nya inisial namaku...:malu: ..tp msh terkendala sm samsat ..:nohope: ..nda mau ka na kasi nomor begitu ....:nohope:...\n\nsebenarx jele...
\n\nnda salah memank sa menilai kalau omm low profile..\n\nkalau bilanki bgitu sa ingat lg ustaz yg sering ceramah..\nna bilank smua harta benda kita adalah hax titipan allah..
\n\n\n\nModifikasi \n\nTRC YOSHIMURA USA FULLSYSTEM CARBON\nBATTLAX BT 090 ( SOFT COMPOUND )\nCOSTUM REAR HUGGER SPORTISI JKT\nSINGLE SEATER ORIGINAL KAWASAKI\nCOVER TANK CARBON FIBER\nFRAME SLIDER\nGRIP HARRIS MADE IN ITALY\nHID PROVISION 6500K...
\n\nkalau sy pakai avast antivirus. lebih bgs dari avg ini...\n\nscanx jg cepat omm...\n\nkalau blum pernah kita pakai kita coba saja dulu..
Barang siapa yang selalu kekenyangan maka banyaklah dagingnya,\ndan siapa yang banyak dagingnya maka kuatlah nafsunya.\nSiapa yang kuat nafsunya maka banyaklah dosanya,\nsiapa yang banyak dosanya maka keraslah hatinya dan\nsiapa yang keras hatinya maka tenggelamlah dia\ndalam ...
Jika kejahatan di balas kejahatan, maka itu adalah dendam.\nJika kebaikan dibalas kebaikan itu adalah perkara biasa.\nJika kebaikan dibalas kejahatan, itu adalah zalim.\nTapi jika kejahatan dibalas kebaikan, itu adalah mulia dan terpuji.
Tak seorang pun sempurna.\nMereka yang mau belajar dari kesalahan adalah bijak.\nMenyedihkan melihat orang berkeras\nbahwa mereka benar meskipun terbukti salah