urban21 Mandalika sirkuit grade 1 yang bisa dipakai untuk moto gp dan f1. Formula e cuma sirkuit grade 3 yang cuma bisa dipakai untuk balapan gak laku seperti formula e. Dan setelah balapan sengaja dibakar biar gak bisa diusut korupsi biaya pembangunan sirkuit Mandalika banyak dihadiri wartawan dan
Acara berbiaya 1 triliun cuma menghasilkan 70-80m dari sponsor+tiket sudah jelas rugi. Mana bisa acara yang cuma menghasilkan pemasukan 7-8% dari pengeluaran bisa dibilang sukses
Saya bukan pendukung Giring atau Nidji. Tapi suatu acara komersial baru bisa disebut sukses jalau untung. Formula eek itu tiket plus sponsor paling 70-80m. Plus ada penalti sekian triliun kalau tahun depan gak diadakan. Padahal biaya yang dikeluarkan sudah 1 triliun. Sirkuit 190m juga cuma grade ...
Acara sudah menghabiskan 1 triliun cuma menghasilkan sekitar 70m dari sponsor dan tiket. Belum termasuk kerugian ancol yang gak jual tiket dufan tapi bundling dufan bonus formula e. Sirkuit grade 3 yang dibangun dengan biaya 190m belum tentu bisa dipakai untuk 2-3 th lagi. Belum lagi sirkuit grad...
pakaian arab, nama arab dan istilah arab jadi jauh lebih banyak dipakai dibandingkan era suharto. banyak ngustadz dan ngulamak yang modal daster putih bermunculan dan memaksa orang pakai jilbab kalau tidak sekeluarga masuk neraka.
Di negara full khilafuck seperti afghanistan pakai jeans juga dihukum mati. Dan para kadrun lucknut itu ingin indo jadi full khilafuck ala afghanistan
70% tiket formula e diborong tokoh politik. 25% pengunjung yang beli formula e tapi malah masuk dufan dan sea world. 5% kadrun yang kecewa karena beli tiket 250rb cuma bisa nonton layar tancep. Wisatawan asing 0.01% karena formula eek itu memang acara yang gak populer di manapun. Beda banget dengan
Indonesia sekarang ke arab-araban bukan ke barat-baratan. Bukan ke arab-araban yang modern seperti Dubai tapi lebih ke Afghanistan.
Kadrun itu gak bisa ngitung. Acara formula eek sudah menghabiskan dana 1 triliun. Sponsor cuma segitu itu paling 30-40m. Ditambah penjualan tiket paling juga 70-80m. Masih rugi bandar 920m. Dan jangan lupa wan abud pernah bilang formula eek bisa menghasilkan dana 2.1 triliun untuk jakarta.
Apa yang salah dengan omongan ernest. Acara berbiaya 1 triliun masa cuma dapat sponsor lokal 30-40m? Padahal wan abud pernah bilang acara formula e bisa menghasilkan 2.1 triliun
Indonesia terlalu banyak ngulamak dari kubu kadrun yang cuma modal pakai daster putih dan anti jokowi. Misal yahya wapramuria dan dus nur itu eks penjahat kelamin dengan background agama gak jelas tapi bisa jadi ngulamak
AD sudah jelas salah tapi masih terus menyerang AS. Semoga aja AS gak marah dan pesan soto mi spesial buat AD di bui. Bakal nangis2 beneran tuh bocah
Saya juga benci acara hajatan seperti ini. Karena biasanya bayar orang PLN buat ambil listrik dari tiang. Akibatnya trafo kelebihan beban dan listrik 1 kompleks mati. Jarang banget yang sewa listrik legal dari PLN dan bawa mobil trafo. Belum lagi banyak yang parkir gak aturan dan menutupi jalan s...
Hongkong adalah wilayah yang disewa Inggris dari China selama 100 tahun dan kontraknya sudah habis tahun 1997. Jadi sampai kapanpun Hongkong gak akan bisa lepas dari China dan pakai sistem demokrasi
Asal pemerintah mau tegas seperti era Suharto cepet kok. Tangkap aja 100 ustadz radikal taro di penjara seumur hidup seperti Saudi. 1-2 juga tahun juga kadrun mulai berkurang
Tomat kan cuma ulama buat kadrun bukan ulama umat Islam Indonesia. Kadrun itu minoritas yang bacotnya gede tapi selalu mengatasnamakan umat Islam. Briziq masuk bui Indonesia lebih tenang. Kalau ditambah Tomat, Solmed, Gus Nur, Bahar, Anwar Abbas and the genk pasti jauh lebih tenang
Ustadz yang banyak terima endorse politik dan gaya hidupnya hedon. Dan kalau dicek latar belakang biasanya selalu ada beberapa hal yang gak beres. Doyan kimpoi cerai, lulusan univ abal2 atau bahkan ijazah palsu, malah ada yang background pendidikan agama gak jelas, punya kasus penipuan/investasi ...
Sudah jelas kan kalau UAS itu di mata negara lain itu bukan ustadz tapi ............. Kalau pakai standar Saudi maka UAS itu belum layak jadi ustadz karena terlalu muda, pendidikan kurang, dan terlalu banyak main politik