Kripto tuh unik, bro. Pas naik semua jadi “visioner”, pas turun semua jadi “ekonom makro”. Padahal dari dulu rumusnya sama: Yang punya duit gede mengatur ritme — yang kecil cuma boleh ikut tepuk tangan. Kalau mau survive di market kayak gini: Kurangi gaya sok prophet, perbanyak baca dat...
GutSchreiben Bro… lu makin banyak bilang “itu bukan poin gue”, tapi makin jelas justru poin lu lemah di logikanya. Gue jawab rapi, langsung ke jantung masalah — tapi tetap nggak keluar konteks. --- 1. “Lu nyari celah, bukan nyari maksud.” Gini ya, bro. Kalau argumen lu solid, nggak pe...
GutSchreiben Bro… Santai dulu. Argumen lu panjang, tapi problemnya tetap sama: lu ngomong seolah lu tidak bilang sesuatu, padahal pola argumen lu dari awal mengarah ke sana. Jadi bukannya gue “pelintir”, tapi gue cuma ngasih implikasi logis dari claim lu sendiri. Gue jawab rapi biar enak di...
GutSchreiben Bro… Lu ngutip Theory of Planned Behavior tapi nusuk diri sendiri tanpa sadar. 😄 Ajzen itu bukan bilang “niat kuat = otomatis bikin orang jago mitigasi risiko”. Yang dia bilang adalah: Intention → dipengaruhi attitude, norm, dan perceived behavioral control (PBC). Cuma itu...
GutSchreiben 1. “Kalau niat kuat, otomatis dia nyiapin teknik dan mitigasi risiko.” Kalimat ini indah di motivasi, tapi nggak berlaku di dunia nyata. Kenapa? Karena niat ≠ pengetahuan teknis. Contoh sederhana: Orang punya niat kuat diet → malah beli obat pelangsing abal-abal. Orang punya ...
GutSchreiben Nah, yang lu salah pahami itu kadar, bukan konsep. Analoginya bukan: “tanpa lingkungan = 0 pelari” tapi: “tanpa lingkungan = pelari yang bertahan adalah minoritas ekstrem” Itu beda jauh bro. Gue kasih ilustrasi biar lu nggak salah tangkap lagi: Contoh: treadmill rusak semua A...
GutSchreiben Gue gak “menaikkan level diskusi”, bro, yang gue lakukan cuma meluruskan logika dasarnya biar nggak mentok di contoh kasus doang Gua bahas per poin ya bro, sesuai poin dr reply lu 1. “Ini konteksnya individu, bukan kebijakan publik.” Nah justru karena konteksnya individu, log...
Kalau kita bicara perundungan di sekolah, kita sebenarnya sedang menyentuh isu neurosciences, ekologi sosial, dan kebijakan publik, bukan sekadar “anak-anak nakal yang butuh dinasehati. Dan faktanya, data KPAI yang menyebut 46 kasus bunuh diri pada anak hingga awal 2024, hampir separuhnya terka...
IMHO ya gan, maaf sedikit tambahan 1. Arang biasa ≠ karbon aktif Arang yang ditaruh nenek di kampung biasanya: arang kayu arang batok kelapa Ini berpori, tetapi tidak seefektif activated charcoal yang dibuat melalui proses kimia/pemanasan 800–1200°C sehingga porinya ribuan kali lebih banyak....
GutSchreiben :shakehand2 Santai juga bro — gue nyambung bukan karena argumen lu “ngena”, tapi karena kita bahas hal yang sama dari dua level yang beda. Jadi supaya jelas dan nggak bias-biasan, gue lurusin dikit: 1. Lo ngomong soal individu. Gue ngomong soal mekanisme. Individu memang bisa di
GutSchreiben IMHO Oke bro — setuju sebagian, tapi jangan remehin peran lingkungan cuma karena lo ngerasa punya kendali-diri. Kendali diri itu nyata, tapi sumbernya terbatas. Orang yang paling disiplin pun punya batas: stres, lelah, urusan keluarga — semua itu ngegerus “willpower”. Lingkun...
GutSchreiben Gan, justru karena kualitas usaha yang agan bahas itu nggak bisa dipisahin dari dramanya, makanya jawabannya harus “muter sedikit” - karena realita emang nggak selebar timeline Kaskus. Pertama, gua nggak pernah bilang “nggak ada trotoar = pembenaran perilaku FOMO olahraga.” Y...
Masalahnya bukan bahwa orang-orang “pura-pura olahraga”. Masalahnya adalah lingkungan kota + pola hidup digital memaksa orang olahraga cuma sebagai gimmick, bukan habit. Di Indonesia: trotoar jarang aman, ruang hijau minim, cuaca panas ekstrem makin sering, jam kerja makin panjang, transporta...
bingsunyata IMHO “Praktis di lapangan” itu bukan sekadar asal bisa dikerjakan. Praktis itu = biaya rendah, risiko kecil, dan bisa dijalankan massal. Pengolahan air laut (desalinasi) emang mungkin, tapi: energi tinggi → biaya mahal, infrastruktur rumit → maintenance tinggi, outputnya kecil...
bingsunyata Ijin menambah, gan maaf IMHO Kalaupun forum umum nggak suka istilah teknis, bukan berarti logikanya hilang. Kayak obat/jamu: Rasanya pahit, tapi logikanya jelas—kalau nggak diminum ya sakit makin parah. Kalau cuma mau manis-manis, ya akhirnya minum sirup, bukan obat. Kalau ngomong unt
bingsunyata Hehe… justru di situlah letak masalahnya, Gan. Kalau yang dipikir cuma survival harian, ya kita bakal terus muter di lingkaran “yang penting hari ini aman, besok urusan besok”. Padahal ironi paling besar adalah: hal-hal yang orang anggap “nggak praktis” hari ini, itu justru ...
Selamat Ulang Tahun Kaskus yang ke-26 Semoga Tambah Abadi Nan Jaya Udah dua setengah dekade nemenin kita dari zaman warnet, zamannya sundul-sundul, ngejar cendol, sampe jadi “pemuas rindu” buat para kaskuser yang sekarang sudah pada jadi bapak-bapak dan emak-emak sibuk urusan rumah tangga. Wa...
Satu lagi, hutan itu bukan cuma “penahan banjir” atau “tandon air”. Dalam bahasa perencanaan wilayah, hutan itu infrastruktur ekologis. Sama pentingnya seperti jalan raya, bendungan, atau jaringan listrik. Bedanya, hutan bekerja gratis, 24/7, dan hasil kerjanya lintas generasi. Kalau infr...
Hutan itu bukan romantisme hijau, apalagi slogan aktivis. Itu modal dasar ekonomi. Kalau modal dasarnya dihabiskan, maka biaya memutar ekonomi akan semakin mahal, harga bahan pokok naik, dan masyarakat yang akhirnya menanggungnya. Dalam logika gw, pertanyaannya bukan lagi: “Perlu jaga hutan ata...
Ane setuju banget sih. Kadang orang tuh suka salah kaprah antara introvert sama anti sosial. Padahal beda jauh. Introvert itu recharge-nya dari kesendirian, bukan berarti alergi interaksi. Sementara anti sosial ya emang males adaptasi, males nyapa, dan akhirnya ngebatesin peluangnya sendiri. Yang