Lebih lanjut lagi harus kita akui ada perbedaan pendapat dari Ir Soekarno dan H Agoes Salim mengenai arti Ketuhanan yang Maha Esa dimana Pak Karno mengatakan bahwa Ketuhanan yang maha Esa adalah dilakukan berdasarkan persepsi penganut agama itu sendiri Dalam pidato 1 Juni 1945 itu Soekarno berkat
kalau sila kesatu diartikan memakai bahasa pali atau saksekerta (yg memang mgkin salah satu bahasa adopsi bahasa indonesia seperti juga bahasa arab, bahasa melayu dan belanda)…maka semua sila juga harus dipakai bahasa pali atau sansekerta kalau harusnya konsisten….. dan kalau semua sila diint...
kalau sila kesatu diartikan memakai bahasa pali atau saksekerta (yg memang mgkin salah satu bahasa adopsi bahasa indonesia seperti juga bahasa arab, bahasa melayu dan belanda)…maka semua sila juga harus dipakai bahasa pali atau sansekerta kalau harusnya konsisten….. dan kalau semua sila diint...