Bahkan saya pernah mengganti total system PLC, yang ada pada salah satu mesin di industri dengan mikrokontroller. Hasilnya sudah hampir setahun dijalankan 24 jam nonstop, masih tetap ok.
Pemrograman PLC lebih simpel (instant), karena hanya membutuhkan pengetahuan simbol-simbol logika aj, kira-kira seperti kita mau tes pembuatan SIM, cukup memahami simbol-simbol, dalam bentuk rambu-rambu. Tapi mikrokontroller lebih banyak coding. Walaupun sudah banyak yang versi visual, tapi lebih...