AKU BENCI ANAKKU Dulu aku sangat mencintai seorang lelaki yang sangat tampan dan kaya. Hari – hari ku lalui sangat menyenangkan dan tak ada sedetikpun terlewatkan tanpa suka dan tawa. Rasanya kebahagian tersebut sungguh tak bisa tergambarkan. Hingga pada suatu hari kebahagian tersebut semakin l...