padahal ada musyawarah buat kata mufakat. kita semenjak merdeka belum ada kata adil di republik ini, terlepas pemerintah mau apa tidak. di hadapan konstitusi seluruh warga negara dijamin agama dan kepercayaannya. tapi fakta di lapangan masih jauh dari lapangan. harusnya bapaknya menyuarakan ini di
yang domestik aja belom beres tambah lagi virus aktif. jangan agama jadi alasan mereka, kemanusian saja tidak punya. kemarin kamu masih meleduk sana sini bikin anarki di negeri kami apa masih mau diperbudak doktrin asing yang nyata nyata mengumbar kerusakan masyarakat kamk cinta damai
di dunia ini saling bergantung loh ya, kasus atau perkara kecil pun kalau terekspos media juga ikut memutar roda ekonomi secara tidak langsung. beropini di medsos yang tidak berpatokan pada etika jurnalistik jadi masalah, nah ente jadi bagian mana dari secuil hal tersebut, jadi penikmat berita atau
cast away... ngindari manusia di pulau yang sunyi.balik jadi manusia goa lagi, saban ari bolang buat fun dan berharap tidak ada martil nyasar....
perimbangan ekonomi kelihatannya, secara dia mematikan usaha dept store yang makin tergilas shop-ol.tapi sebagai gubernur harus menimbang keputusan jualan di trotoar dikasih tempat dan diawasi. mungkin juga bagi bagi periuk bagi sebagian ormas, kota juga butuh centeng buat penyaluran hasrat sikat...
baca thread ini sambil dengerin nasida ria, perdamaian.... perdamaian... old song but always exist..war for humanity.
kena razia ndak buku-buku yang mengulas atau kedapatan zion, hedon, comun** dkk... secara ini negara demokrasi, yakin?
tapi akibat ketakutan phobia pada ular manusia sadis menghilangkan nyawanya, akhirnya tikus merajalela dan kucing pemangsa tikus enggan berurusan dengan tikus got... klo sampai pes itu tikus pasti menghajar balik kebrutalan manusia terhadap alam.
kog belum ada yang ngendorse di +62.btw sabut kelapa juga provit, secara negara kita banyak hasil kelapa. nih menteri esdm lom wacana atau kalah tender sm cukong tekstil.
jadi pr pendidikan kita belum dibenahi, atau formulanya tidak up to date.UN hilang tidak masalah, walau mutu pendidikan masih stagnan. klo diarahkan ke ideologi semisal inklusif di usia dini wajib kayaknya, secara radikal dan terorisme makin massive. ini juga diperhatikan di saat ini.
sejak dini memang harus ditanamkan kepribadian bangsa, setidaknya jauhkan dari paham ideologi bangsa lain. tapi imbangi juga dengan peningkatan mutu pelaksana tugas jangan sampai abdi negara lupa falsafah bangsanya sendiri. saat ini memang kondisi kebangsaan diuji dengan hadirnya ideologi agama. ...
hallowen acara serem serem dengan atribut perdemitan ya wajar nikmati aja, asal jangan nemu karakter kayak pilem trick, bisa murder sana sini... ih serem.
dongfeng tu bukannya merk mesin pompa aer tambak... big applaus dah, sekelas pabrikan mesin diesel bisa bikin rudal...