1, 2, 3….10 detik, gadis itu masih berusaha untuk menegakkan posisi berdirinya, lantai tempat ini licin, selalu licin, selalu dibersihkan sebelum dibuka dan ketika tutup. “Brukk..” dia terjatuh lagi. Tetap saja tidak ada manusia disini yang perduli, sebagian mungkin malah tertawa dalam piki...
Kepada teratai, yang dipuja puja karna keelokan rupanya. Yang hidup diantara embun-embun sebelum pagi. Kepadamulah aku tumpahkan segala rasa iriku, melati yang kecil ini. Yang memohon kepada malam untuk melayukan aku. Mati dan lahir kembali menjadi sepertimu.