siapa nyang negrep tv one? cm baru dikatain PKI? No.1 dikatain penjahat HAM dll nyantai aja...kan cuman dikatain, bukan digebukin -No1. Di katain Pelanggar HAM itu opini publik, hampir semua orang tahu, pernah dengar, yakin, dan sangat yakin. Intinya itu bukan fitnah -PDI dikatain PKI, 100% fitna
siapa nyang negrep tv one? cm baru dikatain PKI? No.1 dikatain penjahat HAM dll nyantai aja...kan cuman dikatain, bukan digebukin -No1. Di katain Pelanggar HAM itu opini publik, hampir semua orang tahu, pernah dengar, yakin, dan sangat yakin. Intinya itu bukan fitnah -PDI dikatain PKI, 100% fitna
ya iyalah gan,,pasti sepi dan bnyk SR pdhl agan tny realcount dr jkw mana? klopun di koment,, 1.itu cm survey pks sblm pilpres 2.kita tunggu tgl 22juli gan 3.tetep aja sujud syukur gk mw kalah u know lah gan :ngakaks yg masalah di sini bukan siapa yg menang berdasarkan real count PKS, tapi ma
“Sekarang kita bertaruh saja. Kalau hasil penghitungan KPU nanti Jokowi yang menang, saya siap membubarkan diri. Tapi kalau Prabowo yang menang, berarti lembaga-lembaga survei itu yang salah, mereka semua harus bubar,” Husen Yazid. Direktur Eksekutif Puskaptis Sumber Berita: www.edisinews.com...
1. NAD: No.1 = 46.54%; No.2 = 53.46% 2. Sumut: No.1 = 44.76% ; No.2 = 55.24% 3. Sumbar: No.1 = 57.20%; No.2 =42.80% 4. Riau: No.1 = 55.13%; No.2 = 44.87% 5. Kepri: No.1 = 50.79%; No.2 = 49.21% 6. Jambi: No.1 = 54.93%; No.2 = 45.07% 7. Sumsel: No.1 = 67.48%; No.2 = 32.52% 8. Babel: No.1 = 53.52%
___________________________________________________________________________ __ YOGYAKARTA, KOMPAS.com — Beberapa jurnalis yang bertugas di Yogyakarta mendapat perlakuan tidak menyenangkan ketika akan mengambil kartu identitas peliput kunjungan calon presiden Prabowo Subianto, dari salah satu p...
memangnya siapa yang tidak panas di tuduh PKI? apalagi yang di tuduh adalah institusi, siapa yang tidak marah? kecuali benar-benar PKI ya hapy hapy ajja. -Di tuduh kafir, masi sabar, TUHAN tahu iman kita. -Di tuduh koruptor, masi sabar, ada KPK -Di tuduh bukan orang Indonesia, masi sabar, bisa te...